Hendri Sawir
Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penyisihan Logam Fe dan Cu Pada Air Limbah Menggunakan Kulit Singkong Sebagai Bioadsorben Avila Rezki Utama; Hendri Sawir; Wathri Fitrada
Jurnal Engineering Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v5i1.22293

Abstract

Limbah merupakan sisa berbagai aktivitas manusia berbentuk padat dan cair. Limbah cair adalah limbah dalam wujud cair yang dibuang ke lingkungan yang dapat menurunkan kualitas lingkungan secara langsung ataupun tidak langsung. Salah satu contoh aliran air yang telah tercemar limbah cair adalah Banda Kali Jati Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Padang. Salah satu pengolahan limbah cair yang dapat dilakukan adalah adsorbsi dengan karbon aktif kulit singkong. Karbon aktif mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau adsorpsi selektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi logam Fe dan Cu di Banda Kali Jati, menganalisis pengaruh variasi konsentrasi NaOH yang tepat sebagai aktivator karbon aktif kulit singkong terhadap kualitas adsorben dan menghitung efisiensi penyisihan Fe dan Cu terhadap karbon aktif kulit singkong yang diaktivasi menggunakan NaOH. Metode eksperimen pembuatan karbon aktif dari kulit singkong dengan tiga variasi konsentrasi pada proses pengaktivasian untuk mengetahui potensi karbon aktif sebagai material pengolahan limbah cair. Berdasarkan hasil penelitian konsentrasi NaOH yang tepat sebagai aktivator karbon aktif kulit singkong yaitu NaOH 7,5 N. Penurunan Fe dan Cu tertinggi berturut-turut 56,42% dan 18,81%.
Kajian Kondisi Ekologis Sungai Batang Sangir Melalui Analisis Parameter Kualitas Air Suci Handayani; Hendri Sawir; Laila Mardiah
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/ejx5rm93

Abstract

Sungai Batang Sangir merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang memiliki peranan penting sebagai sumber air bagi masyarakat dan aktivitas pertanian. Peningkatan aktivitas antropogenik di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) berpotensi menurunkan kualitas air dan mengganggu keseimbangan ekologis perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekologis Sungai Batang Sangir melalui analisis parameter kualitas air fisik, kimia, dan biologi berdasarkan baku mutu air kelas II sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan pada dua titik, yaitu bagian hulu dan hilir sungai menggunakan metode grab sampling mengacu pada SNI 6989.57:2008. Analisis laboratorium dilakukan di laboratorium terakreditasi dengan metode pengujian standar, meliputi TSS secara gravimetri (SNI 6989.3:2019), pH menggunakan pH meter (SNI 6989.11:2019), DO metode Winkler, BOD metode inkubasi 5 hari, COD metode refluks tertutup-spektrofotometri, nitrat dan total fosfat menggunakan spektrofotometri, serta fecal coliform dengan metode MPN. Evaluasi mutu air dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perbandingan hasil pengujian terhadap baku mutu kelas II PP No. 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih memenuhi baku mutu, namun pada bagian hilir ditemukan konsentrasi total fosfat sebesar 0,54 mg/L dan fecal coliform sebesar 1.600 MPN/100 mL yang melampaui ambang batas. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kualitas air Sungai Batang Sangir pada bagian hilir dikategorikan tercemar ringan akibat pengaruh aktivitas pertanian dan limbah domestik.
PENERAPAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN RUMPUT TEKI DALAM PENURUNAN BOD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI MINYAK SAWIT Vina Lestari Riyandini; Hendri Sawir; Andi Irawan; Sri Yanti Lisha
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/s8a2xy65

Abstract

Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi dalam pemulihan pencemaran lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan media tanaman sebagai penyerap zat pencemar. Tanaman rumput teki merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dalam menyerap zat pencemar. Penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki pada limbah cair kelapa sawit diharapkan dapat menurunkan zat pencemar organik melalui parameter BOD. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair industri kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan reactor batch dengan variasi jumlah tanaman 5, 10 dan 15 batang tanaman serta variasi waktu kontak terhadap limbah dengan tanaman 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Konsentrasi BOD awal pada limbah sebesar 4.236 mg/L dengan pengenceran optimum 40%. Setelah dilakukan proses fitoremediasi selama 15 hari dengan menggunakan 15 tanaman didapatkan penurunan konsentrasi parameter BOD menjadi 98mg/L dengan efisiensi penyisihan 97,66%. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar BOD menurut PermenLH no 5 tahun 2014 maksimal 100 mg/L. Hal ini membuktikan bahwa tanaman rumput teki efektif dalam menurunkan kadar limbah cair industri minyak sawit khususnya BOD dengan metode fitoremediasi
Kajian Kondisi Ekologis Sungai Batang Sangir Melalui Analisis Parameter Kualitas Air Suci Handayani; Hendri Sawir; Laila Mardiah
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/ejx5rm93

Abstract

Sungai Batang Sangir merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang memiliki peranan penting sebagai sumber air bagi masyarakat dan aktivitas pertanian. Peningkatan aktivitas antropogenik di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) berpotensi menurunkan kualitas air dan mengganggu keseimbangan ekologis perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekologis Sungai Batang Sangir melalui analisis parameter kualitas air fisik, kimia, dan biologi berdasarkan baku mutu air kelas II sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan pada dua titik, yaitu bagian hulu dan hilir sungai menggunakan metode grab sampling mengacu pada SNI 6989.57:2008. Analisis laboratorium dilakukan di laboratorium terakreditasi dengan metode pengujian standar, meliputi TSS secara gravimetri (SNI 6989.3:2019), pH menggunakan pH meter (SNI 6989.11:2019), DO metode Winkler, BOD metode inkubasi 5 hari, COD metode refluks tertutup-spektrofotometri, nitrat dan total fosfat menggunakan spektrofotometri, serta fecal coliform dengan metode MPN. Evaluasi mutu air dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perbandingan hasil pengujian terhadap baku mutu kelas II PP No. 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih memenuhi baku mutu, namun pada bagian hilir ditemukan konsentrasi total fosfat sebesar 0,54 mg/L dan fecal coliform sebesar 1.600 MPN/100 mL yang melampaui ambang batas. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kualitas air Sungai Batang Sangir pada bagian hilir dikategorikan tercemar ringan akibat pengaruh aktivitas pertanian dan limbah domestik.
PENERAPAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN RUMPUT TEKI DALAM PENURUNAN BOD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI MINYAK SAWIT Vina Lestari Riyandini; Hendri Sawir; Andi Irawan; Sri Yanti Lisha
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/s8a2xy65

Abstract

Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi dalam pemulihan pencemaran lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan media tanaman sebagai penyerap zat pencemar. Tanaman rumput teki merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dalam menyerap zat pencemar. Penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki pada limbah cair kelapa sawit diharapkan dapat menurunkan zat pencemar organik melalui parameter BOD. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair industri kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan reactor batch dengan variasi jumlah tanaman 5, 10 dan 15 batang tanaman serta variasi waktu kontak terhadap limbah dengan tanaman 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Konsentrasi BOD awal pada limbah sebesar 4.236 mg/L dengan pengenceran optimum 40%. Setelah dilakukan proses fitoremediasi selama 15 hari dengan menggunakan 15 tanaman didapatkan penurunan konsentrasi parameter BOD menjadi 98mg/L dengan efisiensi penyisihan 97,66%. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar BOD menurut PermenLH no 5 tahun 2014 maksimal 100 mg/L. Hal ini membuktikan bahwa tanaman rumput teki efektif dalam menurunkan kadar limbah cair industri minyak sawit khususnya BOD dengan metode fitoremediasi
Identifikasi Mikroplastik Berdasarkan Aktivitas Disekitar Kawasan Pantai Pariaman Vina Lestari Riyandini; Fadhil Irfan; Yaumal Arbi; Hendri Sawir; Jevon Ona Ivena
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/7c14z137

Abstract

Mikroplastik adalah plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari degradasi sampah plastik dilingkungan. Mikroplastik telah ditemukan pada air laut dan berpotensi terkonsumsi oleh beberapa organisme laut hingga mencapai manusia melalui rantai makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik mikroplastik dan menentukan kelimpahan mikroplastik pada air laut Pantai Pariaman. Karakteristik mikroplastik yang diidentifikasi yaitu kelimpahan, bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Sampel air laut diambil pada stasiun 1 (Gedung Pentas Seni Pantai Kata), stasiun 2 (Pantai Cermin), stasiun 3 (Pantai Gandoriah), stasiun 4 (Kawasan Hutan Mangrove) dengan frekuensi dua kali pengujian pada titik yang sama. Kelimpahan mikroplastik pada sampel dengan menghitung jumlah partikel mikroplastik per satuan volume sampel air laut. Karakteristik bentuk, ukuran dan warna di identifikasi menggunakan mikroskop. Kelimpahan mikroplastik rata-rata adalah 27,5 - 85 partikel/L. Mikroplastik yang dominan ditemukan adalah bentuk fiber dengan persentase 52%. Warna dominan yang ditemukan adalah warna hitam dengan persentase 30% dan Ukuran mikroplastik yang dominan ditemukan adalah 0,5 – 1 mm dengan persentase 42 %.
Efektifitas Limbah Poly Ethylene Terephthalate (PET) sebagai Media Biofilter dalam Menyisihkan BOD danTSS pada Limbah Cair Domestik Vina Lestari Riyandini; Hendri Sawir; Arie Rahmadhani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/tmqvx186

Abstract

Limbah plastik jenis PET (Polyethylene Perephtalate) masih menjadi permasalah dikarenakan belum terkelola. Disisi lain plastik berjenis PET sangat digemari oleh produsen makanan dan minuman. Sehingga dibutuhkan inovasi dalam mengolah limbah plastic PET, salah satunya dengan memanfaatkan limbah plastic PET menjadi media biofilter. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah PET sebagai media biofilter dan efektivitas limbah PET dalam menyisihkan kadar BOD, dan TSS, pada limbah domestik dengan menvariasikan ketebalan biomedia. Penelitian ini menggunakan reaktor dengan sistem continue, reaktor dibuat menjadi tiga dengan masing-masing ketebalan media yaitu 10 cm, 15 cm dan 20 cm. Hasil penelitian menunjukkan dengan ketebalan bioball limbah PET 20 cm didapatkan hasil terbaik dengan efisiensi penurunan BOD sebesar 84,67% dan penurunan TSS 80,83. Nilai tersebut telah memenuhi nilai baku mutu kadar BOD dan TSS menurut Permen LHK No. 68 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Limbah Domestik, yaitu untuk kadar BOD, dan  TSS maksimal 30 mg/L. Sehingga limbah botolplastik PET dengan ketebalan biomedia 20 cm efektif dalam menurunkan kadar BOD dan TSS pada air limbah domestik.
Hubungan Parameter Lingkungan terhadap Kelimpahan Bakteri Bacillus pada Ekosistem Perairan di Sumatra Barat Suci Handayani; Suci Fitria Rahmadhani Z; Andi Irawan; Hendri Sawir
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/j9aa2w46

Abstract

Ekosistem perairan merupakan komponen penting yang rentan terhadap perubahan lingkungan akibat aktivitas antropogenik yang dapat memengaruhi keberadaan mikroorganisme, termasuk bakteri Bacillus. Bacillus memiliki peran ekologis penting dalam siklus biogeokimia, sehingga penting untuk memahami keterkaitannya dengan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara parameter lingkungan dengan kelimpahan Bacillus pada sedimen perairan di Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dengan pengambilan sampel sedimen di 12 titik yang mewakili ekosistem pantai, muara, sungai, dan danau. Parameter lingkungan yang dianalisis meliputi pH, suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), total organic carbon (TOC), ammonium, nitrit, nitrat, fosfat, dan sulfat. Identifikasi Bacillus dilakukan mengacu pada ISO 7218:2007, sementara analisis statistik menggunakan uji ANOVA/Kruskal-Wallis dan korelasi Pearson/Spearman. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus terdeteksi di seluruh lokasi dengan variasi kelimpahan. Korelasi positif yang kuat ditemukan antara Bacillus dan amonium (r = 0,725; P < 0,05), sedangkan parameter lain seperti pH, salinitas, dan sulfat hanya menunjukkan hubungan positif lemah (r = 0,084-0,473; p >0,05). Sebaliknya, DO, suhu, TOC, nitrit, nitrat, dan fosfat berkorelasi negatif namun tidak signifikan (r = (-0,072) - (-0,321); P > 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa dinamika Bacillus lebih dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa nitrogen, khususnya amonium, dibandingkan parameter lainnya. Berdasarkan penelitian ini, Bacillus berpotensi sebagai bioindikator kualitas perairan dan mendukung pengelolaan lingkungan serta aplikasi bioteknologi perairan.
Uji Kualitas Parameter Kadar Air dan Rasio C/N Pada Pupuk Kompos Organik Campuran Sampah Rumah Tangga dengan Kotoran Kambing Nelsy Mariza Syahyuda; Fauziah Gabriela; Hendri Sawir; Andi Irawan
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/mk8esk45

Abstract

Dalam menghadapi persoalan serius pengelolaan sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang belum dikelola secara optimal, serta pemanfaatan limbah kotoran kambing sebagai kompos. Perlu dilakukannya upaya yang mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penelitian ini bertujuan untuk uji kualitas pupuk kompos dari campuran sampah rumah tangga dengan kotoran kambing, berdasarkan parameter standar kualitas SNI 19-7030-2004. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan variasi komposisi campuran sampah organik dan kotoran kambing (50:50, 75:25, dan 25:75) dengan mengidentifikasi waktu yang diperlukan dalam membuat kompos. Kompos diuji berdasarkan parameter fisik dan kimia: kadar air, rasio C/N, Aktivator yang digunakan adalah EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi. Proses fermentasi dilaksanakan menggunakan metode semi-anaerobik dalam reaktor berbentuk drum 25 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran terbaik berdasarkan kualitas pupuk yang sesuai SNI adalah komposisi 25% sampah organik dan 75% kotoran kambing pada waktu fermentasi selama 21 hari. Kompos yang dihasilkan pada komposisi ini menunjukkan ciri-ciri yang sesuai SNI: kadar air <50%, serta rasio C/N dalam kisaran 10–20. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pengelolaan limbah organik rumah tangga dan limbah pertenakan seperti kotoran kambing.
Identifikasi Mikroplastik Berdasarkan Aktivitas Disekitar Kawasan Pantai Pariaman Vina Lestari Riyandini; Fadhil Irfan; Yaumal Arbi; Hendri Sawir; Jevon Ona Ivena
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 2 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/7c14z137

Abstract

Mikroplastik adalah plastik berukuran kurang dari 5 mm yang berasal dari degradasi sampah plastik dilingkungan. Mikroplastik telah ditemukan pada air laut dan berpotensi terkonsumsi oleh beberapa organisme laut hingga mencapai manusia melalui rantai makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik mikroplastik dan menentukan kelimpahan mikroplastik pada air laut Pantai Pariaman. Karakteristik mikroplastik yang diidentifikasi yaitu kelimpahan, bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Sampel air laut diambil pada stasiun 1 (Gedung Pentas Seni Pantai Kata), stasiun 2 (Pantai Cermin), stasiun 3 (Pantai Gandoriah), stasiun 4 (Kawasan Hutan Mangrove) dengan frekuensi dua kali pengujian pada titik yang sama. Kelimpahan mikroplastik pada sampel dengan menghitung jumlah partikel mikroplastik per satuan volume sampel air laut. Karakteristik bentuk, ukuran dan warna di identifikasi menggunakan mikroskop. Kelimpahan mikroplastik rata-rata adalah 27,5 - 85 partikel/L. Mikroplastik yang dominan ditemukan adalah bentuk fiber dengan persentase 52%. Warna dominan yang ditemukan adalah warna hitam dengan persentase 30% dan Ukuran mikroplastik yang dominan ditemukan adalah 0,5 – 1 mm dengan persentase 42 %.