Andi Irawan
Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Variasi Komposisi Spent Bleaching Earth dan Kayu Kaliandra Terhadap Kualitas Briket Sebagai Bahan Bakar Alternatif Vina Lestari; Sri Yanti Lisha; Andi Irawan; Yulmidawati
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/7n53z644

Abstract

Pertumbuhan industri minyak sawit meningkatkan volume limbah Spent Bleaching Earth (SBE) yang mengandung residu minyak 19–20% yang pengelolaannya masih menjadi tantangan lingkungan namun berpotensi untuk dioptimalkan sebagai bahan bakar terbarukan dengan dikombinasi menggunakan arang kayu kaliandra. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi campuran SBE dan arang kayu Kaliandra terhadap karakteristik termal dan fisik briket. Metode yang digunakan adalah pencampuran variasi proporsi SBE dengan arang kayu Kaliandra dengan memvariasikan rasio SBE: arang kayu Kaliandra sebesar 0:100, 10:90, 20:80, dan 30:70 (% berat). Kemudian diuji parameternya yang meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan kadar zat menguap (Volatile Matter). Hasil pengujian dibandingkan dengan standar mutu briket arang kayu (SNI 01-6235-2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter uji (p<0,05). Briket rasio 10:90 menghasilkan nilai kalor 5.735 kal/g, kadar air 7,72%, kadar abu 5,98%, dan kadar zat menguap 21,67%. Analisis statistik menunjukkan hubungan sangat kuat antara proporsi arang Kaliandra dengan nilai kalor (R2=0,988), kadar air (R2=0,971), serta kadar abu (R2=0,957). Berdasarkan standar SNI 01-6235-2000, rasio 10:90 merupakan formulasi paling optimum karena memenuhi ambang batas mutu nilai kalor, kadar air, dan kadar abu. Meskipun kadar zat menguap masih di atas standar (>15%), briket dengan rasio 10:90 menunjukkan performa termal yang baik, sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif industri yang potensial.
PENERAPAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN RUMPUT TEKI DALAM PENURUNAN BOD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI MINYAK SAWIT Vina Lestari Riyandini; Hendri Sawir; Andi Irawan; Sri Yanti Lisha
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/s8a2xy65

Abstract

Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi dalam pemulihan pencemaran lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan media tanaman sebagai penyerap zat pencemar. Tanaman rumput teki merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dalam menyerap zat pencemar. Penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki pada limbah cair kelapa sawit diharapkan dapat menurunkan zat pencemar organik melalui parameter BOD. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair industri kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan reactor batch dengan variasi jumlah tanaman 5, 10 dan 15 batang tanaman serta variasi waktu kontak terhadap limbah dengan tanaman 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Konsentrasi BOD awal pada limbah sebesar 4.236 mg/L dengan pengenceran optimum 40%. Setelah dilakukan proses fitoremediasi selama 15 hari dengan menggunakan 15 tanaman didapatkan penurunan konsentrasi parameter BOD menjadi 98mg/L dengan efisiensi penyisihan 97,66%. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar BOD menurut PermenLH no 5 tahun 2014 maksimal 100 mg/L. Hal ini membuktikan bahwa tanaman rumput teki efektif dalam menurunkan kadar limbah cair industri minyak sawit khususnya BOD dengan metode fitoremediasi
Pengaruh Variasi Komposisi Spent Bleaching Earth dan Kayu Kaliandra Terhadap Kualitas Briket Sebagai Bahan Bakar Alternatif Vina Lestari; Sri Yanti Lisha; Andi Irawan; Yulmidawati
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/7n53z644

Abstract

Pertumbuhan industri minyak sawit meningkatkan volume limbah Spent Bleaching Earth (SBE) yang mengandung residu minyak 19–20% yang pengelolaannya masih menjadi tantangan lingkungan namun berpotensi untuk dioptimalkan sebagai bahan bakar terbarukan dengan dikombinasi menggunakan arang kayu kaliandra. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi campuran SBE dan arang kayu Kaliandra terhadap karakteristik termal dan fisik briket. Metode yang digunakan adalah pencampuran variasi proporsi SBE dengan arang kayu Kaliandra dengan memvariasikan rasio SBE: arang kayu Kaliandra sebesar 0:100, 10:90, 20:80, dan 30:70 (% berat). Kemudian diuji parameternya yang meliputi nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan kadar zat menguap (Volatile Matter). Hasil pengujian dibandingkan dengan standar mutu briket arang kayu (SNI 01-6235-2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter uji (p<0,05). Briket rasio 10:90 menghasilkan nilai kalor 5.735 kal/g, kadar air 7,72%, kadar abu 5,98%, dan kadar zat menguap 21,67%. Analisis statistik menunjukkan hubungan sangat kuat antara proporsi arang Kaliandra dengan nilai kalor (R2=0,988), kadar air (R2=0,971), serta kadar abu (R2=0,957). Berdasarkan standar SNI 01-6235-2000, rasio 10:90 merupakan formulasi paling optimum karena memenuhi ambang batas mutu nilai kalor, kadar air, dan kadar abu. Meskipun kadar zat menguap masih di atas standar (>15%), briket dengan rasio 10:90 menunjukkan performa termal yang baik, sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif industri yang potensial.
PENERAPAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN RUMPUT TEKI DALAM PENURUNAN BOD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI MINYAK SAWIT Vina Lestari Riyandini; Hendri Sawir; Andi Irawan; Sri Yanti Lisha
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/s8a2xy65

Abstract

Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi dalam pemulihan pencemaran lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan media tanaman sebagai penyerap zat pencemar. Tanaman rumput teki merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dalam menyerap zat pencemar. Penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki pada limbah cair kelapa sawit diharapkan dapat menurunkan zat pencemar organik melalui parameter BOD. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair industri kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan reactor batch dengan variasi jumlah tanaman 5, 10 dan 15 batang tanaman serta variasi waktu kontak terhadap limbah dengan tanaman 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Konsentrasi BOD awal pada limbah sebesar 4.236 mg/L dengan pengenceran optimum 40%. Setelah dilakukan proses fitoremediasi selama 15 hari dengan menggunakan 15 tanaman didapatkan penurunan konsentrasi parameter BOD menjadi 98mg/L dengan efisiensi penyisihan 97,66%. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar BOD menurut PermenLH no 5 tahun 2014 maksimal 100 mg/L. Hal ini membuktikan bahwa tanaman rumput teki efektif dalam menurunkan kadar limbah cair industri minyak sawit khususnya BOD dengan metode fitoremediasi
Efektivitas Pengelolaan Sampah TPS 3R (Reduce-reuse-recycle) di Kecamatan Pondok Tinggi Sri Yanti Lisha; Vina Lestari Riyandini; Andi Irawan; Nahna Ratia Ningsih
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/jxrq2n06

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di TPS 3R Kecamatan Pondok Tinggi yaitu kurangnya fasilitas sehingga terjadinya penumpukan dan pembakaran sampah disekitar TPS 3R, dan terdapat tumpukan sampah hasil pengolahan sampah  organik disekitar TPS 3R. Salah satu upaya dalam pengurangan sampah dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui kegiatan pengelolaan 3R (reduce-reuse-recycle). Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana kondisi eksisting di TPS 3R Kecamatan Pondok Tinggi dan menganalisis efektivitas pengelolaan sampah di TPS 3R. Metode pengumpulan data menggunakan data primer yaitu  keefektivitasan TPS 3R berdasarkan petunjuk teknis TPS 3R Tahun 2017, kondisi eksisting TPS 3R, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan jumlah timbulan sampah di TPS 3R berdasarkan SNI 19-3964-1994 sedangkan data sekunder yaitu data kartu keluarga (KK) yang dilayani di TPS 3R, alat dan fasilitas di TPS 3R serta studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian timbulan sampah yang masuk di TPS 3R Lawang agung rata-rata sebesar 587,6 kg/hari dengan rata-rata sampah residu sebesar 225 kg/hari serta persetase sampah yang dapat dikurangi sebesar 10% dari sampah yang masuk. Timbulan sampah di TPS 3R karya Bakti rata-rata sebesar 137,5 kg/hari dengan rata-rata sampah residu sebesar 78,75 kg/hari dengan persentase pengurangan sampah 49% dari sampah yang masuk. Efektivitas TPS 3R Lawang Agung dikategorikan kurang atau kurang efektif dengan nilai 13,65  dan TPS 3R Karya Bakti dikategorikan sedang atau efektif dengan nilai 15,45.
Hubungan Parameter Lingkungan terhadap Kelimpahan Bakteri Bacillus pada Ekosistem Perairan di Sumatra Barat Suci Handayani; Suci Fitria Rahmadhani Z; Andi Irawan; Hendri Sawir
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/j9aa2w46

Abstract

Ekosistem perairan merupakan komponen penting yang rentan terhadap perubahan lingkungan akibat aktivitas antropogenik yang dapat memengaruhi keberadaan mikroorganisme, termasuk bakteri Bacillus. Bacillus memiliki peran ekologis penting dalam siklus biogeokimia, sehingga penting untuk memahami keterkaitannya dengan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara parameter lingkungan dengan kelimpahan Bacillus pada sedimen perairan di Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dengan pengambilan sampel sedimen di 12 titik yang mewakili ekosistem pantai, muara, sungai, dan danau. Parameter lingkungan yang dianalisis meliputi pH, suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), total organic carbon (TOC), ammonium, nitrit, nitrat, fosfat, dan sulfat. Identifikasi Bacillus dilakukan mengacu pada ISO 7218:2007, sementara analisis statistik menggunakan uji ANOVA/Kruskal-Wallis dan korelasi Pearson/Spearman. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus terdeteksi di seluruh lokasi dengan variasi kelimpahan. Korelasi positif yang kuat ditemukan antara Bacillus dan amonium (r = 0,725; P < 0,05), sedangkan parameter lain seperti pH, salinitas, dan sulfat hanya menunjukkan hubungan positif lemah (r = 0,084-0,473; p >0,05). Sebaliknya, DO, suhu, TOC, nitrit, nitrat, dan fosfat berkorelasi negatif namun tidak signifikan (r = (-0,072) - (-0,321); P > 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa dinamika Bacillus lebih dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa nitrogen, khususnya amonium, dibandingkan parameter lainnya. Berdasarkan penelitian ini, Bacillus berpotensi sebagai bioindikator kualitas perairan dan mendukung pengelolaan lingkungan serta aplikasi bioteknologi perairan.
Uji Kualitas Parameter Kadar Air dan Rasio C/N Pada Pupuk Kompos Organik Campuran Sampah Rumah Tangga dengan Kotoran Kambing Nelsy Mariza Syahyuda; Fauziah Gabriela; Hendri Sawir; Andi Irawan
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/mk8esk45

Abstract

Dalam menghadapi persoalan serius pengelolaan sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang belum dikelola secara optimal, serta pemanfaatan limbah kotoran kambing sebagai kompos. Perlu dilakukannya upaya yang mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penelitian ini bertujuan untuk uji kualitas pupuk kompos dari campuran sampah rumah tangga dengan kotoran kambing, berdasarkan parameter standar kualitas SNI 19-7030-2004. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan variasi komposisi campuran sampah organik dan kotoran kambing (50:50, 75:25, dan 25:75) dengan mengidentifikasi waktu yang diperlukan dalam membuat kompos. Kompos diuji berdasarkan parameter fisik dan kimia: kadar air, rasio C/N, Aktivator yang digunakan adalah EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi. Proses fermentasi dilaksanakan menggunakan metode semi-anaerobik dalam reaktor berbentuk drum 25 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran terbaik berdasarkan kualitas pupuk yang sesuai SNI adalah komposisi 25% sampah organik dan 75% kotoran kambing pada waktu fermentasi selama 21 hari. Kompos yang dihasilkan pada komposisi ini menunjukkan ciri-ciri yang sesuai SNI: kadar air <50%, serta rasio C/N dalam kisaran 10–20. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pengelolaan limbah organik rumah tangga dan limbah pertenakan seperti kotoran kambing.
Efektivitas Pengelolaan Sampah TPS 3R (Reduce-reuse-recycle) di Kecamatan Pondok Tinggi Sri Yanti Lisha; Vina Lestari Riyandini; Andi Irawan; Nahna Ratia Ningsih
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/jxrq2n06

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di TPS 3R Kecamatan Pondok Tinggi yaitu kurangnya fasilitas sehingga terjadinya penumpukan dan pembakaran sampah disekitar TPS 3R, dan terdapat tumpukan sampah hasil pengolahan sampah  organik disekitar TPS 3R. Salah satu upaya dalam pengurangan sampah dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui kegiatan pengelolaan 3R (reduce-reuse-recycle). Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana kondisi eksisting di TPS 3R Kecamatan Pondok Tinggi dan menganalisis efektivitas pengelolaan sampah di TPS 3R. Metode pengumpulan data menggunakan data primer yaitu  keefektivitasan TPS 3R berdasarkan petunjuk teknis TPS 3R Tahun 2017, kondisi eksisting TPS 3R, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan jumlah timbulan sampah di TPS 3R berdasarkan SNI 19-3964-1994 sedangkan data sekunder yaitu data kartu keluarga (KK) yang dilayani di TPS 3R, alat dan fasilitas di TPS 3R serta studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian timbulan sampah yang masuk di TPS 3R Lawang agung rata-rata sebesar 587,6 kg/hari dengan rata-rata sampah residu sebesar 225 kg/hari serta persetase sampah yang dapat dikurangi sebesar 10% dari sampah yang masuk. Timbulan sampah di TPS 3R karya Bakti rata-rata sebesar 137,5 kg/hari dengan rata-rata sampah residu sebesar 78,75 kg/hari dengan persentase pengurangan sampah 49% dari sampah yang masuk. Efektivitas TPS 3R Lawang Agung dikategorikan kurang atau kurang efektif dengan nilai 13,65  dan TPS 3R Karya Bakti dikategorikan sedang atau efektif dengan nilai 15,45.
Hubungan Parameter Lingkungan terhadap Kelimpahan Bakteri Bacillus pada Ekosistem Perairan di Sumatra Barat Suci Handayani; Suci Fitria Rahmadhani Z; Andi Irawan; Hendri Sawir
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/j9aa2w46

Abstract

Ekosistem perairan merupakan komponen penting yang rentan terhadap perubahan lingkungan akibat aktivitas antropogenik yang dapat memengaruhi keberadaan mikroorganisme, termasuk bakteri Bacillus. Bacillus memiliki peran ekologis penting dalam siklus biogeokimia, sehingga penting untuk memahami keterkaitannya dengan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara parameter lingkungan dengan kelimpahan Bacillus pada sedimen perairan di Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dengan pengambilan sampel sedimen di 12 titik yang mewakili ekosistem pantai, muara, sungai, dan danau. Parameter lingkungan yang dianalisis meliputi pH, suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), total organic carbon (TOC), ammonium, nitrit, nitrat, fosfat, dan sulfat. Identifikasi Bacillus dilakukan mengacu pada ISO 7218:2007, sementara analisis statistik menggunakan uji ANOVA/Kruskal-Wallis dan korelasi Pearson/Spearman. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus terdeteksi di seluruh lokasi dengan variasi kelimpahan. Korelasi positif yang kuat ditemukan antara Bacillus dan amonium (r = 0,725; P < 0,05), sedangkan parameter lain seperti pH, salinitas, dan sulfat hanya menunjukkan hubungan positif lemah (r = 0,084-0,473; p >0,05). Sebaliknya, DO, suhu, TOC, nitrit, nitrat, dan fosfat berkorelasi negatif namun tidak signifikan (r = (-0,072) - (-0,321); P > 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa dinamika Bacillus lebih dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa nitrogen, khususnya amonium, dibandingkan parameter lainnya. Berdasarkan penelitian ini, Bacillus berpotensi sebagai bioindikator kualitas perairan dan mendukung pengelolaan lingkungan serta aplikasi bioteknologi perairan.
Uji Kualitas Parameter Kadar Air dan Rasio C/N Pada Pupuk Kompos Organik Campuran Sampah Rumah Tangga dengan Kotoran Kambing Nelsy Mariza Syahyuda; Fauziah Gabriela; Hendri Sawir; Andi Irawan
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/mk8esk45

Abstract

Dalam menghadapi persoalan serius pengelolaan sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang belum dikelola secara optimal, serta pemanfaatan limbah kotoran kambing sebagai kompos. Perlu dilakukannya upaya yang mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penelitian ini bertujuan untuk uji kualitas pupuk kompos dari campuran sampah rumah tangga dengan kotoran kambing, berdasarkan parameter standar kualitas SNI 19-7030-2004. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan variasi komposisi campuran sampah organik dan kotoran kambing (50:50, 75:25, dan 25:75) dengan mengidentifikasi waktu yang diperlukan dalam membuat kompos. Kompos diuji berdasarkan parameter fisik dan kimia: kadar air, rasio C/N, Aktivator yang digunakan adalah EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi. Proses fermentasi dilaksanakan menggunakan metode semi-anaerobik dalam reaktor berbentuk drum 25 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran terbaik berdasarkan kualitas pupuk yang sesuai SNI adalah komposisi 25% sampah organik dan 75% kotoran kambing pada waktu fermentasi selama 21 hari. Kompos yang dihasilkan pada komposisi ini menunjukkan ciri-ciri yang sesuai SNI: kadar air <50%, serta rasio C/N dalam kisaran 10–20. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pengelolaan limbah organik rumah tangga dan limbah pertenakan seperti kotoran kambing.