Andi Irawan
Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Pengelolaan Sampah TPS 3R (Reduce-reuse-recycle) di Kecamatan Pondok Tinggi Sri Yanti Lisha; Vina Lestari Riyandini; Andi Irawan; Nahna Ratia Ningsih
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/jxrq2n06

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di TPS 3R Kecamatan Pondok Tinggi yaitu kurangnya fasilitas sehingga terjadinya penumpukan dan pembakaran sampah disekitar TPS 3R, dan terdapat tumpukan sampah hasil pengolahan sampah  organik disekitar TPS 3R. Salah satu upaya dalam pengurangan sampah dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui kegiatan pengelolaan 3R (reduce-reuse-recycle). Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana kondisi eksisting di TPS 3R Kecamatan Pondok Tinggi dan menganalisis efektivitas pengelolaan sampah di TPS 3R. Metode pengumpulan data menggunakan data primer yaitu  keefektivitasan TPS 3R berdasarkan petunjuk teknis TPS 3R Tahun 2017, kondisi eksisting TPS 3R, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan jumlah timbulan sampah di TPS 3R berdasarkan SNI 19-3964-1994 sedangkan data sekunder yaitu data kartu keluarga (KK) yang dilayani di TPS 3R, alat dan fasilitas di TPS 3R serta studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian timbulan sampah yang masuk di TPS 3R Lawang agung rata-rata sebesar 587,6 kg/hari dengan rata-rata sampah residu sebesar 225 kg/hari serta persetase sampah yang dapat dikurangi sebesar 10% dari sampah yang masuk. Timbulan sampah di TPS 3R karya Bakti rata-rata sebesar 137,5 kg/hari dengan rata-rata sampah residu sebesar 78,75 kg/hari dengan persentase pengurangan sampah 49% dari sampah yang masuk. Efektivitas TPS 3R Lawang Agung dikategorikan kurang atau kurang efektif dengan nilai 13,65  dan TPS 3R Karya Bakti dikategorikan sedang atau efektif dengan nilai 15,45.
Hubungan Parameter Lingkungan terhadap Kelimpahan Bakteri Bacillus pada Ekosistem Perairan di Sumatra Barat Suci Handayani; Suci Fitria Rahmadhani Z; Andi Irawan; Hendri Sawir
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/j9aa2w46

Abstract

Ekosistem perairan merupakan komponen penting yang rentan terhadap perubahan lingkungan akibat aktivitas antropogenik yang dapat memengaruhi keberadaan mikroorganisme, termasuk bakteri Bacillus. Bacillus memiliki peran ekologis penting dalam siklus biogeokimia, sehingga penting untuk memahami keterkaitannya dengan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara parameter lingkungan dengan kelimpahan Bacillus pada sedimen perairan di Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dengan pengambilan sampel sedimen di 12 titik yang mewakili ekosistem pantai, muara, sungai, dan danau. Parameter lingkungan yang dianalisis meliputi pH, suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), total organic carbon (TOC), ammonium, nitrit, nitrat, fosfat, dan sulfat. Identifikasi Bacillus dilakukan mengacu pada ISO 7218:2007, sementara analisis statistik menggunakan uji ANOVA/Kruskal-Wallis dan korelasi Pearson/Spearman. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus terdeteksi di seluruh lokasi dengan variasi kelimpahan. Korelasi positif yang kuat ditemukan antara Bacillus dan amonium (r = 0,725; P < 0,05), sedangkan parameter lain seperti pH, salinitas, dan sulfat hanya menunjukkan hubungan positif lemah (r = 0,084-0,473; p >0,05). Sebaliknya, DO, suhu, TOC, nitrit, nitrat, dan fosfat berkorelasi negatif namun tidak signifikan (r = (-0,072) - (-0,321); P > 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa dinamika Bacillus lebih dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa nitrogen, khususnya amonium, dibandingkan parameter lainnya. Berdasarkan penelitian ini, Bacillus berpotensi sebagai bioindikator kualitas perairan dan mendukung pengelolaan lingkungan serta aplikasi bioteknologi perairan.
Uji Kualitas Parameter Kadar Air dan Rasio C/N Pada Pupuk Kompos Organik Campuran Sampah Rumah Tangga dengan Kotoran Kambing Nelsy Mariza Syahyuda; Fauziah Gabriela; Hendri Sawir; Andi Irawan
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/mk8esk45

Abstract

Dalam menghadapi persoalan serius pengelolaan sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang belum dikelola secara optimal, serta pemanfaatan limbah kotoran kambing sebagai kompos. Perlu dilakukannya upaya yang mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penelitian ini bertujuan untuk uji kualitas pupuk kompos dari campuran sampah rumah tangga dengan kotoran kambing, berdasarkan parameter standar kualitas SNI 19-7030-2004. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan variasi komposisi campuran sampah organik dan kotoran kambing (50:50, 75:25, dan 25:75) dengan mengidentifikasi waktu yang diperlukan dalam membuat kompos. Kompos diuji berdasarkan parameter fisik dan kimia: kadar air, rasio C/N, Aktivator yang digunakan adalah EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi. Proses fermentasi dilaksanakan menggunakan metode semi-anaerobik dalam reaktor berbentuk drum 25 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran terbaik berdasarkan kualitas pupuk yang sesuai SNI adalah komposisi 25% sampah organik dan 75% kotoran kambing pada waktu fermentasi selama 21 hari. Kompos yang dihasilkan pada komposisi ini menunjukkan ciri-ciri yang sesuai SNI: kadar air <50%, serta rasio C/N dalam kisaran 10–20. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pengelolaan limbah organik rumah tangga dan limbah pertenakan seperti kotoran kambing.