Nelsy Mariza Syahyuda
Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN CANGKANG KULIT LOKAN TERHADAP KENAIKAN pH PADA AIR RAWA Nelsy Mariza Syahyuda
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/rg5xwh62

Abstract

Air rawa adalah salah satu sumber daya air yang bisa diolah menjadi air bersih. Pengolahan air dapat dilakukan dengan melakukan pengolahan koagulasi. Proses koagulasi merupakan proses penggumpalan dikarenakan penambahan bahan kimia menghasilkan partikel koloid, sehingga partikel tersebut menjadi netral dan membentuk endapan karena gravitasi. Bio-koagulan yang dipakai pada penelitian ini adalah cangkang kulit lokan. Parameter yang di analisis pada penelitan ini yaitu dilihat dari pH awal air rawa kemudian pH akhir air rawa yang sudah di campurkan dengan serbuk cangkang kulit lokan. Variasi pada penelitian ini yaitu 90 dan 100 mg serbuk cangkang kulit lokan yang di campurkan ke dalam 1500 ml air rawa. pH awal air rawa adalah 5,4. Setelah dicampurkan dengan penambahan variasi cangkang kulit lokan hasil memperlihatkan peningkatan pH pada sampel air rawa yaitu pada variasi V2A dengan peningkatan pH sebesar 6,3. Peningkatan tersebut didapatkan bahwa serbuk cangkang kulit lokan dapat mempengaruhi dalam meningkatkan pH air rawa dalam pengolahan air rawa menjadi air bersih
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN CANGKANG KULIT LOKAN TERHADAP KENAIKAN pH PADA AIR RAWA Nelsy Mariza Syahyuda
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/rg5xwh62

Abstract

Air rawa adalah salah satu sumber daya air yang bisa diolah menjadi air bersih. Pengolahan air dapat dilakukan dengan melakukan pengolahan koagulasi. Proses koagulasi merupakan proses penggumpalan dikarenakan penambahan bahan kimia menghasilkan partikel koloid, sehingga partikel tersebut menjadi netral dan membentuk endapan karena gravitasi. Bio-koagulan yang dipakai pada penelitian ini adalah cangkang kulit lokan. Parameter yang di analisis pada penelitan ini yaitu dilihat dari pH awal air rawa kemudian pH akhir air rawa yang sudah di campurkan dengan serbuk cangkang kulit lokan. Variasi pada penelitian ini yaitu 90 dan 100 mg serbuk cangkang kulit lokan yang di campurkan ke dalam 1500 ml air rawa. pH awal air rawa adalah 5,4. Setelah dicampurkan dengan penambahan variasi cangkang kulit lokan hasil memperlihatkan peningkatan pH pada sampel air rawa yaitu pada variasi V2A dengan peningkatan pH sebesar 6,3. Peningkatan tersebut didapatkan bahwa serbuk cangkang kulit lokan dapat mempengaruhi dalam meningkatkan pH air rawa dalam pengolahan air rawa menjadi air bersih
Evaluasi Dampak Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah Pertambangan Hedsing Cressendo; Suci Fitria Rahmadhani Z; Nofrohu Retongga; Annisa Intan Yustisia Rahmalina; Afni Nelvi; Nelsy Mariza Syahyuda; Suci Handayani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/6b9xvs41

Abstract

Pengelolaan limbah pertambangan batubara merupakan aspek kritis untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan, terutama pencemaran air. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengevaluasi kualitas air limbah berdasarkan parameter pH, TSS, Mn, dan Fe, Menganalisis kapasitas Settling Pond dalam mengurangi potensi pencemaran, dan Memberikan rekomendasi untuk optimalisasi pengelolaan limbah pada PT. X. Metode penelitian menggabungkan studi literatur, survei lapangan, dan analisis kuantitatif terhadap parameter pH, TSS, Mn, dan Fe. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan limbah oleh Perusahaan X telah memenuhi standar Perda Kalimantan Timur No. 2 Tahun 2011, dengan nilai pH 8,02, TSS 3 mg/L, serta konsentrasi Fe dan Mn di bawah 0,02 mg/L. Namun, pemantauan rutin dan peningkatan kapasitas Settling Pond direkomendasikan untuk memastikan keberlanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengolahan limbah terstruktur dalam mitigasi dampak lingkungan pertambangan.
Uji Kualitas Parameter Kadar Air dan Rasio C/N Pada Pupuk Kompos Organik Campuran Sampah Rumah Tangga dengan Kotoran Kambing Nelsy Mariza Syahyuda; Fauziah Gabriela; Hendri Sawir; Andi Irawan
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/mk8esk45

Abstract

Dalam menghadapi persoalan serius pengelolaan sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang belum dikelola secara optimal, serta pemanfaatan limbah kotoran kambing sebagai kompos. Perlu dilakukannya upaya yang mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penelitian ini bertujuan untuk uji kualitas pupuk kompos dari campuran sampah rumah tangga dengan kotoran kambing, berdasarkan parameter standar kualitas SNI 19-7030-2004. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan variasi komposisi campuran sampah organik dan kotoran kambing (50:50, 75:25, dan 25:75) dengan mengidentifikasi waktu yang diperlukan dalam membuat kompos. Kompos diuji berdasarkan parameter fisik dan kimia: kadar air, rasio C/N, Aktivator yang digunakan adalah EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi. Proses fermentasi dilaksanakan menggunakan metode semi-anaerobik dalam reaktor berbentuk drum 25 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran terbaik berdasarkan kualitas pupuk yang sesuai SNI adalah komposisi 25% sampah organik dan 75% kotoran kambing pada waktu fermentasi selama 21 hari. Kompos yang dihasilkan pada komposisi ini menunjukkan ciri-ciri yang sesuai SNI: kadar air <50%, serta rasio C/N dalam kisaran 10–20. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pengelolaan limbah organik rumah tangga dan limbah pertenakan seperti kotoran kambing.
Evaluasi Dampak Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah Pertambangan Hedsing Cressendo; Suci Fitria Rahmadhani Z; Nofrohu Retongga; Annisa Intan Yustisia Rahmalina; Afni Nelvi; Nelsy Mariza Syahyuda; Suci Handayani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/6b9xvs41

Abstract

Pengelolaan limbah pertambangan batubara merupakan aspek kritis untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan, terutama pencemaran air. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengevaluasi kualitas air limbah berdasarkan parameter pH, TSS, Mn, dan Fe, Menganalisis kapasitas Settling Pond dalam mengurangi potensi pencemaran, dan Memberikan rekomendasi untuk optimalisasi pengelolaan limbah pada PT. X. Metode penelitian menggabungkan studi literatur, survei lapangan, dan analisis kuantitatif terhadap parameter pH, TSS, Mn, dan Fe. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan limbah oleh Perusahaan X telah memenuhi standar Perda Kalimantan Timur No. 2 Tahun 2011, dengan nilai pH 8,02, TSS 3 mg/L, serta konsentrasi Fe dan Mn di bawah 0,02 mg/L. Namun, pemantauan rutin dan peningkatan kapasitas Settling Pond direkomendasikan untuk memastikan keberlanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengolahan limbah terstruktur dalam mitigasi dampak lingkungan pertambangan.
Uji Kualitas Parameter Kadar Air dan Rasio C/N Pada Pupuk Kompos Organik Campuran Sampah Rumah Tangga dengan Kotoran Kambing Nelsy Mariza Syahyuda; Fauziah Gabriela; Hendri Sawir; Andi Irawan
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/mk8esk45

Abstract

Dalam menghadapi persoalan serius pengelolaan sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang belum dikelola secara optimal, serta pemanfaatan limbah kotoran kambing sebagai kompos. Perlu dilakukannya upaya yang mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, penelitian ini bertujuan untuk uji kualitas pupuk kompos dari campuran sampah rumah tangga dengan kotoran kambing, berdasarkan parameter standar kualitas SNI 19-7030-2004. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan variasi komposisi campuran sampah organik dan kotoran kambing (50:50, 75:25, dan 25:75) dengan mengidentifikasi waktu yang diperlukan dalam membuat kompos. Kompos diuji berdasarkan parameter fisik dan kimia: kadar air, rasio C/N, Aktivator yang digunakan adalah EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi. Proses fermentasi dilaksanakan menggunakan metode semi-anaerobik dalam reaktor berbentuk drum 25 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran terbaik berdasarkan kualitas pupuk yang sesuai SNI adalah komposisi 25% sampah organik dan 75% kotoran kambing pada waktu fermentasi selama 21 hari. Kompos yang dihasilkan pada komposisi ini menunjukkan ciri-ciri yang sesuai SNI: kadar air <50%, serta rasio C/N dalam kisaran 10–20. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pengelolaan limbah organik rumah tangga dan limbah pertenakan seperti kotoran kambing.