Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Maleic Anhydride (MAH) Terhadap Kualitas Papan Komposit Termodifikasi Sebagai Produk Daur Ulang Suci Handayani; Vina Lestari Riyandini; Sri Yanti Lisha
Jurnal Engineering Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v5i1.16927

Abstract

Pertumbuhan penduduk menyebabkan terjadinya peningkatan produksi limbah yang dihasilkan khususnya limbah plastik. Di pulau Sumatera kontribusi limbah plastik menepati posisi kedua setelah limbah organik yaitu 17% dengan jenis terbanyak adalah limbah plastik jenis Polyprophylene (PP). Disamping itu produksi minyak kelapa sawit menghasilkan limbah tandan kosong yang hanya dibuang ke lingkungan karena tidak dimanfaatkan dengan maksimal sehingga merusak lingkungan. Salah satu solusi untuk memberdayakan potensi limbah plastik dan tandan kosong kelapa sawit adalah dengan mendaur ulangnya menjadi papan komposit. Untuk meningkatkan kualitas papan komposit tersebut dan sesuai dengan standar, maka dilakukan penambahan zat aditif Maleic Anhydride (MAH). Penelitian ini dilakukan dengan menvariasikan komposisi MAH sebanyak 5%, 10%, dan 15% dari total berat TKKS dan Plastik PP (40% : 60%). Selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisik dan mekanik berdasarkan pada SNI 03–2105–2006. Dari hasil pengujian papan komposit yang dihasilkan sudah memenuhi SNI 03–2105–2006 kecuali untuk nilai MOE masih jauh dibawah standar. Secara keseluruhan papan komposit yang menghasilkan nilai terbaik adalah pada penambahan MAH 15% dimana hasil uji sifat fisiknya (kerapatan 0,72 g/cm3, pengembangan tebal 0%, kadar air 1,6%) dan sifat mekaniknya (MOR 139 kgf/cm2, dan MOE 13.965,42 kgf/cm2). Kata kunci: TKKS, PP, MAH, dan Papan Komposit
Composition of Environmental Parameters in Aquatic Sediments in West Sumatra Suci Handayani; Zulkarnaini Zulkarnaini; Puti Sri Komala
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 8 (2024): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i8.7579

Abstract

This study aims to identify the factors influencing environmental parameters in water and sediment and evaluate their impacts on ecosystems and biota, thereby providing a scientific basis for effective and sustainable water resource management. Measurements were conducted at 10 natural ecosystem locations comprising rivers, beaches, estuaries, and lakes in West Sumatra. The parameters measured in the water were temperature, pH, DO, and salinity, while in the sediment, pH, TOC, ammonium, nitrate, nitrite, phosphate, and sulfate were measured. The results of the environmental parameter analysis in the water were Temperature (26.3 ± 0.65°C), pH (7.62 ± 0.43), DO (4.5 ± 0.81 mg/L), and Salinity (13.78 ± 13.95 ppt). In the sediment, the results were pH (6.74 ± 0.86), TOC (1.49 ± 0.29%), Ammonium (12.95 ± 5.34 mg/L), Nitrite (76.33 ± 34.26 mg/L), Nitrate (31.60 ± 5.25 mg/L), Phosphate (29.5 ± 20.37 mg/L), and Sulfate (29.46 ± 8.23 mg/L). Overall, the factors affecting water and sediment parameters are biological activity, land input, and anthropogenic contaminants. The ability of sediment to accumulate and absorb particles and chemicals is one of the factors causing the high concentration of environmental parameters in sediment
Kajian Kondisi Ekologis Sungai Batang Sangir Melalui Analisis Parameter Kualitas Air Suci Handayani; Hendri Sawir; Laila Mardiah
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/ejx5rm93

Abstract

Sungai Batang Sangir merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang memiliki peranan penting sebagai sumber air bagi masyarakat dan aktivitas pertanian. Peningkatan aktivitas antropogenik di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) berpotensi menurunkan kualitas air dan mengganggu keseimbangan ekologis perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekologis Sungai Batang Sangir melalui analisis parameter kualitas air fisik, kimia, dan biologi berdasarkan baku mutu air kelas II sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan pada dua titik, yaitu bagian hulu dan hilir sungai menggunakan metode grab sampling mengacu pada SNI 6989.57:2008. Analisis laboratorium dilakukan di laboratorium terakreditasi dengan metode pengujian standar, meliputi TSS secara gravimetri (SNI 6989.3:2019), pH menggunakan pH meter (SNI 6989.11:2019), DO metode Winkler, BOD metode inkubasi 5 hari, COD metode refluks tertutup-spektrofotometri, nitrat dan total fosfat menggunakan spektrofotometri, serta fecal coliform dengan metode MPN. Evaluasi mutu air dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perbandingan hasil pengujian terhadap baku mutu kelas II PP No. 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih memenuhi baku mutu, namun pada bagian hilir ditemukan konsentrasi total fosfat sebesar 0,54 mg/L dan fecal coliform sebesar 1.600 MPN/100 mL yang melampaui ambang batas. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kualitas air Sungai Batang Sangir pada bagian hilir dikategorikan tercemar ringan akibat pengaruh aktivitas pertanian dan limbah domestik.
Kajian Kondisi Ekologis Sungai Batang Sangir Melalui Analisis Parameter Kualitas Air Suci Handayani; Hendri Sawir; Laila Mardiah
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/ejx5rm93

Abstract

Sungai Batang Sangir merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang memiliki peranan penting sebagai sumber air bagi masyarakat dan aktivitas pertanian. Peningkatan aktivitas antropogenik di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) berpotensi menurunkan kualitas air dan mengganggu keseimbangan ekologis perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekologis Sungai Batang Sangir melalui analisis parameter kualitas air fisik, kimia, dan biologi berdasarkan baku mutu air kelas II sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan pada dua titik, yaitu bagian hulu dan hilir sungai menggunakan metode grab sampling mengacu pada SNI 6989.57:2008. Analisis laboratorium dilakukan di laboratorium terakreditasi dengan metode pengujian standar, meliputi TSS secara gravimetri (SNI 6989.3:2019), pH menggunakan pH meter (SNI 6989.11:2019), DO metode Winkler, BOD metode inkubasi 5 hari, COD metode refluks tertutup-spektrofotometri, nitrat dan total fosfat menggunakan spektrofotometri, serta fecal coliform dengan metode MPN. Evaluasi mutu air dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perbandingan hasil pengujian terhadap baku mutu kelas II PP No. 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih memenuhi baku mutu, namun pada bagian hilir ditemukan konsentrasi total fosfat sebesar 0,54 mg/L dan fecal coliform sebesar 1.600 MPN/100 mL yang melampaui ambang batas. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kualitas air Sungai Batang Sangir pada bagian hilir dikategorikan tercemar ringan akibat pengaruh aktivitas pertanian dan limbah domestik.
Edukasi Pencegahan Banjir Rob dengan Green Technology di Kelurahan Berok Nipah, Padang Barat, Sumatera Barat Suci Fitria Rahmadhani Z; Vina Lestari Riyandini; Suci Handayani; Riko Ervil; Elmawati Elmawati; Boby Rachman; Veny Wedyawati; Afni Nelvi; Lili Hindayani
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.1.145-153

Abstract

Insufficient sanitation in densely populated residential areas in Berok Nipah Village, especially the Muaro settlement, which is directly adjacent to the river estuary and beach, results in this area often having problems in the form of tidal floods that always carry debris into the village. A lack of land causes people to settle in areas adjacent to rivers and beaches. This activity aims to provide new understanding and information to the community regarding green technology and tidal flood prevention education to communities affected by tidal floods in residential areas. Education about tidal floods in the form of counseling, socialization, and discussion about green technology (rainwater harvesting, bipolar holes, and rain gardens) to the community as a form of activity to prevent natural disasters in the form of tidal floods in Berok Nipah Village. The existence of this educational activity allows the community to apply environmentally friendly technologies such as rainwater harvesting, bipolar holes, and rain gardens to prevent and reduce the impact of tidal flooding in the Berok Nipah Village community settlements.
Evaluasi Dampak Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah Pertambangan Hedsing Cressendo; Suci Fitria Rahmadhani Z; Nofrohu Retongga; Annisa Intan Yustisia Rahmalina; Afni Nelvi; Nelsy Mariza Syahyuda; Suci Handayani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/6b9xvs41

Abstract

Pengelolaan limbah pertambangan batubara merupakan aspek kritis untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan, terutama pencemaran air. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengevaluasi kualitas air limbah berdasarkan parameter pH, TSS, Mn, dan Fe, Menganalisis kapasitas Settling Pond dalam mengurangi potensi pencemaran, dan Memberikan rekomendasi untuk optimalisasi pengelolaan limbah pada PT. X. Metode penelitian menggabungkan studi literatur, survei lapangan, dan analisis kuantitatif terhadap parameter pH, TSS, Mn, dan Fe. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan limbah oleh Perusahaan X telah memenuhi standar Perda Kalimantan Timur No. 2 Tahun 2011, dengan nilai pH 8,02, TSS 3 mg/L, serta konsentrasi Fe dan Mn di bawah 0,02 mg/L. Namun, pemantauan rutin dan peningkatan kapasitas Settling Pond direkomendasikan untuk memastikan keberlanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengolahan limbah terstruktur dalam mitigasi dampak lingkungan pertambangan.
Hubungan Parameter Lingkungan terhadap Kelimpahan Bakteri Bacillus pada Ekosistem Perairan di Sumatra Barat Suci Handayani; Suci Fitria Rahmadhani Z; Andi Irawan; Hendri Sawir
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/j9aa2w46

Abstract

Ekosistem perairan merupakan komponen penting yang rentan terhadap perubahan lingkungan akibat aktivitas antropogenik yang dapat memengaruhi keberadaan mikroorganisme, termasuk bakteri Bacillus. Bacillus memiliki peran ekologis penting dalam siklus biogeokimia, sehingga penting untuk memahami keterkaitannya dengan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara parameter lingkungan dengan kelimpahan Bacillus pada sedimen perairan di Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dengan pengambilan sampel sedimen di 12 titik yang mewakili ekosistem pantai, muara, sungai, dan danau. Parameter lingkungan yang dianalisis meliputi pH, suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), total organic carbon (TOC), ammonium, nitrit, nitrat, fosfat, dan sulfat. Identifikasi Bacillus dilakukan mengacu pada ISO 7218:2007, sementara analisis statistik menggunakan uji ANOVA/Kruskal-Wallis dan korelasi Pearson/Spearman. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus terdeteksi di seluruh lokasi dengan variasi kelimpahan. Korelasi positif yang kuat ditemukan antara Bacillus dan amonium (r = 0,725; P < 0,05), sedangkan parameter lain seperti pH, salinitas, dan sulfat hanya menunjukkan hubungan positif lemah (r = 0,084-0,473; p >0,05). Sebaliknya, DO, suhu, TOC, nitrit, nitrat, dan fosfat berkorelasi negatif namun tidak signifikan (r = (-0,072) - (-0,321); P > 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa dinamika Bacillus lebih dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa nitrogen, khususnya amonium, dibandingkan parameter lainnya. Berdasarkan penelitian ini, Bacillus berpotensi sebagai bioindikator kualitas perairan dan mendukung pengelolaan lingkungan serta aplikasi bioteknologi perairan.
Evaluasi Dampak Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah Pertambangan Hedsing Cressendo; Suci Fitria Rahmadhani Z; Nofrohu Retongga; Annisa Intan Yustisia Rahmalina; Afni Nelvi; Nelsy Mariza Syahyuda; Suci Handayani
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/6b9xvs41

Abstract

Pengelolaan limbah pertambangan batubara merupakan aspek kritis untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan, terutama pencemaran air. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengevaluasi kualitas air limbah berdasarkan parameter pH, TSS, Mn, dan Fe, Menganalisis kapasitas Settling Pond dalam mengurangi potensi pencemaran, dan Memberikan rekomendasi untuk optimalisasi pengelolaan limbah pada PT. X. Metode penelitian menggabungkan studi literatur, survei lapangan, dan analisis kuantitatif terhadap parameter pH, TSS, Mn, dan Fe. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan limbah oleh Perusahaan X telah memenuhi standar Perda Kalimantan Timur No. 2 Tahun 2011, dengan nilai pH 8,02, TSS 3 mg/L, serta konsentrasi Fe dan Mn di bawah 0,02 mg/L. Namun, pemantauan rutin dan peningkatan kapasitas Settling Pond direkomendasikan untuk memastikan keberlanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengolahan limbah terstruktur dalam mitigasi dampak lingkungan pertambangan.
Hubungan Parameter Lingkungan terhadap Kelimpahan Bakteri Bacillus pada Ekosistem Perairan di Sumatra Barat Suci Handayani; Suci Fitria Rahmadhani Z; Andi Irawan; Hendri Sawir
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/j9aa2w46

Abstract

Ekosistem perairan merupakan komponen penting yang rentan terhadap perubahan lingkungan akibat aktivitas antropogenik yang dapat memengaruhi keberadaan mikroorganisme, termasuk bakteri Bacillus. Bacillus memiliki peran ekologis penting dalam siklus biogeokimia, sehingga penting untuk memahami keterkaitannya dengan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara parameter lingkungan dengan kelimpahan Bacillus pada sedimen perairan di Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dengan pengambilan sampel sedimen di 12 titik yang mewakili ekosistem pantai, muara, sungai, dan danau. Parameter lingkungan yang dianalisis meliputi pH, suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), total organic carbon (TOC), ammonium, nitrit, nitrat, fosfat, dan sulfat. Identifikasi Bacillus dilakukan mengacu pada ISO 7218:2007, sementara analisis statistik menggunakan uji ANOVA/Kruskal-Wallis dan korelasi Pearson/Spearman. Hasil penelitian menunjukkan Bacillus terdeteksi di seluruh lokasi dengan variasi kelimpahan. Korelasi positif yang kuat ditemukan antara Bacillus dan amonium (r = 0,725; P < 0,05), sedangkan parameter lain seperti pH, salinitas, dan sulfat hanya menunjukkan hubungan positif lemah (r = 0,084-0,473; p >0,05). Sebaliknya, DO, suhu, TOC, nitrit, nitrat, dan fosfat berkorelasi negatif namun tidak signifikan (r = (-0,072) - (-0,321); P > 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa dinamika Bacillus lebih dipengaruhi oleh ketersediaan senyawa nitrogen, khususnya amonium, dibandingkan parameter lainnya. Berdasarkan penelitian ini, Bacillus berpotensi sebagai bioindikator kualitas perairan dan mendukung pengelolaan lingkungan serta aplikasi bioteknologi perairan.