Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Instagram and Mental Health of Institut Agama Islam Negeri Students in Kendari Mayasari, Ros; Mondoano, Nuraeni Aprilia; Gunawan, Fahmi
ANALITIKA Vol 10, No 2 (2018): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.066 KB) | DOI: 10.31289/analitika.v10i2.2034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan mental para siswa yang menggunakan Instagram di Institut Agama Islam Negeri Kendari sebagai Pendidikan Tinggi Islam terbesar di Sulawesi Tenggara. Para peneliti mewawancarai 50 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan Instagram dengan intensitas tinggi memiliki kesehatan mental negatif. Itu dibuktikan dengan persepsi mereka yang tidak akurat terhadap representasi diri mereka. Mereka menilai dan merasakan keberadaan mereka berdasarkan berapa banyak pengikut mengetik "cinta" di posting mereka. Bahkan, mereka akan merasa sangat terganggu, tidak bahagia dan marah jika ada yang mengkritik jabatan mereka dan ketika pengikut mereka mulai berkurang. Mereka juga akan sering menunggu berapa banyak orang yang akan menanggapi posting baru mereka. Mereka serius membuat cerita Instagram mereka sebagai sarana untuk mewakili diri mereka sendiri kepada orang lain seperti yang diinginkan. Kegiatan penggunaan Instagram perlu diajarkan dengan baik agar tidak memiliki dampak negatif pada siswa, terutama untuk kesehatan mental mereka.
RELIGIUSITAS ISLAM DAN KEBAHAGIAAN (Sebuah Telaah dengan Perspektif Psikologi) Ros Mayasari
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.93 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.281

Abstract

Abstrak: Psikologi menjelaskan kebahagiaan dengan duapendekatan yang berbeda yaitu tercapainya kepuasaanhidup secara subyektif dan tercapainya kualitas hidupyang bermakna. Di sisi lain Islam sebagai sebuah agamamenjadi kerangka kerja untuk pencarian tujuan danmakna hidup. Religiusitas sebagai pengikatan diriseseorang terhadap Sang Khalik beserta ajaran-Nyamembawa manusia kepada kebahagiaan.Artikel ini bertujuan untuk mengeskplorasi hubungankonsep kebahagiaan/kesejahteraan dalam psikologidengan religiusitas Islam. Religiusitas Islam bisa sajaberkontribusi secara langsung terhadap kebahagiaanseseorang atau secara tidak langsung melalui pemberianmakna dan tujuan hidup manusia. Religiusitas Islamtampak lebih dekat dengan konsep kesejahteraanpsikologis yang menekankan kebahagiaan terhadapadanya hidup yang bermakna (meaning life).Kata Kunci: kebahagiaan, religiusitas, kesejahteraanpsikologis
PENGARUH KETERAMPILAN SOSIAL DAN EFIKASI DIRI SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS Ros Mayasari
Al-MUNZIR No 1 (2014): Vol. 7 No. 1 Mei 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.609 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i1.272

Abstract

Abstrak: Kebahagiaan adalah sesuatu yang didambakansetiap individu. Banyak cabang ilmu yang mempelajarikebahagiaan, salah satunya adalah psikologi. Para ahlipsikologi lalu menggunakan konstruk well being ataukesejahteraan. Hubungan social yang baik menjadi salahsatu unsure penting dalam pembentukan kesejahteraanpsikologis. Seseorang baru dapat membangun hubungansocial yang positif memerlukan kemampuan atauketerampilan sosial. Keterampilan sosial ini berhubungantentang kemampuan mengawali dan mempertahankanhubungan dengan cara yang efektif. Kedua adalah efikasidiri sosial yaitu keyakinan bahwa seseorang mampumemanfaatkan keterampilan sosialnya dalam berintraksisocial. Individu tidak cukup hanya memiliki keterampilansocial tetapi juga harus yakin dapat memanfaatkannyadalm situasi sosial. Kedua hal ini diperoleh dari hasilbelajar seseorang dengan lingkungannya.Kata Kunci : kesejahteraan psikologis, keterampilansocial, social self efficacy
HUBUNGAN PEMAKNAAN TERHADAP PERISTIWA KONFLIK ANTAR AGAMA DENGAN TOLERANSI BERAGAMA ROS MAYASARI
Al-MUNZIR No 2 (2016): VOL.9. NO. 2 NOVEMBER 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.78 KB) | DOI: 10.31332/am.v9i2.790

Abstract

Mengalami konflik agama mempengaruhi sikap seseorang terhadap toleransi antar agama. Artikel ini menjelaskan bahwa pengalaman individu yang menyaksikan konflik agama di usia dini, berdampak terhadap perkembangan individu dan sikapnya terhadap toleransi dan perdamaian. Peneitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa subyek penelitian tidak dapat melupakan kejadian saat konflik dan mengalami perasaaan trauma, tetapi subyek memiliki sikap positif terhadap toleransi antar umat beragama. Bahkan, sikap toleransi yang dimilikinya terkategori sebagai toleransi yang aktif. Peristiwa konflik antar umat beragama yang dialami oleh anak usia dini, dapat berkembang menjadi sikap positif terhadap agama lain disebabkan pemaknaan peristiwa konflik yang diberikan oleh orang tua, menjauhkan mereka dari lokasi konflik dan penanaman nilai-nilai toleransi dengan landasan agama. Implikasi untuk pendidikan perdamaian bagi mereka yang menyaksikan konflik dimulai dari merekonstruksikan makna konflik dan menguatkan keyakinan tentang nilai-nilai perdamaian dan toleransi beragama. Kata Kunci: Peristiwa, Konflik, Toleransi Beragama, Perdamaian
ISLAM DAN PSIKOTERAPI Ros Mayasari
Al-MUNZIR No 2 (2013): Vol. 6 No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.178 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i2.260

Abstract

Abstrak: Islam menyumbangkan aspek spiritual dalampsikoterapi yaitu sebuah psikoterapi yang memodifikasiperilaku manusia berdasarkan hubungan manusia denganAllah SWT. Manusia merupakan totalitas jasmanaiah,nafsani dan rohani. Sementara itu keyakinan dankeimanan manusia dalam psikologi berada pada dimensiafektif, kognitif dan motorik, sehingga pendekatanterhadap mereka yang mengalami masalah psikologistentunya harus memahami manusia sebagai totalitas.Keunikan psikoterapi Islam adalah keberadaannya sangatsubyektif dan teosentris. Dalam melakukan terapi,masing-masing individu memiliki tingkat kualitas yangberbeda seiring pengetahuan, pengalaman, danpengamalan yang dimiliki.Kata Kunci: Psikoterapi, Islam dan psikologi.
Instagram and Mental Health of Institut Agama Islam Negeri Students in Kendari Ros Mayasari; Nuraeni Aprilia Mondoano; Fahmi Gunawan
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol 10, No 2 (2018): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v10i2.2034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan mental para siswa yang menggunakan Instagram di Institut Agama Islam Negeri Kendari sebagai Pendidikan Tinggi Islam terbesar di Sulawesi Tenggara. Para peneliti mewawancarai 50 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan Instagram dengan intensitas tinggi memiliki kesehatan mental negatif. Itu dibuktikan dengan persepsi mereka yang tidak akurat terhadap representasi diri mereka. Mereka menilai dan merasakan keberadaan mereka berdasarkan berapa banyak pengikut mengetik "cinta" di posting mereka. Bahkan, mereka akan merasa sangat terganggu, tidak bahagia dan marah jika ada yang mengkritik jabatan mereka dan ketika pengikut mereka mulai berkurang. Mereka juga akan sering menunggu berapa banyak orang yang akan menanggapi posting baru mereka. Mereka serius membuat cerita Instagram mereka sebagai sarana untuk mewakili diri mereka sendiri kepada orang lain seperti yang diinginkan. Kegiatan penggunaan Instagram perlu diajarkan dengan baik agar tidak memiliki dampak negatif pada siswa, terutama untuk kesehatan mental mereka.
Peran Pemikiran Heuristik pada Hubungan Persepsi Sosial dengan Munculnya Sikap terhadap Ide Penegakkan Khilafah Islamiyah di Indonesia Ros Mayasari
Al-Ulum Vol. 16 No. 2 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.587 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i2.158

Abstract

The spread of the idea of application of Khilafah Islamiyah (Islamic Caliphate) emerges zealously over the last few years. This phenomenon occurs especially among the younger generation. Through a quantitative approach, this research examines the theoretical model of the relationship between the need to reject the uncertainty, the social perception of the reality of a society and democratic practices, bias heuristic thinking and the attitude towards the idea of the application of khilafah Islamiyah in Indonesia. Data processed by regression analysis with 245 respondents. Based on the test results of the regression analysis, theoretical models did not fit with the data. Researchers propose a new theoretical model that does not involve variable need of uncertainty avoidance. The ‘bias-heuristic variable’ thinking proves to be an alternative mediator variable in the relationship between social perception of reality of a society, and democratic emergence and attitudes toward the idea of khilafah Islamiyah. For further research, suggested using SEM analysis. Researchers recommended the need to develop and construct the critical thinking among the younger generation, so they become more critical in addressing ideas tend to be radical
MENGEMBANGKAN PRIBADI YANG TANGGUH MELALUI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN RESILIENCE Ros Mayasari
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3495.385 KB) | DOI: 10.14421/jd.2014.15203

Abstract

Menjalani kehidupan adalah sesuatu yang harus dijalani setiap makhluk ciptaan Allah SWT. Perkembangan zaman yang semakin modern menjadikan hidup semakin kompleks dan penuh tantangan, diperlukan pribadi ketangguhan, kepribadian tahan banting agar dalam menghadapi berbagai tantangan, kesulitan hidup baik sebagai pribadi maupun kelompok tangguh dalam istilah agama, merupakan pribadi yang senantiasa bersyukur atas segala apapun yang diberikan Allah SWT kepadanya apakah itu nikmat atau ujian. Untuk menjadi pribadi yang tangguh adalah tidak mudah, maka diperlukan latihan agar keterampilan pribadi yang tangguh dapat terasah sehingga apapun keadaannya dapat berprasangka baik kepada Allah SWT. Keterampilan resilience akan terlatih dengan interaksi individu dengan lingkungan, semakin individu berhasil mengatasi krisis yang dihadapi maka akan semakin meningkatkan potensi individu dalam rangka menghadapi tahapan perkembangan berikutnya. Hal itu pula yang akan menjadikan mental dan jiwa seseorang akan selalu hidup dan mempunyai energi positif yang terpancarkan. Selalu optimis dalam menhghadapi segala masalah kehidupan yang menerpa.
HUBUNGAN KESIAPAN BELAJAR DAN SELF EFFICACY DENGAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 5 KENDARI Ermawati Ridwan; Imelda Wahyuni; Ros Mayasari
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui; 1) Gambaran kesiapan belajar, self efficacy dan keaktifan belajar siswa, 2) hubungan kesiapan belajar dengan keaktifan belajar siswa, 3) hubungan self efficacy dengan keaktifan belajar siswa, dan 4) hubungan kesiapan belajar dan self efficacy dengan keaktifan belajar siswa di SMP Negeri 5 Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 1242 orang, Sampel penelitian ditetapkan secara stratified random sampling sebanyak 93 siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial setelah memenuhi uji persyaratan, normalitas dan linearitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; kesiapan belajar dan self efficacy serta keaktifan belajar siswa sudah terlaksana dengan cukup baik, hal ini terlihat dari kesiapan belajar yang dimiliki siswa, mampu membuat siswa untuk lebih berkonsentrasi dan berpartisipasi aktif dalam menerima pelajaran, dan kemampuan siswa dalam menjalankan tugas yang diberikan, sehingga tercipta keaktifan belajar yang baik. Kesiapan belajar berhubungan positif dan signifikan dengan keaktifan belajar siswa, self efficacy berhubungan positif dan signifikan dengan keaktifan belajar siswa, kesiapan belajar dan self efficacy berhubungan positif dan signifikan secara simultan dengan keaktifan belajar siswa di SMP Negeri 5 Kendari. Kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 30,6% sedangkan sisanya sebesar 69,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini artinya semakin baik kesiapan belajar dan self efficacy yang dimiliki siswa, maka akan semakin baik dan positif pula keaktifan belajarnya. Sehingga berimplikasi pada siswa untuk belajar secara aktif dan menggali imformasi secara mandiri serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam proses pembelajaran.
HUBUNGAN PENGALAMAN BELAJAR DAN SELF-BELIEF DENGAN INTENSI MAHASISWA KPI DAN BKI MEMILIH PENDEKATAN KUANTITATIF PADA PENULISAN SKRIPSI Ros Mayasari
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 10, No. 1, Mei 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.974 KB) | DOI: 10.31332/ai.v10i1.330

Abstract

Abstract Unlike in other majors, students in majors Koumunikasi and Broadcasting(KPI) and Islamic Guidance Counseling (BKI) not many choose to use aquantitative approach in research thesis (skripsi). Psychologically, thiscan be attributed to psychological factors such as the experience oflearning, self-assessment capability (self-efficacy) and themeaningfulness of the task (task value). The third variable is closelylinked to the emergence of the motivation for choosing or doing a task oractivity. This study specifically examined the relationship betweenmathematics learning experience, self-efficacy and task value statistics inchoosing quantitative approach used by students to their research thesis.The results showed that only math-related learning experiences with theintention of students is choosing a quantitative approach. Keywords: Learning experience, self-efficacy, task value Abstrak Tidak seperti di jurusan lain, mahasiswa di jurusan Koumunikasi danPenyiaran (KPI) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) tidak banyakmemilih menggunakan pendekatan kuantitatif dalam penelitian skripsi.Secara psikologis, hal ini dapat dihubungkan dengan faktor-faktorpsikiologis seperti pengalaman belajar, penilaian kemampuan diri  (selfefficacy) dan kebermaknaan tugas (task value). Ketiga variabel tersebut merupakan variabel yang berhubungan erat dengan munculnya motivasiuntuk memilih atau mengerjakan suatu tugas atau aktivitas. Penelitian inisecara khusus menguji hubungan pengalaman belajar matematika, selfefficacy dan task value statistik terhadap pemilihan pendekatan kuantitatifmahasiswa untuk penelitian skripsinya. Hasil penelitian menunjukkanbahwa hanya pengalaman belajar matematika yang berhubungan denganintensi mahasiswa yang memilih pendekatan kuantitatif. Kata Kunci : Pengalaman  belajar, self- efficacy, task value