Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Utama Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau Pekanbaru Yetty Hardianty; Juniar Ernawaty; Febriana Sabrian
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2633

Abstract

Pelayanan keperawatan professional memiliki kualitas yang memberikan kepuasan lebih dari yang diharapkan pelanggan atau pasien. Kepuasan berarti kekecewaan atau kesenangan yang dialami seseorang setelah membandingkan hasil kinerja pelayanan keperawatan dengan harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien rawat inap di RSU Arifin Achmad Pekanbaru yang dirancang secara deskriptif sederhana dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 84 responden dengan menggunakan tekhnik proportionate random sampling dengan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang kepuasan pasien. Analisis yang digunakan adalah univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi umur dan jenis kelamin pasien serta kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 responden (72,6%) merasakan kepuasan dalam pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan dari hasil kuesioner kepuasan pasien di rumah sakit bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan, diperlukan evaluasi perawat professional guna tercapainya kepuasan pasien dan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit.
GAMBARAN KONSEP DIRI REMAJA USIA 11-19 TAHUN YANG MENDERITA KANKER Dimas Imam N; Ririn Muthia Zukhra; Febriana Sabrian
Jurnal SMART Keperawatan Vol. 12 No. 2: DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/w4ed7q43

Abstract

Pendahuluan: Kanker adalah penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan sel abnormal yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan individu, termasuk remaja. Bagi remaja yang didiagnosis dengan kanker, pengalaman penyakit ini sering kali membawa dampak yang signifikan terhadap perkembangan konsep diri mereka. Konsep diri mencakup persepsi individu tentang identitas, nilai, dan citra tubuh, yang semuanya dapat terganggu oleh perubahan fisik akibat pengobatan, stigma sosial, dan tantangan emosional yang muncul selama proses penyakit. Remaja yang menghadapi kanker mungkin mengalami masalah pada citra tubuh, ideal diri, harga diri, peran dan identitas diri yang dapat mempengaruhi kehidupan remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 60 remaja yang terdiagnosis kanker yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Menunjukkan bahwa mayoritas remaja yang menderita kanker memiliki konsep diri yang positif sebanyak 51 orang (85%). Analisis lebih lanjut mengenai komponen konsep diri mengungkapkan bahwa citra tubuh remaja yang mengalami kanker bersifat positif sebanyak 56,7%, ideal diri yang realistis mencapai 80%, harga diri yang tinggi sebesar 78,3%, peranan aktif sebanyak 85%, dan identitas diri yang kuat juga sebanyak 85%. Kesimpulan: Remaja usia 11-19 tahun yang menderita kanker di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru memiliki konsep diri positif.
Focus Group Discussion (FGD) dan Penyuluhan Pengolahan Produk Lokal Berbasis Ikan untuk Pencegahan Stunting di Sekolah Alam Sahabat Qur’an Kabupaten Siak Rahmayuni Rahmayuni; Rosnita Rosnita; Roza Yulida; Yulia Andriani; Yanti Nopiani; Febriana Sabrian; Evy Rossi; Annisa Nazifa Salman
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.376-382

Abstract

This community service activity began with the implementation of a Focus Group Discussion (FGD) with partners, which served as an initial exploration to design service programs that were relevant to the needs of the community. Partners in this activity are the manager of the school business unit and the parents of students. The results of the FGD resulted in an agreement on the focus of activities with stages, namely: (1) Education to improve food quality and nutrition in the prevention of stunting from an early age, and (2) Processing of local fish products (snakehead fish) as a zero waste-based food diversification. Through this FGD, an overview of needs, challenges, and opportunities that can be the basis for the implementation of counseling programs is obtained. It is hoped that the results of this activity can increase partners' knowledge about the processing of local fish food products in an effort to prevent stunting.
Perilaku Masyarakat Terkait Sanitasi Lingkungan pada Wilayah Lahan Basah di Tepian Sungai Siak Nafa Azzarah; Febriana Sabrian; Ari Rahmat Aziz
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol12.Iss1.2296

Abstract

Environmental sanitation is an effort to optimize environmental conditions to prevent the spread of disease and improve public health. Inadequate implementation of environmental sanitation, including access to clean water and use of unsanitary toilets, contributes to an increase in environmentally based infectious diseases. This research aims to explore community behavior related to environmental sanitation in the wetland area along the Siak River. This study used a descriptive qualitative approach through semi-structured interviews with six informants, selected by purposive sampling, and analyzed using thematic analysis. Some practices reported by the informants align with environmental health standards, such as disposing of waste at designated landfills, managing drinking water, and maintaining household environments. However, there are still practices that do not align with health standards, such as disposing of feces into rivers and using river water for household needs. Poor sanitation practices, if carried out over a long period of time, will endanger health, quality of life, and the environment. These practices are attributed to poor community habits and economic constraints that hinder informants from constructing adequate sanitation facilities. The role of relevant institutions is needed in empowering and improving sanitation infrastructure so that environmental sanitation practices that meet health standards can be implemented.