Ivanna Junamel Manoppo
Fakultas Keperawatan Universitas Klabat

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Perilaku Pencegahan ISPA Pada Masyarakat Yang Memiliki Balita Lololuan, Ademi; Manoppo, Ivanna
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1270

Abstract

Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui seseorang melalui informasi yang didapat baik secara formal maupun informal. Pengetahuan yang dimiliki seseorang adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat dengan perilaku pencegahan ISPA pada Masyarakat Airmadidi. Metode Penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience Sampling dengan jumlah 185 sampel. Hasil penelitian terdapat 185 responden (100.0%) memiliki pengetahuan baik tentang perilaku hidup bersih dan sehat dan179 responden (96.8%) memiliki perilaku pencegahan ISPA yang baik, nilai p = 0,161 >0,05. Kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat dengan perilaku pencegahan ISPA pada masyarakat Airmadidi. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dapat melihat faktor pendukung yaitu sarana dan prasarana kesehatan yang dapat mempengaruhi seseorang dalam meningkatkan perilaku pencegahan ISPA. Knowledge is everything that a person knows through information obtained both formally and informally. The knowledge that a person has is one of the factors that can influence health behavior.The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge of clean and healthy living behaviors (PHBS) and acute respiratory infection (ARI) prevention behaviors in the Airmadidi community. The research method is descriptive-correlational with a cross-sectional approach. The sampling technique used was convenience sampling, with a total of 185 samples. Results. The study found that 185 respondents (100.0%) had good knowledge about clean and healthy living behaviors, and 179 respondents (96.8%) had good ARI prevention behaviors, with p value = 0.161 > 0.05. Conclusion is there was no significant relationship between knowledge of clean and healthy living behaviors and ARI prevention behaviors in the Airmadidi community Recommendations. Future research may consider examining supporting factors, such as health facilities and infrastructure, which may influence the individual in improving ARI prevention practices.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil yang Menghadapi Persalinan di Puskesmas Kauditan Ivanna, Manoppo J
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 10 No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v10i1.3352

Abstract

Latar Belakang: Dukungan keluarga merupakan interaksi antar anggota keluarga yang bertujuan untuk membantu individu dalam menghadapi permasalahan, termasuk dalam konteks kehamilan. Dukungan ini dapat berupa dukungan emosional, informasi, maupun material yang berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan ketahanan psikologis individu. Selama masa kehamilan, ibu hamil sangat membutuhkan dukungan keluarga guna mengurangi tingkat kecemasan yang umumnya meningkat menjelang persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil di Puskesmas Kauditan. Metode:Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner tingkat kecemasan dan kuesioner dukungan keluarga yang telah disesuaikan. Hasil: Dari total 40 responden, sebanyak 38 ibu hamil (95%) diketahui memperoleh dukungan keluarga yang baik. Sementara itu, tingkat kecemasan tinggi ditemukan pada 26 responden (65%). Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman rank menunjukkan nilai p-value sebesar 0,310 (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan pada ibu hamil di Puskesmas Kauditan. Diskusi:Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga yang baik, hal tersebut tidak secara signifikan berkorelasi dengan penurunan tingkat kecemasan. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan yang lebih komprehensif dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil. Ibu hamil dianjurkan untuk secara aktif mencari informasi mengenai kehamilan melalui berbagai sumber yang terpercaya, termasuk media digital, serta menjalin hubungan yang baik dengan tenaga kesehatan. Di sisi lain, keluarga diharapkan dapat meningkatkan dukungan informatif, seperti memberikan saran mengenai jadwal pemeriksaan kehamilan dan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan psikologis ibu selama masa kehamilan
Gambaran Kejadian Dandruff pada Wanita Berhijab di Desa Maen Kecamatan Likupang Timur Tumangkeng, Linda Sisilia; Manoppo, Ivanna
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1515

Abstract

Scalp health problems such as dandruff are a common complaint, especially among women who wear the hijab. Prolonged hijab use can increase humidity and temperature in the scalp area, triggering the growth of Malassezia sp., which causes itching and discomfort. This study aims to describe the incidence of dandruff in women who wear the hijab in Maen Village, East Likupang District. The research design used a quantitative descriptive method. The sample consisted of 115 respondents selected using purposive sampling. The research instrument was a questionnaire, and data were analyzed univariately using a frequency distribution. The results showed that the majority of respondents experienced moderate dandruff (46 people (40%), followed by mild (41 people (35.7%), severe (18 people (15.6%), and no dandruff (10 people (8.7%). The study concluded that the majority of hijab-wearing women in Maen village experience moderate dandruff. This condition is closely related to high scalp moisture levels and suboptimal hair care practices. It is recommended that hijab-wearing women pay more attention to hair hygiene, such as washing their hair regularly and ensuring it is dry before wearing the hijab. Further research can examine scalp hygiene in women who wear the hijab. Masalah kesehatan kulit kepala seperti dandruff merupakan keluhan yang sering dialami, terutama pada wanita berhijab. Penggunaan hijab dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan kelembapan dan suhu di area kepala sehingga memicu pertumbuhan jamur Malassezia sp. yang menyebabkan rasa gatal dan ketidaknyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian dandruff pada wanita berhijab di Desa Maen, Kecamatan Likupang Timur. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari 115 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami dandruff pada kategori sedang sebanyak 46 orang (40%), diikuti kategori ringan sebanyak 41 orang (35,7%), kategori berat sebanyak 18 orang (15,6%), dan tidak mengalami dandruff sebanyak 10 orang (8,7%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas wanita berhijab di Desa Maen mengalami dandruff pada kategori sedang. Kondisi tersebut sangat berkaitan dengan tingginya tingkat kelembapan kulit kepala dan praktik perawatan rambut yang belum optimal. Rekomendasi agar wanita berhijab lebih memperhatikan kebersihan rambut, seperti mencuci rambut secara teratur dan memastikan rambut dalam keadaan kering sebelum menggunakan hijab. Penelitian selanjutnya dapat meneliti tentang kebersihan kulit kepala pada wanita berhijab.