Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Analisis Kepemimpinan terhadap Kemampuan Anggota Jemaat Menyelesaikan Masalah dalam Jemaat Berdasarkan Keluaran 18:21 di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Gentra Karahayuan Bandung Anwar Jenris Tana; Milton T. Pardosi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.093 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7501

Abstract

Pemimpin harus siap dalam segala situsi, dan kondisi dalam jemaat nya sebagai upaya untuk membangun gereja. Keberhasilan dalam kepemimpinan akan sangat berpengaruh bagi kehidupan banyak orang yang ada di bawah sebuah kepemimpinan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kemampuan anggota jemaat menyelesaikan masalah dalam jemaat berdasaarkan keluaran 18:21. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Gentra Karahayuan Bandung dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini kepemimpinan yang benar dapat berpengaruh pada kemampuan anggota jemaat dalam menyelesaikan masalah dalam jemaat berdasarkan keluaran 18:21 yang bertumpu pada asas-asas kepemimpinan yang Alkitabiah berupa memiliki kecakapan, mempunyai rasa takut akan Tuhan, dapat dipercaya, dan membenci pada pengajaran suap.
Penambahan “Insight” dan “Dialog” Ke Dalam Pemikiran Empirisme Francis Bacon Milton Thorman Pardosi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.648 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.11578

Abstract

Francis Bacon, seorang filsuf dan ilmuwan Inggris abad ke-17, dikenal sebagai pendiri gerakan empiris di Eropa. Pemikirannya yang berfokus pada pengamatan dan eksperimen telah memberikan kontribusi besar pada perkembangan ilmu pengetahuan modern. Namun, dalam artikel ini, kita akan membahas penambahan "insight" dan "dialog" ke dalam pemikirannya tentang empirisme. Pemikiran Bacon tentang empirisme didasarkan pada pandangan bahwa pengetahuan harus berasal dari pengamatan dan pengalaman. Namun, penambahan "insight" ke dalam pemikirannya akan menekankan pentingnya intuisi dalam mengembangkan pengetahuan. Dalam pengamatan, seringkali diperlukan intuisi atau pengertian yang mendalam untuk melihat lebih jauh dari apa yang terlihat. Dengan demikian, Bacon harus mengakui bahwa pengalaman bukan satu-satunya sumber pengetahuan dan bahwa intuisi dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan pengetahuan. Sementara itu, penambahan "dialog" akan menekankan pentingnya diskusi dan pertukaran ide dalam mengembangkan pengetahuan. Bacon percaya bahwa ilmu pengetahuan harus dipandang sebagai upaya kolektif dan bahwa orang harus bekerja sama untuk memperluas pemahaman manusia tentang dunia. Dalam konteks ini, dialog dan pertukaran ide di antara ilmuwan dan peneliti adalah penting dalam mengembangkan pengetahuan. Dalam kesimpulannya, penambahan "insight" dan "dialog" ke dalam pemikiran Bacon tentang empirisme akan memberikan dimensi baru pada pandangannya tentang bagaimana pengetahuan berkembang. Sementara pandangan aslinya bahwa pengalaman adalah satu-satunya sumber pengetahuan akan tetap berlaku, penambahan "insight" akan menekankan pentingnya intuisi dalam mengembangkan pengetahuan, sementara penambahan "dialog" akan menekankan pentingnya diskusi dan pertukaran ide dalam mengembangkan pemahaman manusia tentang dunia.