Wahyu Budiyanto, Wahyu
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Peran Kader Dan Upaya Promotif Preventif Dalam Rangka Pengendalian Faktor Risiko Stroke Di Desa Nambo Kabupaten Bogor Pambudi, Restu Arya; Laela Abida, Liza; Dinda Kurniawan, Ganesa Puput; Simbolon, Angela Saurulita; Rahmatika, Hanifa; Cahyani, Indah; Al Fasya, Nazra; Septyani, Rifaa’; Pamungkas, Setyarin Pebriyuani; Agus Wiryawan, Tommy; Budiyanto, Wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2025.429

Abstract

Latar belakang: Stroke merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang berisiko tinggi menyebabkan kecacatan dan kematian. Desa Nambo, Kabupaten Bogor, menunjukkan prevalensi tinggi PTM seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Upaya promotif dan preventif berbasis fisioterapi komunitas sangat penting dalam mengurangi risiko stroke. Tujuan: Menilai efektivitas pemberdayaan kader kesehatan dan edukasi masyarakat dalam pengendalian faktor risiko stroke melalui pendekatan fisioterapi komunitas. Metode: Kegiatan dilaksanakan dari 5–16 Mei 2025 dengan total 37 responden. Intervensi meliputi edukasi, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, serta tes pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada kategori tekanan darah normal (10,8% menjadi 29,7%), kolesterol normal (32,4% menjadi 56,8%), dan kadar gula darah normal (67,6% menjadi 73%). Pengetahuan baik tentang stroke meningkat dari 70,3% menjadi 81,1%. Kesimpulan: Program pemberdayaan kader dan edukasi berbasis fisioterapi komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengendalian faktor risiko stroke.
Surrendering Worries to God Through a Philosophical and Theological Perspective on 1 Peter 5:7 in the Context of the Seventh-day Adventist Church budiyanto, wahyu; Pardosi, Milton T.
Jurnal Koinonia: Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia Vol 17 No 1 (2025): January-June
Publisher : Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/koinonia.v17i1.3983

Abstract

This study examines the philosophical and theological meaning of 1 Peter 5:7 within the framework of the Seventh-day Adventist Church. The study begins with the exegesis process of the text of 1 Peter 5:7, in order to understand its original meaning in the historical, linguistic, and pastoral context of the author to the Christian congregation. This verse emphasizes the importance of leaving all worries to God, a concept that is relevant in the context of an anxious life. Using theological hermeneutics and existentialistic philosophical approaches, this study explores the relationship between faith, reason, and free will in the practice of surrender to God. Ellen G. White's writings show that worry is often used by Satan to weaken faith, while surrender to God is an active act that strengthens man's spiritual relationship with Him. From a philosophical perspective, Soren Kierkegaard's thinking on the leap of faith and Stoicism regarding the acceptance of the uncontrollable also enriched the theological understanding of this verse. This study concludes that the concept of surrendering worries in 1 Peter 5:7 is not just a passive attitude, but an integration of faith and rationality that allows humans to face life's challenges with calm and complete trust in God.
Analisis Hermeneutik Frasa “Baptisan bagi Orang Mati" 1 Korintus 15:29 dan Implikasinya Exson Eduaman Pane; Budiyanto, Wahyu
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v10i1.863

Abstract

Penelitian ini menelaah frasa kontroversial “dibaptis bagi orang mati” dalam 1 Korintus 15:29, sebuah teks yang sejak masa gereja mula-mula menimbulkan perdebatan mengenai praktik baptisan pengganti. Sebagian penafsir memahaminya secara literal sebagai vicarious baptism, sementara lainnya melihatnya sebagai strategi retoris Paulus untuk menegaskan kebangkitan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika historis-gramatikal yang diperkaya melalui analisis linguistik terhadap teks Yunani, analisis literer terhadap struktur argumentasi Paulus, analisis intertekstual dengan teks-teks Alkitab lain, serta refleksi teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambiguitas preposisi ὑπέρ (hyper) memungkinkan lebih dari satu makna, namun dalam konteks 1 Korintus 15:29 tidak menunjuk pada praktik baptisan pengganti secara literal. Secara literer, ayat ini berfungsi sebagai bagian dari strategi retoris Paulus untuk menegaskan realitas kebangkitan. Secara intertekstual dan teologis, baptisan dalam ajaran Paulus selalu berkaitan dengan iman pribadi dan penyatuan dengan Kristus, sehingga tidak dapat dialihkan kepada orang mati. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa 1 Korintus 15:29 tidak mengajarkan praktik baptisan bagi orang mati, melainkan menegaskan kebangkitan sebagai dasar iman Kristen. Implikasi kajian ini penting bagi gereja masa kini dalam memahami makna baptisan secara benar, meneguhkan doktrin kebangkitan sebagai inti iman, serta mencegah kesalahpahaman doktrinal.