Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

ANALISIS TERHADAP FUNGSI BAIT SUCI KEPADA BANGSA ISRAEL MENURUT KITAB YEHEZKIEL 43:9-11 DAN IMPLEMNTASINYA KEPADA ORANG PERCAYA MASA KINI Barani, Zamzius Andrian; Pardosi, Milton Thorman
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1A (2024): SPECIAL ISSUE - Philosophy Science
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1A.99

Abstract

Kehidupan orang Kristen (orang Percaya) tidak jauh dari yang namanya Gereja. Karena Gereja adalah pusat peribadatan namun demikian masih banyak orang Kristen yang kurang menunjukan rasa hormat dalam kebaktian dan tidak berlaku sopan di dalam rumah Tuhan. Penulis melalui tulisan ini ingin membantu para pembaca agar sadar tentang betapa berharganya Bait Suci bagi bangsa Israel sehingga para pembaca bisa lebih hormat dan bersyukur saat berada di dalam Bait Suci yang saat ini disebut dengan Gereja karena di dalam Gereja Tuhan hadir untuk kita sembah, puji dan muliakan. Di dalam Gereja kita bisa diajarkan tentang kasih Tuhan, Hukum dan membantu kita agar lebih peka dalam merasakan peringatan dari Tuhan ketika kita hendak melakukan kesalahan.
PANDANGAN ALKITAB MENGENAI PERAN PEREMPUAN DALAM GEREJA: ANALISIS KATA authentein DALAM TEKS 1 TIMOTIUS 2:12 Abisha, Cato Lemmuel; Pardosi, Milton
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 1A (2024): SPECIAL ISSUE - Philosophy Science
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i1A.104

Abstract

Kedudukan perempuan di gereja sebagai pemimpin sering dipermasalahkan. Masalah ini sering dikaitkan dengan kalimat Paulus dalam 1 TImotius 2:12 yang terkesan seperti membatasi peran perempuan dalam gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran istilah "authentein" dalam 1 Timotius 2:12, yang telah menjadi bahan perdebatan mengenai peran perempuan dalam gereja. Perdebatan ini berpusat pada interpretasi pernyataan Paulus bahwa perempuan tidak boleh "mengajar" atau "memiliki otoritas" atas laki-laki. Penelitian ini mengkaji berbagai perspektif mengenai makna "authentein", yang dapat ditafsirkan secara negatif atau positif tergantung pada konteksnya. Penelitian ini mengkaji kata aslinya untuk mendapatkan informasi maksud dari penulisan surat Paulus dalam ayat tersebut.