Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pemanfaatan Google Assistant dalam Memenuhi Kebutuhan Sumber Informasi RITA WAHYU MEGANINGRUM; Hamida Syari Harahap; Arifin S. Harahap
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/coverage.v13i2.3396

Abstract

Perkembangan teknologi membawa manusia ke zaman canggih. Semua menjadi mudah, terutama memperoleh informasi. Mencari informasi tak perlu harus membuka buku atau lembaran kertas. Saat ini, tinggal “klik” dengan komputer atau telepon genggam semua informasi yang dinginkan mudah dan cepat diperoleh. Teknologi media sudah melahirkan berbagai media baru, seperti Google Assistant. Google Assistant merupakan salah satu media dengan teknologi kecerdasan buatan yang mampu memberikan informasi melalui komunikasi. Bagaimana penggunaan Google Assistant bagi mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jurusan Teknik Informatika dan Ilmu Komunikasi angkatan 2016, 2017 dan 2018? Faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaanmedia ini sebagai sumber informasi? Inilah yang akan dikaji dalam penelitian ini. Metode penelitian menggunakan survei. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan informasi Google Assistant memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kebutuhan informasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa informasi yang diberikan Google Assistant pada smartphone Android dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan informasi, khususnya kebutuhan integratif personal. Kebutuhan ini mendapat skor tertinggi dibandingkan pemenuhan kebutuhan informasi yang lain.
STRATEGI PRODUSER MEMBANGUN CITRA PEMBERITAAN LINTAS SIANG INEWS TV Arifin S. Harahap; Halomoan Harahap; Andry Susanto; Hamida Syari Harahap
Jurnal Komunikasi, Masyarakat Dan Keamanan Vol 4 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : LPPMP Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/komaskam.v4i1.1104

Abstract

Penyajian berita di televisi bisa mengalami erosi dan distorsi fakta. Erosi dan distorsi fakta terjadi bila berita yang disajikan mengalami pengikisan atau penambahan fakta akibat tidak sempurnya peralatan jasmaniah dan rohaniah wartawan. Kasus seperti ini sudah sering terjadi. Ini tentu tak boleh terjadi dan terus berlangsung. Bila materi berita ini sampai kepada audiencetentu bisa menyesatkan public. Namun yang berbahaya lagi kepercayaan public terhadap pemberitaan tv lambat laun akan pudar. Bila ini terjadi, pemberitaan tv akan rugi besar. Itulah sebabnya pemberitaan tv harus serius mengontrol berita yang mereka sajikan. Reporter mengumpulkan bahan sesuai ketentuan. Eksekutif produser dan produser harus senantiasa menyaleksi dan menyunting ketat berita yang mereka terima dari reporter. Bila ini kurang diperhatikan dan diabaikan lambat laun citra atau image pemberitaan akan runtuh.
Strategi Produksi Berita KOMPAS.com Travel & Food dalam Era Digital dengan Orientasi Audiens Gen Z, Milenial, hingga Boomers Ferdian Sandiago; Arifin S. Harahap; Yumelda Sari; Erman Anom
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6317

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah proses produksi dan distribusi berita. Penelitian ini mengkaji strategi produksi berita KOMPAS.com Travel & Food dan orientasinya terhadap audiens Gen Z, Milenial, hingga Boomers melalui teori Agenda Setting. Penelitian menerapkan paradigma konstruktivisme dan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal holistik. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, tiga sesi wawancara mendalam dengan durasi rata-rata 60–90 menit per sesi, dan dokumentasi terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive, yaitu Editor sebagai key informan, Asisten Editor sebagai informan utama, serta peneliti yang berperan sebagai Reporter Magang sebagai informan pendukung. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, dan teori serta member check, sedangkan analisis mengacu pada model Miles & Huberman. Strategi produksi berita mencakup empat tahap yang saling terhubung, yaitu News Sourcing & News Gathering, News Writing, News Editing, serta News Production Evaluation. Keempat tahap berlangsung secara sirkular melalui feedback loop sehingga hasil evaluasi menjadi dasar bagi produksi berikutnya. Pada sourcing & gathering, redaksi menggabungkan riset lintas platform, data keyword Tim Riset War Room, dan nilai berita untuk menentukan isu dalam agenda media. Pada writing, redaksi menerapkan SEO, 5W+1H untuk hard news, dan modifikasi piramida terbalik untuk soft news. Pada editing, editor menekankan verifikasi, kelengkapan, serta penyaringan diksi subjektif yang tidak didukung data dengan mengutamakan akurasi dibanding kecepatan. Pada evaluation, redaksi menilai kinerja reporter serta mengembangkan artikel follow-up dan wrap-up sebagai umpan balik siklus berikutnya. Secara keseluruhan, keempat tahap memperlihatkan praktik Agenda Setting pada tingkat pembentukan agenda media dan orientasinya terhadap kebutuhan informasi publik, bukan bukti perubahan agenda publik karena persepsi audiens tidak diukur secara langsung.