Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Bahan terhadap Yield pada Proses Ekstraksi Minyak Kayu Putih dengan Metode Microwave Hydrodiffusion and Gravity Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Setiawan, Mohammad Arfi; Ardista, Syahlum Alvina; Maritha, Vevi
Journal of Research and Technology Vol. 10 No. 2 (2024): JRT Volume 10 No 2 Des 2024
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v10i2.1468

Abstract

Tumbuhan kayu putih (Melaleuca leucadendra Linn.) termasuk dalam keluarga Myrtaceae. Minyak kayu putih biasanya dihasilkan dari penyulingan tradisional (konvensional) yang proses ekstraksinya memerlukan waktu dan energi yang cukup banyak. Bukan hanya itu penyulingan secara konvensional memerlukan pelarut kimia yang cukup banyak dengan harga yang mahal. Sehingga pada penelitian ini dilakukan pengembangan dari metode konvensional yaitu metode microwave hydrodiffusion gravity (MHG) yang tidak membutuhkan pelarut. Tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan ukuran bahan yang paling optimal pada ekstraksi menggunakan metode MHG. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah daun kayu putih pada kondisi bahan tanpa pengeringan dan dengan pengeringan. Variabel ukuran daun yang digunakan adalah 1 cm; 1,5 cm; dan 2 cm. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi operasi yang optimal untuk ekstraksi minyak kayu putih menggunakan metode MHG pada bahan kering dengan ukuran 1 cm menghasilkan yield sebesar 2,96%. Pada bahan tanpa pengeringan dengan bentuk daun cacah menghasilkan yield sebesar 1,79%.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol dari Daun Sembukan (Paederia foetida L) Sebagai Inhibitor Korosi Logam Besi padaLarutan HCl 1M dan Air Laut Novitaningrum, Elis; Setiawan, Mohammad Arfi; Trisnawati, Ade
Eksergi Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.10163

Abstract

The massive development of industry creates human using various of metal which available in the nature for being contruction, for example a Iron metal. The iron is a transition metal on periodic table which often used on industry and building construction, however iron is a corrodiable metal. The metal  corrotion must be solved cause create many of loss.  Therefore, the study aimed to examine sembukan leaf extract in various consentration, 0%, 2%, 4%, 6%, 8% to seawater and HCl 1M during 7 days of contact moment. The correlation strenght between variable using regression linier method. Based on study that  the higher consentration inhibitor and the corrotion rate decreases. He highest efficiency using seawater is 89,9% and using HCl 1 is 68,9%. The highest correlation between variable is 93,2% using seawater. Th e conclution  is sembukan leaf extract effective  to protect iron corrotion of seawater
AKTIVITAS ANTIBAKTERI BIJI JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP BAKTERI Eschericia coli Setiawan, Mohammad Arfi; Retnoningrum, Mita Dewi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 1: March 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i1.7989

Abstract

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Kimia Chem Bio Draw dan Hyperchem Untuk Membangun Dasar Pemahaman Visual Struktur Senyawa Kimia Kepada Mahasiswa Universitas PGRI Madiun Trisnawati, Ade; Ayu Sudarni, Dyan Hatining; Kurniawan, Ahmad Misfa; Setiawan, Mohammad Arfi; Sani, Nabila Mutiara
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 1 (2026): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i1.1885

Abstract

Materi ikatan kimia merupakan salah satu materi yang penting untuk dipelajari oleh mahasiswa Teknik Kimia. Namun, mahasiswa seringkali menghadapi kesulitan dalam memahami struktur senyawa kimia. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan dalam menggambar struktur dan reaksi kimia, serta memprediksi sifat dan reaktivitas molekul. Selain itu, kurangnya keterampilan berbasis teknologi dalam bidang ini juga menjadi masalah. Aplikasi kimia seperti Chem Bio Draw dan Hyperchem sangat penting untuk memvisualisasikan, memanipulasi, dan menganalisis struktur senyawa kimia dengan presisi tinggi, namun banyak mahasiswa belum familiar dengan penggunaannya. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman visual mahasiswa terhadap struktur senyawa kimia dan membekali mereka dengan keterampilan menggunakan aplikasi Chem Bio Draw dan Hyperchem. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan mahasiswa Teknik Kimia dan Pendidikan Fisika yang telah menempuh mata kuliah Kimia Dasar. Pelatihan ini mencakup lima tahapan utama yaitu identifikasi masalah melalui pre-test, pengumpulan data, pengumpulan bahan materi, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi dengan post-test dan monitoring. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 15,3% peserta yang memiliki pemahaman awal tentang aplikasi Chem Bio Draw dan Hyperchem. Setelah sosialisasi dan pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada hasil post-test, di mana 71% peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai aplikasi dan cara penggunaannya untuk mengolah data serta membuat permodelan molekul. Peningkatan pemahaman sebesar 56,5% dari pre-test ke post-test ini mengindikasikan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan wawasan dan kemampuan mahasiswa dalam penggunaan aplikasi kimia tersebut. Secara keseluruhan, pelatihan ini dapat membantu mahasiswa mengatasi kesulitan dalam pemahaman struktur senyawa kimia dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menggambar, memprediksi sifat molekul, serta memanfaatkan teknologi dalam kimia. Kegiatan ini dapat menjadi model dasar untuk kegiatan serupa di masa mendatang.