Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN MANAJEMEN PENGETAHUAN TERHADAP SUNSHINE ICE COFFEE DESA TIBUBENENG KABUPATEN BADUNG Ni Putu Juniantari; Feby Wulandari; Ni Made Sindi Asih; I Gusti Ngurah Krisna; Putu Chris Susanto
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.536 KB)

Abstract

ABSTRAK/ ABSTRACTSunshine Ice Coffee berada di Jalan Padonan, desa Tibubeneng, Kabupaten badungmerupakan sebuah usaha kedai kopi yang menjual berbagai minuman coffee yangmemiliki tiga orang karyawan yang dipimpin oleh Bapak Rai dan Bapak DimasSatya Aryoga. Sunshine ice coffee mengalami permasalahan terhadap pegawaiyang baru karena disana belum ada SOP, untuk mengantisipasi dan memudahkanpegawai baru maka dibuat Standar Operasional Prosedur Sunshine Ice Coffee.Metode yang digunakan adalah pendampingan, dengan tujuan menganalisis usahauntuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh mitra, memberikan dampingan kemitra terkait siklus manajemen pengetahuan (SECI), dan meningkatkanperkembangan usaha. Kemudian, terkait cara pemasaran kedai kopi di tengahpandemi Covid-19 adalah optimalisasi strategi dalam digital marketing di sosialmedia, tetap menjaga kepercayaan konsumen, dan tetap mempertahankan mutuproduk serta menjaga tingkat kehigienisan produk yang dijual.Kata kunci: pendampingan usaha, manajemen pengetahuan, SOP, kedai kopi, pegawai
Analisis Yuridis Penegakan Hukum dan Pertimbangan Hakim pada Tindak Pidana Revenge Porn Putusan 71/Pid.Sus/2023 Feby Wulandari; Rudi Mulyanto; Irwan Kurniawan Soetijono
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2094

Abstract

Perkembangan teknologi digital di Indonesia telah menghadirkan tantangan baru dalam ranah hukum, salah satunya berupa tindak pidana revenge porn, yaitu penyebaran konten seksual pribadi tanpa persetujuan korban sebagai bentuk balas dendam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terkait kasus revenge porn dalam Putusan Nomor 71/Pid. Sus/2023/PN. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan mengkaji dokumen hukum, bahan akademik, serta undang-undang yang relevan, khususnya Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pornografi, dan Undang-Undang TPKS. Analisis dilakukan melalui pendekatan perundang-undangan serta studi kasus untuk mengkaji dasar pertimbangan hakim dan penerapan norma hukum dalam perkara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukum terkait revenge porn masih mengandalkan UU ITE dan UU Pornografi yang lebih menekankan pada sisi moral dan isi konten. Dalam putusan, hakim menjatuhkan pidana penjara, denda, serta pidana tambahan berupa pencabutan hak penggunaan perangkat elektronik. Namun, perlindungan korban belum maksimal karena UU TPKS yang lebih relevan dengan kekerasan seksual digital tidak dijadikan dasar hukum. Selain itu, aspek rehabilitasi psikologis dan pemulihan hak korban belum diakomodasi.