Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of The Civil Engineering Student

Analisis Erosi Menggunakan Metode USLE di Sub DAS Lae KombihKota Subulussalam Provinsi Aceh Maswidar, Cut; Ziana, Ziana; Refika, Cut Dwi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i2.23311

Abstract

Erosi adalah proses pengikisan lapisan tanah yang dapat dipengaruhi oleh alih fungsi lahan yang awalnya berupa hutan, menjadi lahan yang digunakan sebagai kebun, sawah, dan perumahan penduduk. Hal ini dapat menyebabkan degradasi lahan dan menurunkan daya serap air pada tanah. Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Lae Kombih adalah salah satu daerah yang berpotensi terjadinya erosi. Sub DAS Lae Kombih berhulu di Sungai Sicike-cike, Desa Jambu Kabupaten Pakpak Bharat Sumut dan bermuara di Sungai Lae Soraya yang berlokasi di Desa Binanga Kecamatan Runding Kota Subulussalam. Tujuan penelitian ini adalah menghitung besarnya laju erosi yang terjadi pada Sub DAS Lae Kombih. Penelitian ini menggunakan Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) untuk menganalisis dan memprediksi erosi jangka panjang yang terjadi pada Sub DAS Lae Kombih. Metode USLE memperhitungkan faktor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas tanah (K), faktor panjang-kemiringan lereng (LS), faktor tanaman penutup tanah, dan pengelolaan lahan (CP) terhadap erosi. Hasil yang diperoleh berdasarkan besarnya jumlah erosi yaitu 227,117 ton/ha/thn. Berdasarkan hasil erosi tersebut, erosi pada Sub DAS Lae Kombih diklasifikasikan pada erosi kelas IV yang dikategorikan pada tingkat erosi berat dengan laju erosi 180 – 480 ton/ha/thn. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan tentang analisa erosi yang diperoleh dengan menggunakan metode USLE.
Perencanaan Lapis Tambah (Overlay) Pada Jalan Lipat Kajang-Telaga Bakti Kota Subulussalam. Isfia, Teuku Zawil; Darma, Yusria; Sugiarto, Sugiarto; Azan, Said Amir; Refika, Cut Dwi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 April 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i1.17463

Abstract

Ruas Jalan Lipat Kajang yang terletak di Kota Subussalam Kecamatan Simpang Kanan merupakan salah satu jalan kolektor berdasarkan fungsinya. Ruas jalan tersebut sudah mengalami penurunan pelayanan karena telah mengalami kerusakan. Untuk itu perlu dilakukan pengecekan dan penilaian perkerasan. Tujuan di adakan penelitian ini untuk mengetahui besar lendutan balik pada struktur perkerasan jalan, dan merencanakan tebal lapis tambah (overlay) berdasarkan metode lendutan menggunakan alat Benkelman Beam dengan umur rencana 10 tahun. Pengolahan data mengacu pada metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017. Untuk pengambilan data lapangan berpedoman pada SNI 2416-2011-BB. Berdasarkan pengujian ini didapat nilai lendutan balik rata- rata (dR) sebesar 0,108 segmen I, LHR sebesar 1,96x106 ESA5 dan hasil analisis perhitungan overlay didapatkan untuk segmen I sebesar 10 mm untuk deformasi permanen dan 90 mm tebal maksimun overlay untuk mencegah retak lelah (fatigue).Benkelman Beam, Overlay, Reverse Deflection
Analisis Debit Banjir Dengan Metode HSS SCS Dan Metode Melchior di Sungai Krueng Meureudu Ilham, Muhammad; Ziana, Ziana; Refika, Cut Dwi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 April 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i1.21356

Abstract

Krueng Meureudu adalah sungai yang terletak di Kabupaten Pidie Jaya yang seringkali terjadi permasalahan banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi setiap musim hujan. Mengingat bahayanya bencana banjir yang terjadi di Krueng Meureudu, maka perlu dilakukan analisis debit banjir pada periode ulang tertentu. Penelitian analisis debit banjir dilakukan berdasarkan data curah hujan berupa metode Hidrograf Satuan Sintetis SCS (Soil Conservation Service) dan metode Melchior. Data hujan yang digunakan adalah data hujan tahun 2012-2021 dari 4 stasiun hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir yang terjadi di Krueng Meureudu dengan periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hasil analisis debit banjir dengan metode HSS SCS didapat debit banjir dengan berbagai periode ulang yakni: Q2 = 770,03 m3/det, Q5 = 1281,24 m3/det, Q10 = 1635,79 m3/det, Q25 = 2090,94 m3/det, Q50 = 2432,89 m3/det, dan Q100 = 2775,24 m3/det. Metode Melchior menghasilkan debit banjir dengan berbagai periode ulang yakni: Q2 = 526,3 m3/det, Q5 = 733,94 m3/det, Q10 = 871,39 m3/det, Q25 = 1044,93 m3/det, Q50 = 1173,89 m3/det, dan Q100 = 1302,27 m3/det.
Penelusuran Banjir Pada Bangunan Pelimpah (Spillway) Bendungan Tiro Farhan, Muhammad; Yulianur BC, Alfiansyah; Refika, Cut Dwi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i2.22607

Abstract

Bendungan Tiro terletak di Kecamatan Tiro Truseb, Kabupaten Pidie. Dengan luas DAS sebesar ±175,14 km2 dan luas genangan pada ketinggian +122 m sebesar ± 116,5 ha. Sebuah bendungan pada umumnya memiliki pelimpah yang berfungsi untuk mengeluarkan debit air yang berlebih disaat bendungan tidak mampu menampung aliran yang masuk. Disaat terjadi banjir, bendungan mengalirkan debit banjir tersebut melalui pelimpah (spillway). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi penelusuran banjir yang terjadi pada pelimpah Bendungan Tiro, dengan menggunakan data inflow dari limpasan dasar dengan metode Mock dan limpasan langsung yang dihitung dengan metode HSS Nakayasu. Dari hasil perhitungan diperoleh limpasan dasar ( Qbase ) sebesar 3,80 m3/det dan debit banjir rencana pada periode ulang 1000 tahun yaitu Q1000 = 2442,89 m3/det. Penelusuran banjir dihitung dengan menggunakan metode level pool routing. Pada debit banjir rencana periode ulang 1000 tahun dengan debit sebesar 2442,89 m3/det yang terjadi pada jam ke 5, dilakukan penelusuran banjir dengan lebar rencana pelimpah sebesar 20 m dan koefisien pelimpah 2,1 diketahui bahwa pelimpah dapat mereduksi aliran keluar menjadi 452,64 m3/det dan memperlambat terjadinya aliran puncak pada jam ke 12. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalam perencanaan mitigasi banjir di sekitar Bendungan Tiro.
Analisis Permasalahan Saluran Drainase Di Desa Jeumpet Ajuen Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar Alhabib, Syaidinulla; Ziana, Ziana; Refika, Cut Dwi; Shaskia, Nina
Journal of The Civil Engineering Student Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nonor 4 Desember 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v6i4.31605

Abstract

Floods often hit Aceh Province, especially in Aceh Besar District, Jeumpet Ajuen Village, Darul Imarah District. The main cause of flooding is high rainfall intensity which causes drainage channels to be unable to accommodate water discharge. This study aims to determine the flood discharge, the existing capacity of the channel, and the condition of the drainage channel based on the flood discharge and the existing capacity. The channel under review is the primary channel in Jeumpet Ajuen Village. Primary data was obtained through direct measurement of drainage channel dimensions, while secondary data was in the form of maximum daily rainfall from three rainfall stations in Aceh Besar District. The method used is the modified rational method for hydrological analysis and the HEC-RAS 6.0 application for hydraulic analysis. Data on planned flood discharge and existing dimensions were inputted into HEC-RAS. The discharges entered were discharges with a return period of 5 years and 10 years. HEC-RAS results showed that all review points experienced runoff, especially the left channel with runoff ranging from 0,99 meters to 3,65 meters for a 10-year return period. The existing capacity of the drainage channel is greater than the planned flood discharge, which is Qs = 14,797 m3/det greater than Qt = 9,248 m3/det. However, the existing capacity experiences runoff because the channel discharge is very large for the existing channel dimensions.