Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI BACARI DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN SALURAN IRIGASI TERSIER DI DESA PALAMBARAE KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA Praja, Soemitro Emin; Margie Dayana, Lucke Ayurindra; Burhanuddin, Fathurrahman; Agusalim, M.; Rumata, Nini Apriani; Nurhidayat, M.
Jurnal BALIRESO Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v9i2.306

Abstract

Evaluasi Pengelolaan Sampah Domestik Pulau Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar Chalsum, Uky; Burhanuddin, Fathurrahman; Emin Praja, Soemitro; CHALSUM , UKY
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/msp7js56

Abstract

ABSTRAK Permasalahan sampah domestik di wilayah pesisir dan pulau kecil menjadi isu lingkungan yang semakin kompleks, termasuk di Pulau Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Keterbatasan lahan, sarana prasarana, serta rendahnya partisipasi masyarakat menyebabkan sistem pengolahan sampah belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengolahan sampah di Pulau Lae-Lae berdasarkan aspek pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan menggunakan standar pelayanan minimal persampahan dan scoring evaluative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan sampah domestik di Pulau Lae-Lae masih berada pada kategori cukup hingga kurang baik, terutama pada aspek pengolahan dan pengangkutan sampah, dan dilakukan 1 penambahan armada pengangkutan sampah yang di asumsikan kapasitas armada 500kg/rit, ritasi 30 menit dan 2 kali pengangkutan, serta sampah akan diolah berdasarkan jenisnya. Kesimpulannya, diperlukan peningkatan sistem pengolahan berbasis masyarakat serta dukungan infrastruktur yang memadai.   Kata Kunci: Evaluasi, Pengolahan sampah, Kernel Density, Sampah Domestik   ABSTRACT The problem of domestic waste in coastal areas and small islands is becoming an increasingly complex environmental issue, including on Lae-Lae Island, Ujung Pandang District, Makassar City. Limited land, infrastructure, and low community participation have resulted in the waste management system not being optimal. This study aims to evaluate the waste management system on Lae-Lae Island based on aspects of storage, collection, transportation, and processing. The research method used is descriptive quantitative and data collection techniques through field observations, questionnaires, and secondary data from related agencies. The analysis was conducted using minimum waste service standards and evaluative scoring. The results show that domestic waste management on Lae-Lae Island is still in the adequate to poor category, especially in the aspects of waste processing and transportation. One additional waste collection fleet was carried out with an assumed fleet capacity of 500 kg/trip, 30 minutes of trips and 2 transportation times, and waste will be processed based on its type. In conclusion, an improvement in the community-based processing system and adequate infrastructure support is needed.   Keywords: Evaluation, Waste Processing, Kernel Density, Domestic Waste.
Analisis Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Pengaruhnya terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Belopa Isfa Astutik; Burhanuddin, Fathurrahman; Praja, Soemitro Emin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qm262m21

Abstract

ABSTRAKAlih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian di Kecamatan Belopa meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan permukiman serta infrastruktur, yang berdampak pada berkurangnya lahan pertanian dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif Deskriptif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis spasial deskriptif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk melihat perubahan penggunaan lahan, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengelolaan perubahan pemanfaatan lahan. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa dalam periode 2019–2025 terjadi penurunan luas lahan sawah dari 1027,72 Ha menjadi 982,51 di Kecamatan Belopa yang sebagian besar beralih menjadi kawasan permukiman, tambak, dan infrastruktur. Berdasarkan hasil analisis SWOT diperoleh nilai IFAS sebesar 0,60 dan EFAS sebesar 1,04. Nilai tersebut menempatkan posisi Kecamatan Belopa pada Kuadran I (Strategi Agresif/SO), yang menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki kekuatan internal yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi peluang eksternal. Strategi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi potensi ekonomi wilayah, pengendalian alih fungsi lahan pertanian secara berkelanjutan, penguatan perlindungan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B), serta pengembangan diversifikasi mata pencaharian masyarakat. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pertimbangan dalam perumusan kebijakan tata ruang dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Luwu. Kata Kunci: Perubahan pemanfaatan lahan, lahan pertanian, kondisi sosial ekonomi, IFAS, EFAS, SWOT, Kecamatan Belopa. ABSTRACTThe conversion of agricultural land to non-agricultural use in Belopa Subdistrict has increased in line with population growth and the development of settlements and infrastructure, which has resulted in a reduction in agricultural land and the socio-economic conditions of the community. The research method used was a descriptive quantitative approach with a survey method. Data collection techniques were carried out through observation, questionnaires, and documentation. Data analysis used descriptive spatial analysis based on Geographic Information Systems (GIS) to observe changes in land use, as well as SWOT analysis to formulate strategies for managing changes in land use. The spatial analysis results show that in the 2019–2025 period, there was a decrease in rice field area from 1027.72 Ha to 982.51 Ha in Belopa District, most of which was converted into residential areas, ponds, and infrastructure. Based on the SWOT analysis results, the IFAS value was 0.60 and the EFAS value was 1.04. These values Placing Belopa District in Quadrant I (Aggressive Strategy/SO) indicates that this region has internal strengths that can be leveraged to address external opportunities. The recommended strategies include optimizing the region's economic potential, controlling the conversion of agricultural land in a sustainable manner, strengthening the protection of sustainable food agricultural areas (KP2B), and developing diversification of community livelihoods. This study is expected to serve as a basis for consideration in the formulation of spatial planning and sustainable development policies in Luwu Regency. Keyworsds: Changes in land use, agricultural land, socioeconomic conditions, IFAS, EFAS, SWOT, Belopa District.
Perubahan Luas Area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Antang Kota Makassar Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh Burhanuddin, Fathurrahman; Rumata, Nini Apriani; nengsih, agustia
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/4eyaj761

Abstract

ABSTRAKPerkembangan penduduk dan meningkatnya aktivitas perkotaan di Kota Makassar berkontribusi terhadap peningkatan timbulan sampah yang berdampak pada keterbatasan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan luas area TPA Antang pada tahun 2015, 2020, dan 2024 serta memproyeksikan timbulan sampah, kebutuhan lahan, dan masa pakai TPA untuk 20 tahun ke depan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis spasial dilakukan menggunakan teknik overlay citra satelit untuk mengidentifikasi perubahan luas area TPA, sedangkan proyeksi timbulan sampah dihitung berdasarkan pertumbuhan penduduk, faktor kompaksi, dan penutupan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas TPA Antang meningkat dari 16,8 hektar pada tahun 2015 menjadi 19,1 hektar pada tahun 2024. Proyeksi menunjukkan peningkatan timbulan sampah yang signifikan, dengan kebutuhan lahan kumulatif hingga tahun 2044 mencapai 38,11 hektar. Kondisi ini menunjukkan bahwa TPA Antang berada pada tahap kritis sehingga diperlukan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kata Kunci: TPA Antang, timbulan sampah, penginderaan jauh, SIG, kebutuhan lahan. ABSTRACTPopulation growth and increasing urban activities in Makassar City have directly contributed to a rise in municipal solid waste generation, resulting in limited capacity at the Antang Final Disposal Site (TPA Antang). This study aims to identify changes in the area of TPA Antang in 2015, 2020, and 2024, as well as to predict waste generation, land requirements, and the remaining service life of the landfill over the next 20 years. The research employs a descriptive quantitative method with a spatial approach through the use of remote sensing technology and Geographic Information Systems (GIS). Spatial analysis was conducted using satellite image overlay techniques to assess changes in the landfill area, while waste generation projections were calculated based on population growth projections, compaction factors, and soil cover. The results indicate that the area of TPA Antang increased from 16.8 hectares in 2015 to 19.1 hectares in 2024. Waste generation projections show a significant upward trend, suggesting that the landfill capacity will become insufficient in the coming years. The cumulative land requirement up to 2044 is estimated at 38.11 hectares. This study concludes that TPA Antang is currently in a critical condition, highlighting the need for sustainable waste management strategies through source reduction, optimization of landfill operations, and the use of spatial technology as a basis for policymaking. Keyworsds: TPA Antang, waste generation, remote sensing, GIS, area change, land requirement.
Pengaruh Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar Zulfitra, Muh. Aidil; Rumata, Nini Apriani; Burhanuddin, Fathurrahman
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/5cw0yr24

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang serta mengidentifikasi dampak keberadaan TPA terhadap kehidupan sosial ekonomi warga Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 391 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan dengan Analisis Deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel sosial dan ekonomi dengan keberadaan TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial masyarakat dipengaruhi oleh faktor kesehatan, kenyamanan lingkungan, dan interaksi sosial, sementara kondisi ekonomi didominasi oleh pekerjaan sektor informal yang berkaitan dengan aktivitas TPA. Uji Chi-Square mengonfirmasi bahwa beberapa variabel sosial dan ekonomi memiliki hubungan signifikan dengan keberadaan TPA Antang. Secara keseluruhan, TPA memberikan dampak ganda: menimbulkan gangguan lingkungan namun juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. KATA KUNCITPA Antang, Kondisi Sosial Ekonomi, Masyarakat, Sampah, Chi-Square. ABSTRACT: This study aims to analyze the social and economic conditions of communities living around the Antang Final Disposal Site (TPA Antang) and to identify the impacts of the facility on the social and economic aspects of residents in Tamangapa Urban Village, Manggala District, Makassar City. A quantitative research approach was employed using a survey questionnaire distributed to 391 respondents determined through the Slovin formula. Data were analyzed using descriptive statistics to describe the demographic profile and socio-economic conditions, as well as the Chi-Square test to examine the relationship between social and economic variables and the existence of the TPA. The results indicate that social conditions are influenced by health factors, environmental comfort, and social interactions, while economic conditions are dominated by informal sector jobs related to TPA activities. The Chi-Square test confirmed that several social and economic variables have a significant relationship with the presence of TPA Antang. Overall, the TPA generates dual impacts: environmental disturbances and socio-economic opportunities for surrounding communities.Keywords:Antang landfill, socio-economic conditions, community, waste management, Chi-Square.