Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Usaha Mikro Bidang Peternakan Ayam Petelur di Kalangan Mahasiswa Abustan; Theo Jhoni Hartanto; Yoan Theasy; Khalifatus Sakdiyah; Vicky Dwi Krisdiantoro
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v9i2.7784

Abstract

Kebutuhan telur untuk kota Palangka Raya dan sekitarnya diperkirakan mencapai 260.000 butir per hari, atau sekitar 13 ton, dan hanya sekitar 35% yang dapat diproduksi di Palangka Raya, selebihnya di datangkan dari luar Kalimantan Tengah. Rendahnya produktivitas peternak tersebut, memicu ketergantungan masyarakat Kota Palangka Raya akan kebutuhan telur. Indikator penyebab rendahnya produktivitas telur di daerah ini disinyalir ada tiga hal utama, yaitu (1) rendahnya animo masyarakat untuk beternak ayam petelur karena rentan dengan penyakit, (2) tidak menguasai sistem pemeliharaan yang benar, serta (3) besarnya modal yang diperlukan. Di Kalimantan Tengah terdapat 228 orang peternak unggas, baik peternak mandiri maupun peternak yang bermitra dengan perusahaan, dan hanya terdapat 15% yang menggeluti peternakan ayam petelur, yang menyebar di Kalimantan Tengah dan hanya ada 12 peternak di Palangka Raya dan sekitarnya. Penyebab kurangnya minat peternak yang bergelut dibidang peternakan ayam petelur perlu di perhatikan dan diberikan solusi agar animo masyarakat dapat ditingkatkan dan sehingga ketergantungan masyarakat Kalimantan Tengah dan Palangka Raya pada khusunya atas kebutuhan telur dapat dikurangi. Solusi yang ditawarkan adalah melakukan rekrutmen calon-calon peternak baru dari kalangan mahasiswa berbagai program studi di FKIP Universitas Palangka Raya untuk dilatih selama dua hari, dilanjutkan magang selama tiga hari. Pelatihan diakukan di Palangka Raya, sedangkan magang ini dilakukan di lokasi peternakan di Desa Takaras, Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya. Pelatihan yang diikuti magang ini dinilai cukup efektif untuk mengatasi permasalahan dalam peternakan ayam petelur, karena di dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan SDM mahasiswa untuk membuka usaha baru pasca pandemic Covid-19.
Pembuatan Kompos dengan Memanfaatkan Limbah Perkebunan Sawit dan Peternakan Ayam dalam Mengatasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi pada Kelompok Tani Abustan; Sustiyah; Abdul H. F; Femmy; Khalifatus Sakdiyah; Vicky Dwi Krisdiantoro; Rensi Lukas
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v10i1.8613

Abstract

Keterbatasan pupuk bersubsidi bagi petani mandiri menjadi permasalahan tersendiri khususnya petani mandiri yang ada di Desa Gohong, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pupuk subsidi jenis NPK dan Urea dengan jumlah yang terbatas hanya bisa diperoleh petani 3 karung per orang, sementara kebutuhan mereka dalam sekali pemupukan mencapai 10 karung. Akibat dari keterbatasan perolehan pupuk bersubsidi ini, hanya ada satu solusi yang dapat dilakukan yaitu membeli pupuk non subsidi dengan harganya tinggi, mencapai Rp. 525.000/karung. Faktor keterbatasan daya beli masyarakat petani untuk jenis pupuk non subsidi membuat perawatan tanamannya seperti tanaman sawit mereka tidak maksimal, tidak subur, daun menguning, dan buah pun hanya ada pada pohon tertentu yang kebetulan humus tanah nya masih relatif bagus. Kelompok tani Pelangi Nusantara dan kelompok tani Barokah, yang dijadikan mitra pada kegiatan pengabdian masyarakat kali ini, merasakan betapa besar dampak yang ditimbulkan terhadap hasil panen buah sawit yang sangat rendah dari anggota kelompok tani mereka, hasil panen mereka hanya mencapai 400 – 500 kg/ha, yang seharusnya bisa mencapai 1.500-2.000 kg/ha. Faktor utama penyebabnya adalah pohon sawit tidak menerima nutrisi akibat terbatasnya pupuk yang diberikan, Kompos dapat dijadikan solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan petani tersebut. Membuat kompos dari limbah perkebunan yang berupa limbah buangan pelepah daun sawit dan limbah kotoran ayam yang banyak dijumpai di lokasi pertanian menjadi bahan pemikiran utama pada Tim ini untuk mewujudkan kompos sebagai pupuk alternatif dalam upaya membantu petani mengatasi permasalahan yang dihadapi. Teknologi Tepat Guna dapat diterapkan dalam mewujudkan pembuatan kompos guna mengganti keterbatasan petani dalam memperoleh pupuk yang non subsidi.
Penerapan Problem Based Learning Berbantuan Media PhET untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Listrik Statis Khalifatus Sakdiyah; Hartanto, Theo Jhoni; Mustika, Maya
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 1 (2024): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v6i1.12547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran dengan model problem based learning berbantuan media PhET. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental menggunakan desain one group pretest and posttest. Sampel pada penelitian ini adalah kelas IX-6 dengan jumlah 31 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dengan asumsi seluruh kemampuan peserta didik dalam kelas tersebut dianggap homogen. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar kognitif dengan jumlah 29 butir soal. Hasil uji-t berpasangan (paired sample t-test) menunjukkan sig. (2-tailed) lebih kecil dari 0,005 dimana nilai signifikansinya < 0,001 maka H0 diterima. Hasil uji-t berpasangan tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar kognitif sebelum dan setelah mengikuti pembelajaran dengan model PBL berbantuan media PhET. Peningkatan hasil belajar kognitif berdasarkan hasil analisis uji N-Gain sebesar 0,762 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil dan pembahasan, disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik setelah menerapkan model problem based learning berbantuan media PhET.
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS) BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN GAMBUT Abustan Abustan; Maya Mustika; Kristanoval Siloam; Muhammad Fajar Ma&#039;ruf; Umi Amanda Putri; Khalifatus Sakdiyah; Septaria Yolan Kalalinggi; Dicky Perwira Ompusunggu; Sudarman Rahman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37237

Abstract

Abstrak: Keadaan tanah desa Anjir kabupaten Pulang Pisau didominasi lahan gambut yang memiliki kendala tinggi untuk budidaya hortikultura, seperti tingkat kemasaman (pH) rendah dan kandungan unsur hara yang minim. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dan produktivitas semangka melalui penerapan teknologi ramah lingkungan kepada 25 anggota kelompok Tani “Pelangi Nusantara (MAHIKAT)” di Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Selain itu, metode pelaksanaan PkM meliputi pelatihan teknis, pendampingan, dan implementasi demplot percontohan seluas 0,8 ha yang menerapkan teknologi spesifik gambut (pengapuran, amelioran kompos, irigasi terkontrol). Evaluasi selama kegiatan PkM dilakukan untuk memantau keaktifan peserta dan progres demplot melalui observasi langsung, wawancara dan diskusi dengan mitra serta dokumentasi kegiatan. Sedangkan evaluasi pada akhir kegiatan dilakukan untuk menilai hasil dan dampak program melalui analisis produksi, survei kepuasan dan persepsi mitra serta evaluasi keberlanjutan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani sebesar 42%, terjadi peningkatan produktivitas semangka 40-55% (dari 18-20 menjadi 28 ton/ha), dan peningkatan pendapatan bersih petani sebesar 65%. Simpulan dari kegiatan ini adalah model teknologi budidaya ramah lingkungan terbukti efektif meningkatkan produktivitas dan ekonomi petani di lahan gambut dan dilakukan program pendampingan berkelanjutan.Abstract: The soil conditions in Anjir Village, Pulang Pisau Regency, are dominated by peatlands that pose significant challenges for horticultural cultivation, such as low acidity levels (pH) and minimal nutrient content. This Community Service (PkM) activity aims to enhance farmer capacity and watermelon productivity through the application of environmentally friendly technologies to 24 members of the "Pelangi Nusantara (MAHIKAT)" Farmer Group in Gohong Village, Kahayan Hilir District, Pulang Pisau Regency. The implementation methods include technical training, mentoring, and the establishment of a 0.8-hectare demonstration plot applying peatland-specific technologies (liming, compost ameliorant, controlled irrigation). Evaluation during the activity was conducted to monitor participant engagement and demonstration plot progress through direct observation, interviews and discussions with partners, and activity documentation. Meanwhile, evaluation at the end of the activity was performed to assess the results and program impact through production analysis, satisfaction and perception surveys with partners, and business sustainability evaluation. The results show a 42% increase in farmer understanding, a 40-55% increase in watermelon productivity (from 18-20 to 28 tons/ha), and a 65% increase in farmer net income. The conclusion of this activity is that the environmentally friendly cultivation technology model has proven effective in improving productivity and farmer economics in peatlands, and a sustainable mentoring program was implemented.