Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Effect of Thickness on Thermal Conductivity Based on Waste Newspaper Particle Board Theasy, Yoan; Yulianto, Agus; Astuti, Budi
Journal Of Natural Sciences And Mathematics Research Vol 3, No 1 (2017): Volume 3, Nomor 1, 2017
Publisher : Faculty of Science and Technology, State Islamic University Walisongo Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.327 KB) | DOI: 10.21580/jnsmr.2017.3.1.1696

Abstract

Waste newspaper by most people still considered as waste that has not been used optimally, and it is the one of processed materials from wood which has lignocellulose. The material has the potential to produce particle board to test the value of thermal conductivity, which it is expected to be used as heat insulator. The process of producing particle board is by mixing 450 grams pureed newspaper with 260 grams PVAC, then print it with size (12x7)cm2 with the thickness of 0.5cm; 1 cm; 1.5 cm; 2 cm; 2.5 cm; 3 cm. The process to make particle board drying is for 5 days and the test of thermal conductivity using a 100 watt heat source, and an infrared thermometer. The result obtained from the value of thermal conductivity from newspaper particle board is when more higher value of particle board thickness then more higher the thermal conductivity value. From these result it can be concluded that the particle board which can be used as heat insulation material is the one that has a thermal conductivity value of 0.066 W/ mC; 0.125 W/ mC; 0.0167 W/ mC with thickness range of 1 cm to 2 cm.©2017 JNSMR UIN Walisongo. All rights reserved.
IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR FISIKA BERDASARKAN KEMAMPUAN MULTI REPRESENTASI Theasy, Yoan; Wiyanto, Wiyanto; Sujarwata, Sujarwata
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.833 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10404

Abstract

Multi representasi dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman yang dimiliki oleh mahasiswa. Identifikasi pola kesulitan belajar fisika berdasarkan kemampuan multi representasi terhadap pemecahan masalah telah dilakukan melalui metode kualitatif model grounded theory, dan dilaksanakan pada mahasiswa pendidikan Fisika Unnes Tahun akademik 2016/2017. Bentuk multi representasi yang digunakan adalah verbal (V), gambar/diagram (D), grafik (G), dan matematis (M). Kemampuan multi representasi mahasiswa kategori tinggi, sedang dan rendah memiliki kecenderungan representasi matematis (M) secara berurutan sebesar 67,85%, 79,92%, dan 75%. Mahasiswa kategori tinggi memiliki pola kesulitan belajar fisika yaitu, merencanakan solusi (memahami bahasa soal dan menentukan tahap penyelesaian) serta melaksanakan rencana solusi (menentukan persamaan), mahasiswa kategori sedang memiliki pola kesulitan belajar merencanakan solusi (memahami bahasa soal dan menentukan solusi), melaksanakan rencana solusi (proyeksi gaya, menentukan komponen gaya yang bekerja pada benda, menentukan persamaan, pengaplikasian, perhitungan), dan mahasiswa kategori rendah yaitu merencanakan solusi (memahami bahasa soal), melaksanakan rencana solusi (menentukan persamaan, membedakan simbol-simbol fisika, pengaplikasian persamaan, dan perhitungan) serta tidak melakukan pengecekan dan evaluasi.
Penggunaan Media Laboratorium Virtual PhET Simulation untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Mahasiswa pada Mata Kuliah Eksperimen Fisika Sekolah Yoan Theasy; Andi Bustan; Muhammad Nawir
Variabel Vol 4, No 2 (2021): OCTOBER 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v4i2.2607

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 memiliki banyak keterbatasan, antara lain adalah kegiatan kuliah tatap muka serta kegiatan praktikum di laboratorium yang dialihkan ke sistem pembelajaran dalam jaringan. Hal ini mengakibatkan antara lain kemampuan pemahaman konsep mahasiswa dalam pembelajaran fisika menjadi menurun. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan laboratorium virtual Physic Education and Technology (PhET) simulation sebagai media pembelajaran di masa pandemi Covid-19 sebagai salah satu solusi yang dapat dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika mahasiswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen berbentuk one group pretest-posttest design. Sampel penelitian yaitu mahasiswa Program studi Pendidikan Fisika Tahun Ajaran 2020/2021 sebanyak 26 orang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan satu kelas untuk diteliti yang diberi perlakuan dengan memanfaatkan laboratorium virtual Physic Education and Technology (PhET) simulation sebagai media pembelajaran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal pemahaman konsep dalam bentuk tes uraian. Pengambilan data dilakukan dua kali yaitu sebelum melakukan treatment (pretest) dan sesudah melakukan treatment (posttest), kemudian untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep fisika mahasiswa dilakukan uji N-gain. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar mahasiswa memperoleh kriteria tinggi dengan skor N-gain sebesar 0,732. Oleh karena itu hasil studi menyatakan bahwa penggunaan laboratorium virtual PhET simulation sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep fisika mahasiswa.
Pelatihan Pengembangan Usaha Mikro Bidang Peternakan Ayam Petelur di Kalangan Mahasiswa Abustan; Theo Jhoni Hartanto; Yoan Theasy; Khalifatus Sakdiyah; Vicky Dwi Krisdiantoro
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v9i2.7784

Abstract

Kebutuhan telur untuk kota Palangka Raya dan sekitarnya diperkirakan mencapai 260.000 butir per hari, atau sekitar 13 ton, dan hanya sekitar 35% yang dapat diproduksi di Palangka Raya, selebihnya di datangkan dari luar Kalimantan Tengah. Rendahnya produktivitas peternak tersebut, memicu ketergantungan masyarakat Kota Palangka Raya akan kebutuhan telur. Indikator penyebab rendahnya produktivitas telur di daerah ini disinyalir ada tiga hal utama, yaitu (1) rendahnya animo masyarakat untuk beternak ayam petelur karena rentan dengan penyakit, (2) tidak menguasai sistem pemeliharaan yang benar, serta (3) besarnya modal yang diperlukan. Di Kalimantan Tengah terdapat 228 orang peternak unggas, baik peternak mandiri maupun peternak yang bermitra dengan perusahaan, dan hanya terdapat 15% yang menggeluti peternakan ayam petelur, yang menyebar di Kalimantan Tengah dan hanya ada 12 peternak di Palangka Raya dan sekitarnya. Penyebab kurangnya minat peternak yang bergelut dibidang peternakan ayam petelur perlu di perhatikan dan diberikan solusi agar animo masyarakat dapat ditingkatkan dan sehingga ketergantungan masyarakat Kalimantan Tengah dan Palangka Raya pada khusunya atas kebutuhan telur dapat dikurangi. Solusi yang ditawarkan adalah melakukan rekrutmen calon-calon peternak baru dari kalangan mahasiswa berbagai program studi di FKIP Universitas Palangka Raya untuk dilatih selama dua hari, dilanjutkan magang selama tiga hari. Pelatihan diakukan di Palangka Raya, sedangkan magang ini dilakukan di lokasi peternakan di Desa Takaras, Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya. Pelatihan yang diikuti magang ini dinilai cukup efektif untuk mengatasi permasalahan dalam peternakan ayam petelur, karena di dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan SDM mahasiswa untuk membuka usaha baru pasca pandemic Covid-19.
Analisis Kesulitan Belajar Fisika Siswa SMA melalui Kemampuan Multirepresentasi pada Pembelajaran Tatap Muka Masa Transisi COVID-19 Yoan Theasy
Variabel Vol 6, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v6i1.4337

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana kesulitan belajar fisika yang dialami oleh siswa melalui kemampuan multirepresentasi pada soal pemecahan masalah fisika. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif model grounded theory dengan teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Siswa kelas X yang berjumlah 25 siswa di SMA Negeri 1 Palangkaraya Tahun ajaran 2022/2023 sebagai subjek penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan multirepresentasi siswa kategori tinggi, sedang dan rendah memiliki kecenderungan representasi matematis (M) dengan nilai persentase masing-masing 75%, 85,7%, dan 78,57%. Kesulitan belajar fisika yang dialami adalah merencanakan solusi (memahami bahasa soal dan solusi penyelesaian) dan melaksanakan rencana solusi (proyeksi gaya, menentukan komponen gaya yang bekerja pada benda, menentukan persamaan, pengaplikasian, perhitungan).Kata Kunci:Kesulitan Belajar Fisika; Multirepresentasi; Pemecahan Masalah; Transisi COVID-19Analysis of Difficulty Learning Physics for High School Students through Multirepresentation Ability in Face-to-Face Learning During the COVID-19 TransitionABSTRACTThe purpose of this research is to identify how difficulty learning physics who experienced by students through multirepresentation abilities in solving physics problems. This research was conducted through a qualitative method of grounded theory model with data collection techniques carried out by triangulation (combined) observations, tests, interviews, and documentation. Class X students a total of 25 students at SMA Negeri 1 Palangkaraya as research subjects for the academic year 2022/2023. The results of the data analysis showed that the high, medium, and low categories of students' multirepresentation abilities tended to represent mathematically (M) with percentage values of 75%, 85.7%, and 78.57% respectively. Difficulty learning physics experienced were planning solutions (understanding the language of questions and solving solutions) and carrying out solution plans (force projections, determining the components of forces acting on objects, determining equations, applications, and calculations).
Strategi Systematic Approach to Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Mahasiswa Yoan Theasy
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 2 No. 2 (2020): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi Pemecahan Masalah Sistematis (Systematic Approach to Problem Solving) merupakan salah satu strategi pembelajaran yang membantu mahasiswa dalam memecahkan masalah selangkah demi selangkah dengan aturan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah menerapkan Strategi Pemecahan Masalah Sistematis (Systematic Approach to Problem Solving) pada materi pokok Usaha Dan Energi; Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Mahasiswa semester IV Program studi S1 pendidikan fisika Universitas Palangka Raya Tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 26 orang sebagai subjek pada penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada materi pokok usaha dan energi memperoleh kriteria sedang dengan skor N-Gain untuk label masalah usaha sebesar 0,389, energi potensial sebesar 0,577, energi kinetik sebesar 0,613, dan hukum kekekalan energi mekanik sebesar 0,683.
Pemanfaatan Program Crocodile Physics sebagai Media Pembelajaran dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Yoan Theasy; Muhammad Nawir; Ani Ristiani Hartono
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 3 No. 1 (2021): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v3i1.3675

Abstract

Masa Pandemi Covid-19 membuat kegiatan pembelajaran tatap muka dan praktikum dilaboratorium belum dapat berjalan seperti biasanya. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan program Crocodile Physics sebagai media pembelajaran dalam upaya meningkatkan hasil belajar fisika mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2020, dengan metode perkuliahan secara daring (dalam jaringan), pada Program studi Pendidikan Fisika FKIP UPR (Universitas Palangka Raya). Subjek penelitian yaitu mahasiswa Program studi Pendidikan Fisika Tahun Ajaran 2019/2020 sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Peningkatan hasil belajar mahasiswa memperoleh kriteria tinggi dengan skor N-Gain sebesar 0,896. Oleh karena itu hasil studi menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dalam penggunaan program Crocodile Physic sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa
Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Self Efficacy Siswa Rahmat Winata; Muhammad Rizaldi; Yoan Theasy
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2023): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v5i2.2829

Abstract

Kemampuan literasi matematika merupakan hal penting dikuasai oleh siswa sehingga siswa dapat menggunakan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan kemampuan literasi matematika tidak lepas dari masalah psikologi dalam diri siswa yaitu self efficacy. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII A SMP Muhammadiyah Palangka Raya ditinjau dari self efficacy. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode kuisioner, tes, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa siswa dengan Self Efficacy tinggi sangat baik pada aspek formulate, employ, dan interpret. Siswa dengan Self Efficacy sedang cukup baik pada aspek formulate dan employ serta sangat baik pada aspek interpret. Sedangkan siswa dengan Self Efficacy rendah sangat baik pada aspek formulate dan kurang baik pada aspek employ dan interpret. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pembelajaran matematika di sekolah yang tidak hanya berfokus memahami konsep matematika namun juga siswa diharapkan mampu menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, guru juga dapat menekankan pentingnya self efficacy dalam pembelajaran.
Guru Inovatif dan Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Menggunakan Aplikasi CANVA Perdana, Indra; Theasy, Yoan; Veniaty, Syarah; Winata, Rahmat; Rizaldi, Muhammad
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v11i2.15585

Abstract

Innovative and creative teachers can be trained through socialization and training activities for teachers. This activity aims to expand teacher knowledge and improve teacher skills in utilizing technology through the preparation and creation of teaching materials using the Canva application. The community service activities carried out by the PKM team of the Superior Human Resources Supporting Lecturer Program (PDPSU) at the State Elementary School located at Jl. Jawa 01, PAHANDUT, Pahandut District, Palangka Raya City, Central Kalimantan Province, have several stages, namely (1) Participation method, namely the community service team actively participates in providing knowledge socialization activities to teachers regarding the important role of teaching materials in learning, then material on how to utilize technology through the Canva application and link it to local wisdom; (2) Survey method, namely distributing questionnaires to training participants before and after implementation, as well as a satisfaction survey of community service partners and (3) Training, namely the community service team provides skills training to teachers to create teaching materials in the form of animated folk tales using the Canva application; (4) Activity Evaluation. This community service activity aims to produce innovative and creative teachers in compiling interesting teaching materials based on local wisdom. Partnership Program This activity can provide direct benefits to improving the human resources of Elementary School teachers in learning at school.
Analisis Kualitatif Kesalahan Konseptual Senyawa Ionik dan Senyawa Kovalen dalam Argumentasi Mahasiswa pada Laporan Praktikum Kimia Dasar Ni'mah, Fatchiyatun; Sari, Anggi Ristiyana Puspita; Anggraeni, Maya Erliza; Theasy, Yoan
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v15i2.344

Abstract

Understanding the concept of ionic and covalent compounds is a fundamental foundation in basic chemistry education, as these concepts underpin the structure, properties of compounds, and their applications in daily life. Misconceptions about ionic and covalent bonding are common and negatively impact students' ability to analyze compound properties, critical thinking skills, and scientific argumentation. On the other hand, Generation Z demonstrates weaknesses in deeply reflecting on conceptual errors, as evident in basic chemistry lab reports. Lab reports can reveal both the depth of understanding and the patterns of conceptual errors experienced by students. This study aims to analyze students' conceptual errors related to ionic and covalent compounds in Basic Chemistry I lab reports. The research employs a case study method with a qualitative descriptive approach. The researcher acts as an instrument to assess students' conceptual errors by discussing their lab reports. The findings reveal three conceptual errors in the sub-topic of melting point comparison and five conceptual errors in the sub-topic of solubility.