p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Borneo Cendekia
Wahyudi Qorahman MM
STIKes Borneo Cendekia Medika

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Ade Sucipto; Wahyudi Qorahman MM; Lia Agustin
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v6i2, Septemb.301

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardioveskuler yang sering terjadi di masyarakat. Pengobatan non farmakologis digunakan untuk pelengkap pengobatan farmakologis yaitu relaksasi autogenik yang berasal dari kesadaran diri dan tubuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh trauma atau stres. Relaksasi autogenik adalah pendekatan yang berasal dari kesadaran diri dan tubuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh trauma atau stres dengan mengendalikan otot dan tonus hati. Relaksasi spontan akan membantu tubuh menjalankan perintah melalui sugesti relaksasi diri. Relaksasi spontan akan membantu tubuh menjalankan perintah melalui sugesti relaksasi diri, sehingga mengontrol tekanan darah, detak jantung dan suhu tubuh. Tujuan penelitan ini adalah Menganalisis pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan sistol dan diastol pada lansia dengan hipertensi.Jenis penelitian ini Quasi experimental pendekatan two group pre-posttest 30 responden, 15 kelompok intervensi 15 kelompok kontrol. Pengukuran tekanan darah relaksasi autogenik menggunkan lembar observasi pre-posttest. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan signifikan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi relaksasi autogenik, pada kelompok intrevensi sebelum sistol 156,53 sesudah 135,20 dengan selisih 21,33 dan sebelum diastol 94,67 sesudah 84,00 dengann selisih 10,67 sedangkan pada kelompok kontrol sebelum sistol 153,87 sesudah 147,20 dengan selisih 6,67 dan sebelum diastol 95,47 sesudah 91,73 dengan selisih 3,74. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi sistol dan diastol p value 0,001 sedangkan pada kelompok kontrol sistol p value 0,007 diastol 0,016. Hasil uji Mann Whitney tekanan darah sistol p value 0,002 sedangkan diastole p value 0,004. Kesimpulan ada pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan sistol dan diastol pada lansia dengan hipertensi.
PENGARUH INTERVENSI RENDAM KAKI PADA AIR HANGAT DITAMBAH GARAM TERHADAP PENURUNAN SKALA RISIKO JATUH PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Wahyudi Qorahman MM; Zuliya Indah Fatmawati; Megawati Megawati
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v6i2 Desember.303

Abstract

Stroke menempati peringkat kedua penyumbang kematian terbanyak. Tingginya angka kejadian stroke dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti kematian jaringan saraf di otak menimbulkan gangguan fungsi sensorimotor yang spesifik pada salah satu sisi tubuh, gangguan sensomotorik akibat stroke dapat menyebabkan gangguan keseimbangan, hilangnya koordinasi atau kemampuan dalam mempertahankan posisi tertentu. Gangguan keseimbangan akibat hilang atau menurunnya fungsi motorik menyebabkan pasien stroke rentan untuk jatuh. Stroke di RSUD Imanudin Pangkalan Bun menempati peringkat 7 penyakit terbanyak dengan 287 kasus pada tahun 2020. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui apakah ada pengaruh intervensi rendam kaki air hangat tambah garam terhadap penurunan skala resiko jatuh pada pasien stroke non hemoragik. Metode yang digunakan yaitu one group pre-post test, dengan teknik pengumpulan data total sampling. Jumlah sample 24 responden. Setelah melakukan penelitian didapat hasil dengan uji statistik wilcoxon didapat p value = 0,008, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat pengeruh rendam kaki pada air hangat tambah garam terhadap penurunan skala risiko jatuh pada pasien stroke non hemoragik. Kesimpulan : 1. Hasil penelitian menunjukan skala risiko jatuh sebelum intervensi : tidak ada yang tidak berisiko jatuh, sebagian besar memiliki risiko jatuh rendah, dan hampir setengan memiliki risiko jatuh tinggi. 2. Hasil penelitian menunjukan skala risiko jatuh sesudah intervensi : tidak ada yang tidak berisiko jatuh, hampir semua memiliki risiko jatuh rendah, dan memiliki risiko jatuh tinggi lebih kecil. 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara rendam kaki pada air hangat tambah garam terhadap penurunan skala risiko jatuh pada pasien stroke non hemoragik.
PENGARUH MASSAGE TEKNIK EFFLEURAGE DENGAN MINYAK ZAITUN TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PENDERITA ASAM URAT sri Rahayu; Wahyudi Qorahman MM; Novita Sari
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v6i2 Desember.298

Abstract

Asam urat merupakan penyakit yang diakibatkan karena penimbunan kristal monosodium urat monohidrat (MSUM) berlebih didalam tubuh dan menyebabkan gejala nyeri. Pengobatan non farmakologis yang diterapkan yaitu Massage teknik effleurage dengan minyak zaitun dapat mengurangi nyeri dengan cara manipulasi otot dan anggota tubuh untuk meredakan ketegangan, dan memberikan relaksasi. Secara fisiologis, massage terbukti dapat meningkatkan sirkulasi darah dan limfe, mengurangi ketegangan otot, meningkatkan jangkauan gerak sendi serta mengurangi nyeri, dan meningkatkan sintesis hormon morphin endogen, serta pengurangan hormon simpatomimetic. Tujuan penelitian Menganalisis pengaruh massage teknik effleurage dengan minyak zaitun terhadap tingkat nyeri pada penderita asam urat. Metode penelitian: Jenis penelitian ini Quasi experimental pendekatan two group pre-posttest design sampel 30 responden, 15 kelompok intervensi 15 kelompok kontrol. Pengukuran tingkat nyeri menggunakan lembar observasi VAS. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan signifikan tingkat nyeri sebelum dan sesudah dberikan intervensi massage effleurage dengan minyak zaitun, pada kelompok intervensi pretest rata-rata 5,07 dan posttest rata-rata 2,73. Pada kelompok kontrol pretest rata-rata 5,60 dan tingkat nyeri posttest rata-rata 4,40. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi p value 0,000 sedangkan kelompok kontrol p value. 0,007. Hasil uji Mann Whitney p value 0,003. Kesimpulan: Ada pengaruh Massage teknik effleurage dengan minyak zaitun terhadap tingkat nyeri pada penderita asam urat.
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN ASMA DI RSUD SULTAN IMMANUDIN PANGKALAN BUN KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH Wahyudi Qorahman MM; Ni Wayan Rahayu Ningtyas; Christoforus Emanuel Mauk
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 7 No 1, (2023): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v7i1, Maret.454

Abstract

Latar Belakang : Asma merupakan gangguan yang terjadi pada bagian bronkus dan pada bagian trakea yang memiliki reaksi berlebihan terhadap stimulus tertentu dan bersifat reversible dimana keluhan yang biasa dirasakan atau dialami oleh penderitanya adalah sesak napas. Tercatat terdapat sekitar 300 juta orang penderita asma di seluruh dunia dan Kalimantan Tengah menempati urutan keempat provinsi di Indonesia yang memiliki prevalensi terbanyak penderita asma. Teknik pernapasan buteyko digunakan sebagai pengobatan non farmakologi yang bertujuan untuk menurunkan gejala kekambuhan asma dan mencegah bertambah parahnya asma. Tujuan menganalisis pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap frekuensi kekambuhan pasien asma di RSUD Sultan Immanudin Pangkalan Bun.Metode: Penelitian pre eksperimen menggunakan desain one group pretest posttest dengan metode pendekatan consecutive sampling. Responden pada penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengukuran dilakukan dengan kuesioner lembar observasi mingguan. Analisis statistik menggunakan uji T-Dependen.Hasil: Jumlah usia terbanyak yaitu 12-16 tahun sebesar 26,7% dengan jenis kelamin perempuan sebesar 56,7% dengan tingkat pendidikan terbanyak SD dan SMP sebesar 26,7% dengan lama mengidap penyakit asma 1 tahun sebanyak 46,7%. Hasil analisis uji T-Dependen menunjukan nilai p = 0,000 yang berati p < 0,05. Kesimpulan: Terdapat efektivitas teknik pernapasan buteyko terhadap frekuensi kekambuhan pasien asma di RSUD Sultan Immanudin Pangkalan Bun.