Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN ICT DALAM PEMBELAJARAN INTERAKTIF Fitriyana, Cahaya; Rahmawati, Hanik; Faiturrohmah, Holi; Amri, Siti Maisaroh Laode; Baha, Zhuliya Elmawati; Viratama, Ika Putra
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v5i12.5092

Abstract

Perkembangan ICT di dalam dunia pendidikan banyak sekali memberikan perubahan baik dalam metode pembelajaran, proses, maupun sistem manajemen pendidikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran ICT dalam pembelajaran interaktif. Pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokan dan metode-metode interaktif, yang dalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas, diskusi kelompok kecil, atau pengerjaan tugas kelompok dan kerja sama siswa secara berpasangan. Salah satu kebaikan dari strategi pembelajaran interaktif adalah bahwa siswa belajar mengajukan pertanyaan, mencoba merumuskan pertanyaan, dan mencoba menemukan jawaban terhadap pertanyaan sendiri dengan melakukan kegiatan observasi (penyelidikan), dengan cara seperti itu siswa menjadi kritis dan aktif belajar.
Pelaksanaan Program Life Skill di SMA Rahmawati, Hanik; Annur, Saipul; Kanada, Rabial
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 6 No 2 (2023): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v6i2.7124

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program life skill dan faktor-faktor pendukung dan penghambat program life skill di SMA Plus PGRI 2 Kayen. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian validitas bahan penelitian ini dengan triangulasi teknik, triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan program life skill di SMA Plus PGRI 2 Kayen berjalan dengan baik, mulai dari pelaksanaannya, sarana-prasarana yang dibutuhkan cukup untuk menunjang berjalannya kegiatan, serta semua pihak yang terkait untuk mensukseskan berjalannya program life Skill di SMA Plus PGRI 2 Kayen. Adapun faktor pendukung yaitu sarana prasarana yang cukup dan pembimbing dari tenaga ahli. Adapun faktor penghambat ialah ada beberapa sarana prasarana yang peralatannya belum cukup dan kesadaran siswa untuk tertib dalam pembelajaran life skill masih rendah. Simpulan penelitian ini dengan adanya program life skill akan meningkatkan perkembangan potensi diri anak dalam hal positif dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Life Skill, Pelaksanaan, Program.
Pengaruh Jenis Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal terhadap Pertumbuhan Tinggi Badan Balita Stunting di Kabupaten Semarang Zulaikhah, Siti; Zulaekah, Siti; Kusumawati, Sary; Rahmawati, Hanik
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ffveeq23

Abstract

Stunted refers to a growth disorder that can progress into stunting if not addressed promptly. This condition impacts children's linear growth but can still be improved through appropriate nutritional interventions and proper management support. Objective: This study aimed to analyze the effect of different forms of supplementary feeding based on local food sources on the increase in height of stunted toddlers in Semarang Regency. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design using a pretest-posttest two-group approach. A total of 20 stunted toddlers aged 12–59 months were selected through purposive sampling, with 10 subjects assigned to the regular food-based PMT group and 10 subjects to the enteral food-based PMT group. Results: In the regular food-based PMT group, the average height increased from 83.6 cm to 84.4 cm (p = 0.033), while in the enteral PMT group, the average height increased from 81.2 cm to 81.7 cm (p = 0.035). The mean increase in height was 0.8 cm for the regular food-based PMT group and 0.5 cm for the enteral PMT group. The Mann-Whitney U Test showed a p-value of 0.300, indicating no significant difference between the two groups. However, descriptively, the regular food-based PMT group exhibited a higher average increase compared to the enteral PMT group. Supplementary feeding in both regular and enteral food-based forms derived from local food sources was effective in increasing the height of stunted toddlers. However, no significant difference in effectiveness was found between the two forms of PMT within the two-week intervention period.