Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA ANTARA PESERTA DIDIK DI BOARDING SCHOOL DAN NON BOARDING SCHOOL DI SMP LUQMAN AL HAKIM SURABAYA DAN SMPN 21 SURABAYA MOH. ZAINAL ARIFIN; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sikap toleransi beragama antara peserta didik di boarding school dan non boarding school. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparasi yang dilakukan di SMP Luqman Al Hakim Surabaya dan SMPN 21 Surabaya. Sampel penelitian berjumlah 287 peserta didik, terdiri dari 50 peserta didik dari SMP Luqman Al Hakim dan 237 peserta didik dari 237 peserta didik SMPN 21 Surabaya. Pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Untuk mengetahui perbandingan sikap toleransi beragama menggunakan rumus independent sample T-test dengan bantuan aplikasi SPSS versi 24. Hasil penelitian diperoleh nilai independent sample T-test sebesar 0,586, berdasarkan asumsi hipotesis apabila nilai independent sample T-test > 0,05 maka Ho diterima, sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan sikap toleransi beragama peserta didik di boarding school dan non boarding school. Alasan tidak ada perbedaan sikap toleransi beragama adalah antara SMP Luqman Al Hakim dan SMPN 21 Surabaya saling memberikan penguatan. Penguatan yang di berikan SMP Luqman Al Hakim melalui pembiasaan, program pembelajaran dan keteladanan, sedangkan penguatan yang diberikan SMPN 21 Surabaya melalui interaksi antara peserta didik yang berbeda agama kegiatan doa bersama. Penguatan yang diberikan antara SMP Luqman Al Hakim dan SMPN 21 Surabaya memberikan pengaruh terhadap sikap toleransi beragama. Kata Kunci : Sikap toleransi beragama, boarding school, non boarding school
PELATIHAN PEMBUATAN KERAMBA JARING APUNG (KJA) UNTUK PEMBESARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SEBAGAI SOLUSI MINIM PANEN AKIBAT PREDASI Moh. Zainal Arifin; Putri Nurhanida Rizky; Annisa’ Bias Cahyanurani; Atika Marisa Halim; Asep Akmal Aonullah; Kartika Primasari; Anna Fauziah; Nasuki; Agus Widodo; Yvonne Indrajati Pattinaja; IGP Gede Rumayasa Yudana; Nazran; Adhiyaksa Arya Wiguna; Syahrul Ramadhan
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10418

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan nila dalam penerapan teknologi Keramba Jaring Apung (KJA) sebagai solusi untuk mengurangi kehilangan ikan akibat predasi di Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah tingginya tingkat predasi pada sistem budidaya kolam tanah oleh biawak, ular air, dan burung pemangsa yang berdampak pada rendahnya hasil panen. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan KJA, pendampingan budidaya, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sebanyak 3.600 ekor benih ikan nila ditebar pada tiga unit KJA dengan pemeliharaan secara intensif. Hasil monitoring menunjukkan bahwa ikan nila mengalami pertumbuhan yang baik dengan bobot akhir mencapai 180–250 g per ekor menjelang panen serta tingkat kelangsungan hidup (survival rate) sebesar 90%. Kondisi kualitas air selama pemeliharaan juga berada pada kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan nila. Selain itu, penggunaan KJA dinilai mampu mengurangi risiko predasi dan mempermudah pengelolaan budidaya dibandingkan sistem kolam tanah tradisional. Secara umum, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan masyarakat dalam menerapkan teknologi budidaya ikan nila yang lebih efektif dan berkelanjutan.