Claim Missing Document
Check
Articles

Video Steganografi Menggunakan Metode Enhanced Least Significant Bit Pada Frame Yang Dipilih Berdasarkan Deteksi Energi Pita Frekuensi Dengan Discrete Wavelet Packet Transform Bella Yunita Kusuma; Bambang Hidayat; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di dunia teknologi dan informasi saat ini sudah memasuki era digital. Dimana pertukaran informasi saat ini dilakukan melalui internet.Namun pertukaran informasi yang dilakukan melalui internet menimbulkan kekhawatiran jatuhnya informasi kepada pihak yang tidak berkepentingan karena sifat internet yang dapat diakses oleh siapapun ,kapanpun dan dimanapun. Oleh karena itu perlunya sistem untuk menjaga keamanan suatu data yaitu dengan steganografi. Steganografi adalah teknik menyembunyikan informasi ke dalam file multimedia.Dalam tugas akhir ini akan dibuat steganografi yang dapat menyembunyikan pesan teks ke dalam video.Proses penyisipan pesan akan dilakukan dengan menggunakan metode Enhanced Least Significant Bit.Untuk lebih menjaga keamanannya pemilihan tempat penyisipan frame pada video akan ditentukan berdasarkan deteksi Energy Band Frequency pada audio,dengan mengggunakan metode Discrete Wavelet Packet Transform.Kemudian steganografi yang dibuat dilakukan pengujian berdasarkan MSE,PSNR dan MOS.Hasil yang didapatkan cukup baik dimana mendapatkan nilai PSNR sebesar 71.0221 dan nilai MSE terkecil yaitu 0.0051 serta hasil rata-rata MOS yaitu 3.99778 Kata Kunci : Steganografi,Discrete Wavelet Packet Transform, Enhanced Least Significant Bit, Video
Desain Dan Implementasi Sistem Deteksi Kebisingan Mohammad Ismail Zulkarnaen; Angga Rusdinar; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kinerja seseorang dalam bekerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah kondusif atau tidaknya ruangan tempatnya bekerja. Kondusif atau tidaknya suatu ruangan sendiri ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah ukuran suatu ruangan, suhu di dalam ruangan tersebut, dan tingkat kebisingan dalam ruangan. Kebisingan adalah bunyi atau suara yang tidak dikehendaki. Kebisingan berdasarkan pengaruhnya kepada manusia dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu: bising yang menggangu (irritating noise), bising yang menutupi (masking noise), dan bising yang merusak (damaging noise). Secara teknis, pengendalian kebisingan menjadi 3 aspek yaitu pengendalian kebisingan pada sumber kebisingan, pengendalian kebisingan pada medium propagasi, dan pengendalian kebisingan pada manusia. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) dan Indonesia menetapkan nilai ambang batas bising di tempat kerja sebesar 85 dBA. Bila nilai ambang batas ini dilampaui terus menerus dalam waktu lama maka dapat menimbulkan noise induced hearing loss. Dalam penelitian ini, akan dibuat sistem deteksi kebisingan yang dapat mendeteksi jenis kebisingan dan mengklasifikasikan jenis kebisingan yang terjadi pada suatu waktu. Jenis kebisingan yang dideteksi dan diklasifikan adalah steady state wide band noise, intermittent noise, dan explosive noise. Kata Kunci : kondusif, bising, deteksi
Analisis Audio Watermarking Berbasis Metode Discrete Wavelet Transform Dan Phase Coding Pada Ambient Mode Rolasris Rolasris; Gelar Budiman; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan berkembangnya pertumbuhan informasi di bidang teknologi terutama pada internet, penyebaran media digital di internet lebih mudah didapat. Kemudahan ini menyebabkan adanya pelanggaran terhadap kepemilikan data multimedia seperti pengambilan data multimedia secara ilegal dan modifikasi data multimedia tersebut. Karena permasalahan tersebut untuk menjaga kepemilikan data digital maka diperlukan teknik watermark dalam suatu host data seperti gambar, suara dan video. Watermarking adalah metode penyembunyian informasi yang dianggap sebagai penanda tanpa merusak media aslinya. Pada penelitian ini dilakukan watermarking pada audio dengan teks, diharapkan teks yang disisipkan tidak mengganggu kualitas suara dan watermark yang disisipkan tahan terhadap serangan. Pengimplementasian dilakukan dengan software MATLAB. Metode yang digunakan adalah DWT dan Phase Coding, pengujian audio watermarked pada ambient mode (pendeteksian audio watermark yang direkam kembali pada jarak tertentu). Hasil yang didapat pada saat ekstraksi tanpa serangan memiliki nilai BER = 0 dan pada mode ambient nilai BER terendah adalah 0.19. Dengan metode ini audio tahan terhadap serangan LPF, BPF, stereo to mono, noise, resampling, kompresi MP3 dengan BER bernilai nol pada serangan tersebut. Kata kunci : Watermarking, Audio watermarking, DWT, Phase Coding, Ambient mode.
Analisis Steganografi Video Menggunakan Metode Enhanced Least Significant Bit Pada Frame Yang Terdeteksi Silence Berbasis Discrete Wavelet Transform Wulandari Setiawati; Bambang Hidayat; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media internet untuk melakukan pertukaran informasi yang telah berkembang menyebabkan kekhawatiran terkait keamanan dan kerahasiaan data digital yang dikirimkan. Untuk mengamankan data yang dikirimkan melalui media internet, diperlukan suatu teknik agar keamanan dan kerahasiaan informasi tersebut terjamin, salah satunya yaitu Steganografi. Pada penelitian ini, dirancang sebuah sistem steganografi dimana pesan yang disisipkan berupa file citra RGB (Red Green Blue) berformat *.bmp dan video dengan format *.avi sebagai cover. Pesan informasi disisipkan pada frame video berdasarkan deteksi silence menggunakan Discrete Wavelet Transform, dengan metode penyisipan yaitu ELSB. Proses pengujian keberhasilan Video Steganografi dilakukan dengan mengukur parameter seperti: PSNR, MSE, BER, dan MOS. Dengan menggunakan metode penyisipan ELSB didapatkan hasil Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) yang baik. Hasil PSNR terbesar yaitu 68,7518 dB dan nilai MSE terkecil sebesar 0,00867. Waktu komputasi terbesar yang didapat pada proses penyisipan adalah 91,15508 detik, sedangkan pada proses ekstraksi adalah 76,71934 detik. Hasil Mean Opinion Score (MOS) yang didapatkan memiliki nilai rata-rata total sebesar 4,1764 yang berarti kualitas video tersisipi dengan baik. BER terbesar yang dihasilkan yaitu sebesar 0,901899 saat mean = 0 dan variansi = 0.5. Kata kunci : Steganografi Video, Silence Detection, Discrete Wavelet Transform, Enhanced Least Significant Bit.
Steganografi Dengan Menggunakan Metode Division Arithmatic And Generalized Exploiting Modification Direction Dan Coding BCH Mahdan Muqottirullah Al Askariyy; Bambang Hidayat; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan teknologi sangat pesat pada era modern. Pertukaran informasi terjadi setiap saat. Beragam cara untuk saling bertukar informasi sudah banyak dilakukan dan semakin berkembang. Banyak pihak tak bertanggung jawab mencuri data data yang kita kirimkan. Hal ini menyebabkan perlu adanya teknik yang dapat menanggulangi permasalahan tersebut. Teknik yang sangat sering digunakan oleh masyarakat saat in adalah steganografi. Dalam tugas akhir ini akan dirancang suatu sistem steganografi dengan metode Division Arithmetic and Generalized Exploiting modification Direction. Metode ini mampu menampung pesan rahasia yang cukup besar. Pada sistem yang akan dirancang ini ditambahkan suatu teknik error correction dengan metode BCH. Hasil yang diperoleh dari Tugas Akhir ini adalah mendapatkan total pesan yang dapat disisipkan dari tiga cover image dengan ukuran sama yauitu 300x300 piksel didapat rata-rata kapasitas bit per piksel ‘baboon’ 1,3743556, ‘fist’ 1,7987556, ‘straw’ 1,6506667, ‘lena’ 1,572994. Berhasil menyisipkan pesan dengan tidak merusak kualitas citra dari citra aslinya dengan nilai PSNR terendah sebesar 50,38509 dB dan nilai MSE terbesar sebesar 0.353422, didapatkan pada penyisipan citra ‘lena’ dengan panjang pesan sebesar 190x190 piksel. Dengan skema 1 dan 2 sistem dapat bertahan pada serangan noise ‘salt & pepper’ dengan density 0.0001 dengan nilai BER 0, dan pada noise ‘gaussian’ dengan nilai varian 0.0000001. Dengan nilai BER maksimal sebesar 0.427615 pada penyisipan pesan 256x256 dengan cover ‘lena’. Sedangankan dengan manipulasi cropping resizing dan compressing sistem mengalami error. Sementara untuk hasil waktu komputasi terendah pada proses penyisipan adalah 0,7979267 detik pada proses ekstraksi pesan 24x24 piksel dan tertinggi 37,97552 detik pada penyisipan pesan 190x190 piksel. Sedangkan untuk proses ekstraksi paling pendek 7,4029921 detik pada proses ekstraksi pesan 24x24 piksel dan paling panjang 365,1651 detik pada penyisipan pesan 190x190 piksel. Sistem juga dapat bertahan pada analisis bitplane attack. Kata kunci : Steganografi, Hamming code, bitplane attack, Division Arithmetic and Generalized Exploiting modification Direction, BCH code
Deteksi Dan Identifikasi Plat Nomor Kendaraan Mobil Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Learning Vector Quantization (lvq) Berbasis Video Muhammad Ridho Putra; Inung Wijayanto; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini mayoritas sistem parkir di Indonesia masih menggunakan sistem manual yang menggunakan manusia untuk mengidentifikasi plat mobil. Setiap mobil memiliki identitas resmi yang berbeda dan tertera pada plat tersebut. Pada tugas akhir ini dirancang sistem yang akan menggantikan kerja manusia dalam sistem parkir. Video akan disediakan oleh server dan kemudian diambil beberapa frame untuk mendeteksi plat pada kendaraan tersebut. Plat memiliki ukuran Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga dapat dikenali dengan cara mencari perbandingan tinggi dan lebar. Kemudian akan disegmentasi berdasarkan wilayah masing- masing karakter dan akan diklasifikasi menggunakan tiga jaringan LVQ yang berbeda berdasarkan kode, wilayah, nomor polisi, dan kode akhir wilayah plat tersebut. Hasil akhir dari tugas akhir ini diperoleh akurasi untuk deteksi plat sebesar 97,50% atau 39 berhasil dideteksi dari 40 data uji. Akurasi segmentasi karakter sebesar 95,05% , didapatkan dari 269 karakter yang disegmentasi dengan benar dari 283 karakter. Akurasi klasifikasi sebesar 94,42%, didapatkan dari 254 karakter yang diklasifikasi dengan benar dari 269 karakter yang tersegmentasi dengan spesifikasi jaringan 500 maximum epoch, 50 hidden layer dan menggunakan citra uji berukuran 42x24. Akurasi terakhir sebesar 67,50% untuk keseluruhan sistem atau 27 data yang berhasil dideteksi dan diidentifikasi dari total 40 data uji. Kata kunci : LVQ, Plate Kendaraan, Pengolahan Sinyal Informasi, JST.
Steganografi Pada Frame Video Stationer Menggunakan Metode Least Signification Bit (LSB) Devi Rahmaditra; Bambang Hidayat; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Steganografi merupakan seni dan ilmu menulis atau menyembunyikan pesan tersembunyi dengan suatu cara sehingga selain si pengirim dan si penerima, tidak ada seorangpun yang mengetahui atau menyadari bahwa ada suatu pesan rahasia. Untuk menyembunyikan pesan tersembunyi pada steganografi terdapat beberapa teknik yaitu dengan memilih tempat penyisipan yang aman serta pemilihan metoda penyisipan pesannya. Sehingga dengan pemilihan tempat penyisipan yang tepat serta metoda penyisipan pesan diharapkan akan diperoleh sistem steganografi yang lebih handal. Dalam tugas akhir ini, dibuat sebuah sistem yang steganografi yang di implementasikan pada sebuah file video digital yang digunakan sebagai cover. Dalam penelitian ini steganografi akan ditingkatkan kehanandalannya dengan memlih tempat penyisipan yang lebih tepat. Dimana penelitian kali ini tempat pemilihan tempatnya pada frame yang stasioner. Dalam penelitian tugas akhir ini telah dibuat sistem steganografi guna mendapatkan keamanan yang tinggi. Teknik penyembunyian diimplementasikan pada media video yang digunakan sebagai cover. Dan didalam video tersebut disisipkan sebuah pesan rahasia berupa teks. Metode yang digunakan adalah Least Significant Bit (LSB) karena mudah serta tidak mempengaruhi kualitas media yang digunakan. Video stego memiliki performansi yang cukup baik karena PSNR yang didapatkan tinggi, namun ketika diberi serangan performansi sistem kurang baik karena nilai MSE yang didapatkan sangatlah besar. Kata Kunci: Steganografi, Least Significant Bit, Video
Analisis Dan Implementasi Image Watermarking Menggunakan Metode Multiple Scanning Diffrence Value Histogram Daniel Gilbert Bismark; Gelar Budiman; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini adalah era dimana semua orang menggunakan internet untuk kebutuhan sehari-hari. Ada yang melakukan transaksi secara online,  melakukan pembayaran dengan Internet banking, bermain game online , dan lain-lain. Oleh karena itu diperlukan teknik Digital Watermarking, yaitu untuk menanamkan data digital dalam file secara rahasia kedalam suatu data lainnya, tetapi tidak diketahui keberadaannya oleh indera manusia. Dalam perancangan ini diharapkan  berkas watermark  dapat diekstraksi dari berkas citra  dengan tetap menjaga kualitas. Parameter performansi yang diuji dalam tugas akhir ini adalah PSNR dan seberapa besar kapasitas bit yang bisa disisipi. Kapasitas bit yang bisa disisipi di citra host akan berbeda satu host dengan host yang lain. Metode  ini  menggunakan  dua  teknik  scanning,  yaitu  horizontal  dan  vertical.  Masing-masing  teknik  akan membandingkan besar kapasitas bit yang bisa disisipi, kemudian memilih teknik yang akan digunakan. Kata  kunci  :    image  watermarking,  histogram,  reversible  data  hiding,  Multiple  Scanning  Difference  Value Histogram, PSNR,horizontal,vertical
Perancangan Dan Simulasi Pemisahan Reff Lagu Dengan Metode Discrete Cosine Transform (dct) Brian Adam; Rita Magdalena; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian sebelumnya pernah dirancang suatu aplikasi identifikasi judul lagu dari senandung manusia. Namun aplikasi tersebut masih memisahkan secara manual antara bagian verse dan reff didalam database-nya. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini dirancang suatu sistem untuk menentukan bagian reff lagu secara otomatis, dengan syarat mengetahui posisi bagian reff pertama dari lagu tersebut. Sistem yang dirancang menggunakan input lagu utuh yang kemudian ditentukan bagian reff pertamanya, lalu dilakukan ekstraksi ciri menggunakan metode Discrete Cosine Transform (DCT). Selanjutnya dilakukan pencocokan kesamaan pola bagian lagu dengan menggunakan autokorelasi untuk mendapatkan bagian reff kedua dan ketiga yang sesuai. Setelah dilakukan pengujian dengan skenario yang dirancang maka diperoleh hasil keluaran sistem. Skenario yang dilakukan adalah menentukan ukuran frame yang paling ideal untuk menghasilkan akurasi dan waktu komputasi yang paling baik. Dalam penelitian ini ukuran frame yang digunakan, yaitu 100 ms, 200 ms, 300 ms, 500 ms, 800 ms, 900 ms, 1000 ms dan 2000 ms. Dari hasil yang telah diuji, sistem mendapat hasil yang baik pada ukuran frame 800 ms, 900 ms dan 1000 ms yaitu 96%, dengan waktu komputasi terbaik 14 detik pada ukuran frame 1000 ms.
Perbandingan Dan Analisis K- Nearest Neighbor Dan Linear Discriminant Analysis Untuk Klasifikasi Genre Musik Renny Rahmawati; Rita Magdalena; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tugas akhir ini, dilakukan penelitian bagaimana mengembangkan klasifikasi genre yang memiliki kualitas yang baik dalam ketepatan klasifikasinya yang menggunakan ciri konten frekuensi dan klasifikasi menggunakan metode K-Nearest Neighbor dan Linear Discriminant Analysis. Dari skenario pengujian terhadap paramater Jenis dan Orde Filter didapat parameter terbaik yaitu Jenis filter Buteerworth dengan orde 3. Setelah dilakukan pengujian terhadap klasifikasi 4 genre lagu yaitu m e t a l , pop, rock, dan dance, akurasi tertinggi adalah 81,5 % untuk jumlah data acuan 50 tiap-tiap genre, jumah data uji 50 tiap-tiap genre, nilai k = 1, dan jenis euclidean d a n u n t u k L i n e a r D i s c r i m i n a n t A n a l y s i s d i p e r o l e h h a s i l a k u r a s i 8 5 % u n t u k j u m l a h d a t a a c u a n 5 0 d a n 5 0 d a t a u j i t i a p - t i a p g e n r e . Kunci : Klasifikasi, genre musik, K-Nearest Neighbor, L i n e a r D i s c r i m i n a n t A n a l y s i s