Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Desain Dan Analisa Infrastruktur Jaringan Wireless Di Pdii-lipi Jakarta Dengan Menggunakan Metode Network Development Life Cycle (ndlc) Okta Puspita Dwi Anggorowati; Mochammad Teguh Kurniawan; Umar Yunan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suatu perusahaan atau organisasi harus mempunyai infrastruktur jaringan untuk mendukung fasilitas internet, dan sekarang ini banyak yang menggunakan mobile device, oleh karena itu teknologi jaringan wireless dianggap tepat sebagai infrastruktur jaringan dalam perusahaan. Jaringan wireless adalah jaringan yang menggunakan gelombang radio atau elektromagnetik sebagai media transmisinya. Pada penelitian ini perancangan jaringan wireless mengambil objek di Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII-LIPI) dengan menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC). Metode ini berguna dalam mengembangkan infrastruktur jaringan wireless dan dapat memantau kinerja jaringan yang ada di PDII-LIPI. Analisis dan pengujian jaringan wireless dilakukan dengan simulasi prototipe jaringan wireless usulan dan mengukur sebaran sinyal access point pada lokasi yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan desain dengan pengukuran dan analisa jaringan usulan yang akan memperbaiki kekurangan dari kondisi jaringan eksisting di PDII-LIPI. Kata Kunci : Jaringan wireless, NDLC, Infrastruktur jaringan, Access point.
Perancangan Arsitektur Bisnis Pada Pt. Telehouse Engineering Menggunakan Framework Togaf Adm Aditya Pradana Putra; Murahartawaty Murahartawaty; Umar Yunan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Telehouse Engineering adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufacture [1]. Dalam melaksanakan bisnisnya, PT. Telehouse Engineering melibatkan teknologi informasi sebagai bagian dari strategi organisasi serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan membantu proses kinerja perusahaan yang dijalankan. Walaupun demikian teknologi informasi juga berkontribusi besar bagi pengrusakan lingkungan. Hal ini perlu disiasati oleh PT. Telehouse Engineering, salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah Green IT. Green IT adalah praktik menerapkan kebijakan dan prosedur yang meningkatkan efisiensi sumber daya komputasi sedemikian rupa untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan dari pemanfaatannya, Sehingga dapat menghasilkan teknologi informasi yang ramah lingkungan. Untuk mencapai keselarasan teknologi informasi dan bisnis dilakukan dengan cara menerapkan enterprise architecture. Enterprise architecture merupakan kegiatan pengorganisasian data yang dihasilkan oleh organisasi yang kemudian dipergunakan untuk mencapai tujuan proses bisnis dari organisasi tersebut. Dalam merancang enterprise architecture perlu adanya sebuah framework sebagai acuan dalam pengelolaannya, TOGAF ADM adalah salah satu framework yang dapat dijadikan acuan dalam membangun enterprise architecture. TOGAF ADM memiliki empat komponen utama, yaitu business architecture, data architecture, application architecture, dan technology architecture. Output dari penelitian ini adalah blueprint business architecture yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan bisnis di PT. Telehouse Engineering. Kata kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Green IT, blueprint, business architecture
Analisis Dan Perancangan Security System Dalam Rancangan Data Center Di Pemerintahan Kabupaten Bandung Menggunakan Standar En50600-2-5 Dengan Metode Ppdioo Life-cycle Approach Muhammad Ghazian; M. Teguh Kurniawan; Umar Yunan
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintahan Kabupaten Bandung adalah pembagian wilayah administratif yang merepresentatifkan sebuah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam segala urusan di bagian Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Bandung. Pada kondisi saat ini, di Pemerintahan Kabupaten Bandung memiliki data center yang berfungsi sebagai komponen penting dalam memberikan pelayanan teknologi informasi dan menjalankan segala proses bisnisnya, maka demi menjaga fungsi kerja dan penyimpanan data pada data center dibutuhkan keamanan fisik untuk menjaga keutuhannya. Maka dari itu dibutuhkan sebuah perancangan yang dapat menjaga aset institusi sehingga tidak menimbulkan kerugian yang cukup besar dikarenakan sistem keamanan yang lemah. Dibutuhkan perancangan security system physical yang sesuai dengan kebutuhan data center Pemerintahan Kabupaten Bandung. Dalam perancangan security system data center ini menggunakan metode PPDIOO Life-Cycle Approach pada tiga tahapan awal yaitu, Prepare, Plan, Design yang rancang sesuai pada standar EN50600-2-5. Metode PPDIOO Life-Cycle Approach digunakan untuk melakukan perancangan data center bertujuan untuk mencakupi semua kebutuhan layaknya data center dan memaksimalkan kemananan data untuk pengembangan jangka panjang data center Pemerintahan Kabupaten Bandung. Hasil keluaran dari penelitian ini adalah rancangan security system data center Pemerintahan Kabupaten Bandung yang sesuai dengan standar EN50600-2-5 menerapkan pada availability class 1 sebagai parameter. Hasil akhir pada class 1 berupa rekomendasi keamanan fisik memasuki area data center dikategorikan menjadi tiga yaitu akses untuk pegawai, akses untuk tamu, dan akses untuk pengantar. Dalam menjaga batas area tersebut diusulan penggunakan perangkat RFID Anti-passback door mencegah personal yang tidak memiliki wewenang memasuki ruangan. Untuk menjaga keutuhan perangkat yang ada pada data center diusulkan fire detection and suppresion system apabila terjadi kebakaran. Kata kunci : Data Center, Security System, PPDIOO Life-Cycle Approach, EN50600-2-5.
Implementasi Aplikasi Erp Modul Purchase Management Menggunakan Odoo 10 (studi Kasus Pt. Albasia Nusa Karya) Muhammad Ilham Zakky Mubarrak; Rd. Rohmat Saedudin; Umar Yunan
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Albasia Nusa Karya (ANK) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi barecore menggunakan bahan baku kayu sengon laut (Albizia falcata). Akibat belum terpetakannya proses bisnis pengadaan bahan baku di PT. ANK, menyebabkan tidak adanya integrasi antara bagian gudang, bagian pengadaan, dan bagian akuntansi sehingga menimbulkan hambatan dalam proses pengadaan bahan baku mulai dari pengajuan permintaan bahan baku, validasi pemesanan, validasi invoice, hingga pembuatan reporting setelah transaksi. Permasalahan yang terjadi di PT. ANK dapat diatasi dengan pembuatan sistem ERP untuk perusahaan yang berfungsi untuk mengintegrasikan bagian gudang, bagian pengadaan, dan bagian akuntansi. Dengan terintegrasinya bagian-bagian tersebut, proses pengadaan bahan baku bisa menjadi lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode iterative waterfall untuk menerapkan modul purchase management pada aplikasi Odoo 10 sesuai dengan kebutuhan PT. ANK. Metode iterative waterfall memiliki keunggulan tingkat fleksibilitas yang tinggi dan cocok digunakan saat kebutuhan dan informasi kurang dipahami dengan baik. Dengan menerapkan sistem ERP menggunakan aplikasi Odoo 10 modul purchase management pada PT. ANK, maka proses pengadaan bahan baku dapat dilakukan menggunakan sistem ERP sehingga menjadi lebih efektif. Kata kunci: ERP, Odoo, Purchase Management, Iterative Waterfall
Perancangan Konten E-learning Pada Kegiatan Alih Media Dan Preservasi Berdasarkan Knowledge Conversion Di Pdii Lipi Dengan Metode Seci Dan Addie Ngurah Wira Nugraha; Amelia Kurniawati; Umar Yunan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Knowledge adalah aset penting untuk perusahaan. Di PDII LIPI pada bagian subbid alih media dan preservasi terdapat berbagai tacit knowledge yang terdapat dalam delapan mesin untuk delapan kegiatan utama, yaitu persiapan perekaman, perekaman naskah, pengembangan film, pemeriksaan/pengeditan, perekaman duplikat, penjaketan, pengurutan dan pengamplopan serta pencetakan mikrofiche, tacit knowledge tersebut antara lain pengaturan letak kamera perekam dan pengaturan letak naskah dalam kegiatan perekaman naskah dan lain lain. Namun tacit knowledge tersebut belum didokumentasikan dengan baik yang dibuktikan dengan tidak tersedianya buku manual yang terdapat pada setiap mesin sehingga kualitas mikrofiche sebagai output yang dihasilkan pada kegiatan alih media dan preservasi akan sangat bergantung pada karyawan yang mengoperasikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan tacit knowledge karyawan dalam melakukan kegiatan alih media dan preservasi ke dalam bentuk best practice dengan menggunakan metode SECI sebagai bahan dalam membuat rancangan konten e-Learning dengan menggunakan metode ADDIE. Kata kunci: e-Learning, SECI, ADDIE, mikrofiche, best practice, preservasi
Analisis Dan Perancangan Konstruksi Bangunan Data Center Di Pemerintah Kabupaten Bandung Menggunakan Standar En 50600-2-1 Dengan Metode Ppdioo Life-cycle Approach Farhan Adithya Rahman; M. Teguh Kurniawan; Umar Yunan
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini teknologi informasi sudah menjadi suatu hal yang sangat erat kaitannya dengan setiap kegiatan manusia. Teknologi informasi dapat digunakan untuk mengolah data, termasuk mendapatkan, menyusun, memproses, meyimpan bahkan hingga memanipulasi data yang kemudian dapat menghasilkan informasi yang berkualitas untuk dapat digunakan dalam pengambilan keputusan startegis. Dengan kebutuhan teknologi informasi yang terus meningkat, maka penggunaan data digital semakin banyak. Maka dari itu diperlukan suatu teknologi yang dapat menyimpan, mengelola dan mengolah data digital tersebut, yaitu data center. Pemerintah Kabupaten Bandung sudah memiliki data centersendiri yang dikelola oleh divisi DISKOMINFO. Tetapi masih terdapat beberapa aspek yang belum memenuhi standar untuk sebuah data center. Oleh karena itu, masih perlu dilakukan peningkatan agar data center milik Pemerintah Kabupaten Bandung dapat memenuhi standar. Dalam melakukan perancangan konstruksi bangunan untuk data center ini mengacu pada standar EN50600-2-1: Building Construction. Hasil akhir dari penelitian ini adalah rancangan konstruksi bangunan untuk data center Pemerintah Kabupaten Bandung dengan menggunakan Standar EN 50600. Kata kunci : data center, EN 50600, konstruksi bangunan, PPDIOO Life-cycle Approach
Perancangan Konten E-learning Pada Aktivitas Penjilidan Bahan Pustaka Di Pdii-lipi Dengan Menggunakan Metode Seci Dan Addie Isyalia Dwi Handayani Mudayat; Luciana Andrawina; Umar Yunan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Knowledge merupakan gabungan dari pengalaman, nilai, informasi kontekstual, serta wawasan para ahli yang didasarkan pada intuisi yang memungkinkan sebuah lingkungan untuk mengevaluasi dan menggabungkan pengalaman dan informasi baru. Knowledge dibagi menjadi dua jenis, yaitu explicit knowledge dan tacit knowledge. Explicit knowledge adalah knowledge yang dapat dibagi kepada orang lain, dapat didokumentasikan, dan disimpan dalam bentuk dokumen, web, e-Learning dan lain-lain, sedangkan tacit knowledge adalah knowledge yang bersumber dari akumulasi pengalaman dan pembelajaran seseorang yang melekat pada pikiran individu sehingga sulit untuk dibagikan kepada orang lain. Tacit knowledge merupakan aset sumber knowledge yang potensial bagi sebuah perusahaan. Pada aktivitas penjilidan bahan pustaka di PDII-LIPI terdapat tacit knowledge di setiap alur kegiatan penjilidan bahan pustaka. Namun tacit knowledge tersebut belum didokumentasikan dengan baik untuk pembelajaran bagi karyawan baru bagian penjilidan bahan pustaka di PDII- LIPI. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan tacit knowledge karyawan dalam melakukan aktivitas penjilidan bahan pustaka ke bentuk best practice sebagai bahan dalam membuat rancangan konten e-Learning. Pembuatan e-Learning pada penelitian ini menggunakan software Adobe Flash Professional CS6. e-Learning adalah pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Untuk membangun sebuah e- Learning yang baik maka dibutuhkan sebuah metode untuk merancang konten e-Learning yang akan dibuat. Metode ADDIE adalah metode yang dapat digunakan untuk merancang konten e-Learning. Metode ADDIE terdiri dari beberapa fase yaitu analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Pada fase design dilakukan konversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge menggunakan metode SECI untuk mendapatkan konten e-Learning. Kata kunci : e-Learning, SECI, ADDIE, explicit knowledge, tacit knowledge, penjilidan bahan pustaka