Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Implementasi Singular Value Decomposition Untuk Prediksi Parameter Geometri Pada Persoalan Duplicated Region ZulvanFirdaus ZulvanFirdausImanullah; Rimba Whidiana Ciptasari; Aniq AtiqiRohmawati
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Duplicated region merupakan salah satu contoh kasus perusakan citra dengan cara menduplikatkan suatu objekdandipindahkanmenggunakantransformasigeometri,sehinggaobjektersebutdapatmenambahkan atau mengurangkan sebuah makna. Dengan sulitnya menemukan keaslian sebuah citra dalam kasus ini, dibutuhkansebuahsistemyangdapatmendeteksikasusduplicatedregion. Terdapat sebuah referensi sistem deteksi duplicated region yang memiliki kekurangan yaitu running time yang tergolong lambat. Proses yang mengkonsumsi banyak waktu adalah proses estimasi. Dalam tugas akhir ini, diusulkan proses estimasi yang dapat meminimalisir konsumsi waktu menggunakan Singular ValueDecomposition. Hasil evaluasi dataset MICC-F220 menunjukan bahwa sistem yang dibangun pada penelitian ini mampu meminimalisirrata-ratakonsumsiwaktusebesar16menit,denganwakturata-rata138menitdanakurasi mencapai96.82%.Katakunci: duplicatedregion,konsumsiwaktu,SingularValueDecompositionAbstract Duplicated region is one example of the case of destruction of an image by duplicating an object and transferred using a geometry transformation, so that the object can add or subtract a meaning. With the difficultyofdiscoveringtheauthenticityofanimageinthiscase,asystemthatcandetectthecaseofaduplicated regionisneeded. Thereisareferencetotheduplicatedregiondetectionsystemthatlacksrunningtimethatisrelativelyslow. A process that consumes a lot of time is a process of estimation. In this final project, proposed estimation processcanminimizetimeconsumptionusingSingularValueDecomposition. The results of the MICC-F220 dataset evaluation showed that the system built in this study minimized the averageconsumptiontimeof16minutes,withanaveragetimeof138minutesandanaccuracyof96.82%.Keywords: duplicatedregion,consumptiontime,SingularValueDecomposition
Deteksi Foto Komposit Berdasarkan Perbandingan Pantulan Cahaya Pada Mata Dengan Pendekatan Pixel-Based Prastyawan Aji Nugraha; Rimba Whidiana Ciptasari; Bambang Pudjoatmodjo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are several types of photo manipulation. For example, combining objects from different sources into a single image which is often reffered to as photo composite. One of outstanding work dealing with photo composite has been developed by Micah K. Johnson and Hany Farid. They estimated the light source through the reflection specular highlights recorded on the eyes. Our proposed work exploits different approach which is pixel-based, to detect photo composite. Our method contains comparative characteristics of the amount of reflected light using EulerNumber, the reflection area using outer line capturing, and the formation of light between objects recorded in the human eye in an image by comparing the distance between the reflection of light. The experimental result described that the accuracy of the proposed work reach 98% depicted by ROC curve with Area Under ROC Curve (AUC) reach 0.9304. The results fall into Excellent Classification. Keywords : Image Forensics, Specular Highlight, Digital Forensics, Composites Image.
Steganalisis Lsb Matching Pada Citra Berwarna Dindin Dhino Alamsyah; Rimba Whidiana Ciptasari; Febryanti Sthevanie
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Least Significant Bit (LSB) matching steganografi merupakan teknik untuk menyembunyikan informasi pada citra digital dengan menyisipkan bit-bit pesan pada bit-bit terakhir data piksel. Dengan kehadiran steganografi yang berkembang cepat, diperlukan teknik steganalisis untuk mengawasi pertukaran data yang terjadi pada jaringan komunikasi karena adanya pelaku kriminal yang menggunakan steganografi untuk merencanakan kejahatan.Terdapat sebuah referensi teknik steganalisis Least Significant Bit (LSB) matching yang memiliki kekurangan sehingga menyebabkan penurunan tingkat deteksi. Teknik steganalisis tersebut menggunakan daerah plain pada citra keabuan dengan pengambilan daerah plain menggunakan DCT-based block classification dan normalisasi histogram yang mengakibatkan hilangnya beberapa informasi. Dalam Tugas Akhir ini, diusulkan teknik steganalisis LSB matching pada citra berwarna dengan mempertimbangkan daerah nonplain untuk memperbaiki tingkat deteksi menggunakan fuzzy logic.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem yang dibangun pada penelitian ini mampu mendeteksi LSB matching steganografi dengan ukuran payload mulai dari 15% berdasarkan distorsi incidental attack dengan jenis salt & pepper dengan noise density sebesar 0.05 yang akurasinya mencapai 94.75%.Kata Kunci: steganalisis, citra berwarna digital, LSB matching, fuzzy logic.
Steganalisis Audio Berbasis Derivative Spectral Pada Domain Fourier Adhika Widya Prastomo; Rimba Whidiana Ciptasari; Febryanti Sthevanie
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Steganografi data digital saat sekarang ini tidak hanya digunakan untuk kepentingan yang bersifat tidak melanggar hukum namun juga sudah digunakan sebagai cara untuk melakukan tindak kejahatan. Untuk ini perlu adanya pengawasan terhadap pertukaran data untuk mengindikasi apakah dalam suatu objek terdapat pesan rahasia yang berbahaya atau tidak. Steganalisis adalah salah satu metode pada komputer forensik yang digunakan untuk mendeteksi apakah sebuah objek berisi pesan tersembunyi atau tidak. Pada penelitian yang dilakukan oleh Min Ru dikembangkan steganalisis audio berbasis pada kumpulan fitur distorsi. Dan ada pula yang berfokus pada melcepstrum yang dikembangkan oleh Kraetzer.Pada tugas akhir ini akan dilakukan steganalisis pada media audio dengan menggunakan Fourier Spectrum dan dilakukan pengembangan dengan menambahkan kombinasi featureset guna mengetahui kombinasi mana yang paling mempengaruhi deteksi dan menerapkan metode framing yang membagi sampel audio menjadi beberapa bagian untuk memeriksa setiap bagian sampel yang menjadi lokasi penyimpanan pesan. Lalu kemudian Support Vector Machine (SVM) digunakan sebagai classifier untuk menentukan indikasi stego audio. Dengan menerapkan metode ini dibangun sistem mampu mendeteksi stego audio dengan akurasi deteksi tertinggi adalah 78% namun AUC yang kurang memuaskan hanya 51%. Kata kunci: Steganografi, steganalisis, fourier spectrum, derivative spectral, SVM.
Pemanfaatan 2-D Phase Congruency dan Momen Fungsi Karakteristik untuk deteksi Face Splicing Ida Bagus Dwi Satria Kusuma; Rimba Whidiana Ciptasari; Febryanti Sthevani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemalsuan citra semakin marak dan semakin sulit dideteksi seiring dengan perkembangan teknologi dan kemampuan mengolah citra. Manipulasi citra dapat mengakibatkan dampak negatif yang besar. Salah satu jenis pemalsuan citra adalah image splicing, yaitu manipulasi citra yang memotong beberapa bagian dari sebuah citra dan menempelnya ke citra lain. Kasus splicing yang berfokus pada area wajah disebut face splicing. Untuk mendeteksi manipulasi tersebut, ada metode deteksi image splicing berbasis 2-D Phase Congruency dan momen fungsi karakteristik dengan classifier SVM. Namun metode tersebut belum memiliki hasil yang baik untuk kasus face splicing. Dalam tugas akhir ini, diusulkan pengembangan metode tersebut dengan reduksi dimensi fitur menggunakan PCA. Sistem dievaluasi menggunakan ROC Curve dengan variasi parameter PCA terhadap kasus face splicing tanpa dan dengan post-processing, serta gabungan keduanya. Sistem yang diusulkan memberikan nilai AUC terbaik sebesar 90.99% dengan nilai excellent classification. Sistem yang diusulkan berhasil mendeteksi pemalsuan citra berjenis face splicing. Kata kunci : pemalsuan gambar, deteksi pemalsuan gambar, forensik gambar Abstract Recently, image manipulation are getting more difficult to detect along with the development of technology and image processing skills. However, image manipulation undermines trust and has a bad impact in society. One of the most common image manipulation known is image splicing, which crops and paste some region of image into another image. Image splicing which focuses on face is called face splicing. One of detection methods proposed are based on 2-D Phase Congruency and Statistical Moment of Characteristic Function using SVM as its classifier. But this method did not provide good result for face splicing case. On this paper, improvement based on dimension reduction using PCA.System are evaluated using ROC Curve with variation of PCA’s parameters on face splicing case with and without post-processing, and combination of them. The proposed system have improved than the past method. The proposed system gave AUC score 90.99% which grade excellent classification. The proposed system successfully detected face splicing. Keywords: image forensic, image manipulation detection, image manipulation