Galuh Ratna Mutia
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN MANAJEMEN KEUANGAN DAN PEMASARAN DI DEPOT REMAJA II Baiq Ertin Helmida; Syaiful amri; Rosyia Wardani; Topan Siswanto; Galuh Ratna Mutia
Valid Jurnal Pengabdian Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.969 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Depot Remaja II, di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi. Dalam menjalankan usahanya mitra menghadapi berbagai permasalahan antara lain 1) Belum memahami cara pengelolaan keuangan yang baik seperti pemisahan keuangan usaha dengan keuangan keluarga, rencana perolehan dan penggunaan dana, dll 2) Belum melakukan pencatatan keuangan dalam menjalankan usahanya 3) Usaha sudah berjalan 16 tahun namun belum memiliki merek; 4) Konsumen belum menjangkau seluruh wilayah Lombok, promosi yang dilakukan masih mengandalkan dari mulut ke mulut (word of mouth). Dalam rangka pengembangan usaha maka perlu dilakukan beberapa hal sebagai berikut 1) Meningkatkan pemahaman tentang manajemen keuangan; 2) Meningkatkan keterampilan tentang sistem pembukuan sederhana.; 3) Memberikan identitas usaha berupa merek; 4) Memperluas area pemasaran dengan memanfaatkan media sosial Instagram dan Fecebook agar lebih banyak dikenal oleh konsumen Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan survei, penyuluhan, merancang dan mengaplikasikan, tutorial serta pendampingan. Survei dilakukan untuk mengetahui permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam menjalankan bisnisnya serta rencana pengembanga usaha. penyuluhan dengan metode ceramah digunakan dalam proses penyampaian dan penjelasan materi. Teknik tutorial untuk memberikan contoh cara melakukan pencatatan keuangan dalam sistem pembukuan sederhana dan pemanfaatan atau cara mengoperasikan aplikasi instagram dan facebook dengan akun Depot Remaja II. Kegiatanpendampingan dilakukan saat pengoperasian sistem pembukuan sederhana. Hasil pelaksanaan program adalah: 1) Peningkatan pemahaman mitra tentang manajemen keuangan; 2) Mitra.memiliki sistem pembukuan sederhana; 3) Mitra memiliki laporan keuangan bulanan 4) Mitra memiliki merek sebagai identitas perusahaan; 5) Terdapat perluasan usaha setelah mitra memiliki akun media sosial Instagram dan Fecebook. sebagai media promosi.
Pengembangan Usaha Usus Krispy Melalui Identitas Merek (Brand Identity) Dan Digital Marketing Pada UMKM Usus Krispy Dusun Sandongan Timur Desa Saribaye Kecamatan Lingsar, Lombok Barat Nizar Hamdi; Zulkarnaen; Sofiati Wardah; Baiq Desthania Prathama; Galuh Ratna Mutia
Valid Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2026): Vol. 4 No. 2 Juli 2026
Publisher : Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service initiative aims to develop the MSME sector in Sari Baye Village, Lingsar District, West Lombok Regency. One of the micro-enterprises selected for assistance is a home-based "Crispy Chicken Intestine" business located in Sandongan Timur Hamlet, Sari Baye Village, Lingsar District; this is a locally-owned culinary micro-enterprise known for its distinctive taste and affordable pricing. Chicken intestines—often viewed as a mundane food ingredient—can be processed into a crispy, savoury snack with higher market value. The Crispy Chicken Intestine product also offers development potential through various flavour variants, such as original, *balado* (spicy chilli), hot/spicy, barbecue, and cheese. Such variety can enhance product appeal and reach broader market segments, ranging from children and teenagers to adults. The business owner faces challenges regarding the lack of an attractive brand identity and the absence of digital marketing efforts via the internet or social media. Sales currently rely on consignment at small kiosks, and the product is not yet widely known within the Lingsar District community. To address these issues, the community service team provided business development assistance through the following measures: 1) Conducting outreach on the importance of an attractive brand identity and product promotion via digital marketing; 2) Providing training and guidance on brand identity design; and 3) Providing training and guidance on designing promotional materials for digital marketing.
Peningkatkan Peluang Bisnis Melalui Penentuan Identitas Usaha Dan Pemanfaatan Digital Marketing Galuh Ratna Mutia; Sofiati Wardah; Baiq Desthania Prathama; Nizar Hamdi; Zulkarnaen
Valid Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan peluang bisnis pelaku UMKM melalui penentuan identitas usaha dan pemanfaatan digital marketing. Kegiatan dilaksanakan di Desa Saribaye, Kecamatan Lingar, Kabupaten Lombok Barat dengan fokus pada pelaku UKM bakso cilok di Dusun Repok Kekeri. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum adanya identitas usaha yang jelas serta keterbatasan pemanfaatan media digital dalam kegiatan pemasaran. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Penyuluhan difokuskan pada pentingnya identitas usaha sebagai bagian dari strategi branding, sedangkan pelatihan dan pendampingan diarahkan pada perancangan merek, logo, serta pemanfaatan digital marketing melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya identitas usaha serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran digital. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.