Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EVALUASI KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG DILAKUKAN OLEH GURU BERDASARKAN HASIL PISA 2018 Ulumudin, Ikhya
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i1.346

Abstract

Penerapan kurikulum yang sesuai dengan kompetensi abad 21 telah dilakukan di Indonesia. Namun, hasil Program for International Students Assessment (PISA) tahun 2018 malah mengalami penurunan. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi terkait dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kegiatan mengajar guru dalam proses pembelajaran mulai dari pendahuluan, inti, sampai penutup. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan sumber data berasal dari website resmi penyelenggara PISA. Data yang digunakan adalah hasil kuesioner yang dijawab oleh siswa Indonesia pada pelaksanaan PISA tahun 2018. Total jumlah responden sebanyak 12.098 siswa. Hasil evaluasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa (i) pelaksanaan kegiatan pendahuluan pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada umumnya dinilai sangat baik, khususnya ketika guru mengingatkan kembali materi yang telah diajarkan dan menyampaikan tujuan pembelajaran, (ii) pelaksanaan kegiatan inti pada proses pembelajaran khususnya pada kegiatan guru melakukan pembelajaran saintifik dinilai cukup, dan (iii) pelaksanaan kegiatan penutup pada proses pembelajaran khususnya ketika guru mendorong pengembangan metakognisi siswa dinilai cukup.
Changing images of favorite schools after the student admission system reform in Indonesia Arlinwibowo, Janu; Martono, Sri Fajar; Ulumudin, Ikhya; Waruwu, Hermanto; Yufridawati, Yufridawati; Murdiyaningrum, Yunita; Fatima, Gupita Nadindra; Khang, Benjamin Leong Tack
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v10i2.77035

Abstract

The study aims to unearth public perceptions of the label of favorite schools after the implementation of student admission reform in Indonesia, namely the zoning system, and to explore the underlying causes. Adopting a qualitative method with a phenomenological approach, this study involved participants from nine provincial education services, nine regency education services, 72 teachers, and 72 parents. Data collected through in-depth interviews and focus groups reveal three distinctive perceptions of favorite schools. The first view posits that after the implementation of the zoning system, the quality among schools is relatively similar, indicating that the new policy is effective in reducing educational disparity. The second sees that some favorite schools persist, but there is a narrowing educational disparity among schools. The third view, the majority, maintains the belief of the importance of favorite schools and maintains the idea that sending their children to these schools is important to secure a better future. Erasing the label of favorite schools is not an easy endeavor since these schools have created long-lasting positive images in the public landscape. The result of the study will add to the discussion of the impact of the new applied school zone system on public perception of favorite schools and inform policymakers regarding the impact of educational policy enacted.
PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH Ulumudin, Ikhya
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 11 No 3 (2018)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.207

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penyelenggaraan USBN jenjang pendidikan menengah yang meliputi persiapan, pelaksanaan, paska pelaksanaan, dan penyiapan peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan soal USBN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui diskusi kelompok terpumpun. Penelitian ini dilakukan di tiga daerah, yakni Provinsi Banten, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Maluku Utara. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pada tahap persiapan USBN berjalan lancar namun terdapat kendala pada saat pendistribusian, penggandaan, dan pembiayaan percetakan naskah soal. Pelaksanaan USBN berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, naskah soal disusun dan dirakit oleh dinas pendidikan. Pada paska pelaksanaan satuan pendidikan melakukan pengoreksian menggunakan scanner atau manual. Tidak semua satuan pendidikan memberikan hasil pengoreksian USBN kepada dinas pendidikan, sehingga pihak dinas pendidikan merasa kesulitan untuk memetakan mutu pendidikan berdasarkan hasil USBN tersebut. Selain itu, penyusunan soal USBN jenjang pendidikan menengah yang dilakukan oleh guru-guru yang terhimpun dalam MGMP belum memiliki kualitas yang memadai. Simpulan penelitiannya adalah bahwa penyelenggaraan USBN tahun 2017 secara umum berjalan lancar, walaupun masih terdapat beberapa kendala.
PENGUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH Ulumudin, Ikhya
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10 No 3 (2017)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.241

Abstract

ABSTRAKMembaca buku dapat membuka cakrawala dunia sehingga dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya jika suatu negara masyarakatnya gemar membaca, akan berdampak pada kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Masalah yang dihadapi Indonesia yaitu masihrendahnya minat membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan gerakan literasi sekolah di sekolah menengah atas dan menyusun langkah penguatannya. Penelitian ini menggu-nakan pendekatan kualitatif. Data pelaksanaan gerakan literasi sekolah dilakukan melalui focus group discussion bersama guru terkait yang tersebar di enam provinsi sebanyak 72 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat satuan pendidikan SMA yangtelah menerapkan gerakan literasi sekolah yang dengan ditandai gerakan membaca 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, dan 2) jenis kegiatan gerakan literasi sekolah diantaranya persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Simpulan dalam penelitian ini adalah gerakan literasisekolah di sekolah menengah atas belum berjalan secara optimal, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mencapai hasil yang diharapkan.
EVALUASI KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG DILAKUKAN OLEH GURU BERDASARKAN HASIL PISA 2018 Ulumudin, Ikhya
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v13i1.346

Abstract

Penerapan kurikulum yang sesuai dengan kompetensi abad 21 telah dilakukan di Indonesia. Namun, hasil Program for International Students Assessment (PISA) tahun 2018 malah mengalami penurunan. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi terkait dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kegiatan mengajar guru dalam proses pembelajaran mulai dari pendahuluan, inti, sampai penutup. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan sumber data berasal dari website resmi penyelenggara PISA. Data yang digunakan adalah hasil kuesioner yang dijawab oleh siswa Indonesia pada pelaksanaan PISA tahun 2018. Total jumlah responden sebanyak 12.098 siswa. Hasil evaluasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa (i) pelaksanaan kegiatan pendahuluan pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada umumnya dinilai sangat baik, khususnya ketika guru mengingatkan kembali materi yang telah diajarkan dan menyampaikan tujuan pembelajaran, (ii) pelaksanaan kegiatan inti pada proses pembelajaran khususnya pada kegiatan guru melakukan pembelajaran saintifik dinilai cukup, dan (iii) pelaksanaan kegiatan penutup pada proses pembelajaran khususnya ketika guru mendorong pengembangan metakognisi siswa dinilai cukup.