Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perancangan Kebutuhan Layanan Website Esgotado Menggunakan Integrasi Pengembangan Metode Webqual Dan Model Kano Intan Permatasari; Yati Rohayati; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Esgotado merupakan salah satu merek (brand) lokal di Indonesia yang bergerak di bidang industri fashion di Kota Bandung yang memproduksi produk tas, kaos, sepatu, jaket, celana, dan aksesoris berbahan bordir. Esgotado memiliki slogan “Good Choice for Good Looking” dan berdiri sejak tahun 1988. Sasaran pasar yang dituju adalah kalangan usia 18 hingga 35 tahun. Pada bulan November tahun 2012, Esgotado melakukan pengembangan saluran penjualan dengan fokus penjualan melalui online. Esgotado telah memperkenalkan website resmi yaitu www.Esgotado.com yang berisi informasi mengenai seluruh produk seperti jenis bahan, tipe produk, harga, dan ukuran produk yang sedang tersedia atau dapat dipesan sebelumnya melalui website dengan melakukan transaksi pembelian produk. Seiring dengan pola volume penjualan produk tas Esgotado yang meningkat, terdapat presentase pembelian produk tas yang terbagi menjadi dua saluran yaitu saluran non-website dan website. Walaupun begitu, saluran website Esgotado dirasa masih kurang maksimal dari segi penjualan yang disebabkan adanya keluhan pelanggan terkait layanan website. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kebutuhan layanan website Esgotado menggunakan integrasi pengembangan Metode Webqual dengan Model Kano dengan mengidentifikasi 26 atribut kebutuhan layanan website Esgotado. Penelitian ini dilakukan terdahap 150 responden yang telah memenuhi seluruh karakteristik responden yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan hasil pengolahan data, atribut kebutuhan pelanggan yang perlu ditingkatkan sebagai true customer needs yaitu empat belas atribut yang merupakan bagian dari dua atribut yang dikembangkan dan dua belas atribut yang dititingkatkan. Selanjutnya, rekomendasi didasarkan atas hasil pengolahan data dan analisis yang berisikan atribut kebutuhan yang perlu dikembangkan dan ditingkatkan sebagai true customer needs. Kata Kunci: Perancangan Kebutuhan, Website, Metode Webqual, Model Kano, True Customer Needs.
Assessment of project management maturity in EPC company using project management maturity model (PMMM) framework Candrikha Revikesya; Ayudita Oktafiani; Intan Permatasari
Journal Industrial Servicess Vol 12, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jiss.v12i1.34672

Abstract

Project performance, particularly in terms of schedule efficiency, remains a critical issue in Engineering, Procurement, and Construction (EPC) projects due to its inherent complexity. Previous studies have highlighted that insufficient project management capability is a key factor contributing to project delays and inefficiencies. However, empirical studies examining project management maturity in EPC organizations remain limited. This study aims to assess the project management maturity level of an EPC organization using the Project Management Maturity Model (PMMM). A quantitative approach was employed using a structured self – assessment questionnaire covering ten project management knowledge areas. The data were analyzed using ordinal measurement, where the maturity level was determined based on the lowest maturity score across all knowledge areas. The results indicate that the organization is at Level 2 of maturity, with variations across knowledge areas ranging from Level 2 to Level 4. Critical areas, project resource management, were identified as having lower maturity levels. These findings suggest that although basic project management processes already exist, their implementation remains inconsistent and not yet standardized across the organization. The study also highlights the importance of advancing toward higher maturity levels to improve consistency, coordination, and project performance. The findings contribute to the understanding of project management maturity in EPC environments and provide practical insights for organizations to enhance their project management capability.
Designing Vendor Performance Criteria Using Analytic Hierarchy Process Method On The Engineering Procurement Construction Project Company Annisa Nursyahbani; Atya Nur Aisha; Intan Permatasari
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v10i2.32395

Abstract

Indonesia's electrical power supply is insufficient to meet the population's demands. Therefore, the rise of Renewable Energy (RE) is anticipated to fulfill the needs. One of Indonesia's renewable energy industries implementing project management in its operations encountered delays in its engineering procurement construction project due to material delay, and the project's quality failed to meet requirements due to an incompetent vendor. Furthermore, the existing key performance indicators were insufficiently comprehensive, lacked criteria related to business permits, and had unclear Critical Success Factors (CSF). The primary goal was to develop narrowly focused criteria to evaluate vendor construction performance through Multi-Criteria Decision-Making (MCDM). The Analytical Hierarchy Process (AHP) method is one of the techniques utilized in MCDM to determine the ranking of alternatives based on selection criteria that have hierarchical interdependence relationships. This study produced six main criteria based on literature studies, including management capability, financial capability, quality, delivery time, customer services, and safety. The most important sub-criteria from the results of this study are speed and accuracy of delivery time with a weight of 23,90%, where the factor of completing the project activity on time is a key factor for project success. For further handling, this criterion is considered as CSF for vendor selection at EPC projects, especially in the RE industry. Keywords: Analytic Hierarchy Process (AHP), Key Performance Indicator (KPI), Project Management, Procurement Management, Vendor
Perancangan Website Pelayanan Informasi Obat di Puskesmas Babakan Tarogong Isnaeni Yuli Arini; Intan Permatasari; Tiara Verita Yastica
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 2 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i2.90674

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Babakan Tarogong, Kota Bandung. Puskesmas ini menghadapai permasalahan bahwa fungsi pelayanan informasi obat kurang berjalan optimal. Hal ini disebabkan keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi yang ada di Puskesmas ini. Padahal, informasi obat yang akurat, penting untuk mendukung pelayanan kesehatan, meningkatkan kesadaran pasien tentang obat yang mereka konsumsi, dan mencegah terjadinya kesalahan penggunaan obat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan perancangan website yang dapat membantu layanan informasi obat di Puskesmas ini. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan wireframe, pengembangan prototype, dan pengujian langsung dengan melibatkan masyarakat awam dan tenaga farmasi. Hasil menunjukkan bahwa website dengan fitur pencarian obat, kategori obat, serta navigasi yang mudah digunakan, diterima dengan baik oleh responden dan berpotensi untuk meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman informasi obat oleh masyarakat. Pengujian juga menunjukkan respons positif terkait tampilan yang ramah pengguna dan desain yang sederhana. Dengan demikian, pengembangan website ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan informasi obat di puskesmas.
Pengembangan Project Management Information System (PMIS) untuk Sistem Monitoring and Controlling Pada PT Telkom Indonesia Muhammad Fikri Khaidar; Muhammad Nashir Ardiansyah; Intan Permatasari
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 15 No 4 (2024): Technologia (Oktober)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v15i4.16401

Abstract

PT Telkom Indonesia adalah perusahaan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta jaringan telekomunikasi yang menghadapi kesulitan dalam monitoring dan controlling proyek secara simultan. Masalah utama yang ditemukan termasuk manajemen perubahan yang lambat karena sistem aktual pada proses monitoring dan controlling yang masih dilakukan secara semi-manual, informasi yang tidak real-time, serta ketiadaan alat pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Project Management Information System (PMIS) guna mengatasi masalah tersebut. PMIS dirancang untuk mengintegrasikan karyawan dan atasan dalam memantau proyek secara real-time. Fitur utama yang ditawarkan mencakup visualisasi perkembangan proyek berbasis data, pelaporan rutin, dan ringkasan proyek yang mudah dipahami. Sistem ini dikembangkan menggunakan metode waterfall, dilengkapi dengan fitur pengolahan data perkembangan proyek menggunakan metode Earned Value Management (EVM) untuk mengukur kinerja proyek. Pengembangan dilakukan melalui analisis kebutuhan pengguna dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk memastikan kesesuaian sistem dengan kebutuhan perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan informasi secara real-time, memfasilitasi pelaporan terintegrasi, serta memvisualisasikan perkembangan proyek secara komprehensif. PMIS diharapkan dapat meningkatkan optimasi proses monitoring dan controlling proyek di PT Telkom.
Pendekatan K-Means Clustering untuk Evaluasi Kinerja Mahasiswa dalam Sistem Project-Based Learning Berdasarkan Motivasi dan Kemampuan Pemecahan Masalah Intan Permatasari; Bela Pitria Hakim; Fandi Achmad
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 16 No 1 (2025): Technologia (Januari)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v16i1.16896

Abstract

Prestasi akademik mahasiswa merupakan indikator utama dalam mengevaluasi efektivitas pendidikan tinggi. Namun, pencapaian prestasi mahasiswa yang optimal menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam mata kuliah Manajemen Proyek yang menggunakan pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Berdasarkan pengamatan, mahasiswa seringkali kesulitan memenuhi standar akademik karena faktor internal dan eksternal, terutama yang terkait dengan motivasi dan keterampilan memecahkan masalah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan kinerja mahasiswa dengan menilai prestasi mahasiswa dan mengkaji peran motivasi, kemampuan pemecahan masalah dalam konteks PjBL pada mata kuliah Manajemen Proyek di Telkom University. Penelitian menggunakan K-Means clustering untuk mengelompokkan kinerja mahasiswa berdasarkan tingkat motivasi dan kemampuan pemecahan masalah, yang memberikan analisis komprehensif tentang dampak faktor-faktor tersebut terhadap prestasi akademik. Hasilnya menunjukkan terdapat 4 cluster dalam pola kinerja yang berbeda di antara kelompok, yang menyoroti pentingnya motivasi dan pemecahan masalah dalam keterlibatan mahasiswa dan penyelesaian proyek yang berhasil. Mahasiswa yang tergolong dalam cluster 1 menunjukkan kinerja akademik tertinggi, sedangkan mahasiswa dalam cluster 3 menunjukkan kinerja terendah. Temuan penelitian ini menawarkan wawasan berharga bagi para pendidik dan lembaga untuk mengembangkan strategi yang tepat sasaran yang meningkatkan motivasi dan kemampuan memecahkan masalah pada mahasiswa.
PERANCANGAN MESIN PEMROSES CAMPURAN BERBASIS QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT UNTUK MENINGKATKAN PROSES PRODUKSI Bela Pitria Hakim; Intan Permatasari
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 16 No 1 (2025): Technologia (Januari)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, di bawah koordinasi UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v16i1.17030

Abstract

Peningkatan proses produksi merupakan salah satu tantangan utama dalam industri manufaktur, khususnya dalam menciptakan efisiensi dan kualitas produk yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pemroses campuran di Industri makanan ringan, khususnya keripik berbasis Quality Function Deployment (QFD) yang dapat mendukung peningkatan proses produksi. Metode QFD digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan menerjemahkannya ke dalam spesifikasi teknis yang menjadi acuan dalam perancangan mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QFD mampu mengintegrasikan kebutuhan pengguna, seperti kecepatan produksi, akurasi pencampuran, dan kemudahan perawatan, ke dalam desain mesin yang memenuhi standar kualitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mencampur bumbu dengan waktu yang lebih singkat dan distribusi yang lebih merata dibandingkan metode manual. Selain itu, pengujian konsep yang melibatkan diskusi dengan pelanggan potensial menunjukkan bahwa alat ini memiliki potensi pasar yang baik, dengan sebagian besar responden menyatakan minat untuk menggunakan alat ini di masa mendatang dengan 38% menyatakan pasti akan membeli dan 50% responden menyatakan mungkin akan membeli alat tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teknologi produksi yang lebih inovatif dan ramah pengguna, serta menjadi referensi dalam pengembangan mesin pemroses campuran di berbagai sektor industri.