Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

STUDI KOMPARASI PERILAKU PENCEGAHAN TINGKAT PERTAMA KELUARGA PASIEN DIABETES MELLITUS ANTARA WILAYAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI KABUPATEN BANYUMAS Arrum Firda Ayu Maqfiroch; Elviera Gamelia; Siti Masfiah
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.2925

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia Diabetes Melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular prioritas. Proporsi penduduk ≥15 tahun dengan diabetes mellitus (DM) adalah 6,9 persen. Prevalensi DM di Jawa Tengah berdasarkan diagnosis dokter sebesar 1,6 %. Data terbaru proporsi DM masyarakat perdesaan lebih tinggi (7,0%) daripada di perkotaan (6,8%). Kabupaten Banyumas pada tahun 2014 ID DM sebanyak 306 kasus dan ND DM sebanyak 1.878 kasus, dengan kasus yang tinggi di Puskesmas 1 Purwokerto Utara dan Puskesmas Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi perbedaan perilaku pencegahan tingkat pertama keluarga pasien Diabetes Mellitus antara wilayah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan cross sectional, dengan populasi adalah seluruh pasien DM yang terdaftar pada program prolanis, di wilayah Puskesmas Karanglewas dan Puskesmas I Purwokerto Utara. Sampel yang diambil adalah 23 dari kelompok rural dan 33 dari kelompok urban. Data dianalisis dengan Independent T-test dan Mann Whitney test. Hasil studi menunjukkan bahwa dukungan tokoh masyakarat dan persepsi manfaat akan pencegahan DM secara signifikan terbukti berbeda antara rural dan urban. Variabel pengetahuan, sikap, saran dan prasarana, persepsi akan keparahan, persepsi akan kemungkinan terkena DM secara signifikan tidak terbukti berbeda. Kata kunci : Diabetes Mellitus, Pencegahan Primer, Rural, Urban
EFEKTIFITAS PELATIHAN DALAM PENINGKATAN PERAN KADER SEBAGAI PENDAMPING KELUARGA IBU HAMIL DI PUSKESMAS II SUMBANG Arrum Firda Ayu Maqfiroch; Elviera Gamelia; Siti Masfiah
Kesmas Indonesia Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.252 KB) | DOI: 10.20884/1.ki.2018.10.1.507

Abstract

The number of maternal deaths in Banyumas Regency was ranked 4th out of 35 districts in Central Java by 2015. The mortality rate of mother in Banyumas District in 2014 is 114.73 per 100,000 live births. One of the dominant factors that affect the condition is the role of the family. The family of pregnant women is one of the potential groups in a society close to pregnant women and can become a health cadre partner. This study aimed to identify the effectiveness of training in increasing the role of cadres as a family counsellor of pregnant women in Puskesmas II Sumbang. This research used pre and post quasi experiment method with control design. The population in this study was cadres of pregnant women in the village in the area of ​​Puskesmas II Sumbang. The results of this study indicated that training was not effective in improving the role of cadres ( knowledge, attitude and communication skills of cadres) as a family counsellor of pregnant women. Keywords: Cadre, family counsellor of pregnant women, Sumbang
Analisis Potensi Sosial Budaya dalam Program Penjangkauan Layanan VCT dan pendampingan Ibu Hamil di Wilayah Perdesaan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Arrum Firda Ayu Machfiroh; Dian Anandari; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5188

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan di Kabupaten Banyumas. Penjangkauan ibu hamil dalam pemanfaatkan tes HIV merupakan target cakupan program penangunggulangan HIV/AIDS yang diprioritaskan. Penjangkauan layanan VCT membutuhkan peran stakeholder di perdesaan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyebaran HIV/AIDS. Tujuan penelitian mendeskripsikan potensi sosial budaya dalam program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi di wilayah perdesaan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah meliputi, warga peduli AIDS, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan potensi budaya yang dapat menjadi media promosi tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi adalah calungan, wayang, kuda kepang, mitoni, ngupati, mitoni, hadroh, perjanjen dan sholawat. Potensi sosial yang dapat menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi melalui berbagai kumpulan yang ada di desa. Dana Desa dialokasikan untuk bidang kesehatan namun belum dikhususkan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Peraturan desa menjadi potensi kebijakan lokal untuk menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi
Comparative Study of COVID-19 Prevention Behavior in Health and Non-Health Students Arrum Firda Ayu Maqfiroch; Siti Masfiah; Arif Kurniawan
Insights in Public Health Journal Vol 3 No 1 (2022): Insights in Public Health Journal
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2022.3.1.5920

Abstract

ABSTRACT Background: Covid-19 has become a pandemic. Indonesia is the second highest prevalence number in Southeast Asia (as of mid-September 2020). Prevention behaviors become the key strategy to block the spread of the disease because there is no vaccine ready yet. Methods: This study aims to compare the prevention behavior of Covid-19 between health students and non-health students. This was an observational study with a cross-sectional approach. Data was collected using structured questionnaire electronically. It is involved 271 students from health and non-health students. Wilcoxon test used to compare means of results. Study was approved ethically by health sciences ethical committee, Jenderal Sudirman University. Results: There was no different behavior between health students and non-health student, however it was found that there was a different of the perception cost related to behavior prevention and perception on community leader support between two groups. Conclusions: There was a different in perception cost related to heavior prevention and perception on community leader support between health and non-health student. It is an alarm for the sustainability of behavior. Keywords: covid-19, Indonesia, prevention behavior, students
Compliance Analysis of Mask Wear Obligation Policy for Community as Prevention of Covid-19 Transmission in Banyumas Regency Arif Kurniawan; Yuditha Nindya; Arrum Firda Ayu Maqfiroch
Insights in Public Health Journal Vol 3 No 2 (2022): Insights in Public Health Journal
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2022.3.2.6377

Abstract

Background: The Banyumas Regency Government issued Regional Regulation Number 2, 2020 concerning the prevention and management of diseases in Banyumas Regency, which was implemented on April 21, 2020, especially the obligation to wear masks. However, in Banyumas Regency, community compliance in applying masks when outside the home tends to be low. This study aims to determine the factors that affect compliance with the obligation to use masks in communities outside the home in Banyumas Regency to prevent transmission of COVID-19. Methods: This study used quantitative methods with cross sectional approach. Results: The results showed the level of compliance with wearing masks in the Covid-19 pandemic era had a high level of adherence 60.5%. The factors that influence community compliance with the obligation to use masks outside the house in Banyumas Regency are attitude (p-value 0.001) and personality (p-value 0.003). Meanwhile, environmental factors (p-value 0.003), referral power (p-value 0.003), force encouragement (p-value 0.003) and supervision support (p-value 0.003) have no effect on people's compliance with using masks when outside the home. Conclusion: The government needs to increase repressive / corrective disciplinary measures that are stricter on violations of compliance with wearing masks that are consistent with the Regional Regulation that has been made. Intervention with the community is also needed to increase public understanding of the benefits of preventing the transmission of Covid 19 and how to use mask correctly.
Analisis Potensi Sosial Budaya dalam Program Penjangkauan Layanan VCT dan pendampingan Ibu Hamil di Wilayah Perdesaan Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Arrum Firda Ayu Machfiroh; Dian Anandari; Elviera Gamelia
Kesmas Indonesia Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.2.5188

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan penderita HIV/AIDS tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan di Kabupaten Banyumas. Penjangkauan ibu hamil dalam pemanfaatkan tes HIV merupakan target cakupan program penangunggulangan HIV/AIDS yang diprioritaskan. Penjangkauan layanan VCT membutuhkan peran stakeholder di perdesaan sebagai upaya deteksi dini terhadap penyebaran HIV/AIDS. Tujuan penelitian mendeskripsikan potensi sosial budaya dalam program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi di wilayah perdesaan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Instrumen penelitian menggunakan wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah meliputi, warga peduli AIDS, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan potensi budaya yang dapat menjadi media promosi tentang penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi adalah calungan, wayang, kuda kepang, mitoni, ngupati, mitoni, hadroh, perjanjen dan sholawat. Potensi sosial yang dapat menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi melalui berbagai kumpulan yang ada di desa. Dana Desa dialokasikan untuk bidang kesehatan namun belum dikhususkan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Peraturan desa menjadi potensi kebijakan lokal untuk menguatkan program penjangkauan dan pendampingan ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi
STUDI KOMPARASI PERILAKU PENCEGAHAN TINGKAT PERTAMA KELUARGA PASIEN DIABETES MELLITUS ANTARA WILAYAH PERDESAAN DAN PERKOTAAN DI KABUPATEN BANYUMAS Arrum Firda Ayu Maqfiroch; Elviera Gamelia; Siti Masfiah
Kesmas Indonesia Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.2.2925

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia Diabetes Melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular prioritas. Proporsi penduduk ≥15 tahun dengan diabetes mellitus (DM) adalah 6,9 persen. Prevalensi DM di Jawa Tengah berdasarkan diagnosis dokter sebesar 1,6 %. Data terbaru proporsi DM masyarakat perdesaan lebih tinggi (7,0%) daripada di perkotaan (6,8%). Kabupaten Banyumas pada tahun 2014 ID DM sebanyak 306 kasus dan ND DM sebanyak 1.878 kasus, dengan kasus yang tinggi di Puskesmas 1 Purwokerto Utara dan Puskesmas Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menidentifikasi perbedaan perilaku pencegahan tingkat pertama keluarga pasien Diabetes Mellitus antara wilayah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan cross sectional, dengan populasi adalah seluruh pasien DM yang terdaftar pada program prolanis, di wilayah Puskesmas Karanglewas dan Puskesmas I Purwokerto Utara. Sampel yang diambil adalah 23 dari kelompok rural dan 33 dari kelompok urban. Data dianalisis dengan Independent T-test dan Mann Whitney test. Hasil studi menunjukkan bahwa dukungan tokoh masyakarat dan persepsi manfaat akan pencegahan DM secara signifikan terbukti berbeda antara rural dan urban. Variabel pengetahuan, sikap, saran dan prasarana, persepsi akan keparahan, persepsi akan kemungkinan terkena DM secara signifikan tidak terbukti berbeda. Kata kunci : Diabetes Mellitus, Pencegahan Primer, Rural, Urban
Kesiapan Tokoh Masyarakat Dalam Pengembangan Program Pengelolaan Diabetes Mellitus Berbasis Komunitas Di Wilayah Perdesaan Arif Kurniawan; Siti Masfiah; Arrum Firda Ayu Maqfiroch
Kesmas Indonesia Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2023.15.2.7678

Abstract

Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan utama di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa dukungan tokoh masyarakat di perdesaan lebih rendah dalam pencegahan DM, sehingga diperlukan data yang pasti tentang kesiapan tokoh masyarakat untuk pengembangan program pencegahan dan pengelolaan DM. Hal ini sesuai dengan langkah-langkah pengembangan program pengelolaan dan pencegahan DM secara internasional bahwa diperlukan assessment kesiapan tokoh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya yang ada di komunitas dan untuk mengetahui kesiapan tokoh masyarakat terkait dengan partisipasi aktif mereka terhadap pencegahan DM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengambilan data secara wawancara mendalam dan observasi terhadap tokoh masyarakat baik tokoh masyarakat formal dan informal yang berada di wilayah kerja Puskesmas Karanglewas. Analisis data dilakukan dengan analisis konten. Hasil penelitian diketahui bahwa belum semua tokoh masyarakat siap baik secara kognitif maupun psikomotorik dalam mendukung pengembangan program pencegahan DM berbasis komunitas di wilayah perdesaan. Perlu adanya peningkatan peran tokoh masyarakat baik dalam fungsinya sebagai penyuluh, penggerak, motivator, katalisator, dan sebagai teladan dalam program pengelolaan penyakit DM berbasis komunitas
Assesment Media Promosi Kesehatan untuk Layanan VCT Ibu Hamil di Kabupaten Banyumas Arif Kurniawan; Elviera Gamelia; Arrum Firda Ayu Maqhfiroch
Kesmas Indonesia Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2023.15.2.8160

Abstract

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa persepsi tentang promosi berpengaruh terhadap minat pemanfaatan konseling HIV/AIDS. Kinerja pemasaran sosial layanan pemeriksaan HIV/AIDS menunjukkan kelemahan pada produk layanan terutama promosi layanan VCT dan konseling layanan VCT. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media promosi kesehatan yang tepat berdasarkan penilaian kebutuhan. Penelitian dilakukan pada Mei 2017 dengan pendekatan kualitatif melibatkan 10 ibu hamil sebagai informan utama.Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan melakukan pengurangan data, tampilan data dan kesimpulan. Berdasarkan penilaian kebutuhan, media promosi kesehatan dibutuhkan melalui media audio visual (film/video) dengan penjelasan yang lengkap seperti gejala, cara penularan dan penyebab dan bisa diterima oleh semua usia.Video dipilih sebagai media karena bisa diterima oleh semua usia. Pesan yang diharapkan dalam media promosi kesehatan layanan VCT pada ibu hamil di Kabupaten Banyumas meliputi pengertian HIV dan VCT, akibat dan bahaya HIV, gejala HIV, cara penularan HIV, tujuan VCT, manfaat VCT, sasaran VCT dan prosedur VCT
COVID-19 Pandemic Impacts on Quality of Life of Diabetes Mellitus Patients Maqfiroch, Arrum Firda Ayu; Gamelia, Elviera; Masfiah, Siti; Rubai, Windri Lesmana
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 7, No 2 (2024): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v7i2.23897

Abstract

AbstractBackground: Diabetes mellitus (DM) is a major concern in the health sector of Indonesia, with more than one million patients. During the COVID-19 pandemic, DM patients have a risk of poor quality of life due to the high potential of fatality from COVID-19 infection or access barriers to health care and nutrition. This study aimed to analyze the impact of the COVID-19 pandemic on the quality of life of patients with diabetes.Methods: This quantitative study used a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling; that is, all members of the population were used as research samples. This research involved 95 patients with DM from 127 total population in Puskesmas Cilongok I. Data were collected through interviews with a guided questionnaire. The data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses.Results: The results of this study indicate that factors related to the quality of life of patients with DM have a pandemic economic impact (p = 0.011 and OR = 0.341), and factors that affect the quality of life of patients with DM have a pandemic economic impact (OR = 0.326). Factors related to poor diabetes patients include losting work, decreased partial or total income, and increased daily expenditure.Conclusion: We suggest that health agencies can help patients with DM restore their quality of life after being hardly affected by the pandemic in the economic aspect by designing a sustainable program for patients with DM.