Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KESIAPAN IBU MENGHADAPI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT AURA SYIFA KABUPATEN KEDIRI Dian Asih Ning Utami
Jurnal Bidan Pintar Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v3i1.2494

Abstract

AbstrakSectio Caesarea merupakan tindakan yang beresiko. Dampak yang ditimbulkan antara lain gangguan fisiologis dan psikologis yang dapat menyebabkan postpartum blues, proses mobilisasi terganggu, dan Post Traumatic Stress Disorder, untuk mengantisipasi dampak tersebut, diperlukan kesiapan ibu dalam menghadapi sectio caesarea, baik dari segi fisik, psikologis dan materil. Salah satu cara untuk mempersiapkan kesiapan ibu adalah dengan adanya dukungan suami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan kesiapan ibu menghadapi sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 26 responden ibu yang akan melakukan sectio caesarea di Rumah Sakit Aura Syifa Kabupaten Kediri yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan suami dan kuesioner kesiapan ibu menghadapi sectio caesarea yang diisi oleh ibu yang akan melakukan sectio caesarea di RS Aura Syifa Kabupaten Kediri, kemudian data dianalisa menggunakan Chi Square Test didapatkan hasil p value = 0,002. Oleh karena p value < 0,05 maka H0 ditolak, yang artinya terdapat hubungan dukungan suami dengan kesiapan ibu menghadapi sectio caesarea. Dukungan suami merupakan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kesiapan ibu menghadapi sectio caesarea, hal ini berarti semakin tinggi dukungan suami diharapkan semakin tinggi kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan.Kata kunci : Kesiapan ibu, Dukungan Suami, Sectio Caesarea
Oral and Injection Hormonal Contraceptives Uptake and Their Risk to Breast Cancer: A Meta-Analysis Utami, Dian Asih Ning; Murti, Bhisma; Budihastuti, Uki Retno
Journal of Maternal and Child Health Vol. 7 No. 3 (2022)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.572 KB) | DOI: 10.26911/thejmch.2022.07.03.11

Abstract

Background: Breast cancer cases are the biggest contributor to death in women in the world. One of the risk factors is injectable hormonal contraceptives and pills. Injectable hormonal contraceptives and pills contain synthetic hormones progesterone and estrogen that trigger breast cancer, due to an increase in the content of these hormones in the body, this results in an opportunity to experience uncontrolled cell division resulting in gene mutations in the breast gland. The purpose of this study was to analyze the effect of the use of injectable and pill hormonal contraceptives on the incidence of breast cancer using a meta-analysis study.Subjects and Method: This research is a systematic review and meta-analysis using PRISMA flowchart diagram guidelines. The article search process was carried out between 2015-2022 using databases including Google Scholar, PubMed, Science Direct and Springerlink. The keywords used in the database search were
PERBANDINGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA DAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STATUS GIZI BAYI USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG: COMPARISON OF GIVING FORMULA MILK AND EXCLUSIVE BREAST MILK TO THE NUTRITIONAL STATUS OF BABIES AGED 6-12 MONTHS AT THE GONDANGLEGI COMMUNITY HEALTH CENTER MALANG REGENCY Utami, Dian Asih Ning
WELL BEING Vol 9 No 1 (2024): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v9i1.250

Abstract

Background: Nutrition is a fundamental issue in public health. One way of sustaining optimal growth and development can be maintained through providing sufficient breast milk. The aim of this study was to determine the comparison of the nutritional status of babies aged 6-12 months who were given formula milk and exclusive breast milk at the Gondanglegi Primary Health Centers Malang Regency. Subjects and Methods: This research method uses a quantitative cross sectional design approach. The research population was 152 babies aged 6-12 months and their mothers at the Gondanglegi Community Health Center, Malang Regency. The number of samples that met the sample criteria used the accidental sampling technique. Data were collected using a questionnaire to fill in the milk feeding history and record the results of measuring the baby's weight and body length on the observation sheet. Data analysis used the Wilcoxon test. Results: The results of the study showed that there was a significant comparison of the nutritional status of babies aged 6-12 months who were given exclusive breast milk and formula milk, with the results of the Wilcoxon analysis test showing p = 0.000 (p < 0.05). Conclusion: Information updates through activities need to be held by health service agencies either in live forums or online, such as outreach activities about the negative impact of giving formula milk on the nutritional status of babies.
Systematic Review: Efektivitas Aplikasi Mobile dalam Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Angesti, Herlina Puji; Oktavia, Dini Ria; Utami, Dian Asih Ning
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v5i1.1416

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja menjadi prioritas global dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, sementara populasi remaja Indonesia yang mencapai 24% dari total penduduk masih menghadapi berbagai tantangan akses informasi terkait kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas aplikasi mobile sebagai media edukasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendekatan systematic review. Menggunakan panduan PRISMA 2020, pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, dan Web of Science dengan kata kunci yang relevan. Dari 21.900 artikel yang teridentifikasi, 19 artikel yang diterbitkan pada rentang 2020-2025 memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi mobile secara efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait kesehatan reproduksi. Fitur interaktif seperti video edukatif, artikel, podcast, FAQ, dan chatbot menjadi kunci keberhasilan aplikasi. Terdapat bukti kuat bahwa intervensi berbasis mobile memberikan dampak positif dibandingkan metode edukasi konvensional. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan akses fitur premium dan kompleksitas istilah medis. Pengembangan aplikasi di masa depan perlu mempertimbangkan aksesibilitas, privasi, dan konten yang sesuai kebutuhan remaja. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi mobile merupakan alat efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja dalam berbagai konteks geografis dan sosial-budaya.Adolescent reproductive health is a global priority in the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs) agenda, while Indonesia's adolescent population, which reaches 24% of the total population, still faces various challenges in accessing information related to reproductive health. This study aims to examine the effectiveness of mobile applications as a medium for adolescent reproductive health education through a systematic review approach. Using the PRISMA 2020 guidelines, a literature search was conducted on the PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, and Web of Science databases with relevant keywords. Of the 21,900 articles identified, 19 articles published in the 2020-2025 period met the inclusion criteria. The results indicated that mobile applications effectively improved adolescent knowledge, attitudes, and behaviors related to reproductive health. Interactive features such as educational videos, articles, podcasts, FAQs, and chatbots were key to the application's success. There is strong evidence that mobile-based interventions have a positive impact compared to conventional education methods. Implementation challenges include limited access to premium features and the complexity of medical terms. Future application development needs to consider accessibility, privacy, and content that suits adolescent needs. It can be concluded that mobile applications are an effective tool to improve adolescent reproductive health literacy in various geographic and sociocultural contexts.
Pengaruh Edukasi dengan Video Teknik Laktasi terhadap Keterampilan Menyusui pada Ibu Post Partum di RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang Utami, Dian Asih Ning; Angesti, Herlina Puji
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v5i1.1394

Abstract

Pemberian ASI eksklusif sering kali tidak efektif akibat teknik laktasi yang salah, menyebabkan puting lecet, nyeri, dan penyapihan dini. Edukasi menggunakan video teknik laktasi dianggap efektif untuk meningkatkan keterampilan menyusui pada ibupost partum. Video edukasi ini adalah media audio-visual yang memadukan gambar bergerak dengan suara yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan video teknik laktasi terhadap keterampilan menyusui pada ibu post partum. Penelitian dilakukan di RSUD Kanjuruhan pada Agustus hingga September 2024 dengan quasi eksperimental design dengan model pretest-post test control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di RSUD Kanjuruhan, dengan sampel 64 ibu yang dipilih secara purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 32 kelompok perlakuan dan 32 kelompok kontrol. Variabel bebas adalah edukasi video teknik laktasi, dan variabel terikat adalah keterampilan menyusui. Pretest dilakukan sebelum edukasi, dan post test setelah intervensi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, video teknik laktasi, dan lembar pengamatan menyusui dari WHO/UNICEF. Analisis data menggunakan uji univariat untuk variabel pendidikan, paritas, dan pengetahuan, serta uji bivariat dengan Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Asymp.Sig 0.005 < 0.05, yang berarti hipotesis diterima dan menunjukkan bahwa edukasi dengan video teknik laktasi berpengaruh terhadap keterampilan menyusui ibu post partum di RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang.Exclusive breastfeeding is often ineffective due to incorrect lactation techniques, causing sore, cracked nipples, pain, and early weaning. Education using lactation technique videos is considered effective in improving breastfeeding skills in postpartum mothers. These educational videos are audiovisual media combining moving images with supporting sound. This study aims to determine the effect of education using lactation technique videos on breastfeeding skills in postpartum mothers. The research was conducted at RSUD Kanjuruhan from August to September 2024 using a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The population of this study consisted of all postpartum mothers at RSUD Kanjuruhan, with a sample of 64 mothers selected through purposive sampling. The sample was divided into two groups, with 32 in the treatment group and 32 in the control group. The independent variable was education using lactation technique videos, and the dependent variable was breastfeeding skills. A pretest was conducted before the education, and a posttest was conducted after the intervention. The instruments used were a questionnaire, lactation technique video, and breastfeeding observation sheet from WHO/UNICEF. Data analysis used univariate tests for variables such as education, parity, and knowledge, and bivariate analysis with the Mann-Whitney test. The Mann-Whitney test result showed an Asymp.Sig value of 0.005 < 0.05, meaning the hypothesis was accepted and indicating that education using lactation technique videos had an effect on breastfeeding skills in postpartum mothers at RSUD Kanjuruhan, Malang Regency.
Analysis Of The Corelation Between Risk Factors And The Incidence Of Early Postpartum Hemorrhagia Mayasari, Dian; Utami, Dian Asih Ning; Marlina, Raini
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 2 (2025): Infectious Diseases
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i2.12138

Abstract

Postpartum hemorrhage can be influenced by the presence of risk factors during the antenatal period and risk factors during the intrapartum period. Although postpartum hemorrhage can occur unexpectedly, several studies explain that there are risk factors that can be modified or managed with extra vigilance. The purpose of this study was to determine the relationship of risk factors consisting of maternal age, parity, birth spacing, number of antenatal check-ups, delivery history, iron supplementation and twin pregnancies with the occurrence of early postpartum hemorrhage. This study used a quantitative cross-sectional design approach. The population was all postpartum mothers at the Kembang Janggut Community Health Center, Kutai Kartanegara Regency. The sample size was 30 postpartum mothers who met the sampling criteria with a purposive sampling technique. Data collection used interviews and questionnaires by postpartum mothers. Data analysis using Chi-square. The results of the study showed that there was a significant relationship between maternal age, parity, birth spacing, number of antenatal check-ups, delivery history, iron supplementation, and twin pregnancies with the incidence of early postpartum hemorrhage with the results of the chi-square analysis test obtained a p value <α (0.05). Efforts to prevent early postpartum hemorrhage need to be carried out as much as possible by improving services, counseling, and increasing training of health workers to improve competence in early detection and prevention of postpartum hemorrhage
SOSIALISASI KETERAMPILAN PIJAT BAYI UNTUK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL: SOCIALIZATION OF INFANT MASSAGE SKILLS FOR OPTIMAL GROWTH AND DEVELOPMENT Mayasari, Dian; Utami, Dian Asih Ning
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.2591

Abstract

Tumbuh kembang merupakan suatu kegiatan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan pemantauan (status gizi kurang atau buruk, anak pendek), penyimpangan perkembangan. Tumbuh kembang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak serta menemukan secara dini adanya gangguan tumbuh kembang sehingga dapat ditindaklanjuti agar hasil lebih baik. Masa bayi dan balita merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Pijat bayi merupakan perawatan rutin untuk bayi yang sudah dikenal lama oleh masyarakat dan merupakan salah satu terapi tertua di dunia. Pijat bayi dapat meningkatkan ikatan kasih sayang antara anak dengan orang tua karena dilakukan langsung oleh orang tua kepada bayinya secara langsung. Pijat bayi sering disebut pula dengan stimulus touch. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini dengan melakukan demonstrasi tehnik pemijatan pada bayi dengan jumlah peserta 40 orang. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan keterampilan tambahan pada siswa SMK. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini yaitu dengan pembuatan materi dan video tentang pijat bayi dan melakukan demonstrasi pijat bayi dan evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu siswa SMK mempraktekan pijat bayi pada phantom bayi, kegiatan ini membuat siswa SMK antusias dan aktif bertanya terkait manfaat dan tehnik pijta bayi. Kegiatan ini perlu dilakukan kembali dengan ilmu yang update bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK.
Optimalisasi pengetahuan melalui demonstrasi stimulasi dini tumbuh kembang anak usia 0-72 bulan Dian Asih Ning Utami; Endah Sri Wulandari; Ulul Azmi Zuhaira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39312

Abstract

Abstrak Deteksi diniipenyimpangan tumbuhikembang anakipada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan di Indonesia masih terkendala oleh rendahnya literasi kesehatan orang tua. Hal ini berakibat pada diagnosis yang terlambat dan efektivitas intervensi yang menurun. Untuk mengatasi tantangan tersebut, intervensi melalui edukasi kesehatan dengan metode demonstrasi secara langsung diterapkan guna mentransformasi pengetahuan menjadi keterampilan praktis. Pendekatan ini memungkinkan orang tua untuk aktif melakukan stimulasi tumbuh kembang balita secara mandiri, sehingga potensi keterlambatan perkembangan dapat diminimalisir melalui penanganan sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk optimalisasi pengetahuan orangtua melalui edukasi stimulasi dini tumbuhikembang balita dengan demonstrasi secara langsung menggunakan KuesioneriPra SkriningiPerkembangan atau KPSP dan diikuti oleh sejumlah 15 orang yang merupakan orangtua bayi, balita, dan anak usiaiprasekolah. Optimalisasi pengetahuan dinilai dengan memberikan pertanyaan yang diukur dua kali yaitu pre-test sebelum edukasiidan post-test setelahiedukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebelum diberikan edukasi (57.66%) meningkat menjadi (84%) setelah di berikan edukasi dengan demonstrasi secara langsung. Metode ini efektif karena menggabungkan penjelasan lisan dengan tindakan nyata sehingga meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan meningkatkan pemahaman keterampilan, sehingga orang tua bisa melakukan stimulasi dini tumbuh kembang dengan bantuan KPSP sesuai dengan usia anak di rumah untuk deteksi penyimpangan secara dini. Kata kunci: demonstrasi; pengetahuan; perkembangan; skrining. Abstract Early detection of child growth and development deviations during the first 1000 days of life in Indonesia is still hampered by low parental health literacy. This results in late diagnosis and decreased intervention effectiveness. To overcome these challenges, interventions through health education with direct demonstration methods are implemented to transform knowledge into practical skills. This approach allows parents to actively stimulate their toddlers' growth and development independently, thereby minimizing the potential for developmental delays through early intervention. This activity aims to optimize parental knowledge through education on early developmental stimulation of toddlers with direct demonstrations using the Pre-Screening Development Questionnaire or KPSP and was attended by 15 people who are parents of infants, toddlers, and preschoolers. Optimization of knowledge was assessed by providing questions that were measured twice: a pre-test before education and a post-test after education. The results of the activity showed an increaseiin knowledge beforeieducation (57.66%) increasing to (84%) afterieducation with direct demonstration. This method is effective because it combines verbal explanations with real actions, thereby increasing active community participation and improving understanding of skills, so that parents can carry out early growth and development stimulation with the help of KPSP accordingito the child's age at home foriearly detection ofideviations. Keywords: demonstration; knowledge; development; screening.