Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi pH terhadap Hasil Isolasi Senyawa Betacyanin dari Buah Naga dengan Metode Liquid Biphasic Electric Partitioning System Luh Putu Desy Puspaningrat; I Nyoman Tika; Ni Made Raningsih
Jurnal Farmasetis Vol 11 No 3 (2022): Jurnal Farmasetis: November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.229 KB)

Abstract

Betasianin merupakan senyawa bioaktif antosianin yang banyak terkandung dalam buah naga (Hylocereus polyrhizus), namun metode isolasi belum mampu meningkatkan rendemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap rendemen betasianin hasil ekstraksi menggunakan metode Liquid Biphasic Electric Partitioning System (LBEPS). Telah dilaksanakan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktorial, faktorial pertama adalah lama waktu pemisahan yaitu 5, 10, dan 15 menit. Faktorial kedua, variasi pH larutan ekstraksi yaitu 6,5; 7.0; 7.5; 8.0 dan 8.5. Variabel yang diamati adalah massa betasianin dan kenampakan fisik setelah dilakukan proses elektrolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada pH 7,0 sebesar 5,34%, pada waktu 15 menit. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pH dan waktu elektrolisis dapat mempengaruhi rendemen betasianin dengan menggunakan Liquid Biphasic Electric Partitioning System.  
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRSAK (Anonna muricata L.) DALAM MEMBUNUH JENTIK NYAMUK Aedes aegypti Made Raningsih; Luh Putu Desy Puspaningrat; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Kryonaut
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.93 KB) | DOI: 10.59969/jfk.v1i2.11

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) diperkirakan memiliki kemampuan sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahan aktif yang terkandung dalam ekstrak daun sirsak yaitu saponin, flavonoid, tanin, dan alkaloid yang mempunyai kemmapuan untuk membunuh larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak daun sirsak dalam berbagai konsentrasi yaitu 0%, 20%, 40%, dan 60%. Penelitian ini merupakan jenis eksperimen dengan menggunakan desain rancangan acak lengakap (RAL). Hasil penelitian dianalisa dengan uji Anava satu arah. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh esktrak daun sirsak terhadap jentik nyamuk Aedes aegypti dengan nilai kurang dari 0,05 (p<0,05). Analisis perbandingan (p=0,0001). Penggunaan larvasida ekstrak daun sirsak lebih efektif dalam menekan jumlah jentik nyamuk dengan konsentrasi 60%. Kata kunci: Efektivitas,daun sirsak, Aedes aegypti.
FORMULASI OBAT KUMUR MINYAK ATSIRI DAUN CENGKIH (Syzygium aromaticum) Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Rizka Aisyah; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Kryonaut
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v2i2.59

Abstract

Minyak atsiri daun Cengkih mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin dan eugenol 75,50% berfungsi sebagai antiseptik dan antibakteri, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan mulut dan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi obat kumur minyak atsiri daun Cengkih, kemudian untuk mengetahui sifat fisik dan stabilitas sediaan obat kumur minyak atsiri daun Cengkih. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan distilasi uap untuk memperoleh minyak atsiri kemudian dibuat empat formulasi dengan konsentrasi minyak atsiri yang berbeda, mulai dari kontrol negatif yaitu sediaan tanpa minyak atsiri daun Cengkih, F1 0,5%, F2 1% dan F3 2%, kemudian sediaan diuji melalui uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas dan stabilitas dipercepat selama 4 minggu disuhu 40 C, 280 C dan di bawah sinar matahari. Hasil penelitian menunjukkan sediaan terbaik F1 dengan memenuhi uji sifat fisik dan stabil pada suhu 280 C, sedangkan F2 dan F3 tidak memenuhi uji sifat fisik serta formulasi tidak stabil disuhu 40 C dan di bawah sinar matahari, kecuali kontrol negatif yang tidak mengalami perubahan signifikan. Dapat disimpulkan minyak atsiri daun Cengkih dapat dijadikan sebagai obat kumur dengan formulasi terbaik yaitu F1 suhu 280 C.