Luh Putu Desy Puspaningrat
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Variasi pH terhadap Hasil Isolasi Senyawa Betacyanin dari Buah Naga dengan Metode Liquid Biphasic Electric Partitioning System Luh Putu Desy Puspaningrat; I Nyoman Tika; Ni Made Raningsih
Jurnal Farmasetis Vol 11 No 3 (2022): Jurnal Farmasetis: November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.229 KB)

Abstract

Betasianin merupakan senyawa bioaktif antosianin yang banyak terkandung dalam buah naga (Hylocereus polyrhizus), namun metode isolasi belum mampu meningkatkan rendemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap rendemen betasianin hasil ekstraksi menggunakan metode Liquid Biphasic Electric Partitioning System (LBEPS). Telah dilaksanakan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktorial, faktorial pertama adalah lama waktu pemisahan yaitu 5, 10, dan 15 menit. Faktorial kedua, variasi pH larutan ekstraksi yaitu 6,5; 7.0; 7.5; 8.0 dan 8.5. Variabel yang diamati adalah massa betasianin dan kenampakan fisik setelah dilakukan proses elektrolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada pH 7,0 sebesar 5,34%, pada waktu 15 menit. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pH dan waktu elektrolisis dapat mempengaruhi rendemen betasianin dengan menggunakan Liquid Biphasic Electric Partitioning System.  
FORMULASI SEDIAAN GEL DENGAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI ANTI-JERAWAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Nyoman Triana Sari; Rizka Aisyah; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/8wj2r605

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L.) dan lidah buaya memiliki manfaat yang sangat penting dalam pengembangan bidang farmasi terutama dalam bidang kosmetik karena kedua tumbuhan tersebut memiliki kandungan metabolit sekunder yang bermanfaat sebagai anti-inflamasi dan antimikroba, serta untuk mengurangi peradangan dan menghambat pertumbuhan bakteri pada kulit. Salah satu sediaan topikal yang banyak digunakan dalam pengobatan jerawat adalah sediaan gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas sediaan gel dengan kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica L.) dan lidah buaya sebagai anti-jerawat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium menggunakan bakteri Staphylococcus aureus dengan 5 perlakuan yang berbeda yaitu basis gel sebagai Kontrol Negatif, Erymed gel 2% sebagai Kontrol Positif, dan sediaan gel kombinasi ekstrak pegagan dan ekstrak lidah buaya dengan perbandingan 5%:5% (F1), 10%:10% (F2) dan 15%:15% (F3). Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas dan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel dengan kombinasi ekstrak daun pagagan dan lidah buaya secara signifikan memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus (p<0,05) dimana pada sediaan gel F1, F2 dan F3 memiliki rata rata zona hambat sebesar 19 mm, 23 mm dan 25 mm, pada kontrol positif memiliki rata-rata zona hambat sebesar 42,4 mm, sedangkan pada kontrol negatif tidak terbentuk zona hambat. Jadi dapat disimpulkan bahwa sediaan gel dengan kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica L.) dan lidah buaya memiliki efektivitas sebagai anti-jerawat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR RUBRUM) SEBAGAI ANTIDIARE PADA MENCIT PUTIH JANTAN (MUS MUSCULUS) GALUR SWISS WEBSTER Komang Prema Rimba Portuna; Iyan Hardiana; Ni Made Raningsih; Silvia Anggraeni; Boy Yunaidy; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/4ajjgh97

Abstract

Diare adalah penyakit sekret fases yang memiliki konsistensi lembek sampai cair dengan frekuensi sekret fases 3 kali atau lebih dalam sehari, yang dapat mengakibatkan dehidrasi bahkan kematian bagi penderitanya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui khasiat rimpang jahe merah dan apakah kandungan yang terdapat pada rimpang jahe tersebut mempunyai efektivitas sebagai antidiare, yang akan diuji cobakan ke mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan dan dikelompokkan menjadi 5 kelompok yaitu, kelompok kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kelompok positif (Loperamide), kelompok perlakuan EEAJM dengan dosis berturut-turut yaitu, 150 mg, 300 mg, dan 600 mg yang diberikan secara oral sebanyak 0,2 ml dan penginduksi oleum ricini diberikan secara oral sebanyak 0,5 ml. Pengamatan ini dilakukan dengan parameter uji yaitu waktu mulainya diare, konsistensi feses, frekuensi diare, lama terjadinya diare, dan bobot feses selama 6 jam pengamatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etil asetat rimpang jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum) memiliki efektivitas sebagai antidiare, dimana pada uji One-Way ANOVA menunjukkan hasil <.000, dan efektif sebagai Antidiare pada mencit putih jantan yaitu pada dosis 150 mg/gr bb, 300mg/gr bb dan 600 mg/gr bb.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper Crocatum) SEBAGAI ANTI DIARE TERHADAP HEWAN UJI MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Muculus ) Komang Wisnu Satria Pranata; Ari Permana Putra; Luh Putu Desy Puspaningrat; Fransiskus Samuel Renaldi; Ahmad Sahlan Baniu
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/aqt2df16

Abstract

Diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi  dari  tinja,  yang  melembek sampai mencair, dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari. Daun sirih merah memiliki kandungan utama yang bermanfaat sebagai antidiare diantaranya flavonoid,tannin,minyak atsiri dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis uji efeketivitas ekstrak daun sirih merah (piper crocatum) sebagai antidiare pada mencit putih jantan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Pada penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok control positif, kelompok control negative, kelompok EEDSM 56 mg/gr bb, kelompok EEDSM 112 mg/gr bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antar kelompok (p<0.05). kelompok dosis EEDSM 112 mg/gr bb merupakan dosis yang paling bagus sebagai antidiare
FORMULASI DAN UJI STABILITAS BODYSCRUB PADA EKSTRAK BUNGA KAMBOJA PUTIH (Plumeria acuminata) SEBAGAI EXFOLIANT Luh Putu Pira Sepianti; Rizka Aisyah; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/rekbfg74

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan tingkat intensitas radiasi UV yang kuat, ditambah adanya polusi udara akibat asap pabrik dan kendaraan bermotor yang memperparah efek radikal bebas penyebab kerusakan kulit. Pengaruh lingkungan menyebabkan terganggunya keseimbangan pada kulit, sehingga kulit menjadi kering dan bersisik yang disebabkan oleh adanya penumpukan sel-sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak bunga kamboja putih dapat diformulasikan untuk sediaan bodyscrub. Juga bertujuan untuk mengetahui formulasi dan uji stabilitas pada sediaan bodyscrub ekstrak bunga kamboja putih serta untuk mengevaluasi pengujian sediaan bodyscrub pada ekstrak bunga kamboja. Ekstrak diperoleh melalui maserasi dengan etanol 70% dan diformulasikan dalam empat sediaan dengan konsentrasi F0 sebagai kontrol, 1,5%, 2,5%, dan 3,5%. Pengujian dilakukan dengan mengamati karakter fisik pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji stabilitas sediaan dalam penyimpanan. Hasil pengujian pada sediaan memenuhi kualitas fisik yang baik pada keempat formulasi sediaan. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan hasil aktivitas antioksidan yang sangat tinggi pada konsentrasi 3,5% dengan nilai IC₅₀ sebesar 19,364 µg/mL. Hasil uji iritasi pada 8 responden sukarela wanita menunjukkan tidak adanya iritasi setelah dilakukan perlakuan selama 24 jam. Hal ini menunjukkan bahwa formulasi sediaan bodyscrub ekstrak bunga kamboja putih baik dan tidak mengiritasi kulit.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia sp.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS WEBSTER ( Mus Musculus ) YANG DI INDUKSI ALOKSAN I Komang Agus Arya Saputra; Iyan Hardiana; Ni Made Raningsih; Ari Permana Putra; Ahmad Sahlan Baniu; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/hkfnen30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan galur Swiss Webster yang diinduksi aloksan. Daun kersen diproses melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan hasil ekstrak diuji fitokimia serta diberikan secara oral pada mencit dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi dalam lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (metformin), dan tiga kelompok perlakuan. Kadar glukosa darah diukur pada hari ke-0, ke-7 (pasca induksi aloksan), dan ke-8 (setelah pemberian perlakuan). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenol yang berkontribusi terhadap aktivitas antihiperglikemik. Dosis 400 mg/kg memberikan penurunan glukosa darah paling signifikan, mendekati efektivitas metformin. Penelitian ini mendukung potensi daun kersen sebagai alternatif terapi herbal untuk pengelolaan diabetes melitus.
EDUKASI DAN PELATIHAN MINUMAN PROBIOTIK BERBAHAN MANGGA DI DESA BENGKALA Made Raningsih; Luh Putu Desy Puspaningrat; Ni Nyoman Ari Ratnadi; Yohana Laura Silfia Pora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.87

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Bengkala dalam mengolah buah mangga menjadi minuman probiotik yang bernilai gizi dan ekonomi. Desa Bengkala memiliki potensi sumber daya buah mangga yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar sehingga diperlukan inovasi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk .Metode kegiatan meliputi pemeberian edukasi mengenai konsep probiotik, manfaat minuman probiotik bagi kesehatan, potensi buah mangga sebagai bahan baku pangan fungsional, serta pelatihan praktik pembuatan minuman probiotik berbahan mangga. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung yang melibatkan masyarakat secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai manfaat probiotik dan teknik fermentasi pangan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan proses pembuatan minuman probiotik berbahan mangga secara mandiri mulai dari persiapan bahan baku, pembuatan sari mangga, penambahan kultur starter, fermentasi, hingga pengemasan produk. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama pelatihan menunjukkan bahwa teknologi yang diperkenalkan mudah dipahami dan berpotensi diterapkan pada tingkat rumah tangga maupun kelompok usaha masyarakat.Kegiatan ini juga memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai peluang pengembangan usaha berbasis pangan fungsional dengan memanfaatkan potensi lokal. Pengolahan mangga menjadi minuman probiotik dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, mengurangi kehilangan hasil panen, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat. Secara keseluruhan, program pengabdian berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Bengkala dalam pemanfaatan buah mangga sebagai produk inovatif yang mendukung kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.