Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Planning Problems in the Improvement of Access to Emergency Obstetric Care in Eastern Indonesia Frederika Rambu Ngana; AAIN Eka Karyawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 2 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.875 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i2.447

Abstract

Maternal death is the worst performing of the Millennium Development Goals (MDGs) and Indonesia did not achieve its MDG #5 target in 2015. Therefore, the Indonesian government needs to review its strategies to decrease maternal deaths. One cause of maternal death is a lack of infrastructure, which can delay reaching emergency obstetric care (called Poned). This qualitative study investigated problems with priority planning in the Kupang district in order to improve access to emergency obstetric care (EMOC). A number of observations were conducted in the musrenbang (the district planning process). Interviews were carried out to gain an insight into the planning process from village to district level. A model for travel time to EMOC was created to support this study. In this study, six problems were identified in the district planning (musrenbang) regarding improving access to EMOCs. Those were (1) no planning proposal about improving access to EMOC, (2) budget constraints, (3) decision on the priority planning not being based on the level of urgency, (4) undue political influence, (5) lack of evidence and (6) incorrect measure of accessibility to obstetric care. Hence, to improve access to EMOC, scenario modelling with combined cost-benefit analyses (CBA) as an evidence-based planning should be applied in the musrenbang. It will help the health planners in Eastern Indonesia to gain a deep understanding about the problems in district planning process for access improvement to EMOC. Scenario modelling with CBA could provide the evidence during musrenbang.
RADIATION MEASUREMENT OF RADIOISOTOPE IN MINERAL DEPOSIT AT SUBDISTRICT OF MIDDLE KUPANG WEST TIMOR ISLAND INDONESIA Bartholomeus Pasangka; Frederika Rambu Ngana
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.837 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v5i1.2388

Abstract

The general objective of this work was investigation of radioisotope distribution and accumulation center in mineral deposit at sub-district of Middle Kupang West Timor Island Indonesia. The purposes of research were: to map of radioisotope distribution in the mineral deposit, to estimate area of radioisotope accumulation center in the mineral deposit, to establish range of nuclear radiation counts in the center region of radioisotope content in mineral deposit. The general methods used in this research were observation, survey, mapping, analysis, and interpretation. Procedures detail of research consists of: observe and identify the potential region and plot gridding, calibrate equipment necessary, measure background count in around of survey location and nuclear radiation in the survey location, plot of three dimensions curve and contour after corrected by background count. Based on geology information or geology data (drilling data) three depth levels determined (about 20 m, 40 m and 60 m), Radiation powers were calculated for estimation of accumulation center of radioisotope in deposit mineral, and contour and three dimensions curves of radiation power of radioisotope in deposit mineral were plotted. Results: Based on three dimensional curves and contour map (radiation counts and radiation powers on three levels) of radioisotope in mineral deposit respectively was distributed on area 3.00 x 106 m2, and 1.56 x 104 m2. The interval of radiation counts of radioisotope in mineral deposit was 10 counts per minute-137 counts per minute. Keywords: Radiation, measurement, radioisotope, mineral, deposit
SISTESIS MATERIAL KARBON NANODOTS DARI BUAH SIRSAK DENGAN LOGAM BESI DAN KAJIAN SPEKTRUM SERAPANNYA Zakarias Seba Ngara; Bartolomeus Pasangka; Frederika Rambu Ngana; Avelin Elin
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v6i1.3930

Abstract

Dalam penelitian ini, kami mendemonstrasikan proses fabrikasi, sintesis dan analisis spektrum serapan material karbon nanodots (K-dots) dari buah sirsak asal Kabupaten Kupag, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Proses fabrikasi material K-dots ini menggunakan metode microwave. Jus sirsak (0,5 gram, 5 mL aquades) dipanskan dengan microwave selama satu jam pada daya 900 watt. Warna sampel setelah pemanasan pada kondisi ini adalah hitam kecoklatan yang mengindikasikan telah terbentuknya material K-dots. Selanjutnya 60 mL aquades ditambahkan ke dalam sampel ini dan disonikasi selama 30 menit dan disentrifugasi pada 1500 rpm selama 20 menit. Sampel ini disaring dan dimurnikan dengan aquades. Dengan iradiasi lampu UV 365 nm, material K-dots ini memancarkan warna biru keabuan yang menunjukkan bahwa material K-dots berfluoresens biru keabuan. Berdasarkan spektrum serapannya, jangkauan spektrum serapan material K-dots ini adalah 200 – 450 nm dengan puncak serapan terjadi pada 241-300 nm yang merupakan karakteristik material K-dots. Setelah disintesis dengan logam besi, jangkauan spektrum serapannya adalah 200 sampai 450 nm tetapi intensitas serapannya menurun yang menunjukkan adanya ikatan antara material K-dots dengan ion logam besi. Hasil ini mengindikasikan bahwa material K-dots ini berpotensi untuk diaplikasikan sebagai material sensing ion logam besi. Dengan demikian, hasil-hasil penelitian ini dapat membuka peluang yang besar tentang pemanfaatan material K-dots sebagai sensor logam Fe dan ion-ion logam lainnya.
RANCANG BANGUN ALAT BANTU JALAN UNTUK PENYANDANG TUNANATRA MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS ARDUINO Serly Juliana Taneo; Jonshon Tarigan; Frederika Rambu Ngana; Andreas Ch. Louk
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang tunanetra di Kupang biasanya menggunakan tongkat sebagai alat bantu berjalan. Namun tongkat yang digunakan oleh tunanetra belum dapat mendeteksi adanya genangan air. Oleh karena itu, pada penelitian ini, dikembangkan alat bantu pada tongkat tunanetra untuk mendeteksi objek berupa genangan air yang dapat menghalangi tunanetra saat berjalan. Alat bantu ini dilengkapi sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai pendeteksi objek dan water level sebagai pendeteksi genangan air. Output dari sensor ultrasonik dan water level akan dikonversi oleh Arduino Nano menjadi suara melalui bunyi Buzzer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sensor ultrasonik pada tongkat mampu mendeteksi keberadaan objek dengan jarak 2 cm-100 cm dan water level mendeteksi genangan air dari 0 cm-4 cm. Namun jika jarak objek dan genangan air cm maka sensor tidak dapat mendeteksi keberadaan objek dan genangan air tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tongkat tunanetra telah bekerja dengan baik untuk mendeteksi obyek dan genangan air. Tongkat ini mampu memberikan peringatan kepada Tunanetra ketika menemukan obyek dan genangan air yang berada pada jarak 2 hingga 100 cm di depan pengguna.
Modeling Accessibility to Emergency Obstetric Care in Mountain Region on Adonara Island, Eastern Indonesia Kalista Ina Dai Nimun; Frederika Rambu Ngana; Ali Warsito; Jehunias Leonidas Tanesib
Journal of Applied Geospatial Information Vol 6 No 2 (2022): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v6i2.4522

Abstract

The geographical conditions of an area influence accessibility problems. The difficult geographical conditions caused travel time to the location of the obstetric emergency center to be very long. One of the causes of the high maternal mortality rate in Eastern Indonesia is the long time to travel to Basic Emergency Obstetrics Cares. This study aims to model the travel time to the PONED-Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Basic Emergency Obstetric and Neonatal Care-BEmONC) in a mountain region. The difficulties in access to obstetric care could cause maternal mortality in mountain regions. This study was done on the island of Adonara in the Flores Timur district. Adonara Island has a high maternal mortality rate. Modeling accessibility used a raster-based model to model travel time. The data used Landsat 8 imagery, Digital Elevation Model (DEM), and road network data to obtain a land cover layer. The Saga GIS travel time calculation tool is used to calculate the accumulated cost of travel time. The cost is based on the speed of travel through each land cover pixel to the location of the Puskesmas Waiwerang (PONED 1) and Puskesmas Waiwadan (PONED 2). The results of the travel time modeling show that people living in five sub-districts reach the two PONED locations in ≥ 1 hour. The longest time for people to travel to PONED is ≥ 6 hours from Ile Boleng sub-district because there is a mountain in the Ile Boleng sub-district. The scenario of adding one PONED shows that only people living in two sub-districts reach the PONED ≥ 1 hour. This spatial modeling of travel time to the location of the PONED (emergency obstetric care) can be used by local governments in eastern Indonesia to improve access to the location of basic obstetric emergency health centers in mountain areas.
Demo Sains Eksperimen Percepatan Gravitasi Bumi untuk Peningkatan Minat Belajar Fisika Siswa SMAN 1 Amfoang Selatan Laura A.S. Lapono; Hanna Azmi Fathin; Frederika Rambu Ngana; Rizki Sidik; Ali Warsito; Hadi Imam Sutaji
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.548

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui demonstrasi sains telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Amfoang Selatan, Kelurahan Lelogama, Kabupaten Kupang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman konsep fisika serta memicu rasa ingin tahu dan ketertarikan mempelajari fisika lebih mendalam, sambil mempertimbangkan pilihan studi lanjut pada program studi Fisika. Metode pelaksanaan meliputi presentasi, demonstrasi alat peraga, diskusi, dan sesi tanya jawab. Untuk mengetahui respons kegiatan, kuesioner yang terdiri dari enam pertanyaan disebarkan kepada peserta. Hasil kuesioner menunjukkan respons positif, dengan mayoritas peserta menyatakan sangat menyukai demonstrasi yang ditampilkan, merasa tertarik, dan menilai penjelasan mudah dipahami. Sebagian besar siswa menyatakan kegiatan ini meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep gravitasi dan mendorong minat mempelajari fisika lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa demonstrasi sains merupakan metode pembelajaran efektif dalam menyederhanakan konsep fisika yang abstrak menjadi fenomena nyata yang dapat diamati. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan persepsi positif terhadap fisika sebagai ilmu yang relevan dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian, penerapan demonstrasi sains direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan sebagai alternatif pendukung pembelajaran fisika di sekolah.
Efektivitas Penggunaan Eksperimen Sederhana pada Penguatan Literasi Sains Siswa SMAN 2 Fatuleu Hadi Imam Sutaji; Ali Warsito; Frederika Rambu Ngana; Bernandus Bernandus; Laura A. S. Lapono; Rizki Sidik; Hanna Azmi Fathin
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.651

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMAN 2 Fatuleu ini bertujuan untuk penguatan literasi sains siswa, khususnya pelajaran fisika melalui eksperimen sederhana. Adanya pelaksanaan kegiatan disebabkan siswa seringkali menemukan kesulitan belajar fisika karena terkesan menghafal rumus dan materi tanpa aplikasi nyata. Metode pelaksanaan kegiatan di antaranya berupa pengecekan peralatan, penyampaian materi dan prosedur kerja serta eksperimen sederhana sesuai kelompok yang ditentukan. Evaluasi dilakukan secara observasi dan kuesioner. Hasil observasi memperlihatkan ketercapaian kemampuan literasi sains siswa untuk indikator sikap ilmiah berada pada kategori tinggi dan kedua indikator lainnya, yaitu penjelasan ilmiah serta kesimpulan ilmiah di kategori sedang. Jika temuan observasi ini dikaitkan dengan hasil kuesioner diperoleh relevansi antara keduanya, di mana indikator sikap ilmiah, penjelasan ilmiah dan kesimpulan ilmiah secara berurutan memiliki relevansi dengan pilihan jawaban siswa dari pernyataan 1 dan 2, 3 dan 4 serta 5 dan 6 kuesioner. Temuan relevansi ini memberikan gambaran bahwa eksperimen sederhana dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperkuat literasi sains siswa dalam mempelajari fisika. Hal ini dimungkinkan karena eksperimen sederhana akan melibatkan siswa secara langsung terkait penerapan materi yang awalnya bersifat abstrak menjadi nyata sehingga memudahkan siswa memahami materi fisika yang dipelajari.
Pemetaan Daerah Rawan Longsor Menggunakan Data Citra Landsat 9 di Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao Jehunias Tanesib; Hari Kornelius Adu; Frederika Rambu Ngana; Bernandus
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 1 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i1.484

Abstract

Telah dilakukan pemetaan potensi daerah rawan longsor menggunakan data citra landsat 9 di Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan teknologi penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi kerawanan longsor di Kecamatan Rote Tengah akibat cuaca ekstrem. Data yang digunakan untuk pemetaan potensi kerawanan longsor mencakup citra Landsat 9, citra Digital Elevation Model (DEM) dan data curah hujan. Metode penelitian meliputi pembuatan peta kemiringan lereng, peta curah hujan, dan peta tutupan lahan. Ketiga parameter tersebut kemudian dioverlay untuk menghasilkan peta kerawanan longsor yang diklasifikasikan ke dalam tiga kelas: tidak rawan, rawan, dan sangat rawan. Validasi dilakukan menggunakan titik lokasi longsor yang diperoleh dengan GPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah rawan longsor di Kecamatan Rote Tengah mencakup area seluas 13670,36 hektar dengan persentase 78,73%, sementara daerah sangat rawan longsor mencakup area seluas 3692,61 hektar dengan persentase 21,27%.
Pelatihan Pemetaan Lahan Pertanian dengan Penginderaan Jauh di Dinas Pertanian Kota Kupang Frederika Rambu Ngana; Jehunias Leonidas Tanesib; Ali Warsito; Laura Anastasi Seseragi Lapono; Zakarias Seba Ngara; Redi Kristian Pingak
Abdi Geomedisains Vol. 6, No. 2, December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Physics Study Program, Faculty of Science and Engineering, Nusa Cendana University, conducted a Community Service (PkM) activity at the Department of Agriculture in Kupang City on September 24, 2024. The partners in this community service activity were the Department of Agriculture in Kupang City, Nusa Tenggara Timur Province. The partners faced a challenge in manually measuring the area of agricultural land, particularly in remote areas. Therefore, the PkM team provided training in agricultural land mapping using remote sensing to its partners. This training aims to enhance the capacity of its partners in mapping agricultural land using remote sensing and calculating the area of agricultural land based on the agricultural land map. The implementation method involves conveying basic concepts of remote sensing, map data collection, and direct practice in creating agricultural land maps. In this activity, the administrative map of Kupang City was taken from the Indonesian geospatial website. Then, participants collected agricultural land cover data using a GPS device. The remote sensing data used was Landsat 9 imagery from the USGS website. The Landsat 9 imagery was classified according to the type of agricultural land. The software was QGIS, SAGA, and Google Earth. The training results demonstrated an increase in the partners' knowledge and skills in making agricultural land maps using remote sensing. Partners were also able to calculate agricultural land area based on the agricultural land map. This training provided positive feedback, as partners will use the agricultural land map as a reference for regional planning in Kupang City.