Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam Meningkatkan Mutu Sekolah (Studi Deskriptif tentang Peran Kepala Sekolah dalam MBS Pada SMPN 3 dan SMPN 4 Malangbong) Setiawan, Muhammad Ridwan; Sudrajat, Adjat; Tedjawiani, Ida
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.377 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i5.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan MBS dalam meningkatkan mutu sekolah serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya, hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kepala sekolah membuat perencanaan dengan melibatkan staff manajemen sekolah dan komite sekolah berdasarkan visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai. Perencanaan tersebut adalah perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang, yang meliputi perencanaan pengembangan program sekolah, SDM, sarana prasarana, pendanaan, kurikulum dan peran serta masyarakat. (2) Pengorganisasian yang dilakukan adalah menyusun stuktur organisasi sekolah, struktur komite sekolah, dan pengorganisasian di setiap bidang yang ada disekolah diantaranya pengorganisasian di bidang kesiswaan, sarana prasarana dan kurikulum. (3) Pelaksanaan MBS dalam meningkatkan mutu sekolah diantaranya pengembangan dan pemberdayaan personil melalui berbagai pelatihan, seminar, MGMP, pengembangan kurikulum lokal sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi pendidik, dan meningkatnya partisipasi masyarakat melalui komite sekolah dalam mendukung peningkatan mutu sekolah dalam bentuk memberikan sumbangan sukarela di setiap awal tahun pelajaran. (4) Kepala sekolah melakukan pengawasan kepada personil sekolah diantaranya melalui pembinaan, penilaian kinerja guru, pada bidang sarana prasarana dan pendanaan melalui pengecekan secara berkala. (5) Faktor pendukung pelaksanaan MBS adalah sikap profesionalisme dari kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan yang cukup baik, sarana prasarana yang lengkap, lingkungan sekolah yang strategis dan kondusif serta adanya peran serta masyarakat yang cukup mendukung setiap program sekolah.
Manajemen Lembaga Sertifikasi Profesi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Meningkatkan Mutu Lulusan SMK di Kota Bandung (Studi Kasus Pada SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 9 Bandung) Daryani, Rina; Rostini, Deti; Tedjawiani, Ida
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.911 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i5.563

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi, kendala serta upaya untuk mengatasi kendala dari manajemen LSP dalam meningkatkan mutu lulusan SMK. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, sedangkan teknik penelitian yaitu wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Temuan dari penelitian ini adalah: (1) Perencanaan manajemen LSP berupa penyusunan program kerja yang memuat sasaran dan tujuan LSP, kegiatan pencapaiannya, penetapaan sumberdaya yang diperlukan serta perolehannya.  (2) Pengorganisasian LSP mengacu kepada standar BNSP dan sesuai dengan konsep dalam manajemen yaitu: terdapat proses penetapan standar, penunjukan personal, dan pembagian tugas dan wewenang (3) Pelaksanaan manajemen LSP, mengacu pada program LSP, yaitu manajemen organisasi dan pelaksanaan pengujian atau asesmen. Kegiatan Pengujian meliputi pra asesmen dan asesmen (4) Evaluasi dilakukan pada dua hal yaitu evaluasi kegiatan asesmen dan evaluasi menajemen LSP melalui audit internal dan eksternal. (5) Kendala yang dihadapi dalam manajemen LSP adalah masalah kesesuaian jadwal program sekolah dengan BNSP, kompetensi sumber daya baik dana maupun manusia dan masalah birokrasi. (6) Upaya dalam mengatasi kendala pada manajemen LSP adalah meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan memotivasi personal untuk meningkatkan kompetensi secara mandiri. Simpulan dari penelitian ini, penerapan manajemen LSP di SMK sudah cukup baik mengacu pada standar BNSP, serta sesuai dengan konsep manajemen sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu lulusan SMK.
PENERAPAN BALANCED SCORECARD DI SMK PUSAT KEUNGGULAN ANGKATAN 1 GARUT (STUDI KASUS PADA SMKN 10 GARUT) Tedjawiani, Ida; Saadah, Endah; Jam’an, Paojan; Hermawan, Wawan; Rukhaida, Ida; Jabar, Reny; Sopandi, Uus
Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati
Publisher : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55943/jipmukjt.v5i1.236

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan Balanced Scorecard (BSC) dalam mengukur kinerja SMK Negeri 10 Garut sebagai SMK Pusat Keunggulan. Melalui pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini menggambarkan implementasi BSC untuk mengukur kinerja sekolah dari berbagai perspektif, termasuk keuangan, pelanggan internal dan eksternal, pertumbuhan dan pembelajaran, serta proses bisnis internal. Data dikumpulkan melalui angket, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa SMK Negeri 10 Garut memiliki kinerja yang sangat baik dalam berbagai aspek yang diukur melalui BSC. Sekolah ini berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung bagi stakeholder internal dan eksternal, serta mampu mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk pertumbuhan dan pengembangan yang berkelanjutan. Analisis juga menunjukkan bahwa proses bisnis internal sekolah berjalan dengan baik.Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan BSC dalam mengukur kinerja sekolah secara holistik, tidak hanya dari segi prestasi akademis tetapi juga kepuasan stakeholder dan efisiensi proses internal. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami kinerja SMK dalam konteks relevansi dan efektivitas pendidikan di Indonesia.
Empowerment of PAI Supervisors Through Supervisory Working Groups Baehaqi, Anan; Wasliman, Iim; Iriantara, Yosal; Tedjawiani, Ida
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 3 No. 2 (2022): April 2022
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v3i2.362

Abstract

Empowerment of PAI Supervisors through the Supervisory Working Group (Research on PAI Pokjawas West Java Province). The research problem starts from the strategic position of Pokjawas as a supervisory organization for PAI supervisors but, on the one hand, shows the low competence of PAI supervisors and the lack of competency development by the authorities. That became the foundation of Kindervatter's theory of empowerment. This research aims to explore the implementation of PAI supervisor empowerment through Pokjawas in West Java Province. Specifically, it is to find out the efforts of Pokjawas The results showed that the appointment of PAI supervisors through Pokjawas in the form of (1) developing the potential (enabling) of PAI supervisors indicated by the existence of a supervisory competency development program, developing supervisory resources, building and encouraging the independence of the new supervisors for the most part; (2) building the power (empowering) of PAI supervisors is made by reinforcing to improve the competence of PAI supervisors that are already running, but not yet PAI supervisors are involved in this (3) protecting by fighting for the rights of members so that PAI supervisors feel calm, comfortable and prosperous in carrying out their duties (4) innovating for PAI supervisors by developing supervisory information systems and technology, developing supervisory supervision models, utilizing organizational information media to improve supervisory competence.