Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara Intan Maharani; Masayu Dian Khairani; Mayesti Akhriani; Dian Arif Wahyudi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3659

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi kronis terhambatnya pertumbuhan karena mengalami malnutrisi dalam jangka waktu yang lama. Anak di diagnosis mengalami stunting apabila Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dengan nilai z-score -3 SD sampai dengan <-2 SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan apa saja yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara. Setelah menerima etichal clearance dari Universitas Aisyah Pringsewu kemudian dilaksanakan penelitian dengan metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan desain Cross-Sectional. Total Populasi 132 Balita, sampel 65 Balita dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 6 Januari sampai 27 Januari. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Ketapang. Instrument yang digunakan adalah Microtois, buku foto makanan, formulir food recall 2x24 jam dan kuisioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Gamma. Berdasarkan hasil recall 2x24 jam didapatkan rata-rata tingkat kecukupan energi 60%, protein 126%, lemak 76% dan karbohidrat 46%. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi gamma diperoleh tingkat kecukupan energi dengan nilai (P-value=0,003 dan r=0,602) ), tingkat kecukupan protein (P-value=0,028 dan r=0,435), tingkat kecukupan lemak (P-value=0,002 dan r=0,489), tingkat kecukupan karbohidrat (P-value=0,021 dan r=0,681).Berdasarkan hasil uji korelasi gamma dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara tingkat kecukupan zat gizi makro dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara dengan nilai P-value (< 0,05). Diharapkan bagi ibu balita supaya menerapkan gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan balita serta akses bahan makanan yang tepat, lebih memperhatikan mengenai tingkat kecukupan zat gizi energi dan karbohidrat pada balita, agar gizi balita dapat terpenuhi dan mencegah terjadinya kekurangan gizi kronis.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Kepatuhan Diet Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Pasien CHF (Congestive Heart Failure) Di RS Harapan Bunda Bandar Jaya Vista Citra Sari; Aftulesi Nurhayati; Dera Elva Junita; Mayesti Akhriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4023

Abstract

Diet plays a significant role in improving heart function. Excess dietary cholesterol intake can elevate blood cholesterol level, which may lead to vascular narrowing, affect cardiac pumping capacity, and result in Congestive Heart Failure (CHF). Nutritional knowledge influences attitudes and behaviors in food selection, which subsequently affects an individual’s nutritional status. A lack of nutritional knowledge can negatively impact a patient’s compliance with dietary principles and meal planning. This study aimed to analyze the correlation between nutritional knowledge and dietary compliance toward total cholesterol level in CHF patients at Harapan Bunda Hospital of Bandar Jaya. This study employed a cross-sectional design. The population consisted of 180 CHF outpatients from the cardiology clinic, with a sample of 137 respondents determined using the Slovin formula. The research was conducted on November 26, 2024. Data on nutritional knowledge and dietary compliance were collected through questionnaires, while cholesterol level were measured using the Easy Touch GCU device. Data analysis utilized the Gamma correlation test. The study results showed that 58 respondents (42.3%) had moderate nutritional knowledge, 91 respondents (66.4%) adhered to their diets, and 101 respondents (73.7%) had normal cholesterol level. A significant negative correlation was found between nutritional knowledge and cholesterol level (p = 0.001, r = -0.834). Similarly, a significant negative correlation was found between dietary compliance and cholesterol level (p = 0.001, r = -0.938). This indicates that higher level of nutritional knowledge and dietary compliance are associated with lower, more normal cholesterol level.
Hubungan Pola Pemberian Makan Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Balita Usia 12-36 Bulan Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ibu Dan Anak Puri Betik Hati Bandar Lampung Tahun 2024 Ayu Enggar Nilawati; Lara Ayu Lestari; Aftulensi Nurhayati; Mayesti Akhriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5065

Abstract

Wasting merupakan masalah status gizi dimana berat badan balita menurun drastis, atau bahkan berada di bawah rentang normal dimana berat badan balita tidak sesuai dengan tinggi badan. Wasting pada awal kehidupan anak terutama pada periode dua tahun pertama, dapat menyebabkan kerusakan yang permanen. Berdasarkan hasil riset Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, permasalahan wasting di Indonesia masih cukup tinggi yakni 8,5%. Prevalensi wasting di Provinsi Lampung mencapai 7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan dan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Betik Hati Bandar Lampung Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien anak usia 12-36 bulan dalam kurun waktu bulan Mei-Juni yang berjumlah 75 balita dan sampel pada penelitian ini sebanyak 49 balita menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan adalah korelasi gamma. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar anak memiliki wasting yaitu 27 anak (51,9%), sebagian besar dengan pola pemberian makan tidak tepat yaitu 30 anak (57,7%), dan sebagian dengan riwayat penyakit infeksi dan tidak memiliki masing-masing 26 (50%). Ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan status gizi dengan p = 0,001 dan angka koefisien korelasi sebesar 0,492 atau cukup kuat. Ada hubungan yang signifikan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi dengan p = 0,021 dan koefisien korelasi sebesar 0,320 atau lemah.