Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil asesmen sumatif (SAS) gasal mata pelajaran Matematika kelas VII di MTs Al-Husna berdasarkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data yang diperoleh melalui hasil tes SAS, wawancara dengan guru, dan observasi pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa berada dalam kategori cukup, dengan 68% siswa berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75, sementara 32% lainnya belum memenuhi standar tersebut. Siswa mengalami kesulitan pada soal yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang membutuhkan kemampuan analisis, evaluasi, dan penyelesaian masalah kompleks. Sebaliknya, soal-soal prosedural yang hanya membutuhkan penerapan rumus cenderung lebih mudah dijawab oleh siswa. Beberapa faktor yang memengaruhi hasil SAS meliputi keterampilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek, keterbatasan pemahaman siswa terhadap soal kontekstual, dan minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif yang mendukung proses belajar. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian ini merekomendasikan pelatihan bagi guru, khususnya dalam mengintegrasikan soal HOTS ke dalam pembelajaran dan asesmen. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti aplikasi interaktif dan video pembelajaran, juga perlu dioptimalkan untuk memfasilitasi pemahaman siswa. Soal-soal SAS sebaiknya dirancang agar lebih relevan dengan konteks lokal siswa, sehingga mampu meningkatkan daya tarik dan pemahaman materi. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika di bawah Kurikulum Merdeka, sekaligus membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Hasil penelitian ini menjadi masukan penting bagi para pendidik dan pembuat kebijakan pendidikan dalam mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka