Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Indeks Pemanfaatan Tanaman Pangan di Kota Singkawang Sethyo Vieni Sari; Marselus Hendro; Vika Yudistina; Yulius Beni
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i2.25336

Abstract

Tanaman pangan merupakan tanaman sub sektor pertanian yang menghasilkan produk untuk dikonsumsi baik yang dikonsumsi secara langsung maupun yang diolah terlebih dahulu hingga menjadi produk makanan. Pemanfaatan tanaman pangan menjadi produk makanan juga akan membantu meningkatkan diversifikasi pangan, dimana menyediakan berbagai jenis makanan yang beragam dan bergizi. Usaha dalam memanfaatkan pangan ini akan memberikan andil dalam penyediaan sumber bahan yang akan dikonsumsi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui indeks pemanfataan tanaman pangan di Kota Singkawang yang dilakukan oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) berbasis olahan tanaman pangan, serta merancang indeks yang kontekstual dan multidimensi. Manfaat penelitian memberikan gambaran akan manfaat tanaman pangan yang digunakan oleh UMKM untuk produk yang dipasarkan, sehingga dapat meningkatkan produksi jenis tanaman pangan yang diminati olehh masyarakat. Pengumpulan data melalui wawancara dengan narasumber yaitu UMKM olahan tanaman pangan di Kota Singkawang menggunakan metode survey eksploratif melalui pendekatan Participatory Rural Apraisal (PRA). Analisis data dilakukan dengan indeks kepentingan budaya (Index of Cultural Significance/ICS). Indeks pemanfaatan tanaman pangan di Kota Singkawang dapat dilihat dari nilai ICS yang mencerminkan tingkat kepentingan suatu tanaman pangan di masyarakat. Nilai ICS berkisar antara 4 hingga 7, dengan 4 jenis tanaman pangan terendah yaitu papaya (Carica papaya), kelapa (Cocos nucifera), sagu (Metroxylon sagu), dan kakao (Theobroma cacao), sedangkan tertinggi 3 jenis yaitu ubi kayu (Manihot esculenta), nanas (Ananas comosus), dan pisang kapok (Musa paradisiaca).  
Characteristics and Business Feasibility of Fresh Noodles Product from Sweet Potato Flour with Moringa Leaves Sethyo Vieni Sari; Mia Angela Safitri; Yulius Beni; Yuni Selvianti Sari
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 3 (2026): September
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v9i3.41279

Abstract

Moringa leaves added to fresh noodles made from sweet potato flour significantly increase nutritional content and improve the texture and flavor of the noodles, thereby enhancing their market value. This study aims to determine the best treatment combination for producing wet noodles made from white sweet potato flour with the addition of moringa leaf puree, analyze the organoleptic characteristics of the resulting wet noodles, as well as their chemical characteristics, particularly ash content and this study aims to assess the financial feasibility. The method used was an experiment varying the composition of moringa leaves (25 grams; 37,5 grams; and 50 grams) on organoleptic characteristics and ash content, along with a business feasibility evaluation conducted through financial analysis. The results showed that F3 (50 g moringa leaf puree) was the best formulation, with 1,19% ash content and 94% yield, meeting the SNI 01-2987-1992 standard. Moringa leaf puree significantly affected color, taste, and aroma (p<0,05), but not texture. Financial analysis showed a profit margin of 82%, B/C ratio of 5,43, payback period of 2,8 years, and break-even selling price of Rp2.764 per package, indicating that the product is economically feasible for small and medium-scale production.