Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS POTENSI SUMBER ENERGI ANGIN DI DESA SIMAN KABUPATEN LAMONGAN: ESTIMASI MENGGUNAKAN PEMODELAN SISTEM TURBIN ANGIN Jauharotul Maknunah; Yussi Anggraini; Ahmad Husni Mubarok; Siti Duratun Nasiqiati Rosady; Eli Novita Sari
Jurnal Teknologi Terapan Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v9i1.496

Abstract

Wind energy that can be utilized into electrical energy certainly requires sufficient wind speed so that the wind turbine can rotate and produce mechanical movement in the form of rotational torque which can then be converted into electrical energy. Before the application of the technology is carried out, this study is needed to examine the potential of wind energy produced in Siman Village, Lamongan Regency. To produce a power profile from wind energy sources, wind speed measurements are first carried out, followed by mechanical modeling and wind turbine electrical modeling. The maximum electric power generated from the simulation of electrical energy conversion using a wind turbine is 11.94 Watt with a maximum wind speed of 3.5 m/s. If converted in energy units, then in a day the wind energy that can be extracted into electrical energy is 286.56 Watt.h. When compared with the daily electrical energy needs in the household sector (9364 watt.h) the electrical energy generated through modeling is able to meet 3.1% of electricity needs in a day.
PERANCANGAN INSTRUMEN ALAT UKUR WATTMETER DIGITAL BERBASIS ARDUINO NANO DAN SENSOR PZEM-004T Fauzan Amri; Indra Fitriyanto; Tri Haryanti; Icha Fatwasauri; Jauharotul Maknunah
Jurnal Teknologi Terapan Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v9i1.478

Abstract

Energi listrik telah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap elemen masyarakat. Listrik dibutuhkan untuk menyalakan berbagai peralatan elektronik, komunikasi, rumah tangga, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur besar daya listrik yang digunakan oleh masing-masing peralatan tersebut. Pada penelitian ini, telah dirancang sebuah instrumen alat ukur wattmeter digital berbasis Arduino Nano dan Sensor PZEM-004T yang dapat mengukur besaran daya listrik pada beban/alat listrik. Wattmeter yang telah dirancang pada penelitian ini telah diaplikasikan untuk mengukur daya listrik pada peralatan kantor maupun laboratorium diantaranya adalah alat listrik solder, high pressure cleaner, bor besi, gerinda, printer 3D, dispenser, glue gun, charger laptop, charger HP, dan lampu LED. Pengukuran daya listrik juga dilakukan menggunakan wattmeter komersil jenis electrical plug, agar dapat dilakukan perbandingan antara kedua instrument wattmeter tersebut. Dari hasil pengukuran yang dilakukan pada 10 beban listrik dengan menggunakan wattmeter rancangan didapatkan nilai daya listrik yang mendekati daya listrik yang diukur dengan wattmeter komersil. Rata-rata galat atau error dari alat ukur wattmeter yang dirancang hanyalah sebesar 3,8 %. Hal ini menunjukan bahwa alat ukur yang didesain memiliki kehandalan dalam mengukur daya listrik dari suatu beban/alat listrik.Kata Kunci: Wattmeter digital, Arduino Nano, PZEM-004T
PEMULIHAN GANGGUAN SHORT CIRCUIT KE TANAH PADA ROTOR GENERATOR PLTU SUGE UNIT 2 2×16.5 MW DENGAN METODE BRAZING PADA LEADBUS ROTOR Luki Septya Mahendra; Afnan Arif Suryanto; Bagiyo Herwono; Yussi Anggraini; Evi Nafiatus Solikhah; Jauharotul Maknunah
JURNAL REKAYASA ENERGI Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Rekayasa Energi
Publisher : Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.396 KB) | DOI: 10.31884/jre.v1i1.3

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suge Unit 2 Kabupaten Belitung pada tanggal 21 Juli 2020 mengalami gangguan pada generator yang berakibat tidak dapat beroperasi. Akibatnya berdampak pada defisit pasokan listrik pada daerah Kepulauan Bangka Belitung. Sehingga pada penelitian ini dilakukan inspeksi ke lapangan dan pengukuran tahanan isolasi rotor dan tahanan belitan rotor untuk analisa gangguan. Dari hasil inspeksi terdapat pengaman ground fault yang trip dan dari hasil pengukuran nilai isolasi dan tahanan belitan rotor adalah dibawah standar IEEE sehingga dapat dianalisa terjadi short cicuit ke tanah. Short circuit mengakibatkan kerusakan pada leadbus rotor. Sehingga perlu dilakukan pemulihan gangguan berupa penyambungan dengan menggunakan metode brazing. Metode ini yaitu dengan menyambungkan leadbus dengan cara Torch Heating. Cara ini dipilih karena yang paling umum untuk keperluan penyambungan bahan metal dan sesuai dengan kondisi PLTU. Setelah dilakukan penyambungan diukur kembali tahanan isolasi rotor dan tahanan belitan rotor. Dari hasil pengukuran pasca pemulihan sudah sesuai dengan standar IEEE. Secara garis besar kondisi rotor generator masih bisa dioperasikan namun perlu dilakukan perawatan rotor generator secara menyeluruh dalam waktu dekat.
EKONOMI DIGITAL ‘ADVERTISING CINEMATIC’ OPPO CINEFINDERS SIKLUS KARYA GARIN NUGROHO Ahmad Toni; Jauharotul Maknunah
Jurnal Imagine Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Imagine-Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/imagine.v3i2.794

Abstract

This research is a cinematic study of film technique and the meaning contained in each cinematic element in the film Siklus by Garin Nugroho produced by Oppo Indonesia using the Oppo Find X3 Pro 5G smartphone camera. The research method used is a cinematic study, this method is used to interpret a number of cinema element. The results show: the film ‘Oppo cinema finders’ with the Oppo Find X3 Pro 5G smartphone camera device whose camera specifications are to offer 1 billion colors with 12 GB RAM and file storge capacity up to 250 GB and image resolution reaching 3216 x 1440 QHD+. The aesthetic condition of the film the describes space and time of life, nature and the movement of the time combined with dynamic, slow storyline narrative, curiosity and able to invite the audience into the space and time contained in the film setting. And modern and classical artistic arrangements. The dramatic effect embodied in cinematic capture in this film is little used as the main ingredient, this is because the natural narrative system between the past and the present can be integrated into one imaginative event. The natural nature of the images depicting the cinematics in this film shows the nuances of the reality of marginalized life from traditional culture and the condition of the area (city) which is dominated by old buildings (history) but in an imaginary reality. This film director ability to manage the framing system makes the standard smartphone camera patterns and other production element sepak of excellence and good production capabilities.
IMPLEMENTASI STANDARD KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI BENGKEL TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR SMK YAPIN KERTASEMAYA Jauharotul Maknunah; Fauzan Amri; Karsid Karsid; Indra Fitriyanto; Tri Haryanti; Icha Fatwasauri; Sohib Naluri Jaelani; Kriesna Kharisma Purwanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17852

Abstract

Abstrak: Implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja, khususnya di Bengkel Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor, SMK Yapin Kertasemaya perlu dilaksanakan karena mengandung potensi bahaya tertentu. Berdasarkan hasil survei awal tersebut, maka diperlukan kegiatan yang bertujuan mengetahui potensi bahaya dari bengkel TBSM untuk selanjutnya dilakukan implementasi standar K3 di Bengkel tersebut serta memastikan keberlanjutannya melalui rencana dan laporan tindak lanjut. Implementasi standar K3 dilaksanakan melalui beberapa tahapan yakni survei dan pendampingan untuk mengidentifikasi keterlaksanaan K3 berdasarkan indikator keterlaksanaannya yang berjumlah 8 indikator. Selanjutnya dilaksanakan acara workshop terkait pentingnya K3 serta manajemen K3 yang oleh seluruh pihak sekolah termasuk guru, siswa dan karyawan lain terutama yang terlibat di Bengkel yang berjumlah 50 orang. Evaluasi dilaksanakan dengan beberapa metode yakni melalui laporan tindak lanjut dari keterlaksanaan standar K3 dan juga survey kepuasan terkait kegiatan. Hasil dari workshop adalah implementasi dan tindak lanjut setelah workshop oleh pihak sekolah untuk diidentifikasi keterlaksanaan K3 di Bengkel. Berdasarkan hasil laporan tindak lanjut dan implementasi K3 di Bengkel, didapatkan bahwa Implementasi standar K3 di Bengkel TBSM SMK Yapin telah tercapai serta menunjukkan ketercapaian 8 indikator keterlaksanaan K3 dari yang sebelumnya hanya terlaksana 3 indikator saja. Selain itu juga hasil survei kegiatan menunjukkan bahwa 88% peserta merasa setuju terkait keberhasilan kegiatan ini.Abstract: Implementation of Occupational Safety and Health (K3) standards in the workplace, especially in the Motorcycle Engineering and Business Workshop, Yapin Kertasemaya Vocational School needs to be implemented because it contains certain potential dangers. Based on the results of the initial survey, activities are needed that aim to determine the potential dangers of the TBSM workshop, then implement K3 standards in the workshop and ensure its sustainability through follow-up plans and reports. Implementation of K3 standards is carried out through several stages, namely surveys and assistance to identify K3 implementation based on 8 indicators of implementation. Furthermore, a workshop was held regarding the importance of K3 and K3 management by all school parties including teachers, students and other employees, especially those involved in the workshop, totaling 50 people. Evaluation is carried out using several methods, namely through follow-up reports on the implementation of K3 standards and also satisfaction surveys related to activities. The results of the workshop are implementation and follow-up after the workshop by the school to identify K3 implementation in the workshop. Based on the results of the follow-up report and implementation of K3 in the Workshop, it was found that the implementation of K3 standards in the TBSM SMK Yapin Workshop had been achieved and showed the achievement of 8 indicators of K3 implementation from previously only 3 indicators were achieved. Apart from that, the results of the activity survey showed that 88% of participants agreed regarding the success of this activity.