Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI EFIKASI FUNGISIDA ALAMI BERBAHAN AKTIF ASAM ANACARDAT 67 SL UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum sp.) PADA BUAH CABAI DENGAN METODE COATING SECARA IN-VITRO Vit Neru Satrah; Tiara Hafidsya; Mariadi Mariadi; Andi Khaeruni; Waode Siti Anima Hisein; Syair Syair; La Ode Santiaji Bande
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 12 No 1 (2023): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v12i1.515

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: Mengetahui pengaruh fungisida alami berbahan aktif asam anacardat 67 SL dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum sp. secara in-vitro, mendapatkan konsentrasi yang efektif, serta mengetahui pengaruh interaksi dan mandiri jenis buah dan metode coating menggunakan fungisida dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum sp. secara in-vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Unit Fitopatologi, Universitas Halu Oleo, dimulai pada Oktober sampai Maret 2022. Penelitian disusun mengunakan 2 rancangan penelitian. Tahap 1 menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan: P0= tanpa fungisida, P1= 5% fungisida, P2= 10% fungisida, P3= 15% fungisida, P4= 20% fungisida dan P5= 25% fungisida, diulang sebanyak 3 kali. Tahap 2 menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial: faktor pertama C1= Cabai merah dan C2= Cabai hijau, sedangkan faktor kedua M0= tanpa metode coating, M1= metode coating penyelupan dan M2= metode coating penyemprotan. Variabel yang diamati yaitu, daya hambat Colletotrichum sp., masa inkubasi dan intensitas penyakit antraknosa. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam, jika menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungisida alami berbahan aktif asam anacardat 67 SL mampu menghambat pertumbuhan Colletotrichum sp., dengan konsentrasi 25% yang paling efektif, terdapat perlakuan pengaruh mandiri dengan intensitas penyakit terendah adalah C2 (9,188%) dan M2 (7,100%) dan perlakuan interaksi dengan intensitas penyakit terendah adalah C2M1 (00,00%.).
Pendampingan Implementasi Model Pembangunan Wilayah Berbasis Kawasan Strategis di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara Kadir Sabilu; La Ode Alwi; Romy Ketjulan; Waode Siti Anima Hisein; Ruslaini; Yusnaini; Wellem H. Muskita; La Ode Muh. Yasir Haya
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v2i2.72

Abstract

Pemetaan kawasan strategis berbasis kecamatan yang komprehensif dan terperinci sesuai pola pencaharian masyarakat, komoditi unggulan, keunggulan karakteristik situs dan geografis wilayah, ketersediaan fasilitas dan kelembagaan diperlukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan penduduk yang berkelanjutan. Hasil pengabdian masayarakat dengan tema Pendampingan Implementasi Model Pembangunan Berbasis Kawasan Strategis mengiformasikan bahwa secara umum Kabupaten Muna telah menerapkan pendekatan sektoral dan regional dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakatnya, melalui penetapan 8 kawasan strategis berbasis wilayah kecamatan, yaitu: kawasan strategis perkotaan, kawasan strategis wilayah pesisir; kawasan strategis pariwisata terpadu, kawasan strategis perikanan terpadu, kawasan strategis ekonomi khusus, kawasan strategis rencana kawasan transmigrasi, kawasan strategis argopolitan, dan kawasan strategis agromina-bahari, yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kabupaten Muna. Pengembangan sarana dan prasarana seperti perbaikan akses jalan dan sistem irigasi, peremajaan tanaman perkebunan yang kurang produktif, intensfikasi lahan pertanian, ekstensifikasi dan intensifikasi tambak udang dan ikan di kawasan strategis perikanan terpadu dan agromina-bahari serta optimalisasi alat-alat pengolahan tanah diperlukan untuk optimalisasi dan efektifitas program model pembangunan yang dijalankan
Response Of Nilaparvata Lugens (Stal.) Hemiptera; Delpacidae To The Application Of Deltamethrin Insecticides At Sublethal Concentrations Awaluddin, Awaluddin; Waode Siti Anima Hisein; Siska Efendi; La Oge; Cecep Ijang Wahyuddin
Journal of Agriculture, Agribusiness, Welfare, Technology, Humanity, Environment, Social, and Economy Vol. 1 No. 4 (2026): Januari 2026 Edition
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/agrones.v1i4.579

Abstract

The initial population of Nilaparvata lugens was obtained from the field and developed in the entomology and toxicology laboratory of the plant protection department of Halu Oleo University. This study began with mass cultivation of the N. lugens insect pest. This was followed by selecting the LC50 concentration based on mortality at 72 hours after treatment. The results of the probit analysis found an LC50 value 3.16 ml/L for the insecticide deltamethrin. The high recommended concentration found for the insecticide deltamethrin is suspected because it is not recommended for use on N. lugens in rice fields. Increasing the frequency of application at sublethal concentrations (LC10 and LC25) was shown to trigger an increase in the resurgence ratio of 1.50 and 1.70 times, respectively, compared to the control group.
Impact Of Exposure To Phymar Csl Application On The Activity Of Pollinating Bee Tetragonula Laeviceps Smith (Hymenoptera; Apidae) Siti Anisa; Awaluddin, Awaluddin; Rahayu, Rahayu; Waode Siti Anima Hisein
Journal of Agriculture, Agribusiness, Welfare, Technology, Humanity, Environment, Social, and Economy Vol. 1 No. 4 (2026): Januari 2026 Edition
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/agrones.v1i4.597

Abstract

The stingless bee Tetragonula laeviceps (Hymenoptera; Apidae) is an important pollinator that supports agricultural productivity, yet its population may be affected by pesticide use, including botanical pesticides. This study aimed to evaluate the toxicity of the botanical pesticide Phymar CSL to T. laeviceps, assess the effects of its residues on bee survival, and determine whether Phymar CSL acts as an attractant or repellent. The study was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, from November-December 2025. Toxicity tests were carried out using five concentrations of Phymar CSL (5, 10, 20, 40, and 80 mL/L) mixed with a 10% honey solution and analyzed using probit analysis, while residue and preference tests were analyzed descriptively. The results showed that the LC₅₀ value of Phymar CSL for T. laeviceps was 16.194 mL/L, which was lower than the recommended field application dose (20 mL/L). Residue exposure resulted in relatively low bee mortality, even at LC₅₀ and LC₉₅ concentrations. Preference tests using a Y-tube olfactometer indicated that Phymar CSL was not attractive but exhibited repellent properties toward T. laeviceps. These findings suggest that although direct exposure to Phymar CSL may pose toxic risks to T. laeviceps, its residues are relatively safe and do not attract bees; therefore, application should be avoided during flowering stages and peak foraging periods to support pollinator conservation and sustainable agriculture.