Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Cemaran Logam Berat Timbaldan Kadmium Pada Produk Kosmetika BB Cream Ganea Qorry Aina; Dini Indriaty Yusran; Tiara Dini Harlita; Puput Uswatun Hasanah; Muhammad Ivan Saputra
Sains Medisina Vol 1 No 3 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.958 KB)

Abstract

Blemish Balm Cream (BB Cream), is a cosmetic product that is often used by women. In the composition of BB Cream, there are basic ingredients, one of which is a coloring agent that has many contaminants such as lead and cadmium. Dyes such as CI. 77492 or called iron oxide already contains lead and cadmium with levels < 10 and < 5 ppm. Long-term exposure to lead and cadmium can cause kidney damage and impaired nerve function. The purpose of this study was to determine that the levels of lead and cadmium in BB Cream circulating in the Samarinda area had met the safe limit. This research is a descriptive study using Atomic Absorption Spectrophotometry method. The variables in this study are the independent variables, namely the levels of lead and cadmium in BB Cream circulating in the Samarinda area. The results of measuring the levels of lead and cadmium in 10 samples of BB Cream showed that the levels of lead and cadmium in the tested BB Cream did not exceed the contamination limit. Based on this research, it can be concluded that there are lead and cadmium content from 10 samples, and of these 10 samples all 100% contain lead and cadmium and meet the requirementsfor the standard lead contamination 10 ppm and standard cadmium 5 ppm.
Perbedaan Angka Khamir Saliva Perokok Aktif Konvensional dan Elektrik pada Pekerja Tambang Gladys Merrydian S; Sresta Azahra; Tiara Dini Harlita; Endah Wahyutri
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10769

Abstract

Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi kesehatan rongga mulut, termasuk meningkatkan risiko pertumbuhan jamur seperti Candida albicans yang menyebabkan kandidiasis oral. Rokok menghasilkan asap konvensional dari pembakaran tembakau yang mengandung nikotin, tar, karbon monoksida dan logam berat, sedangkan rokok elektrik menghasilkan uap dari cairan nikotin tanpa proses pembakaran. Perbedaan utama pada komposisi kimia dan mekanisme kerja kedua jenis rokok tersebut dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap kolonisasi khamir dalam air liur. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan angka khamir air liur perokok aktif konvensional dan elektrik pada pekerja tambang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berupa 50 orang air liur pekerja tambang, terdiri dari 25 orang perokok konvensional dan 25 orang perokok elektrik, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Sampel dianalisis di laboratorium menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), kemudian dihitung dalam satuan CFU/ml. Analisis data menggunakan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden usia dewasa awal sebanyak 24 (48%), lama pemakaian rokok ≥ 1 tahun berjumlah 42 (84%). Angka khamir positif lebih banyak ditemukan pada perokok konvensional dengan rata-rata koloni sebesar 431,304 CFU/ml, sedangkan pada perokok elektrik hanya sebesar 0,6 CFU/ml. Pertumbuhan khamir lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa awal sebanyak 10 (20%) dan merokok ≥ 1 tahun sebanyak 21 (42%). Hasil Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0.022 (p<0,05) yang terdapat perbedaan signifikan antara perokok konvensional dan elektrik, dengan angka khamir lebih tinggi ditemukan pada perokok konvensional.
Identifikasi Bakteri Nosokomial Pada Tempat Tidur Pasien Ruang Perawatan Anak RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda Reva Medyana; Tiara Dini Harlita; Nursalinda Kusumawati; I Gede Andika Sukarya
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1635

Abstract

Pendahuluan: Infeksi yang didapatkan saat pasien menerima perawatan di fasilitas medis dikenal sebagai infeksi nosokomial, atau infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIs). Terutama di bangsal pediatrik tempat anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang belum matang berada, tempat tidur pasien dapat berfungsi sebagai reservoir bagi mikroorganisme yang menyebabkan infeksi. Tujuan: Mengidentifikasi bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial pada permukaan tempat tidur pasien di Ruang Perawatan Anak RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Metode: Penelitian observasional deskriptif menggunakan 40 sampel swab permukaan kasur yang diambil dengan teknik total sampling. Identifikasi bakteri dilakukan melalui kultur pada media Blood Agar dan MacConkey Agar, dilanjutkan pewarnaan Gram dan uji biokimia. Hasil: Seluruh sampel (100%) menunjukkan pertumbuhan pada Blood Agar, sedangkan (57,5%) tumbuh pada MacConkey Agar. Bakteri Gram negatif lebih dominan (57,5%) dibandingkan Gram positif (42,5%). Spesies yang ditemukan meliputi Pseudomonas sp. (30%), Staphylococcus aureus (22,5%), Klebsiella sp. (12,5%), Streptococcus sp. (10%), Bacillus sp. (10%), Acinetobacter sp. (7,5%), dan Citrobacter sp. (7,5%). Simpulan: Permukaan tempat tidur pasien di ruang perawatan anak terkontaminasi berbagai bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial, dengan dominasi Pseudomonas sp.
Pengaruh Pemberian Infusa Akar Kuning Terhadap Kadar ALT dan AST Pada Mencit Diabetes Hesti Wira Sakti; I Gede Andika Sukarya; Tiara Dini Harlita; Joko Sapto Pramono
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1633

Abstract

Pendahuluan: Penyakit metabolik jangka panjang ditandai hiperglikemia akibat gangguan masalah sekresi dikenal dengan diabetes melitus. Stres oksidatif disebabkan oleh hiperglikemia persisten mengakibatkan kerusakan hepatosit, ditandai peningkatan dari aktivitas enzim Alanine Aminotransferase (ALT) dan Aspartate Aminotransferase (AST). Akar kuning (Coscinium fenestratum) mengandung flavonoid dan berberin yang berfungsi sebagai antioksidan dan senyawa pelindung hati. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi adanya pengaruh dari mencit diabetes yang diberikan infusa akar kuning terhadap aktivitas enzim ALT dan AST. Metodologi: Penelitian dilakukan dengan menerapkan metode eksperimen posttest only control group design. Mencit jantan berjumlah 32 ekor diinduksi aloksan, lalu dikelompokkan menjadi kelompok kontrol DM dan kelompok perlakuan yang memperoleh infusa akar kuning sebanyak 1 mL dua kali sehari. Kadar ALT dan AST diperiksa menggunakan metode kinetik, lalu dianalisis dengan uji independent t-test. Hasil : Rerata kadar ALT dalam kelompok kontrol DM adalah 94,19 U/L dan pada kelompok perlakuan sebesar 80,00 U/L. Rerata kadar AST pada kelompok kontrol DM adalah 239,50 U/L dan pada kelompok perlakuan sebesar 225,30 U/L. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada aktivitas enzim ALT dan AST antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p>0,05). Kesimpulan: Pemberian infusa akar kuning tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kadar ALT dan AST pada mencit diabetes.