Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI KLINIK BIDAN Hj. NANI S.Keb KELURAHAN PADANG BULAN KECAMATAN RANTAU UTARA KABUPATEN KABUHANBATU Anggita Siregar; Rika Handayani; Rani Darma Sakti Tanjung
Jurnal Gentle Birth Vol 5, No 2 (2022): JULI
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v5i2.87

Abstract

Antenatal care adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau ke dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. Pelayanan antenatal ialah untuk mencegah adanya komplikasi obstetric bila mungkin dan memastikan bahwa komplikasi dideteksisedini mungkin serta di tangani secara memadai. Menurut WHO tahun2019 sekitar 140 juta kelahiran terjadi setiap tahun. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif,yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang Antenatal care (ANC)  penelitian ini menggunakan data primer dan skunder dari laporan Klinik Hj.Nani S,Keb kelurahan Padang Bulan Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 129 responden, tehnik pengampilan sampel menggunakan tehnik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Hasil penelitian yang diperoleh, pengetahuan responden tentang Antenatal Care (ANC) berdasarkan umur adalah mayoritas berpengetahuan baik yaitu sebanyak 7 responden (21,8%), pada kelompok umur 34-40, pengetahuan responden tentang Antenatal Care berdasarkan pendidikan adalah mayoritas berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 10 responden (31,1%) pada responden perguruan tinggi, pengetahuan responden tentang Antenatal Care berdasarkan pekerjaan adalah mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 10 responden (31,1%), pengetahuan responden tentang Antenatal Care berdasarkan gravida adalah mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 6 responden (18,7%), pengetahuan responden tentang Antenatal Careberdasarkan sumber informasi adalah mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 10 responden (31,1%). Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan dengan variabel umur, pendidikan, pekerjaan, gravida, dan sumber informasidapat di simpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang Antental Care berkategori cukup
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI RENDAHNYA PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD Novica Jolyarni D; Rika Handayani; Nailatun Nadrah
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v6i1.3256

Abstract

The IUD is a modern contraceptive designed in such a way as to its size, material, and active period. Then placed in the uterine cavity as a contraceptive effort to prevent fertilization and stop the egg from implanting in the uterus. This study aimed to determine the distribution of frequencies, relationships, and factors that were more dominant, namely age, education, knowledge, attitudes, and husband's support for IUD contraception. The type of this research was an analytic survey with a cross-sectional approach; the population in this study was 171, namely all mothers who did not use IUD contraception in the Rantauprapat City Health Center. working area Data analysis used univariate, bivariate with a chi-square test, and multivariate with a logistic regression test. The results of the study using the chi-square test were seen from the results of age (p-value) = 0.001, <0.05. Knowledge (p-value) = 0.000 <0.05 and attitude (p-value) = 0.003 <0.05. Then there is the influence of age, knowledge, and attitudes with the low use of IUD contraception and the most influential attitude factor seen from the results of multivariate analysis with a regression test value of <0.25. The conclusion of this study is that there is an influence of age, knowledge, and attitudes toward the use of IUD contraception in the working area of ​​the rantauprapat city health center. It is hoped that health workers, especially midwives, will be more active in promoting types of contraception, especially regarding IUD contraception.
PENGETAHUAN IBU MENYUSUI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN TENTANG MANFAAT ASI EKSLUSIF DI Bidan Hj Nani, S.Keb TAHUN 2022 Nailatun Nadrah; Rika Handayani; Sri Wulandari
Jurnal Gentle Birth Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Ika Bina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56695/jgb.v6i1.116

Abstract

Masih rendahnya cakupan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif pada bayi, dipengaruhi banyak hal, diantaranya rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi pada ibu dan keluarga mengenai pentingnya pemberian ASI Ekslusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu menyusui pada bayi usia 0-6 bulan tentang manfaat asi ekslusif di Bidan Hj Nani, S.Keb Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Bidan Hj Nani, S.Keb. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui  pada bayi 0-6 bulan di Bidan Hj Nani, S.Keb. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 51 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki pengetahuan yang baik tentang pengertian ASI eksklusif yaitu sebanyak 28 orang (73,7%) dan responden memiliki pengetahuan yang baik tentang manfaat ASI eksklusif yaitu sebanyak 31 orang (81,6%). Berdasarkan hasil penelitian ini, sebaiknya petugas kesehatan terutama bidan bekerja sama dengan instansi kesehatan mengadakan kegiatan penyuluhan dan konseling agar dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi ibu tentang pentingnya dan manfaat pemberian ASI eksklusif
Penyuluhan Stunting di Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara Rani Darma Sakti Tanjung; Halimah Tusyadiah Harahap; Rika Handayani; Junaidi Junaidi
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Februari : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i1.312

Abstract

Counseling is an effective method to increase public knowledge about stunting prevention. This study aims to enhance the understanding of the community, especially pregnant women and health cadres, in Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, regarding the importance of stunting prevention. The method used in this activity is interactive counseling, which includes lectures, educational videos, educational games, and role play. A pre-test was conducted before the counseling to measure participants' initial knowledge, and a post-test was administered after the counseling to assess the increase in participants' knowledge. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the average score increasing from 81.1 in the pre-test to 96.6 in the post-test (p=0.002). This counseling successfully raised community awareness about the importance of balanced nutrition and stunting prevention, as well as encouraged health cadres to be more active in spreading this information within the community. The success of this activity demonstrates that a community-based and participatory approach can be an effective strategy in preventing stunting.
Pengetahuan Bidan Tentang Pencegahan Infeksi Selama Persalinan Di Puskesmas Lingga Tiga Handayani, Rika; dornic, Novica Jolyarni; Nadrah, Nailatun; Tussolihin Dalimunthe, Khodijah
Miracle Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v4i1.1025

Abstract

Risiko infeksi pada ibu, bayi dan pada ibu,bayi dan penolong persalinan akan meningkat persalinan akan meningkat apabila tenaga kesehatan tidak mematuhi pencegahan infeksi pada saat menangani passien terutama pada saat pertolong utama pada saat pertolongan persalinan. Infeksi dapat melalui darah, sekresi vagina melalui darah, sekresi vagina air mani, air mani, cairan amnion dan cairan tubuh lainnya. Saat survei awal dengan wawancara dengan ditemukan bahwa bidan tersebut sudah mengetahui tentang pencegahan infeksi selama persalinan, namun saat observasi, peneliti melihat masih ada beberapa bidan yang belum memakai alat pelindung diri yang lengkap, serta hand hyigiene yang belum sesuai dengan standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran Pengetahuan Bidan tentang Pencegahan Infeksi selama persalinan di Puskesmas Lingga Tiga. Jenis penelitian bersifat deskriftif dengan metode cross sectional, populasi adalah bidan yang bertugas di pusksesmas lingga tiga sebanyak 34 orang, pengambilan menggunakan total sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Dari hasil penelitian diperoleh data sebanyak 45 responden (83,3%). Mayoritas berumur berumur 32-39 tahun sebanyak 24 responden (44,4%), dan memiliki masa kerja 46 (85,19%) > 10 tahun
Evaluasi Kebijakan Sistem Rujukan Berjenjang Dalam Pelayanan Kesehatan Primer di Indonesia Supriati Supriati; Fitriyani Nasution; Rika Handayani; Suci Ardia Ningsi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2572

Abstract

Sistem rujukan berjenjang dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia merupakan salah satu kebijakan penting yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Kebijakan ini mengharuskan pasien untuk mendapatkan perawatan pertama di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, dan hanya dirujuk ke rumah sakit apabila memerlukan penanganan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem rujukan berjenjang, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mixed-method, yang menggabungkan analisis kuantitatif melalui survei terhadap tenaga medis dan pasien, serta analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pengelola fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem rujukan berjenjang memiliki dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan, seperti peningkatan aksesibilitas dan efisiensi penggunaan sumber daya. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti keterbatasan infrastruktur, kekurangan tenaga medis terlatih, serta masalah koordinasi antar fasilitas kesehatan. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan infrastruktur puskesmas, pelatihan tenaga medis, dan pengembangan sistem informasi kesehatan yang lebih baik untuk mengoptimalkan implementasi sistem rujukan berjenjang. Dengan adanya perbaikan tersebut, diharapkan sistem rujukan berjenjang dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia
Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas dan Dampaknya terhadap Disiplin Kerja di Puskesmas Kota Rantauprapat Riyan Agus Faisal; Rika Handayani; Junaidi Junaidi; Indri Putri Nikanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i2.3405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala Puskesmas terhadap disiplin kerja pegawai di Puskesmas Kota Rantauprapat. Disiplin kerja merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur kinerja organisasi, khususnya dalam sektor pelayanan kesehatan yang menuntut ketepatan, ketepatan waktu, serta kepatuhan terhadap standar prosedur operasional (SOP). Tiga gaya kepemimpinan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah gaya otoriter, demokratis, dan laissez-faire. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 60 responden pegawai di berbagai unit kerja di Puskesmas Rantauprapat. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap disiplin kerja pegawai (p < 0.05). Sementara itu, gaya otoriter menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, dan gaya laissez-faire memiliki korelasi negatif terhadap disiplin kerja. Interpretasi hasil menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang melibatkan pegawai dalam pengambilan keputusan dan memberikan ruang komunikasi dua arah mampu meningkatkan motivasi dan rasa tanggung jawab pegawai, sehingga berdampak positif terhadap kedisiplinan kerja. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya pelatihan kepemimpinan bagi kepala Puskesmas untuk mengembangkan pendekatan yang lebih partisipatif dan memberdayakan, guna meningkatkan efektivitas organisasi dan kualitas pelayanan publik
Pendidikan Kesehatan Tentang Premenstuasi Syndrom Pada Siswa MTs N Rantauprapat Nailatun Nadrah; Novica Jolyarni Dornic; Rika Handayani
Battuta-Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Edisi Mei
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) adalah suatu kondisi yang kompleks dan tidak begitu dimengerti yang terdiri atas satu atau lebihdari sejumlah gejala fisik dan psikologis yang dimulai pada fase luteal dari siklus menstruasi. Jumlah wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi masih cukup tinggi, baik di Indonesia maupun di negara lain. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para remaja wanita mengenai sindrom pramenstruasi dan upaya mengatasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam satu hari pada bulan 2024 di MTS N Rantauprapat, dilakukan pada remaja putri kelas VII. Kegiatan dimulai dengan melakukan pretest untuk mengidentifikasi pengetahuan mengenai sindrom pramenstruasi dan setealh dilakukan Pendidikan Kesehatan dilakukan posttest dengan soal yang sama untuk menilai pengetahuan pasca penyuluhan. pendidikan kesehatan berupa penyuluhan dengan pemberian materi melalui media power point. Hasil pretest menunjukkan bahwa 24,3% siswi memiliki pengetahuan baik dan hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan, yaitu menjadi 73%. Hasil kegiatan pengabdian ini pendidikan kesehatan melalui penyuluhan dapat membawa perubahan terhadap tingkat pengetahuan.