Iyar Siswandi
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jakarta, Indonesia

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PROFIL PERSONAL HYGIENE MAHASISWA TINGKAT I DAN II DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PANTI KOSALA Iyar Siswandi; Budi Kristanto; Warsini Warsini
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.982 KB) | DOI: 10.37831/kjik.v10i1.224

Abstract

Latar belakang : masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Mahasiswa tingkat I dan ll tergolong masa remaja akhir yakni usia 18-21 tahun, dimana pada usia ini seharusnya sudah mengetahui tentang personal hygiene yang baik, mengingat mahasiswa merupakan calon tenaga kesehatan yang harus memelihara kebersihan diri dan dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu sebelum menerapkan kepada orang lain maupun pasien. Tujuan penelitian : untuk mengetahui gambaran personal hygiene mahasiswa tingkat I dan ll di Sekolah Tinggi Imu Kesehatan Panti Kosala. Subyek dan metode : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat 1 dan ll sebanyak 172 orang. Sampel 63 orang diambil dengan teknik proporsional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan pedoman kuesioner dan analisa data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian : berdasarkan hasil kuisioner menunjukkan indikator kebersihan kulit mayoritas adalah cukup yaitu 27 mahasiswa (43%), indikator kebersihan kuku mayoritas cukup sebanyak 25 mahasiswa (39,5%), indikator kebersihan gigi mulut mayoritas baik sebanyak 23 mahasiswa (36,5%), indikator kebersihan rambut mayoritas baik sebanyak 28 mahasiswa (44%), kebersihan mata mayoritas baik dan cukup dengan masing-masing adalah 22 mahasiswa (35%) dan kebersihan telinga mayoritas adalah baik yaitu 25 mahasiswa (40%). Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa personal hygiene mahasiswa tingkat I dan ll di STIKES Panti Kosala mayoritas adalah kategori baik. Kata kunci : personal hygiene, remaja OVERVIEW OF LEVEL I AND II STUDENTS' PERSONAL HYGIENE IN HIGH SCHOOL OF HEALTH SCIENCE ORIGINAL KOSALA Iyar Siswandi, Budi Kristanto, Warsini Abstract Background : adolescence is a developmental phase between childhood and adulthood. Students level I and ll is the final adolescence, namely the age of 18-21 years, at this age should already know how good personal hygiene, especially for prospective students of health workers should maintain personal hygiene efforts should start from themselves first before applying to others or patients. The aim of the study : to find out how the personal hygiene picture of students level 1 and ll at STIKES Panti Kosala. Subjects and Methods : the research design used is descriptive research. The population in this study is all 1st and ll-level students as many as 172 peoples. Sampled 63 peoples with stratified random sampling proportional sampling techniques, data collection using questionnaire guidelines. Data was analyzed used the percentage formula. Results : based on the results of the questionnaire showed that the majority of skin hygiene indicators were sufficient, namely 27 students (43%), the majority of nail hygiene indicators were sufficient as many as 25 students (39.5%), the majority of oral dental hygiene indicators were good as many as 23 students (36.5% ), the majority of hair hygiene indicators were good as many as 28 students (44%), the majority of eye hygiene was adequate and good with 22 students each (35%) and the majority of ear hygiene was good, namely 25 students (40%). Conclusion: based on the results of this study, it can be concluded that the personal hygiene of students level I and II at STIKES Panti Kosala is in good category. Keywords: adolescents, personal hygiene
Penerapan 3 Terapi Fisik Modalitas Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Fischa Awalin; Ikhsan Ibrahim; Iyar Siswandi; Leni Rosita; Sri Suryati; Yani Sofiani
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 5, No 1: Maret 2021
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.543 KB) | DOI: 10.31101/jhes.1801

Abstract

Hiperglikemia merupakan suatu permasalahan pasien Diabetes Melitus, kondisi hiperglikemia yang tidak terkontrol dengan baik menyebabkan komplikasi seperti gangguan aliran pembuluh darah perifer, menyebabkan ulkus diabetik. Gangguan vaskularisasi dapat dicegah dengan penerapan terapi fisik modalitas untuk meningkatkannilai ABI. Tujuan penelitian untuk melihat intervensi terapi modalitas terhadap nilai ABI pada penderita Diabetes Melitus. Desain penelitian adalah Quasi Experiment Prepost test two groups dengan 68 responden.Hasil penelitian menujukkan ada peningkatan nilai ABI sesudah dilakukan intervensi.Kesimpulan terjadi peningkatan nilai ABI pada kelompok setelah dilakukan intervensi. Intervensi terapi fisik modalitas dapat direkomendasikan sebagai terapi alternatif sebagai pencegahan komplikasi penyakit arteri perifer.
Efektivitas seduhan kayu manis (Cinnammon Burmanni) dan jahe merah (Zingeber Offcinale) terhadap penurunan GDS pada pasien DM tipe 2 Iyar Siswandi; Yani Sofiani; Diana Irawati
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 4, No 1: Maret 2020
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.471 KB) | DOI: 10.31101/jhes.1004

Abstract

Hipergelikemia merupakan salah satu permasalahan pasien Diabetes Melitus akibat kekurangan sereksi insulin, dapat diatasi menggunakan kayu manis (Cinnammon Burmanni) dan jahe merah (Zingeber Offcinale). Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian seduhan kayu manis (Cinnammon Burmanni) dan jahe merah (Zingeber Offcinale) terhadap kadar glukosa darah. Desain penelitian digunakan adalah quasi eksperimen pre dan post two group. Dengan sampel adalah 24 sampel dibagi 2 kelompok, menggunakan teknik simpel random sampling dengan uji Dependen di dapatkan hasil ada pengaruh kedua kelompok terhadap kadar glukosa darah dan dilihat selisih  kelompok kayu manis memiliki selisih rata-rata kadar glukosa darah lebih tinggi dari pada jahe merah.
Pendidikan Self Management Guidance dan Self Care terhadap Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Siswandi, Iyar; Hidayah, Syamsul; Chaerani, Reni; Anwar, Syamsul
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7178

Abstract

This study aims to determine the effect of self-management guidance and self-care education on the quality of life of hypertensive patients in the working area of the East Rasanae Community Health Center, Bima City. This research method uses a Quasi-experimental research design with pre-test and post-test with control. The results of the study showed that there was an increase in the quality of life score in the intervention group, namely 50,360, and the control group by 55,280, accompanied by a significance value of 0.008 (p < 0.05) and a calculated t value of - 2,788 (< t table (2.05954). Multivariate test The quality of sleep in the intervention group showed P-Value = 0.004. The conclusion is that there is an influence of self-management guidance education and hypertension self-care on the quality of life of hypertensive patients. Keywords: Hypertension, Quality of Life, Self-Management Guidance
Gejala Primer Serangan Stroke pada Pasien Dengan Serang Pertama Agung, Rizki Nugraha; Jumaiyah, Wati; Siswandi, Iyar; Rinawati, Rinawati; Jum’atina, Jum’atina
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i1.8378

Abstract

This study aims to identify stroke symptoms that often occur in first-attack stroke patients. Using observational method with secondary data from medical records of stroke patients. The results of the study showed that the symptoms of stroke that often occurred in first stroke stroke patients were experiencing sudden weakness in the movement of half of the body (hands and feet) as many as 89 people (96.08%). Then, the majority of stroke patients had a history of disease, namely hypertension, 88 people (86.3%). and The majority of stroke onset when patients arrived at the hospital in this study was more than 3.5 hours but still under 24 hours. 63 people (61.8%). The conclusion from this study can be seen that the majority of the main symptoms of a stroke are experiencing sudden weakness in the movement of one side of the body (hands and feet) with the onset of stroke when the patient arrives at the hospital in the majority more than 3.5 hours but still less than 24 hours. Keywords: Hypertension, Stroke, Stroke onset, Stroke symptoms
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stigma Masyarakat Terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Fadhila, Asa Nur; Siswandi, Iyar; Chairunnisa, Dea; Kamil, Abdu Rahim
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.64-71

Abstract

Background. Banyak masyarakat Indonesia yang memandang orang dengan HIV/AIDS dengan sebelah mata dan menganggap mereka yang menderita penyakit tersebut tidak pantas diterima di masyarakat. Padahal pandangan masyarakat tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan ODHA.Objective. Untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status ekonomi dengan stigma masyarakat terhadap ODHA di wilayah Jakarta Pusat. Methods. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi menggunakan metode cross-sectional. Dengan teknik sampel purposive sampling. Pada variabel independen berupa karakteristik responden diketahui dengan menggunakan kuesioner demografi dan stigma masyarakat diukur menggunakan kuesioner I-HSS Scale. Analisa bivariat yang dilakukan adalah uji T Independent dan uji Chi Square. Results. Responden pada penelitian ini merupakan masyarakat di wilayah Jakarta Pusat yang berjumlah 111 orang. Pengolahan data menunjukkan responden yang mengalami stigma tinggi berjumlah 59 orang (53,2%).Conclusion. Variabel yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap ODHA adalah tingkat pendidikan [p = 0,022 dengan OR: 2,813 (1,234-6,409)] dan status ekonomi [p = 0,022 dengan OR: 2,668 (1,219-5,839)], sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah usia (p = 0,089) dan jenis kelamin [p = 0,366 dengan OR: 0,648 (0,298-1,406)].Kata Kunci: Stigma; Masyarakat; Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)
Persepsi Masyarakat (Suku Sasak) tentang Pasien Pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Siswandi, Iyar; Sinaga, Parmo; Ibrahim, Ikhsan; Septian, Alnendi
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.43-46

Abstract

Latar Belakang. Pemasungan salah satu cara tradisional dalam mengatasi gangguan jiwa yang keberadaannya sudah mengancam lingkungan sekitarnya. Hal ini tentunya menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat bahwa gangguan jiwa itu harus di pasung. Hal ini didasarkan pada faktor fungsional, faktor struktural, faktor situasional dan Faktor personal. Persepsi sendiri merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensori.  Objektif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Persepsi masyarakat suku Sasak tentang pasien pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram.Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-survei dengan pendekatan deskriptif-analitik , sebanyak 124 responden di wilayah kerja puskesmas Mataram dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dengan stratifikasi berdasarkan kelurahan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2022 dengan teknik pengambilan data menggunakan kuisioner dimana pembuatan kuisioner ini mengacu pada parameter yang sudah di ada sebelumnya. Hasil. penelitian menggunakan metode analisa yang digunakan ialah uji chi-square dan di peroleh bahwa persepsi masyarakat suku sasak tentang pasien pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram sebagian besar persepsi kurang yaitu sebanyak 102 responden (82.3%).Implikasi klinis. Studi ini memperoleh bahwa persepsi masyarakat suku Sasak rata-rata berpersepsi kurang, dimana persepsi ini berdasarkan faktor fungsional, faktor struktural, faktor situasional, dan faktor personal yang di nilai kurang. Kata Kunci : Deprivasi, Persepsi, Masyarakat.
HUBUNGAN NILAI INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN (IDWG) DAN KEPATUHAN PEMBATASAN DIET TERHADAP TERJADINYA RESTLESS LEGS SYNDROME PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA Karmiyati, Novia; Irawati, Diana; Siswandi, Iyar
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v4i1.7-16

Abstract

Penyakit ginjal kronik adalah suatu penyakit yang harus membutuhkan terapi hemodialisis, dimana fungsi ginjal yang ireversible, dan menimbulkan dampak komplikasi berupa gejala Restless Legs Syndrome (RLS). Masalah yang dapat menyebabkan terjadinya RLS ini ialah kenaikan berat badan diantara dua waktu dialisis (IDWG) dan kepatuhan pembatasan diet pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan nilai IDWG dan kepatuhan pembatasan diet yang dilakukan pasien. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif analitik dengan pendekatan cross sectional, Yang dilakukan di Klinik HD Apotik Berkat Pangkal Pinang dengan jumlah responden 26 orang yang diambil secara total sampling. Uji yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian dengan analisa Chi-Square didapatkan nilai p value untuk IDWG sebesar 0,006 dan nilai p value 0,030 untuk kepatuahn pembatsan diet. Pasien yang patuh terhadap pembatasan diet akan meminimalkan kenaikan nilai IDWG dan akan mengurangi dampak terjadinya RLS. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini diharapkan kepatuhan pembatasan diet dan cairan dapat ditingkatkan pada paien HD sehingga keluhan RLS berkurang
Analisa Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mata Pada Remaja Pengguna Gawai Nuriawalia, Rizqa; siswandi, iyar; choirunnisa, siti; Rayasari, Fitriyan
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.78-82

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Durasi lamanya penggunaan gawai yang berlebihan, jarak pandang yang kurang baik saat menggunakan gawai, posisi yang tidak benar saat menggunakan gawai dan intensitas pencahayaan yang tidak baik akan memiliki dampak terhadap masalah risiko kesehatan mata. Penelitian sebelumnya mendapati bahwa dampak penggunaan gawai pada kesehatan mata dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti durasi (screen time), jarak, posisi dan pencahayaan yang tidak baik akan memiliki dampak resiko terhadap kesehatan mata.Objektif : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kesehatan mata pada usia remaja pengguna gawai di wilayah Bekasi Barat.Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional. sebanyak 55 responden di wilayah Bekasi barat dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan stratifikasi berdasarkan RT. Pengambilan data dilakukan pada 12-15 Juni 2021 dengan menggunakan kuisioner dan penggunaan alat ukur (lux meter). Hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik Chi–Square dengan tingkat kepercayaan 95% (alpha = 0,05)..Hasil: Hasil penelitian menggunakan analisis statistic Chi-Square diperoleh adanya hubungan antara durasi (screen time) dengan kesehatan mata penggunaan gawai (p-value = 0,039), jarak pandang dengan kesehatan mata penggunaan gawai (p-value = 0,018), posisi dengan kesehatan mata penggunaan gawai (p-value = 0,027), dan intensitas pencahayaan dengan kesehatan mata penggunaan gawai (p-value = 0,039).Implikasi Klinis: Penelitian ini dapat menjadi pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif.Kata Kunci : Kesehatan mata, durasi (screen time), jarak pandang, posisi, intensitas pencahayaan, usia remaja.
PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA LANSIA DENGAN OSTEOARTRITIS Pratiwi, Jayanti Rahmadina; Setiyono, Erwan; Siswandi, Iyar
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v4i1.49-56

Abstract

Osteoartritis adanya degenerasi kartilago, pembentukan tulang baru pada bagian pinggir sendi dan penurunan fungsi akibat penuaan. Salah satu tanda dan gejala pada osteoartritis yaitu nyeri sendi. Latihan ROM merupakan intervensi non farmakologi yang memberi dampak meringankan nyeri dan meningkatkan fleksibilitas sesuai batas gerak klien sendiri, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan metabolisme cairan sendi sinovial yang akan memberikan nutrisi pada tulang rawan sehingga nyeri dapat berkurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan range of motion terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia dengan osteoartritis di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Budhi Dharma Bekasi. Penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimental dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Hasil perhitungan sampel sebanyak 15 responden menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti didapatkan hasil analisis nilai mean nyeri osteoartritis yang dialami responden sebelum melakukan Latihan ROM adalah 3.40 dan hasil nilai mean setelah melakukan Latihan ROM 2.47. Dari hasil uji statistic dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai mean yang bermakna antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan Latihan ROM. Berdasarkan hasil uji paired sampel t-test didapatkan nilai p Value 0.001 (p < 0.05) yang artinya ada pengaruh antara Latihan ROM terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia dengan osteoartritis. Saran dari peneliti yaitu latihan ROM sebagai bahan masukan untuk menetapkan strategi menjadikan standar operasional prosedur dalam penanganan nyeri osteoartritis yang dilakukan 2 kali dalam sehari pada pagi dan sore hari pada lansia dengan osteoartritis.