Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN THE FULFILLMENT OF SPIRITUAL NEEDS WITH THE MOTIVATION OF PATIENTS SCHIZOPHRENIA IN THE HEALTH CENTER AREA, PIDIE DISTRICT Miniharianti Miniharianti; Badrul Zaman; Jihan Rabial
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13526

Abstract

The fulfillment spiritual and motivational needs is very necessary for people with mental health disorders, considering that spiritual needs and motivation play an important role in changing mental status. Motivation recovery is a positive attitude, oriented towards achieving goals, namely healing and the strength that encourages individuals to recover. The purpose of this study was to determine the relationship between spiritual needs and healing motivation in schizophrenic patients. The sample in this study was 63 respondents in the Pidie Health Center area. This research used analytic method with cross sectional design. The research instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using the chi square test. The results of the univariate analysis of the majority of respondents have spiritual in the good category (81.0%). The majority of respondents had a motivation to recover in the good category (90.1%). The results of the bivariate test showed that the p-value = 0.002 indicated that there was a relationship between fulfilling spiritual needs and the motivation to heal patients with mental disorders. This study suggests to nurses and families that it is important to meet the spiritual needs of schizophrenic patients in order to increase patient motivation and accelerate healing.
HUBUNGAN BEBAN DAN STRES KERJA PERAWAT DALAM MENANGANI PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUANG UPIP RSUD TGK. CHIK DI TIRO Badrul Zaman; Miniharianti Miniharianti; Jihan Rabial
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 11 No. 01 (2023): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v11i01.462

Abstract

Pendahuluan: Beban kerja perawat berdampak kepada munculnya stres kerja tentu perlu ditinjau lebih lanjut oleh pihak manajemen. Munculnya stres kerja dapat diminimalisir dengan upaya seperti menganalisa perbandingan jumlah pasien dan perawat di ruangan, analisa kesesuaian kemampuan perawat dalam bekerja. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara beban kerja dan stres kerja perawat dalam menangani pasien gangguan jiwa di Ruang UPIP RSUD Tgk. Chik Di Tiro. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh perawat di Ruang Jiwa RSUD Tgk. Chik Di Tiro Sigli yang berjumlah 33 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah secara total sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4-14 Juli 2022. Hasil: Hasil uji univariat didapatkan bahwa pendidikan responden mayoritas berpendidikan rendah (90,9%), jenis kelamin mayoritas laki-laki (66,7%), masa  kerja perawat mayoritas lama (51,5%), beban kerja perawat mayoritas sedang (57,6%) dan stress kerja perawat mayoritas sedang (57,6%). Hasil uji bivariat diperoleh ada hubungan antara beban kerja dan stres kerja perawat dalam menangani pasien gangguan jiwa (P=0,001). Kesimpulan: Disarankan kepada pihak RSU Tgk. Chik Di Tiro supaya lebih memperhatikan beban kerja dan stres kerja perawat dengan berkurangnya beban kerja dan stres kerja seorang perawat akan berdampak sangat baik pada kinerja seorang perawat.   Kata kunci: Beban Kerja, Gangguan Jiwa, Stres Kerja.
Hubungan Pengetahuan Perawat Terhadap Self Care Deficit pada Pasien Gangguan Jiwa Badrul Zaman; Bukhari Bukhari; Nurlaili Nurlaili; Jihan Rabial; Nurul Husna; Habibi Habibi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44683

Abstract

Pengetahuan perawat terhadap self care deficit melibatkan pemahaman tentang konsep self care. Perawat harus memahami konsep dasar self care, termasuk aktivitas sehari-hari yang memperhatikan perawatan diri seperti menjaga kebersihan diri, makan/minum, berhias diri dan toileting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat terhadap self care deficit pada pasien gangguan jiwa di RSUD dr Fauziah Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat ruang UPIP di Wilayah Kerja RSUD Dr Fauziah Bireuen berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah total sampling berjumlah 20 orang. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 26 September sampai dengan 06 Oktober 2024. Hasil uji univariat diperoleh mayoritas pengetahuan perawat di RSUD dr Fauziah Bireuen sebagian besar pada kategori cukup dengan frekuensi 9 orang (45%) dan mayoritas self care deficit di RSUD dr Fauziah Bireuen sebagian besar pada kategori buruk dengan frekuensi 11 orang (55%). Hasil analisis bivariat didapatkan nilai ρ (0,003) < α (0,05), yang berarti ada hubungan pengetahuan perawat terhadap self care deficit pada pasien gangguan jiwa di RSUD dr Fauziah Bireuen. Diharapkan pada perawat dapat memberi informasi untuk menambah wawasan tentang penanganan masalah keperawatan jiwa terutama pengetahuan dan self care deficit
BEBAN KELUARGA DAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA: STUDI POTONG LINTANG Jihan Rabial; Riski Dian Ardianti
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 3 (2026): July - September
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i3.876

Abstract

Beban keluarga dapat memengaruhi kesinambungan perawatan komunitas pasien skizofrenia, terutama pengawasan pengobatan, pengenalan tanda awal kekambuhan, dan pemanfaatan layanan kesehatan jiwa. Penelitian ini menganalisis hubungan beban keluarga dengan pencegahan kekambuhan pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Juli-2 Kabupaten Bireuen. Studi analitik potong lintang dilakukan pada 58 caregiver utama keluarga yang dipilih secara purposif dari 137 keluarga terdaftar. Data dikumpulkan pada 1-7 Juli 2024 menggunakan kuesioner beban keluarga 12 item yang diadaptasi dari Manao dan Pardede serta kuesioner pencegahan kekambuhan 20 item. Data dianalisis secara deskriptif dan hubungan diuji menggunakan prosedur chi-square dengan signifikansi eksak Fisher-Freeman-Halton pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Mayoritas keluarga mengalami beban sedang (56,9%) dan melakukan pencegahan kekambuhan dengan baik (62,1%). Pencegahan baik ditemukan pada 94,7% keluarga dengan beban ringan, 54,5% keluarga dengan beban sedang, dan tidak ditemukan pada keluarga dengan beban berat. Beban keluarga berhubungan bermakna dengan pencegahan kekambuhan (p < 0,001; Cramer's V = 0,576). Keluarga dengan beban lebih berat perlu diprioritaskan dalam edukasi, dukungan manajemen stres, fasilitasi akses obat, dan tindak lanjut berbasis kunjungan rumah.
Edukasi Cuci Tangan Efektif dan Sikat Gigi pada Anak di Desa Kareung Kecamatan jangka Kabupaten Bireuen: Pengabdian Badrul Zaman; Miniharianti; Jihan Rabial; Nurul Husna; khairiyatul munawwarah; Wahidanur
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7766

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar anak dalam menerapkan cuci tangan yang efektif dan menyikat gigi dengan benar sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Balai Desa Kareung, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, dengan sasaran 10 anak. Pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penyampaian materi singkat, demonstrasi, praktik langsung, tanya jawab, dan evaluasi proses berbasis observasi. Pegabdian Masyarakat ini kolaborasi Dosen Prodi D-III Keperawatan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh dan Dosen dari Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Nurdin Abdurrahman serta kepala desa, perangkat desa, dan kader turut hadir mendukung kegiatan. Hasil observasi menunjukkan seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dan terlibat pada sesi praktik. Anak-anak dapat menirukan tahapan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta mengikuti latihan menyikat seluruh permukaan gigi di bawah pendampingan tim. Antusiasme peserta terlihat selama demonstrasi dan praktik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis demonstrasi dan praktik langsung dapat diterapkan secara sederhana pada kelompok anak di tingkat desa. Penguatan melalui pengulangan rutin, dukungan orang tua, kader, serta ketersediaan sarana kebersihan diperlukan agar keterampilan dapat berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari