Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Media Pembelajaran Jamboard Berbasis Seni Budaya Untuk Guru Sdn 16 Poso Kota Utara Kabupaten Poso Andi Imrah Dewi; Sarintan N Kaharu; Azizah Azizah; Nurul Fitria Aras; Nur Rahma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/pengabdian.v3i1.2124

Abstract

Tujuan penelitian mengarah pada program penelitian atau pengabdian masyrarakat ( PkM) dengan mengarah pada pengunaan media pembelajaran jambirad berbasis seni budaya untuk guru sesuai dengan Profesi guru pada abad 21 merupakan masa yang memanjakan guru dengan bermacam teknologi pembelajaran. Dunia pendidikan tidak lepas dari perkembangan internet, untuk itu dalam pembelajaran perlu adanya media belajar berbantuan internet. Permasalahan yang dihadapi guru SDN 16 Poso,masih kurangnya pemahaman dan keterampilan terhadap pemanfaatan aplikasi pembelajaran tersedia secara gratis. Pembelajaran seni budaya yang dilakukan masih bersifat satu arah yang hanya berpusat pada siswa. Pembelajaran yang dilakukan guru hanya menjelaskan materi dan tugas, kemudian siswa mengerjakannya. Guru hanya mengandalkan buku sebagai media pembelajaran. Selain itu kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis online di masa pandemi ini. Permasalahan yang dialami oleh mitra sasaran dapat diatasi dengan pelatihan penggunaaan media pembelajaran jamboard kepada guru-guru agar pembelajaran seni budaya menjadi lebih menyenangkan. Metode penelitian mengunakan deskritif kualitatif Pendekatan teoretik Interdisiplin dipilih untuk memahami dan menjelaskan foenomena yang diteliti. Menurut Rohidi (2011) pendekatan interdisplin merupakan pengambilan konsep dan teori disiplin yang disusun dalam bentuk satuan teori yang menjadi landasan metodologis untuk memetakan, menganalisis, dan menginterpretasi pelaksanaan dan hasil penelitian.Menggunakan pendekatan pelatihan melalui sosialisasi untuk mendapatkan informasi dan data-data tentang kegiatan pelatihan, survei lapangan untuk melihat kondisi riil dilapangan, kegiatan edukatif dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru terkait penggunakan aplikasi google jamboard sebagai media pembelajaran dan evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pelatihan yang dilaksanakan dengan melakukan wawancara, observasi, dokumentasi dengan mengunakan studi analisis ada pun solusi yang ditawarkan dari pelatihan ini adalah agar guru -guru terampil dalam mengunakan aplikasi jamborad atau papan digital yang di lakukan secara on line untuk menarik perhatian siswa dalam pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan dengan berbagai desain-desain yang inovatif dalam belajar sambal bermain dengan materi ajar yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhannya dan dari hasil yang di capai mengalami kemajuan dan perkembagan yang luar biasa dengan kehadiran kedua dari guru pengerak yang telah memahami dengan baik aplikasi jamborad dan Bersama melakuan proses untuk memotivasi guru-guru lain untuk belajar Bersama dengan peserta didik dan hasilnya 100 persen mereka berhasil dan mampu untuk mengunakan aplikas jamborad ini dengan baik,serta pelatihan ini bisa di simpulkan dengan evaluasi hasil pelatihan dan pendampingan terjadinya peningkatan kemampuan guru dalam mengunakan aplikasi jamborad yang dapat di ajarkan kepada peserta didiknya berhasil
Pengaruh Penggunaan Model Guided Inquiry Yang Berbantuan Media Video Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Pelajaran IPAS Kelas V SD Inpres 8 Mamboro Putri Legiani Purnamaning; Zulnuraini Zulnuraini; Nur Rahma
JURNAL DIKDAS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL DIKDAS
Publisher : Primary School Teacher Education Study Program; Faculty of Teacher Training and Education; Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jds.v13i2.4293

Abstract

This study aims to determine the effect of implementing the Guided Inquiry learning model on students' learning interest in science subjects for grade V of SD Inpres 8 Mamboro. This type of research is a quantitative experimental research using the Quasi Experiment method with Quasi Experimental Design. The subjects in this study were 50 students consisting of 25 students of class VA SD Inpres 8 Mamboro as the experimental class, and 25 students of class VB SD Inpres 8 Mamboro as the control class. Data collection was carried out using research instruments in the form of. The data analysis used primary data, where the data was obtained directly by researchers in the field through respondents by distributing student learning interest questionnaires and secondary data in the form of evidence, notes or historical reports that had been arranged in archives or documentary data 0.014 <0.05 then the influence of Ha and no influence of Ho, meaning that there is an influence of the application of the Guided inquiry learning model on students' learning interest in the subject of science in class V SD Inpres 8 Mamboro. So it can be concluded that the Guided inquiry learning model has an effect on students' learning interest in the subject of science in class V SD Inpres 8 Mamboro
An Analysis of Students' Pseudo-Thinking Processes in Solving Algebra Problems from The Perspective of Self-Confidence Nur Rahma; Mubarik; Fajriani; Pathuddin
PRISMA Vol. 15 No. 1 (2026): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v15i1.6251

Abstract

This study aims to describe the pseudo-thinking processes of eighth-grade junior high school students in solving algebra problems, as viewed from the perspectives of high, moderate, and low levels of self-confidence. This study was conducted in the eighth grade at SMP Negeri 7 Palu during the 2025/2026 school year. A total of 3 students were selected from a group of 29 students. This research method uses a qualitative approach of a descriptive nature.The researcher employed a self-confidence questionnaire, an algebraic problem-solving test, and interviews. The results indicate that students have high self-confidence in their ability to solve problems correctly and follow problem-solving steps; however, they still struggle to explain their reasoning conceptually, suggesting that their thinking is pseudo-correct. Students with moderate self-confidence are able to solve problems fairly well, but they still make mistakes in their approach and conceptual understanding, so they tend to engage in pseudo-correct thinking, although not to the same extent as students with high self-confidence. Students with low self-confidence tend to have difficulty understanding and solving problems, leading them to give incorrect answers; however, they are able to correct their mistakes after reflecting on them, thus demonstrating pseudo-errors.
Analisis Pengendalian Internal terhadap Penerimaan dan Pengeluaran Obat pada Apotek Rizky Farma Kota Palu: Analysis of Internal Control on Receipt and Dispensing of Drugs at Rizky Farma Pharmacy, Palu City Cipta Vanesa Ludong; Novriyanti; Nur Rahma; Moh. Rifki; Jamaluddin; Rudy Usman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian internal terhadap penerimaan dan pengeluaran obat pada Apotek Rizky Farma Kota Palu. Pengendalian internal menjadi aspek penting dalam pengelolaan persediaan obat karena berkaitan langsung dengan ketepatan pencatatan, keamanan aset, serta kualitas pelayanan kepada pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara menggunakan Google Form kepada delapan karyawan apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal pada Apotek Rizky Farma telah berjalan cukup baik, ditandai dengan adanya pembagian tugas yang jelas, prosedur penerimaan dan pengeluaran obat yang terstruktur, serta pencatatan yang dilakukan secara manual dan komputerisasi. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kelemahan seperti sistem pencatatan yang belum sepenuhnya terintegrasi serta komunikasi antar karyawan yang belum optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memberikan gambaran mengenai penerapan pengendalian internal pada apotek serta menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi perbaikan sistem yang lebih efektif dan efisien.