p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Attoriolong
M. Rasyid Ridha
Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Masjid Djami’ Tua Palopo Sebagai Media Edukasi Sejarah Islam Di Luwu Nurul Nurul; M. Rasyid Ridha; Asmunandar Asmunandar
Attoriolong Vol 21, No 1 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dari Masjid Djami’ Tua Palopo sebagai media edukasi sejarah Islam di luwu, yakni eksistensi dari Masjid Djami’ sebagai media dalam penerapan pembelajaran serta keunikan dari Masjid Djami’. Jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen baik buku, jurnal, maupun artikel yang berhubungan dengan penelitian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: Masjid Djami’ Tua ialah salah satu Masjid peninggalan sejarah Islam tertua dikabupaten Kota Palopo yang masih eksis dan memiliki daya tarik tersendiri, masih sangat ramai dikunjungi. Dalam sejarah Masjid Djami’ bukan hanya digunakan sebagai tempat beribadah tetapi  juga digunakan sebagai media edukasi sejarah Islam di luwu. Sesuai dengan tuntutan kurikulum K13 dimana dalam pembelajaran sejarah wajid memanfaatkan situs bersejarah yang berkaitan dengan pembelajaran salah satunya Masjid Djami’ yang masih dikunjungi oleh pendidik dan siswa sampai sekarang. Berdasarkan hasil penelitian,  dapat disimpulkan faktor pendudkung dari Masjid Djami’ Tua sebagai media edukasi yakni dengan adanya kesesuaikan antara program pembelajaran yang saling berkaitan dengan situs Masjid Djami’ membuat Masjid banyak dikunjungi oleh siswa. Adapun faktor penghambat dijadikannya  sebagai media edukasi yakni kurangnya literature yang memadai khususnya literature primer membuat informasi yang diperoleh tidak sitematis dan terstruktur serta terkendala dalam menggali informasi dan adanya biaya yang dikenakan pengelola ketika membawa rombongan kunjugan edukasi ke Masjid Tua.
Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Sejarah Secara Daring pada Masa Pandemi Covid 19 Kelas XI MIPA 3 SMA Negeri Makassar Tahun Ajaran 2021/2022 Andriani Andriani; M. Rasyid Ridha; Jumadi Jumadi
Attoriolong Vol 21, No 1 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk Mendeskripsikan Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran Sejarah di masa Pandemi Covid-19 pada jenjang sekolah menengah atas di Kota Makassar, dengan menelusuri perencanaan pembelajaran sejarah secara daring, proses pembelajaran sejarah secara daring, dan evaluasi pembelajaran sejarah secara daring selama pandemic Covid-19. Subjek dalam penelitian ini adalah guru, wali siswa dan siswa di sekolah menengah atas yaitu SMA Negeri 11 Makassar pada tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, informan penelitian ini adalah guru sejarah, wali siswa dan siswa dari kelas MIPA di tingkatan kelas XI. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah menggambarkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di SMA Negeri 11 Makassar kelas XI MIPA 3 sudah terlaksana dengan baik, guru dan siswa telah memiliki fasilitas-fasilitas dasar yang dibutuhkan, hal itu menggambarkan kesiapan pelaksanaan pembelajaran daring. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring guru sudah melakukan perencanaan pembelajaran dan sudah melaksanakan pembelajaran dengan baik yaitu menggunakan media pembelajaran, strategi, metode dan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan siswa. Pembelajaran daring memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya dan mampu mendorong guru untuk lebih kreatif dalam mengajar selain itu siswa dituntut untuk lebih mandiri dan termotivasi untuk lebih aktif belajar. Namun, pembelajaran daring memiliki kendala dalam pelaksanaannya seperti kondisi jaringan yang terkadang kurang mendukung dan kesulitan siswa memahami materi pembelajaran adalah tantangan tersendiri dalam pembelajaran daring.
Pemerintahan Huasain Daeng Parani di Kajang Bulukumba, 1949-1968 Elfira Elfira; Patahuddin Patahuddin; M. Rasyid Ridha
Attoriolong Vol 21, No 1 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui awal pemerintahan Husain Daeng Parani di Kajang, perkembangan yang terjadi di masa pemerintahan Husain Daeng Parani di Kajang dan akhir masa pemerintahan Huasain Daeng Parani di Kajang. Dalam penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian sejarah dengan menggunakan pedekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mencari informasi, kemudian penyajian data dan terkahir penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Awal Pemerintahan Husain Dg Parani yakni pada tahun 1949, tepat diakhir Pemerintahan Karaeng Bapak Daeng Matasa. Pemerintahan karaeng yang dipimpin oleh Karaeng Husaen Dg Parani dirombak menjadi distrik/wilayah yang tetap menjadikan Karaeng Husaen Dg Parani sebagai Kepala distrik atau Kepala Wilayah Kajang, yang kemudian berubah nama menjadi Camat. 2) Pada tahun 1952, memasuki tahun ketiga masa jabatan Husain Dg Parani menjabat sebagai Camat di Kajang, kondisi politik di Sulawesi Selatan khususnya Kajang dalam keadaan darurat akibat pemberontakan DI/TII. Pemberontakan DI/TII berlangsung lama, sekitar 15 tahun lamanya. Kondisi Ekonomi pemerintahan Husein Dg Parani sebagai Camat Kajang mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat pemberontakan DI/TII seperti jembatan dan jalan yang rusak, serta kantor camat yang habis terbakar dibangun kembali kemudian pada bidang pendidikan, pengangkatan tenaga pengajar yang terbilang muda dan kurang materi terpaksa dilakukan untuk melahirkan generasi pemegang tongkat estafet dari daerah Kajang. 3) Akhir Pemerintahan Husain Dg Parani di tahun ke 15 masa jabatannya pada tahun 1968 Husein Dg Parani meninggal dunia dan digantikan oleh Sahid Dg Matutu.