Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Efektifitas Perbedaan Warna Cahaya Lampu terhadap Hasil Tangkapan Bagan Tancap di Perairan Sungsang Sumatera Selatan Gugik Gustaman; Fauziyah .; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.028 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1433

Abstract

Sungsang  South  Sumatra  is  an  estuarine  waters  that  have  low  brightness,  muddy substrate,  and  the  currents  that  influenced  the  tidal  conditions.  Most  fishermen  do  fishing with the use of tidal currents. The research objective is to analyze the effectiveness of different color  lights  to  catch  and  analyze  the  effect  of  light  color  on  the  fish  species  caught.  The research  was  conducted  in  August  2010  with  Experimental  Fishing  methods  and  treatment light colors fishing (yellow, blue and white / control) on 3 Stationary Lift Net’s. The dominant species caught is anchovies (StolephorusSp) (56.6%), Prawn (Metapenaeus ensis)(18,4%) and squid  (Loligo sp)(12,5%).   Results  of  analysis  of  variance  showed  honestly  significantly different color lights to the total weight of the catch. On the operation of fishing gear, white light (control) and the yellow is more effective than blue light. Results of analysis of variance also showed that the color of light is effective for target species such as anchovies and squid are the white and yellow. As for catching predators such as while Longtail shad (Ilisha elongata), Rainbow  sardine  (Dussumieria acuta)  and  Ponyfishes  (Leiognatus Sp)  more  effective  use  of light blue. Key words: Stationary lift net, Sungsang estuary, light colorABSTRAK Karakteristik  Perairan  Sungsang  Sumatera  Selatan  merupakan  perairan  muara yang memiliki kecerahan yang rendah (keruh), substrat berlumpur dan arus yang dipengaruhi kondisi pasang surut. Sebagian besar nelayan bagan tancap melakukan penangkapan dengan memanfaatkan  arus  pasang  surut.  Tujuan  penelitian  adalah  menganalisis  efektifitas perbedaan warna lampu terhadap hasil tangkapan dan  menganalisis pengaruh warna lampu terhadap spesies ikan yang tertangkap. Penelitian ini dilaksanakan pada kondisi bulan gelap di bulan Agustus 2010 dengan metode Experimental  Fishingdan perlakuan warna cahaya lampu  petromak  (kuning,  biru  dan  putih/kontrol)  pad a  3  buah  bagan  tancap.  Spesies yang  dominan  tertangkap  adalah  Teri  (Stolephorus  Sp)  (56,6%),  Udang  pepe (Metapenaeus ensis)(18,4%) dan cumi-cumi(Loligo Sp)(12,5%). Hasil analisis sidik ragam menunjukan warna lampu berpengaruh sangat nyata terhadap berat totalhasil tangkapan. Lampu warna putih (kontrol),  kemudian  yang  kedua  lampu  kuning  lebih  efektif  penggunaanya  dibandingkan lampu warna biru pada pengoperasian alat tangkap bagan tancap. Hasil analisis sidik ragam juga  menunjukan  bahwa  warna  lampu  yang  efektif  terhadap  spesies target  seperti  teri  dan cumi-cumi  adalah  warna  putih  dan  kuning.  Sedangkan  untuk  penangkapan  ikan  predator seperti permato, japuh dan pepetek lebih efektif menggunakan lampu warna biru. Kata kunci : Bagan tancap, Perairan Sungsang, Warnalampu
DETEKSI CEMARAN BAKTERI Salmonella sp. PADA IKAN TERI (Stolephorus spp.) HASIL PERIKANAN DI PERAIRA N SUNGSANG KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Muhammad Yasin Akbar; Gusti Diansyah; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 1 (2016): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.812 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i1.2647

Abstract

Ikan teri (Stolephorus  spp.) merupakan komoditas utama dari alat tangkap bagan tancap di  Perairan  Sungsang  yang  berpotensi  tercemar  bakteri Salmonella  sp.  Cemaran  bakteri Salmonella  sp dapat disebabkan oleh masukan daratan dan aktivitas manusia. Penelitian ini  bertujuan  mendeteksi cemaran  bakteri  Salmonella  sp.  pada  ikan  teri  yang  ditangkap nelayan bagan  tancap  Perairan  Sungsang  dan  yang  telah  dipasarkan  di  Pasar Sungsang. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni 2014, sampel yang diambil yaitu ikan teri basah, ikan teri kering dan air di empat bagan tancap berbeda dan ikan teri kering di Pasar Sungsang. Sampel yang diambil di Perairan Sungsang kemudian dianalisis di Laboratorium Pengujian  dan Pembinaan  Mutu  Hasil  Perikanan  dengan  metode  SNI untuk mengidentifikasi  bakteri  Salmonella  sp.  Hasil  penelitian menunjukkan hasil  negatif pada ikan teri kering, ikan teri basah, dan air dari bagan tancap dan juga hasil negatif pada ikan teri  kering  Pasar  Sungsang.  Hal  ini menunjukkan  bahwa tidak terdapat  cemaran  bakteri Salmonella  sp.  pada ikan  teri  basah,  ikan  teri  kering,  air  bagan  sungsang  dan  ikan teri kering Pasar  Sungsang.  Pengujian  lanjutan  dilakukan  untuk  mengetahui  ada tidaknya sumber  cemaran  bakteri  Salmonella  sp.  pada  air  Perairan Sungsang  yang  rentang salinitasnya  masih  memungkinkan  bakteri Salmonella  sp.  dapat  bertahan  juga menunjukkan tidak adanya bakteri Salmonella sp. di perairan Sungsang.KATA KUNCI: Bagan tancap, ikan teri, pasar Sungsang, Salmonella sp..
Pemberian Mikroalga Terhadap Pertambahan Populasi Rotifera (Brachionus plicatilis) Pada Skala Laboratorium Di BBPBL Lampung Aji Ara Yudha; Fitri Agustriani; isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 2 (2013): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.103 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i2.2507

Abstract

Natural food is an important source of food in the fish breeding business. One of the zooplankton are widely used as the main feed saltwater fish breeding is a rotifer. Zooplankton rotifers is used for natural food fish, especially fish larvae are very small in size. Rotifers used in this research that Brachionus plicatilis. The purpose of this study was the effect of the accretion population Microalgae B. plicatilis and obtain the type of phytoplankton that can deliver the highest populations of B. plicatilis. The method used is the experimental laboratory with 3 treatments and 5 repetitions. The treatment used is Tetraselmis chuii, Nannochloropsis sp, and Chaetoceros sp. ANOVA one-way statistical results with a confidence level of 99% shows the effect of the treatment. Further trials with LSD showed that the increase of Nannochloropsis sp best with a maximum density of 159.8 ind / ml, followed by Chaetoceros sp the number of 118.4 ind / ml, and Tetraselmis chuii totaled 74.8 ind / ml. The high population of B. plicatilis using a feed treatment B (Nannochloropsis sp) because it has a small body size in accordance with the mouth opening B. plicatilis and high nutrient content. In this study, feeding Nannochloropsis sp produce the highest population and significant effect on population growth B. Plicatilis.Keywords: Population, Brachionus plicatilis, Tetraselmis chuii, Nannochloropsis sp, Chaetoceros sp
ANALISIS POLA SEBARAN KONSENTRASI KLOROFIL-a MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT PADA MUSIM TIMUR DI PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI LUMPUR KABUPATEN OKI PROVINSI SUMATERA SELATAN Franky Marendy; Hartoni .; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.561 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i1.4224

Abstract

Klorofil-a merupakan zat hijau dalam fitoplankton. Indikator kesuburan perairan dapat diukur dari kandungan klorofil-a. Pengukuran klorofil-a dapat dilakukan dengan dua cara yaitu konvensional dan menggunakan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis konsentrasi klorofil-a, menentukan algoritma citra landsat serta mengetahui sebaran-sebaran klorofil-a pada musim timur tahun 2004, 2005, 2006, 2007, 2009, 2011, 2013 dan 2014 di Perairan Muara Sungai Lumpur. Pengambilan data insitu pada 7 Juli 2014 pada kondisi pasang dan surut.Penentuan stasiun berdasarkan systematic random sampling terdiri dari 11 stasiun di Muara Sungai Lumpur. Analisis data sebaran konsentrasi klorofil-a insitu dan parameter arah dan kecepatan arus menggunakan Surfer 12, pengujian konsentrasi klorofil-a insitu dan data citra Landsat 2014 menggunakan analisis regresi serta pembuatan layout sebarankonsentrasi klorofil-a menggunakan ArcGis 10.1. Hasil penelitian menyatakan bahwa klorofil-a pada kondisi surut lebih tinggi daripada kondisi pasang. Pada saat pasang ratarata konsentrasi klorofil-a 2,2664 µg/l dan pada saat surut memiliki rata-rata 3,5523 µg/l.Tingkat konsentrasi klorofil-a tersebut tergolong bagus. Serta algoritma yang diperoleh adalah 681,8946 (X)3 - 1708,3328 (X)2 + 1420,9178(X) - 390,8598 yang dimodifikasi dari algoritma Pentury (1997). Konsentrasi klorofil-a di Perairan Muara Sungai Lumpur padatahun 2004, 2005, 2006, 2007, 2009, 2011, 2013 dan 2014 cenderung merata yang berkisar 1-3,8 µg/l serta konsentrasi tertinggi ditemui pada bagian yang hampir sama. Faktor lingkungan yang mempengaruhi sebaran konsentrasi klorofil-a adalah arus serta kedalaman perairan.KATA KUNCI: Klorofil-a, Landsat, muara, Sungai Lumpur.
ANALISIS FINANSIAL UNIT PENANGKAPAN JARING INSANG HANYUT DI DESA SUNGAI LUMPUR KABUPATEN OKI PROVINSI SUMATERA SELATAN Soni Heron; Fitri Agustriani; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.091 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2490

Abstract

Alat tangkap yang paling banyak digunakan selang 5 tahun terakhir di Kabupaten OKI adalah jaring insang hanyut. Jaring insang hanyut tergolong pada alat tangkap yang proses pengoperasiannya dengan cara dihanyutkan. Berdasarkan buku tahunan statistik perikanan tangkap Sumatera Selatan (2008 - 2012) tercatat rumah tangga produksi (RTP) yang melakukan penangkapan dengan alat tangkap jaring insang hanyut terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Selama 5 tahun terakhir RTP jaring insang hanyut di Kabupaten OKI mengalami peningkatan sebesar 4,3 % setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan kemudian menentukan kelayakan kriteria investasi dari unit penangkapan jaring insang hanyut di Desa Sungai Lumpur, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis data meliputi analisis usaha dan analisis kriteria investasi. Hasil penelitian ini menunjukkan keuntungan rata-rata usaha unit penangkapan jaring insang hanyut di Desa Sungai Lumpur Kabupaten OKI adalah Rp.75.297.107 per tahun, R/C ratio adalah 1,42 , payback period 7 bulan, 16 hari dan ROI 158,33 %. Berdasarkan analisis kriteria investasi didapatkan NPV sebesar Rp.180.735.847, Net B/C adalah 4,8 dan IRR 160 %. Hal ini menunjukan bahwa kriteria NPV>0, Net B/C≥1 dan IRR>discount rate sehingga unit penangkapan jaring insang hanyut di Desa Sungai Lumpur, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan layak untuk dilanjutkan.KATA KUNCI: Analisis usaha, analisis kriteria investasi, Desa Sungai Lumpur, jaring insang hanyut, Kabupaten OKI.
KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA LUKA TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) di PENANGKARAN PENYU KOTA PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT Elga Sari; Isnaini .; Gusti Diansyah; Hartoni .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.039 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5787

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dalam melindungi penyu adalah dengan mendirikankonservasi penyu. Permasalahan yang umum terjadi pada konservasi penyu adalahpenyakit pada tukik, dengan bakteri sebagai salah satu penyebabnya. Bakterimengakibatkan tukik terjangkit penyakit infeksi dengan cepat. Akibat sifat tukit yang salingmenyerang sehingga memudahkan bakteri patogen untuk berkembang. Tujuan daripenelitian ini adalah membuat karakterisasi bakteri patogen yang terdapat pada luka tukikpenyu lekang dan mengidentifikasi jenis bakteri patogen pada luka tukik penyu lekangtersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2014.Metode pengambilan sampel bakteri dilakukan dengan cara, pengambilan sampel bakteripada tukik berusia satu sampai tiga bulan. Setelah pengambilan sampel selesai, laludilakukan tahap isolasi bakteri, juga uji karakterisasi dan uji biokimia pada isolat bakteri.Hasil yang diperoleh adalah isolat bakteri pada tukik penyu lekang berumur satu bulan,yaitu Pseudomonas sp1, Pseudomonas sp2, Pseudomonas sp3, berumur dua bulan adalahProteus sp1, Proteus sp2, dan berumur tiga bulan adalah Bacillus sp, Proteus sp1 danPseudomonas sp4.Kata Kunci : Bakteri, Luka, Pariaman, Patogen, Tukik
ANALISIS FINANSIAL PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP DRIFT GILLNET DI KECAMATAN TOBOALI KABUPATEN BANGKA SELATAN BANGKA BELITUNG Septian Vario Gerba; Fitri Agustriani; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.857 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i2.2434

Abstract

Kecamatan  Toboali  merupakan  ibukota  dari  Kabupaten  Bangka  Selatan yang  secara administratif  terbagi  menjadi  11  Desa/Kelurahan.  Drift  Gillnet merupakan  alat  tangkap yang  ramah  lingkungan  dan  merupakan  alat tangkap  yang  palling  banyak  digunakan  di Kabupaten  Bangka  Selatan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kelayakan  usaha penangkapan ikan  dengan  melihat  aspek  ekonomi.  Penelitian  ini  dilakukan  pada bulan oktober  2013.  Pengambilan  data  menggunakan  metode  purposive random  sampling dengan  cara  melakukan  teknik  kuisioner.  Hasil penelitian ini  menunjukkan  Analisis finansial yang dilakukan pada usaha penangkapan ikan di Kecamatan Toboali menyatakan usaha penangkapan ikan di Kecamatan Toboali layak dilaksanakan. Rata-rata pendapatan bersih  setiap  kapal sebanyak  Rp.  45.920.515/tahun.  Faktor  lain  seperti  Payback  perioduntuk usaha  penangkapan  ikan  di  Kecamatan  Toboali  didapat  selama  3  tahun dengan persentase  ROI  sebesar  33,7%.  Analisis  Kelayakan  Usaha  yang dilakukan  pada  usaha penangkapan ikan di Kecamatan Toboali menghasilkan nilai NPV Rp.  60.105.615 dengan nilai  Benefit  Cost  Ratio  sebesar  1,44. Nilai  IRR  sebesar  29%  lebih  besar  dari  nilai  suku bunga sebesar 16%, sehingga usaha penangkapan ikan di Kecamatan Toboali dinyatakan layak secara finansial.KATA KUNCI: Analisis financial, penangkapan ikan, Toboali.
ANALISIS USAHA BUDIDAYA KEPITING SOKA (Scylla serrata) DI KABUPATEN PEMALANG JAWA TENGAH Ria Kusnul Khotimah; Isnaini .; Fauziyah .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.508 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5780

Abstract

Permintaan kepiting soka yang meningkat membawa daya tarik tersendiri terhadap upayamemproduksi kepiting soka melalui usaha budidaya. Usaha budidaya yang ada diKabupaten Pemalang Jawa Tengah yang akan dijadikan pedoman bagi pelaku usahabudidaya yang tertarik pada usaha ini mengatahui analisis finansial usaha budidayakepiting soka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan dan kelayakanusaha budidaya kepiting soka (Scylla serrata). Penelitian ini telah dilaksanaan pada bulanSeptember 2014. Metode penelitian dilakukan dengan wawancara menggunakankuesioner, jumlah sampel 11 pemilik tambak. Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkanbahwa keuntungan usaha budidaya kepiting soka (Scylla serrata) di Kabupaten PemalangJawa Tengah yaitu Rp 251.487.664 pertahun, nilai R/C sebesar 1,4, nilai PP selama 0,893atau 10 bulan 21 hari dan nilai ROI sebesar 111,98% sedangkan hasil kelayakan investasiyaitu nilai NPV sebesar Rp 437.900.099,64. Net B/C yaitu 2,65 dan nilai IRR di dapat 80%,maka nilai NPV>0, Net B/C?1, dan IRR>discount rate, sehingga usaha budidaya kepiting soka(Scylla serrata) di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah mendapat keuntungan dan layakdilaksanakan. Hasil perhitungan analisis sensitivitas menunjukkan nilai maksimumperubahan yang didapatkan untuk kenaikan harga bahan baku (benih kepiting soka)sebesar 11,26%, penurunan produksi Grade I sebesar 12,12 %, penurunan produksi GradeII sebesar 29,99%.Kata Kunci: Analisis Finansial, Budidaya, Kabupaten Pemalang, Kepiting Soka,Sensitivitas
Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Muara Sungai Banyuasin Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.494 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1342

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai struktur komunitas fitoplankton di perairan muara Sungai Banyuasin Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan pada tanggal 26 Mei 2005 hingga 2 Juli 2005. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode purposive random sampling. Lokasi pengamatan dibagi menjadi 9 stasiun. Berdasarkan hasil pengamatan dari 9 stasiun komposisi komunitas fitoplankton yang ditemukan pada musim peralihan I (bulan Mei) terdiri dari 4 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae (diatom) 82,35 %, kelas Cyanophyceae 5,88 %, kelas Dinophyceae 5,88 % dan kelas Euglenophyceae 5,88 %, sedangkan pada musim timur (bulan Juli) ditemukan tiga kelas yaitu kelas Bacillariophyceae (diatom) 80 %, kelas Cyanophyceae 5 %, kelas Dinophyceae 15 %. Secara umum, Indeks keanekaragaman fitoplankton pada musim peralihan 1 adalah 1,261 maka keanekaragaman jenisnya sedang dan pada musim timur Indeks keanekaragaman fitoplankton rendah yaitu 0,411, sedangkan indeks kesamaan antar stasiun fitoplankton pada musim peralihan 1 dan musim timur berkisar 0,4-0,9, hal ini berarti penyebaran komunitas relatif sama baik pada musim peralihan I dan musim timur. Serta sebaran marga fitoplankton tidak merata dan memiliki pola penyebaran mengelompok.   Kata kunci: Struktur komunitas, fitoplankton, Muara Sungai Banyuasin
ANALISIS PERANAN SUBSEKTOR PERIKANAN TANGKAP TERHADAP PEMBANGUNAN DAERAH DAN PENENTUAN KOMODITAS HASIL TANGKAPAN UNGGULAN DI KOTA SIBOLGA Haslan FI Lumbantobing; Fitri Agustriani; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.007 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3482

Abstract

Selama  tahun  2007-2011,  produksi  rata-rata  perikanan  tangkap  Kota Sibolga mencapai  12,67% dari  rata-rata  produksi  perikanan  tangkap Sumatera Utara  dengan  pendapatan  PDRB   sebesar 23,07%  dari total PDRB Kota  Sibolga.Penelitian   ini   bertujuan  menganalisis  peranan  subsektor perikanan  tangkapterhadap  pembangunan  daerah  dan    mengidentifikasi jenis    komoditas hasiltangkapan  unggulan  di  Kota  Sibolga. Jenis penelitian adalah  studi  kasus  yang dianalisis  secara  deskriptif  menggunakan  analisis shift  share,  multiplier effect    dan    location  quotient  (lq).    Hasil  analisis shift  share  menunjukkankontribusi  perikanan  tangkap  di  Kota  Sibolga pada tahun    2011    terhadapsektor  pertanian  sebesar  97,91%    dan    total   PDRB    sebesar  22,85%. Perhitungan LQ  berdasarkan  indikator PDRB   dan   tenaga kerja menunjukkansubsektor  perikanan  tangkap  merupakan  sektor basis  di Kota  Sibolga dengan  nilai  LQ   lebih   dari  1.  Hasil  mutiplier effect  berdasarkan  indikator PDRB dan tenaga  kerja  rata-rata    sebesar 4,22 satuan  dan    4,90   satuan. Penentuan  komoditas unggulan  untuk  subsektor perikanan  tangkap,  yaitukakap  putih  (Lates  calcarifer),  lencam  (Lethrinus spp.)  dan    kakap merah/bambangan  (Lutjanus  spp.)    dari  kelompok  ikan demersal;  ikanlayang  (Decapterus  sp.),  lemuru  (Sardinella  lemuru),  dan   teri  (Stolephorusspp.)    dari  kelompok  ikan  pelagis  kecil;    serta  ikan tongkol  como    (Euthynnus affinis)  dari    kelompok  ikan    pelagis  besar.   Dengan  diketahuinya    jenis komoditas  ikan  unggulan  maka  dapat dijadikan sebagai  komoditas  kuncidalam  pengembangan  perikanan  tangkap  untuk meningkatkan pendapatandan   kontribusi  pada  perekonomian  Kota  Sibolga KATA KUNCI:  Komoditas  unggulan,  subsektor  perikanan  tangkap.