Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Penerapan Teknologi Pasteurisasi dan Diversifikasi Produk Susu Kambing di Desa Dlemer Bangkalan Nurmalisa Lisdayana; Sheilla Aprilia Nur Nadhifah; Ferbieko Naio Widodo; Raden Faridz; Eka Nurrahema Ning Asih; Iffan Maflahah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v5i1.6504

Abstract

The Alvina Jaya Farmers Group in Dlemer Village, Arosbaya District, Bangkalan Regency, has significant potential in goat farming, particularly in milk production. However, the pasteurized goat milk production process still faces various obstacles, such as manual milking that is prone to contamination, traditional pasteurization using boilers that make it difficult to maintain temperature stability, simple packaging without labels, and limited marketing. Through the 2025 community service program at Trunojoyo University in Madura, assistance was provided in the implementation of modern technology in the form of automatic milking machines, pasteurization machines, and the development of labeled packaging. In addition, diversification of derivative products in the form of goat milk yogurt was also introduced. The results of the activity showed an increase in productivity, hygiene, and product shelf life, accompanied by an increase in the skills of farmer group members in production and digital marketing. The diversification of yogurt products also opened up new business opportunities with higher added value. This program not only increased the income of farmer groups but also had a social impact by providing nutritious products that are safe for public consumption.
Profil Kandungan Fitokimia Ekstrak Lamun Enhalus acoroides Sebagai Antibakteri Escherichia coli dan Vibrio harveyi dari Perairan Sapeken-Madura Eka Nurrahema Ning Asih; Siti Nihayatun Ni'amah; Insafitri Insafitri; Ary Giri Dwi Kartika; Wiwit Sri Werdi Pratiwi; Nike I. Nuzula
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.39354

Abstract

Meningkatnya penggunaan antimikroba sintetik beresiko menghasilkan mutasi strain bakteri patogen resisten dan jumlah toksisitas perairan menyebabkan gagalnya budidaya perikanan. Perlu alternatif lain untuk mengatasi resiko ini dengan mengoptimalkan vegetasi laut kaya senyawa bioaktif sebagai antibakteri seperti lamun Enhalus acoroides dari perairan Sapeken. Tujuan penelitian adalah mengetahui kandungan fitokimia ekstrak E.acoroides dan menganalisis perbedaan signifikan zona hambat bakteri V. harveyi dan E. coli terhadap beberapa konsentrasi ekstrak E. acoroides. Metode ekstraksi menggunakan metode maserasi, uji fitokimia merujuk Harbone (1987) dan uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Terdapat 4 konsentrasi ekstrak yang diuji antibakteri yaitu 10000 ppm, 20000 ppm, 40000 ppm dan 80000 ppm, kontrol positif (kloramfenikol), dan kontrol negatif (aquades) dengan 3 kali ulangan selama 3x24 jam pengamatan. Uji ANOVA dan uji Tukey digunakan untuk mengetahui perbedaan signifikan pengaruh konsentrasi ekstrak E. acoroides terhadap masing-masing bakteri uji. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak E. acoroides dari perairan Sapeken mengandung alkaloid, saponin, dan triterpenoid. Diameter zona hambat bakteri E. coli berbeda nyata signifikan (p<0,05) terhadap konsentrasi ekstrak, sebaliknya diameter zona hambat V. harveyi tidak berbeda nyata signifikan (p>0,05) terhadap konsentrasi ekstrak. Konsentrasi 80.000 ppm merupakan konsentrasi terbaik sebagai antibakteri E. coli dan V. harveyi. Penelitian ini menjadi informasi awal pengembangan produk antimikroba berbahan E. acoroides.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Plasma Belangkas Bulan (Tachypleus gigas) Terhadap Bakteri Vibrio parahaemolyticus dari Perairan Selat Madura Alvin Aulafi Anugrah; Eka Nurrahema Ning Asih
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.38966

Abstract

Upaya penanggulangan infeksi vibriosis menggunakan antibiotik secara insentif menyebabkankan resistansi dan menurunkan produktifitas budidaya. Perlu dilakukan eksplorasi upaya pencarian bahan alami sebagai anti bakteri Vibrio parahaemolyticus salah satunya menggunakan plasma belangkas yang mengandung Tachyplesin Amoebocyt Lysat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi terbaik dan perbedaan kemampuan zona hambat dari ekstrak plasma Tachypleus gigas terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus pada waktu pengamatan yang berbeda. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dari dua lokasi pengambilan sampel dan 3 ulangan yaitu perairan Socah-Bangkalan dan Tambak Wedhi-Surabaya. Perlakuan konsentrasi ekstrak 0,05%, 20%, 50%, dan 100% v/v, dan kontrol positif (chloramphenicol) dengan 3 waktu pengamatan yaitu 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Parameter yang diamati adalah Konsentrasi Hambat Minimum dianalisis Uji Kruskal Walis dan Uji Mann Whitney. Hasil menujukkan ada perbedaan nyata antara konsentrasi plasma dalam menghambat aktivitas bakteri uji pada waktu pengamatan berbeda di 2 lokasi tersebut dengan nilai asymp. sig ekstrak dari perairan Socah antara 0.036 (72 jam)-0.049 (48 jam), sedangkan nilai asymp. sig ekstrak dari Tambak Wedi yaitu 0.044 (24 jam). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan konsentrasi ekstrak plasma terbaik untuk menghambat bakteri Vibrio parahaemolyticus dari 2 lokasi penelitian adalah 1:20 ml (0,05%) dengan kisaran zona hambat yang dihasilkan 1,1 ± 0,33 mm (Socah) dan 1,47± 0,38 mm (Tambak Wedi). Hasil penelitian menjadi informasi awal untuk potensi pemanfaat ekstrak plasma Tachypleus gigas di bidang bioteknologi kelautan kedepannya. Efforts to control vibriosis infection using antibiotics intensively cause resistance and reduce cultivation productivity. It is necessary to explore efforts to find natural ingredients as anti-bacterial Vibrio parahaemolyticus, one of which is rapeseed plasma containing Tachyplesin Amoebocyt Lysat. This study aimed to determine the best concentration and differences in inhibition zone ability of Tachypleus gigas plasma extract against Vibrio parahaemolyticus bacteria at different observation times and study locations. The study used an experimental method with a completely randomized design from two sampling locations and three replications, namely Socah-Bangkalan and Wedhi-Surabaya Ponds. Treatment of extract concentrations of 0.05%, 20%, 50%, and 100% v/v, and positive control (chloramphenicol) with three observation times, namely 24 hours, 48 hours, and 72 hours. The observed parameters were minimum inhibitory concentration and inhibition zone diameter, which were analyzed using the Kruskal Walis and Mann-Whitney Test. The results showed a significant difference between the plasma concentrations in inhibiting the activity of the test bacteria at different observation times at the 2 locations with the asymp value. sig extract from Socah waters ranged from 0.036 (72 hours) to 0.049 (48 hours), while the asymp. sig extract from Tambak Wedi is 0.044 (24 hours). The results of the Mann-Whitney test showed that the best concentration of plasma extract to inhibit Vibrio parahaemolyticus bacteria from 2 study sites was 1:20 ml (0.05%) with a range of inhibition zones resulting from 1.1 ± 0.33 mm (Socah) and 1.47 ± 0.38 mm (Tambak Wedi). The results of this study provide initial information for the potential use of plasma extract Tachypleus gigas in the field of marine biotechnology in the future.