Abdul Haris
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh H2SO4 pada PVA yang Dimodifikasi pada Campuran Biomassa Tongkol Jagung-Bulu Ayam sebagai Adsorben Campuran Logam Pb2+ dan Cu2+ Sitta Noor Fatmawati; Rum Hastuti; Abdul Haris
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 2 (2015): Volume 18 Issue 2 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.704 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.2.50-56

Abstract

Penelitian tentang pengaruh H2SO4 pada PVA yang dimodifikasi pada campuran biomassa dari tongkol jagung - bulu ayam sebagai adsorben untuk campuran ion Pb2+ dan Cu2+ telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh data mengenai pembuatan adsorben dari tongkol jagung - bulu ayam sebelum dimodifikasi PVA dengan asam sulfat A1 dan setelah modifikasi A2. Serta untuk menentukan kapasitas adsorpsi, konstanta kesetimbangan adsorpsi, energi adsorpsi dan pengaruh kompetisi campuran ion Pb2+ dan Cu2+. Adsorben yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FTIR dan BET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PVA dengan asam sulfat pada biomassa dari tongkol jagung - bulu ayam efektif untuk menurunkan kadar campuran ion Pb2+ dan Cu2+. Hal ini dikarenakan penambahan PVA dengan asam sulfat dapat memperbesar pori-pori adsorben dari tongkol jagung - bulu ayam serta menambah gugus aktif OH. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil analisis BET yang menunjukkan  kenaikan luas permukaan sebesar 43,42%, rata-rata pori sebesar 79,55% dan total volume pori 2,5 kali lebih besar dibandingkan adsorben A1.
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara Alfan Hidayatulloh; Taslimah Taslimah; Abdul Haris
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 1 (2011): Volume 14 issue 1 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.707 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.1.1-3

Abstract

Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batubara dengan kadar sekitar 80-90% dari total abu yang dihasilkan. Komponen utama dari abu layang batubara adalah silika (SiO2), alumina (Al2O3), dan besi oksida (Fe2O3). Sampel abu layang batubara yang digunakan berasal dari PLTU Tanjung Jati Jepara. Komponen magnetik abu layang batubara diperoleh dengan cara memisahkan abu layang menggunakan batang magnet. Proses destruksi pada sampel abu layang dan komponen magnetik menggunakan aqua regia. Metode untuk menentukan besarnya kadar unsur-unsur magnetik yang terkandung dalam abu layang adalah metode spektrofotometri serapan atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan pada sampel abu layang batubara mempunyai kadar logam Fe sebesar 6,17%, logam Al sebesar 3,96%, logam Mn sebesar 1,49% dan logam Cu sebesar 0,0045%. Kadar logam magnetik yang paling dominan pada komponen magnetik abu layang adalah logam Fe sebesar 8,28%, kemudian logam Al sebesar 4,15%, logam Mn sebesar 2,06% dan logam Cu sebesar 0,0027%.Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batubara dengan kadar sekitar 80-90% dari total abu yang dihasilkan. Komponen utama dari abu layang batubara adalah silika (SiO2), alumina (Al2O3), dan besi oksida (Fe2O3). Sampel abu layang batubara yang digunakan berasal dari PLTU Tanjung Jati Jepara. Komponen magnetik abu layang batubara diperoleh dengan cara memisahkan abu layang menggunakan batang magnet. Proses destruksi pada sampel abu layang dan komponen magnetik menggunakan aqua regia. Metode untuk menentukan besarnya kadar unsur-unsur magnetik yang terkandung dalam abu layang adalah metode spektrofotometri serapan atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan pada sampel abu layang batubara mempunyai kadar logam Fe sebesar 6,17%, logam Al sebesar 3,96%, logam Mn sebesar 1,49% dan logam Cu sebesar 0,0045%. Kadar logam magnetik yang paling dominan pada komponen magnetik abu layang adalah logam Fe sebesar 8,28%, kemudian logam Al sebesar 4,15%, logam Mn sebesar 2,06% dan logam Cu sebesar 0,0027%.
Decolorization of Artificial Waste Remazol Black B using Electrogenerated Reactive Spesies Didik Setiyo Widodo; Linda Suyati; Gunawan Gunawan; Abdul Haris
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.667 KB) | DOI: 10.14710/jis.%v.%i.%Y.81-89

Abstract

Electrolysis method (electrodecolorization) coupled with ●OH radicals and chlorine generation has been performed in decolorizing of artificial waste of remazol black B (reactive black 5). The electrodecolorization as one of advanced oxidation process (AOP) shows its determinant potential in overcoming environmental problems due to dye contained waste as well as its green in desaign and efficiency. The project aim was to decolorize the RBB solution completely and effectively. The mission was completed by designing decolorizing reactor working with electrolytic system in tandem with electrogeneration of reactive species from HCl and NaCl electrolyte. Lead oxide, PbO2 was choosen as anode. The efficiency of decolorization process was comparated with those of Na2SO4 as electrolyte. Data of UV-Vis spectrometry, atomic absorption spectrophotometry and COD showed that the performance of electrolysis design was significantly enhanced with the reactive species generation process. Electrolysis of 100 mL sample of 200 mgL-1 RBB with reactive species generation was rearched almost two-fold faster in decolorizing the dye solution rather than in Na2SO4 one. The design rearchs more than 99 % in decoloriziation percentages, reducing COD more than 96 % indicating the potential and effectiveness of electroremediation process.
Sintesis Fotokatalis ZnO-Al dan Aplikasinya pada Degradasi Fenol dan Reduksi Cd(II) secara Simultan Arif Rahman Hakim; Abdul Haris
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Issue 1 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.146 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.1.7-10

Abstract

Sintesis fotokatalis ZnO-Al untuk degradasi fenol dan reduksi Cd(II) secara simultan telah dilakukan. Tahapan penelitian meliputi sintesis, karakterisasi ZnO-Al dan uji aktivitas pada degradasi fenol. Metode yang digunakan untuk sintesis fotokatalis ZnO-Al adalah metode sol-gel spray coating dan metode yang digunakan untuk degradasi adalah metode fotokatalisis. Hasil karakterisasi fotokatalis ZnO-Al menggunakan XRD menghasilkan kristal dengan ukuran 15,07 nm dan karakterisasi menggunakan DRS UV-Vis menunjukkan celah pita (Eg) sebesar 2,58 eV. Penurunan konsentrasi dari fenol dan Cd(II) secara simultan adalah lebih besar pada penggunaan fotokatalis ZnO-Al baik menggunakan sinar UV-C dan sinar tungsteen daripada fotokatalis ZnO.
Kajian Metode Elektrofotokatalisis, Elektrolisis dan Fotokatalisis pada Dekolorisasi Larutan Zat Warna Remazol Red RB yang Mengandung Ion Logam Cd2+ Rosida Puspita Sari; Abdul Haris; Nor Basid Adiwibawa Prasetya
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.459 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.2.58-61

Abstract

Limbah cair industri tekstil mengandung zat warna dan logam berat. Remazol Red RB dan logam kadmium merupakan zat warna dan logam berat yang banyak terdapat pada limbah tekstil. Pembuangan limbah cair tekstil tanpa pengolahan limbah terlebih dahulu akan menyebabkan pencemaran lingkungan perairan. Metode elektrolisis, fotokatalisis dan elektrofotokatalisis merupakan metode yang dapat digunakan dalam penanganan limbah tekstil. Pada penelitian ini akan dibandingkan ketiga metode tersebut untuk dekolorisasi larutan zat warna remazol red RB yang mengandung ion logam Cd2+ serta mengetahui pengaruh keberadaan ion logam Cd2+ dan penyinaran lampu UV-C terhadap dekolorisasi zat warna remazol red RB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elektrofotokatalisis merupakan metode yang paling efektif karena mampu mendekolorisasi remazol red RB hingga 97,85% dan menurunkan konsentrasi ion logam Cd2+ hingga 96,50%. Keberadaan ion logam Cd2+ dan penyinaran lampu UV-C meningkatkan dekolorisasi zat warna remazol red RB.
Potential Oxidative Treatment Using Pb-PbO2 Electrode in Electrodecolorizing Batik Wastewater Didik Setiyo Widodo; Rahmad Nuryanto; Abdul Haris; Prihastuti Santini Laksmi Dewi; Lutfia Apipah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 3 (2018): Volume 21 Issue 3 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2669.96 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.3.118-123

Abstract

Electrodecolorization of batik wastewater has been done. Study was performed to remediate aquatic environment containing dyes of batik industry by electrolysis, decreasing COD and some metal ions as well. Research was conducted by electrolyzing sample from Buaran Pekalongan and Semarang using Pb and PbO2 as electrodes at a constant applied potential. Solution after treating were analysed, zeolite sieving treatment, and final analysis by UV-Vis spectrophotometer for measuring decolorization percentages, atomic absorption spectrophotometerer (AAS) for evaluating metal ions of Cu2+, total Fe and Na+, and COD analysis. Results show that electrolysis of batik wastewater using PbO2 as anode effectively decolorize and decreasing COD values. Sample containing indigozol and remazol black B (RBB) were decolorized up to 100%. CODs were reduced to 98.6% and 95.4%, respectively. Zeolite treatment enhancing water quality by reducing ion concentration of Cu2+, total Fe ions and Na+.