Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kajian Literatur: Miskonsepsi dan Metode Identifikasinya Ina Yuliana
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi merupakan komponen penting yang harus segera diatasi, karena dapat mempengaruhi peserta didik dalam memahami konsep berikutnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi untuk dapat meminimalisir terjadinya miskonsepsi tersebut. Adapun tujuan dari artikel ini adalah untuk menyampaikan metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi berasal dari berbagai artikel lain yang sudah diterbitkan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa cara mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi pada peserta didik, yaitu menggunakan Certainty Respons Indeks (CRI), Tes Isomorfik, Tes Diagnostik Three Tier, dan Tes Diagnostik Four Tier.
Literatur Review: Efektivitas Model Sole Berbantuan Phet dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Materi Suhu Dan Kalor : Penelitian Natasya Cornelia Br Ginting; Ketut Suma; Ina Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran Self Organized Learning Environment (SOLE) yang didukung oleh PhET Simulation dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika pada materi suhu dan panas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SOLE mendorong pembelajaran mandiri dan kolaboratif melalui tahap-tahap pertanyaan besar, penyelidikan, dan tinjauan. Integrasi PhET Simulation membantu memvisualisasikan konsep fisika yang abstrak, sehingga memudahkan pemahaman konseptual dan analisis hubungan antara variabel. Oleh karena itu, penerapan model SOLE yang didukung oleh PhET Simulation memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran fisika.
PENGARUH MODEL PBL BERBASIS TPACK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ni Made Meriantari; Rai Sujanem; Ina Yuliana
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika SMA pada materi gelombang bunyi antara kelas yang dibelajarkan menggunakan model PBL berbasis TPACK dan PBL konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment research dengan desain one-way non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi yang digunakan terdiri atas 5 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 177 orang. Sampel yang digunakan terdiri dari 2 kelas yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak 69 siswa yang tersebar pada kelas eksperimen sebanyak 35 siswa dan kelas kontrol sebanyak 34 siswa. Instrumen keterampilan berpikir kritis yang digunakan yaitu tes esai sebanyak 10 soal. Hasil pretest-posttest dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji ANCOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Secara deskriptif, rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji ANCOVA menujukkan bahwa model pembelajaran yang digunakan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa ( ; p ) serta kontribusi sebesar 40,6%. Dengan demikian, terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBL berbasis TPACK dan siswa yang belajar menggunakan PBL konvensional.. Implikasi penelitian mengindikasikan bahwa integrasi teknologi yang didukung oleh pedagogik dan konten dalam pembelajaran berbasis masalah mampu mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa, khususnya pada pembelajaran fisika yang bersifat abstrak.
PELATIHAN PEMBUATAN TOTEBAG ECOPRINT SEBAGAI KREATIVITAS RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MATERI PRAKARYA DI SMA KERTHA WISATA Ajeng Purnama Heny; Ida Ayu Putu Suryanti; Ina Yuliana; Rachmadhani Rachmadhani; P. Krisna Widyantara Sujana
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 3 (2025): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i3.4518

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas ramah lingkungan melalui pembelajaran prakarya di SMA Kertha Wisata, salah satu sekolah berbasis pariwisata di Singaraja. Upaya tersebut dilakukan dengan menerapkan praktik teknik ecoprint pada totebag. Pemilihan totebag ecoprint didasarkan pada edaran gubernur Bali tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di berbagai lembaga/instansi sekaligus menjadi aksi nyata dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yakni SDGs 4, SDGs 12 dan SDGs 13. Pelatihan ini dilaksanakan dalam 3 tahap yakni persiapan, pelatihan dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman konsep ecoprint dan kesadaran lingkungan mendapat kategori sangat baik sedangkan pada indikator keterampilan dan kreatifitas mendapat katergori baik. Selain mengembangkan kreatifitas ramah lingkungan pelatihan ini diharapkan mendorong pengembangan kewirausahaan di sekolah berbasis pariwisata melalui produk fesyen dan aksesori yang bernilai jual.
Efektivitas Model Reciprocal Teaching Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA: Penelitian Stevin Nababan; Ketut Suma; Ina Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6642

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang belajar dengan menggunakan model Reciprocal Teaching dan model Direct Instruction. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu yang yang menggunakan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini mencakup empat kelas dengan total 124 siswa kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Sukasada pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel yang digunakan terdiri atas dua kelas dengan jumlah 63 siswa, yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Satu kelas bertindak sebagai kelompok eksperimen (Kelas C) dan satu kelas bertindak sebagai kelas kontrol (kelas D). Data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kelompok eksperimen dengan perlakuan Reciprocal Teaching memperoleh nilai rerata sebesar 77,5 (SD = 6,97), sedangkan kelompok kontrol dengan perlakuan model pembelajaran langsung memperoleh nilai rerata sebesar 71,56 (SD = 13,10). (2) hasil uji ANAKOVA satu jalur menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan nilai Fhitung sebesar 17,42 dan nilai signifikansi 0,000. Simpulan dari penelitian ini yaitu siswa yang menggunakan model Reciprocal Teaching menunjukkan hasil yang lebih baik daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung.
PENGARUH INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN SIMULASI PHET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA PEMBELAJARAN FISIKA Ni Kadek Dwi Utari; Ida Bagus Putu Mardana; Ina Yuliana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11184

Abstract

ABSTRACT Understanding physics concepts, particularly in the topic of light waves, requires a learning process that actively engages students so that abstract concepts can be more easily comprehended. Although Guided Inquiry and PhET simulations have been widely studied in physics education, research integrating both approaches to improve students’ conceptual understanding of light waves remains limited, making this study important to conduct. This study aimed to examine the effect of the Guided Inquiry learning model assisted by PhET interactive simulation media on students’ physics conceptual understanding compared to the Direct Instruction model. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest–posttest control group design. Data were collected through a conceptual understanding test covering the aspects of interpretation, translation, and extrapolation. The data were analyzed using one-way ANCOVA. The results showed that the implementation of the Guided Inquiry learning model assisted by PhET interactive simulations had a significant effect on students’ conceptual understanding compared to Direct Instruction. Students who learned through Guided Inquiry assisted by PhET simulations demonstrated a higher level of conceptual understanding after the learning process. These findings indicate that learning activities involving inquiry, concept exploration, and the use of interactive media are more effective in helping students develop a deeper understanding of physics concepts. Therefore, it can be concluded that the Guided Inquiry learning model assisted by PhET interactive simulation media has a more positive effect on students’ conceptual understanding of light waves than the Direct Instruction model. ABSTRAK Pemahaman konsep fisika, khususnya pada materi gelombang cahaya, memerlukan proses pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif agar konsep yang bersifat abstrak lebih mudah dipahami. Meskipun model Inkuiri Terbimbing dan simulasi PhET telah banyak diteliti dalam pembelajaran fisika, kajian yang mengintegrasikan keduanya untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi gelombang cahaya masih terbatas sehingga penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media interaksi simulasi PhET terhadap pemahaman konsep fisika siswa dibandingkan dengan model Direct Instruction. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain pretest-posttest control group. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes pemahaman konsep yang meliputi aspek interpretasi, translasi, dan ekstrapolasi. Data penelitian dianalisis menggunakan uji ANAKOVA satu jalur. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media interaktif simulasi PhET memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep siswa dibandingkan pembelajaran Direct Instruction. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Inkuiri Terbimbing berbantuan simulasi PhET menunjukkan tingkat pemahaman konsep yang lebih baik setelah proses pembelajaran berlangsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang melibatkan aktivitas penyelidikan, eksplorasi konsep, dan pemanfaatan media interaktif lebih efektif dalam membantu siswa membangun pemahaman konsep fisika. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Inkuiri Terbimbing berbantuan media interaktif simulasi PhET memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pemahaman konsep fisika siswa pada materi gelombang cahaya dibandingkan model Direct Instruction.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN SIMULASI PhET TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA MATERI FLUIDA STATIS Pande Made Laksmi Puja Rastiti; Rai Sujanem; Ina Yuliana
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i2.805

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa serta belum optimalnya pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian terdahulu umumnya membandingkan Problem Based Learning (PBL) berbantuan simulasi Physics Education Technology (PhET) dengan Direct Instruction (DI) atau PBL dengan DI, sedangkan penelitian yang membandingkan PBL berbantuan PhET, PBL, dan DI secara bersamaan dengan mengontrol kemampuan awal siswa masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBL berbantuan simulasi PhET terhadap KBK pada materi Fluida Statis dengan mengontrol kemampuan awal sebagai variabel kovariat. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain one-way pretest-posttest nonequivalent control group yang melibatkan 101 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu PBL berbantuan PhET, PBL, dan DI. Instrumen yang digunakan berupa tes esai KBK pada materi Fluida Statis, sedangkan data dianalisis menggunakan analisis kovarian (ANCOVA) dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata KBK tertinggi diperoleh kelompok PBL berbantuan PhET (73,1), diikuti PBL (64,8), dan DI (52,0). Analisis kovarian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok (p < 0,05) serta pengaruh signifikan kemampuan awal terhadap hasil akhir. Uji lanjut LSD menunjukkan bahwa kelompok PBL berbantuan PhET memiliki hasil yang berbeda signifikan dibandingkan kelompok PBL dan DI. Dengan demikian, model PBL berbantuan PhET lebih efektif dalam meningkatkan KBK siswa dibandingkan model PBL dan DI.