Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Tematik Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pagon Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang Nine Wahyuni Maulani; Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Vera Purnama; Hamdan Drian Adiwijaya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7714

Abstract

Pangan merupakan hal mendasar yang harus terpenuhi dalam kehidupan manusia. Kebutuhan pangan semakin lama memperlihatkan angka yang terus bertambah, namun tidak diiringi dengan perluasan areal pertanian. Pandemi covid 19 semakin menambah permasalahan karena perusahaan banyak yang memPHK karyawannya. Solusi dari permasalahan tersebut diantaranya dengan mengoptimalkan peran ibu rumah tangga dengan cara budidaya di lahan pekarangan. Pemerintah dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian membuat program pekarangan pangan lestari (P2L) yang ditujukan kepada kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap daerah. Desa Pagon, kecamatan Purwadadi, kabupaten Subang merupakan desa yang masih berkembang dan butuh pendampingan dalam pembangunannya. Kelompok Wanita tani (KWT) Pisang merupakan kelompok yang cukup aktif dalam berbagai program pemerintah, namun masih membutuhkan tambahan pengetahuan dalam hal budidaya tanaman dan keberagaman tanaman sayuran. Kegiatan pelatihan tematik P2L yang diprakarsai oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kabupaten Subang dan Fakultas agrorektan Universitas Subang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya tanaman pekarangan khususnya jenis sayuran. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara: sosialisasi, penyampaian materi, dan pelatihan budidaya tanaman. Masyarakat desa Pagon terutama ibu-ibu kelompok tani (KWT) sangat bersemangat dan mendapatkan manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan.
Implementasi Algoritma Deep Learning You Only Look Once (YOLOv5) Untuk Deteksi Buah Segar Dan Busuk Lusiana Lusiana; Ari Wibowo; Tika Kartika Dewi
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i1.489

Abstract

Fruit is one of the nutritional needs for the body that must be met. But with a note, these nutrients will be obtained from fruit that is still fresh. The definition of fresh fruit itself is fruit that can be consumed directly and does not require any further processing. There are many ways to select and differentiate between fresh fruit and bad fruit and in general direct observations can be made. But over time, there are several other ways to observe fruit freshness using existing technology. Where one of them is by optimizing deep learning and machine learning. This detection and classification system was created using a deep learning method using the YOLOv5 algorithm which can detect in real-time the types of apples, bananas and oranges. We use image datasets for each of these fruits for fresh fruit and rotten fruit, a total of 1200 images for train data and 330 images for validation data and 6 images for test data. Based on the tests that have been carried out with training data, along with validation data, and test data using the YOLOv5 algorithm, it can be concluded that this detection method can recognize objects consistently with a high degree of accuracy. This can be proven at the level of accuracy which reaches an accuracy rate of 90%.
Pengaruh Dosis Sekam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 32 Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Hamdan Drian Adiwijaya; Buki Hermawan; Nine Wahyuni Maulani
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.624

Abstract

The research aims to determine; (1) the response of growth and yield of rice plants to various doses of roasted husks, and (2) doses of roasted husks that have a positive effect on the growth and yield of rice plants of the Inpari 32 variety. The study was carried out for 3 (months) months, starting from January to March 2022. This research was carried out with an experimental approach using a Randomized Block Design (RBD), 6 doses of burnt husk treatment and repeated five times, so that there were 30 experimental units. The variables observed were plant height, number of tillers per clump, number of productive tillers per clump, number of shoots per clump, panicle length, number of pithy grain per panicle, weight of 1000 grains of grain, yield of dry grain harvested per clump and per plot. The data obtained in the study were analyzed by analysis of variance (ANOVA) if there was a significant effect, then Duncan's multiple-distance further test was carried out at a significance level of 5 percent. The results showed: (1) Burned husk treatment had a significant effect on plant height, number of tillers per clump, number of productive tillers per clump, number of panicles per clump, number of pithy grain per panicle, weight of 1000 grains of grain, yield of dry grain harvested per clump. and per plot, but had no significant effect on panicle length. and (2) The highest harvested dry grain yields were obtained at doses of roasted husks of 4 and 5 tons/ha, namely 6.65 kg and 7.70 kg per plot or equivalent to 7.39 tonnes per hectare and 8.56 tonnes per hectare.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Program P2L pada KWT Akur di Desa Kawunganten Kecamatan Cikaum Kabupaten Subang lusiana priyatna; Tita Kartika Dewi; Hamdan Drian; Nine Wahyuni; Vera Purnama
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4042

Abstract

Abstract Sustainable Food Courts (P2L) is an activity of utilizing yards as a source of food in a sustainable manner to increase the availability, accessibility, use and income of the community. P2L is a government program in dealing with food insecurity. Optimization of P2L by empowering women in the use of yards as a source of family food by cultivating various types of vegetable and medicinal plants as additional food availability. P2L aims to empower women farmers (KWT) to have knowledge, skills, motivation in utilizing the yard as a source of food and family income and being able to carry out environmentally friendly and economical plant cultivation through conventional and simple hydroponic plant cultivation systems. The method used is group participation involving the community in activities: counseling, training and mentoring. In the cultivation practice, participants were given knowledge about preparing planting media, seeding and planting. The activity begins with the practice of preparing good planting media for vegetable crops. In this activity group members were able to prepare planting media with good media composition. KWT Akur members are generally skilled in plant cultivation practices. KWT Akur is very enthusiastic about P2L activities and is very skilled in good plant cultivation practices. The motivation of KWT Akur members needs to be increased through regular assistance by optimizing activities and support from the Subang District Food Security Service. P2L in KWT Akur, is expected to improve the economy and use of yards as a provider of food sources and household nutrition Keywords: yard land; Food security; Food; sustainable Abstrak Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan dan pendapatan masyarakat. P2L adalah program pemerintah dalam penanganan rawan pangan.Optimalisasi P2L dengan memberdayakan wanita dalam pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sayuran dan obat sebagai tambahan ketersediaan pangan.P2L bertujuan untuk memberdayakan wanita Tani (KWT) agar memiliki pengetahuan,ketrampilan,memotivasi dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga serta dapat melaksanakan budidaya tanaman ramah lingkungan dan ekonomis melalui sistem budidaya tanaman konvensional dan hidroponik sederhana. Metode yang digunakan adalah partisipasi kelompok yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan: penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Pada praktek budidaya peserta diberikan pengetahuan tentang persiapan media tanam,penyemaian dan penanaman. Kegiatan dimulai dengan praktek persiapan media tanam yang baik untuk tanaman sayuran. Pada kegiatan ini anggota kelompok mampu menyiapkan media tanam dengan komposisi media yang baik. Anggota KWT Akur umumnya terampil dalam praktek budidaya tanaman. KWT Akur sangat antusias dalam kegiatan P2L dan sangat terampil dalam praktek budidaya tanaman dengan baik. Motivasi anggota KWT Akur perlu ditingkatkan melalui pendampingan secara berkala dengan mengoptimalkan kegiatan dan dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang. P2L di KWT Akur,diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai penyedia sumber pangan dan gizi rumah tangga Kata Kunci: lahan pekarangan; Ketahanan pangan; Pangan; Lestari Accepted: yyyy-mm-dd Published: yyyy-mm-dd
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani kabupaten Subang Melalui Pembuatan POC Sistem Ember Tumpuk Berbasis Limbah Rumah Tangga Untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan Hamdan Drian Adiwijaya; Lusiana Lusiana; Nine Wahyuni Maulani; Ika Cartika
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6780

Abstract

Pengelolaan limbah rumah tangga sampai saat ini masih menjadi permasalahan, hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam mengelola limbah tersebut menjadi lebih bermanfaat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok wanita tani Indah dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair menggunakan teknologi ember tumpuk. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu focus group discussion, pembelajaran, simulasi pembuatan ember tumpuk, monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan penuh antusias oleh mitra sasaran yaitu Kelompok Wanita Tani Indah di Kecamatan Compreng Kabupaten Subang. Pemberian materi terkait pupuk organik cair dan teknologi ember tumpuk terbukti mampu meningkatkan pengetahuan mitra sasaran. Selain itu simulasi pembuatan ember tumpuk juga disampaikan untuk meningkatkan keterampilan mitra sasaran dalam mengolah limbah rumah tangga nya sendiri. Pelaksanaan pengabdian ini berjalan dengan sangat baik dengan tercapainya target luaran yang diharapkan. Kata Kunci: Limbah; Pupuk Organik Cair; Ember Tumpuk
Sosialisasi Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Kemandirian Kesehatan Masyarakat melalui Pengolahan Kulit Manggis Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Hamdan Drian Adiwijaya; Nine wahyuni Maulani; Vera Purnama; Deny Ernawan; Nour Athiroh; Ratna Djuniwati; Agus Sugianto
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6913

Abstract

Kemandirian kesehatan masyarakat merupakan hal yang perlu diwujudkan, oleh karena itu berbagai langkah dilakukan untuk mendukung tujuan tersebut. Manggis (Garcinia mangostana Linn.) merupakan tanaman tropis asli Indonesia. Khasiat buah ini sangat banyak untuk kesehatan, terutama pada bagian kulitnya mengandung zat tertentu diantaranya “xanton”, yang berkhasiat sebagai antioksidan sebagai penangkal radikal bebas. Desa Ponggang merupakan daerah penghasil buah manggis terbesar di kabupaten Subang dimana pada setiap panennya menyisakan buah manggis afkiran yang berpotensi menjadi limbah sehingga sangat dibutuhkan informasi dan sosialisasi terkait teknologi dalam pengolahan kulit buah manggis. Kegiatan sosialisasi teknologi tepat guna ini merupakan implemetasi dari raihan Hibah Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun masyarakat) tahun 2023 yang didanai oleh DRTPM Kemdikbudristek dengan mengusung tema untuk mendukung kemandirian Kesehatan melalui pemanfaatan kulit manggis. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat desa Ponggang terutama klota Mahkota Manggis dan Sadang Jaya (sebagai Mitra Sasaran). Program Kosabangsa Universitas Subang (sebagai Tim Pelaksana) dan Universitas Islam Malang (sebagai Tim Pendamping) ditujukan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan manggis afkiran dan limbah kulit manggis menjadi minuman fungsional kaya antioksidan dengan menggunakan teknologi tepat guna, sehingga dapat menghasilkan produk yang mempunyai nilai jual dan untuk mencapai kemandirian kesehatan serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.  Alat mekanisasi yang digunakan terdiri dari alat penggiling, alat pengering, dan mesin ekstraktor
PELATIHAN PACKAGING DAN BRANDING PADA KELOMPOK WANITA TANI PISANG BERSAMA DINAS KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN SUBANG Vera Purnama; Lusiana Lusiana; Hamdan Drian A; Tita Kartika Dewi; Nine Wahyuni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7677

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi memberikan pengaruh yang sangat nyata pada berbagai macam bidang, salah satunya pada bidang pertanian. Perkembangan teknologi bagi para petani milenial, dituntut untuk dapat berinovasi untuk menghasilkan produk pertanian yang bergizi, menarik dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Salah satu contoh perkembangan pada sektor pertanian adalah kegiatan pascapanen packaging dan branding. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan keterampilan dan kecakapan ataupun keahlian terutama pada proses packaging dan branding yang dapat meningkatkan nilai jual pada produk pertanian. Hasil kegiatan menunjukan bahwa dengan adanya pelatihan ini kelompok wanita tani pisang terampil dalam melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan packaging dan branding pada komoditi hasil pertanian. Kata Kunci: Hidroponik, Kemasan, Merek.
Pelatihan Tematik Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pagon Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang Nine Wahyuni Maulani; Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Vera Purnama; Hamdan Drian Adiwijaya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7714

Abstract

Pangan merupakan hal mendasar yang harus terpenuhi dalam kehidupan manusia. Kebutuhan pangan semakin lama memperlihatkan angka yang terus bertambah, namun tidak diiringi dengan perluasan areal pertanian. Pandemi covid 19 semakin menambah permasalahan karena perusahaan banyak yang memPHK karyawannya. Solusi dari permasalahan tersebut diantaranya dengan mengoptimalkan peran ibu rumah tangga dengan cara budidaya di lahan pekarangan. Pemerintah dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian membuat program pekarangan pangan lestari (P2L) yang ditujukan kepada kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap daerah. Desa Pagon, kecamatan Purwadadi, kabupaten Subang merupakan desa yang masih berkembang dan butuh pendampingan dalam pembangunannya. Kelompok Wanita tani (KWT) Pisang merupakan kelompok yang cukup aktif dalam berbagai program pemerintah, namun masih membutuhkan tambahan pengetahuan dalam hal budidaya tanaman dan keberagaman tanaman sayuran. Kegiatan pelatihan tematik P2L yang diprakarsai oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kabupaten Subang dan Fakultas agrorektan Universitas Subang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya tanaman pekarangan khususnya jenis sayuran. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara: sosialisasi, penyampaian materi, dan pelatihan budidaya tanaman. Masyarakat desa Pagon terutama ibu-ibu kelompok tani (KWT) sangat bersemangat dan mendapatkan manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan.
Pemanfaatan Berbagai Jenis Gulma sebagai Bahan Biosaka untuk Meningkatkan Produksi Bawang Merah (Allium ascolanicum L.): Utilization of Various Weeds as Biosaka Materials to Increase the Production of Shallots (Allium ascolanicum L.) Hamdan Drian Adiwijaya; Lusiana; Ika Cartika
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v7i2.681

Abstract

Sustainable agricultural policies encourage agricultural innovations such as the use of bio saccharides as elicitors in plants. Biosaka contains chemical compounds that trigger a positive response in plants. Shallots are a superior commodity whose cultivation practices often do not pay attention to the negative impacts on the environment. Using biosaka as an alternative can support more environmentally friendly shallot farming. This research aims to identify the effect of using a biosaka elicitor on the growth and production of shallots. The research was carried out from July to September in Kab. Subang, West Java with an altitude of 10 m above sea level. The biosaka elicitor treatment was carried out using 3 treatment formulas, namely A: formula 1 (babadotan, kitolod, anting-anting, maman lanang, and pasang bumi), B: formula 2 (jelantir, sembung, patikan kebo, meniran, and sembung rambat), C: formula 3 (babadotan, anting-anting, sembung, jelantir and meniran), D: control (without elicitor), treatment was repeated 6 times. The results of the research show that all weed-based bio saccharide elicitor formulations can increase plant height, number of leaves, and weight of onion bulbs. Selection of appropriate elicitors with appropriate cultivation techniques can produce optimization plant product.