Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

GAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PADA PENGERAK KAPAL - Purwanto; - Haryono
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 17, No 2 (2018): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.485 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.173

Abstract

Liquefied Petroleum Gas (LPG) usage is liquefied petroleum gas which being melted by adding pressure and lowering the temperature, then the gas will turn into liquid. Butane (C4H10) and propane (C3H8) are the dominating components. The need for Liquefied Petroleum Gas (LPG) especially for the household sector is more effective when using the complement of 3 kg of LPG. Gas fuel for transportations is more suitable when using Compressed Natural Gas (CNG), which is a compressed natural gas as gas fuel. It is considered cleaner and environment friendly than gasoline and diesel fuel because of the gas emissions waste. This CNG is made by compressing methane (CN4) extracted from natural gas then stored and distributed in a pressure pneumatic. Gas for fuel will increase the engine workload, so it tends to increase the consumption of the fuel. However, the gas low pressure on the transportation sector can decrease the compression on the machines. It will reduce the capital up to 50%.Keywords : Gas, Alternative, Ship’s Propulsion Pemakain Gas Liquified Petroleum Gas (LPG)  yaitu gas minyak bumi yang dicairkan  dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas akan berubah menjadi cair. Butana (C4H10) dan Propana (C3H8) merupakan komponen yang mendominasi.  Kebutuhan akan (LPG) khususnya untuk sektor rumah tangga efektif  mengunakan sebagai komplemen LPG 3 Kg. Sedangkan Bahan Bakar Gas untuk  sektor  transportasi darat dan transportasi laut lebih tepat mengunakan Compressed Natural Gas (CNG) yaitu merupakan Gas Alam yang terkompresi sebagai bahan bakar gas (BBG) yang  diangap lebih bersih jika dibandingkan dua bahan bakar minyak yaitu bensin dan solar karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan. CNG ini dibuat dengan  melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari gas alam yang disimpan dan didistribusikan dalam bejana tekan. Bahan bakar gas sektor transportasi akan menambah beban mesin sehinga akan cenderung meningkatkan konsumsi specifik bahan bakar kendaraan bermotor. Namun demikian tekanan kerja Bahan Bakar Gas sektor transportasi rendah sehingga dapat menurunkan  kompresi pada mesin, maka  akan menekan biaya operasinal sampai 50%.Kata kunci  : Bahan Bakar Gas, Compressed Natural Gas, Energy
PERAWATAN MESIN DIESEL PESAWAT BANTU KAPAL Haryono -; Purwanto -
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 18, No 1 (2018): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.028 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i1.189

Abstract

Otto diesel engine found on 1876 and diesel engine found on 1982 by Rudolf Diesel. Nowadays, this diesel engine has been use as power source. This also been use as auxiliary machine on board of a ship as power source for electrical supply even though, this has not been use as maximal as possible. In order to this machine to work properly it need regular maintenance, such as clean air maintenance, lubricating, constant check when the machine is running, turning on and off as instructed and the flow of fuel distribution.Keywords : Maintenance, Auxiliary Machine, PerformanceDitemukannya motor diesel siklus Otto tahun 1876 dan mesin diesel oleh Rudolf Diesel tahun 1892 sebagai tenaga penggerak dewasa ini banyak dinikmati manfaatnya antara lain digunakan sebagai pesawat bantu kapal untuk menghasilkan tenaga listrik kebutuhan di kapal. Namun dalam pengoperasiannya belum sepenuhnya diperlakukan dengan maksimal. Selanjutnya dalam pengoperasiannya, agar mesin diesel pesawat bantu kapal tersebut dapat memperpanjang umur mesin dan meningkatkan kinerjanya maka perlu dilakukan perawatan dengan baik. Hal-hal yang harus dilakukan dalam perawatan mesin diesel tersebut antara lain meliputi perawatan pembersih udara, minyak pelumas, memeriksa selama mesin diesel bekerja, mematikan mesin, distribusi bahan bakar.Kata kunci : Perawatan, Meningkatkan Kinerja Mesin Diesel Pesawat Bantu Kapal
ANALISA TINGKAT KESELAMATAN DAN KECELAKAAN YANG PERNAH TERJADI DI ALUR PELAYARAN BARAT SURABAYA DENGAN METODE FORMAL SAFETY ASSESSMENT (FSA) Agus Selamat Prabowo; Purwanto; Lilik Budiyanto
Jurnal Universal Technic Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v1i2.398

Abstract

Alur pelayaran merupakan bagian penting dari suatu pelabuhan, dan pengembangan serta pengelolaannya harus memperhatikan kebutuhan pelayaran. Dengan begitu, kecelakaan bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Alur Pelayaran Surabaya pula di keliling oleh sebagian pelabuhan yang lain, sehingga Alur Pelayaran Surabaya tidak cuma melayani pelabuhan Tanjung Perak, namun pula melayani pelabuhan- pelabuhan di sekitar Alur Pelayaran Surabaya. Sehingga butuh terdapatnya tinjauan spesial demi mendukung keselamatan pelayaran spesial nya untuk kapal- kapal yang melintasi Alur Pelayaran Surabaya. Berdasarkan uraian dan penjelasan diatas maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat keselamatan pada alur APBS serta apa saja yang harus dikerjakan guna meningkatkan keamanan pelayaran tersebut dan sebagai acuan standar keselamatan bagi alur pelayaran di pelabuhan-pelabuhan lainnya di sekitar Alur Pelayaran Barat Surabaya. Serta Penelitian hanya dilakukan di Lingkungan Alur Pelayaran Batar Surabaya. Penelitian dilakukan hanya kepada Variabel Resiko Kecelakaan yang terjadi Di Alur Pelayaran Barat Surabaya. Penelitian melakukan peningkatan keselamatan dalam  Alur  Pelayaran Barat.  Mengetahui pengaruh resiko kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya. Mengetahui pengaruh peningkatan keselamatan dalam Alur Pelayaran Surabaya
PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN EROSI BIBIR PANTAI DENGAN PENANAMAN MANGROVE DI PANTAI TIRANG, KELURAHAN TUGUREJO, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG JAWA TENGAH Purwanto Purwanto; Sunu Arsy Pratomo; Dedy Rusmiyanto; Dhanan Abimanto; Rafdi Ma’ruf Satria
Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Vol. 1 No. 4 (2022): Oktober : Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sejahtera.v1i4.659

Abstract

The community service program for planting mangrove trees at Tirang Beach, Semarang aims to increase public awareness of the importance of mangrove ecosystems and improve coastal environmental conditions. This program will be implemented through mangrove tree planting activities and counseling regarding the benefits of mangrove ecosystems for the environment. The method that will be used in this program is data collection through surveys to determine the level of public awareness regarding the importance of mangrove ecosystems and coastal environmental conditions. Furthermore, mangrove tree planting activities will be carried out together with the local community, involving experts in the environmental and fisheries fields. In addition, counseling will be carried out regarding the benefits of mangrove ecosystems for the environment, including as a place for various types of fish and wild animals to live, as well as protecting the coast from abrasion. Through this program, it is hoped that people will become more aware of the importance of preserving mangrove ecosystems and protecting the coastal environment. The expected results of this program are increasing public awareness of the importance of protecting the coastal environment and mangrove ecosystems, as well as increasing the number of mangrove trees on Tirang Beach. This program is also expected to be an example for other communities to preserve the environment and encourage the creation of a healthier and more sustainable environment.
ANALISIS PROSEDUR PERAWATAN TANGKI MUATAN SEBAGAI PENUNJANG KELANCARAN LOADING UNLOADING PADA KAPAL MT. SULFUR BRAVE Edi Julianto; Purwanto; Nazariano Rahman Wahyudi
Jurnal Universal Technic Vol. 2 No. 1 (2023): April: Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v2i1.500

Abstract

Perkembangan globalisasi abad 21 yang semakin pesat turut diikuti dengan peningkatan pertumbuhan sektor transportasi, tidak terkecuali transportasi laut. Peranan transportasi laut merupakan bagian yang sangat penting dan bermanfaat bagi perekonomian suatu negara.
ANALISIS MASUKNYA AIR KE DALAM FURNACE PADA AUXILIARY BOILER PADA KAPAL Agus Andriyanto; Lilin Hermawati; Purwanto
Jurnal Universal Technic Vol. 2 No. 1 (2023): April: Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v2i1.673

Abstract

Sebuah ketel uap harus cukup kuat supaya dapat bekerja dengan aman pada tekanan tertentu, sehingga perlu dilengkapi pesawat-pesawat keamanan. Masinis di atas kapal mempunyai tuntutan agar secara rutin melakukan perawatan pada ketel uap bantu dengan berpegangan pada manual book yang sudah dibuat maker. Berdasarkan pengalaman saat berlayar di salah satu kapal ditemukan suatu kejadian bahwa auxiliary boiler beroperasi serta mengeluarkan uap bertekanan yang berguna untuk kecukupan kebutuhan uap di atas kapal. Bunyi pada alarm yang setelah diperiksa pada panel auxiliary boiler, ternyata alarm muncul pada flame failure dan lowest water level, sedangkan feed pump beroperasi normal serta masih dalam keadaan mengisi air ke dalam auxiliary boiler. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang dapat mengakibatkan air masuk ke dalam furnace, mengetahui dampak yang dapat terjadi jika air masuk ke dalam furnace serta mengetahui langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masuknya air ke dalam Furnace. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer maupun data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, maupun dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah fishbone diagram dan USG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya air ke dalam auxiliary boiler disebabkan oleh retaknya dinding furnace. Dampak yang ditimbulkan yaitu terganggunya proses pembakaran di dalam furnace serta kerusakan pada komponen-komponen burner. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengelas bagian dinding furnace yang retak agar air tidak masuk ke dalam furnace.
Pengaruh Parameter Arus dan Tegangan Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Bulkhead Kapal Container 100 Teus Muiz Abdullah; Purwanto Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v19i1.8755

Abstract

                                                                        AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti kekuatan tarik, hasil pengelasan shield metal arc welding (SMAW) baja KI-A dan baja KI-B yang digunakan untuk kontruksi kapal bulkhead Pada penelitian ini, pengelasan SMAW dilakukan dengan variasi tegangan pengelasan dan arus pengelasan. Pengelasan SMAW menggunakan elektroda E7016 dengan variasi arus pengelasan: 60 A, 120A, dan 180 A, serta variasi tegangan pengelasan: 20,30 dan 40. Pengelasan SMAW. Pengujian tarik dilakukan sesuai standar ASTM E8/E8M – 09. Hasil pengujian tarik menunjukkan, nilai kekuatan tarik tertinggi pengelasan SMAW dihasilkan dari pengelasan dengan spesimen 1 menggunakan arus 60 A dan tegangan 20 V dengan hasil 268 MPa dengan nilai elongasi sebesar 35 % , untuk spesimen 2 menggunakan arus 60 A dan tegangan 30 V dengan hasil  271 Mpa dengan nilai elongasi sebesar 34 %,  spesiemen 3 menggunakan arus 60 A dan tegangan 40 V dengan hasil 296 Mpa dengan nilai elongasi sebesar 36 %. Pengelasan dengan parameter pengelasan ini, menghasilkan sambungan dengan nilai elongasi sebesar 35 %. Hasil Pengujian impak spesimen 1 menggunakan arus 60 A dan tegangan 20 V dengan hasil 29.86 Kgf.m, untuk spesimen 2 menggunakan arus 60 A dan tegangan 30 V dengan hasil  29.826, dan untuk untuk spesimen 3 menggunakan arus 60 A dan tegangan 40 V dengan hasil  29.787 Kgf.m. Semakin tinggi arus dan tegangan yang digunakan, semakin besar kekuatan tarik dan semakin besar arus listrik pengelasan berpengaruh langsung pada penetrasi logam las, bentuk manik las, dan pencampuran. Arus dan tegangan las makin besar dapat memperdalam penetrasi logam las dan juga memperlebar butiran las.
Analisis Efisiensi Quay Container Crane terhadap Waktu Bongkar Muat Petikemas pada PT. Pelindo Terminal Petikemas Semarang Said Maskuri; Purwanto; Zihni Ihkamuddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2024
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh quay container crane terhadap efisiensi bongkar muat peti kemas di Terminal Petikemas Semarang. Fokus utama adalah mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efisiensi dan merumuskan strategi optimal penggunaan crane. Analisis waktu bongkar muat digunakan untuk mengevaluasi efisiensi operasional dan mengidentifikasi peluang peningkatan. Metode yang digunakan mencakup Data Envelopment Analysis (DEA), Box Ship Hour (BSH), dan rumus efisiensi bongkar muat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa crane nomor 6 dan 9 di terminal tersebut sudah efisien, sedangkan crane nomor 4, 5, 7, dan 8 masih memerlukan perbaikan. Rata-rata BSH tahunan untuk tahun 2023 adalah 49,825 jam, dengan variasi bulanan yang signifikan; tertinggi pada Agustus (63,95 jam) dan terendah pada April (39,89 jam). Fluktuasi ini dipengaruhi oleh volume bongkar muat, kondisi cuaca, dan kinerja crane. Secara keseluruhan, efisiensi bongkar muat berkisar antara 67,1% hingga 78,2%, dengan rata-rata 73,78%. Meskipun terdapat peningkatan efisiensi di bulan-bulan seperti Mei hingga September, terdapat ruang untuk perbaikan terutama di bulan-bulan seperti Februari dan Oktober.
Analisis Kinerja dan Waktu Keterlambatan Perbaikan Kapal Penumpang dengan Metode House Of Risk (HOR) pada PT. Janata Marina Indah Regius Ovianto Purba; Purwanto; Sunu Arsy Pratomo
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah mendirikan beberapa perusahaan galangan kapal yang bergerak di bidang perkapalan salah satunya adalah PT. Janata Marina Indah Semarang yang menitik beratkan pada produksi dan reparasi kapal yang terletak di Semarang. PT. Janata Marina Indah, didirikan pada tahun 1977 dan aktif menerima pesanan untuk  pembuatan  bangunan  baru  segala  jenis  kapal.  Hasil  perhitungan  lama  perbandingan  waktu keterlambatan  perbaikan  kapal  penumpang  diketahui  nilai  dengan  rata-rata  keterlambatan  paling  tinggi pada KM. Dharma Rucitra 1 adalah pekerjaan general service dengan nilai 0,44 hari. Pekerjaan nilai rata- rata paling tinggi pada kapal KM. Madani Nusantara adalah pekerjaan general service dengan nilai 7,33 hari dan sea trial dengan nilai 7 hari.  Metode House Of Risk (HOR) adalah salah satu solusi untuk mengatasi keterlambatan perbaikan kapal, metode ini memiliki tujuan untuk mengindentifikasi dan menilai risiko-risiko  yang  ada  pada  kegiatan  perbaikan  kapal.  Hasil  perhitungan  HOR  telah  didapatkan  peringkat agen/penyebab risiko yang diurutkan berdasarkan nilai paling tinggi. Penyebab utama adalah, belum adanya kebijakan yang  secara  tegas mengatur  ketentuan  additional  works dengan  nilai  Agregate  Risk  Potential (ARP) 300, adanya tambahan order material untuk pekerjaan tambahan diluar daftar perbaikan dengan nilai Agregate Risk Potential (ARP) 288, alat kerja banyak memerlukan peremajaan dengan nilai Agregate Risk Potential  (ARP)  145.  Hasil  identifikasi  dan  penilaian  terhadap  risk  event  dan  risk  agent  menggunakan metode HOR upaya mitigasi risiko yang dapat diterapkan untuk memitigasi risiko tersebut ada tiga yaitu, evaluasi  mendalam  terhadap  jenis  dan  jumlah  material  tambahan  yang  diperlukan  untuk  pekerjaan tambahan, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.746, memberikan batas waktu maksimal  untuk  penerimaan  additional  works  di  luar  repair  list  dengan  persetujuan  pihak  yang  terkait, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.494 dan melakukan pengecekan bahwa material yang diperlukan untuk pekerjaan tambahan tersedia dalam jumlah yang cukup dan sesuai dengan permintaan, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.446.
Analisis Kerusakan Pemipaan Kapal Penumpang Akibat Kebocoran Valve di PT. Janata Marina Indah Fina Fariza; Purwanto; Mu’izzaddin Wa’addulloh
Jurnal Sains Bangunan Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2026
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah mendirikan beberapa perusahaan galangan kapal yang bergerak di bidang perkapalan salah satunya adalah PT. Janata Marina Indah Semarang yang menitikberatkan pada produksi dan reparasi kapal yang terletak di Semarang. Perusahaan PT. Janata Marina Indah, didirikan pada tahun 1977 dan aktif menerima pesanan untuk pembuatan bangunan baru segala jenis kapal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Uji Makro (Macro Examination) adalah salah satu metode pengujian non-destruktif yang digunakan untuk melihat struktur permukaan logam secara visual dalam skala besar (makroskopik), tanpa bantuan mikroskop. Tujuannya adalah mengamati struktur makro dari logam, seperti retakan, porositas (rongga) lapisan las (bead), penetrasi, dan cacat las, segregasi (pemisahan unsur logam). Data yang telah didapat kemudian dikumpulkan untuk selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji Non Destructive Test (NDT), Visual dan uji kekerasan Rockwell. Pengujian HRB ini diketahui 3 nilai yang berbeda dari setiap titik las haz dan induk. Hasil dalam pengujian las ini diketahui 3 nilai yang berbeda yaitu titik 1 nilai 79, titik 2 nilai 82 dan titik 3 nilai 78 kemudian dari hasil-hasil tersebut diketahui rata- ratanya, yaitu 79,66. Hasil dalam pengujian haz ini diketahui 3 nilai, yaitu titik 1 nilai 59, titik 2 nilai 54 dan titik 3 niali 53 kemudian dari hasil-hasil ini diketahui nilai rata-ratanya, yaitu 55,33. Hasil dalam pengujian induk ini diketahui 3 nilai, yaitu titik 1 nilai 88, titik 2 nilai 93 dan titik 3 nilai 89 kemudian dari hasil-hasil ini diketahui nilai rata-ratanya, yaitu 90. Pengujian HRC ini diketahui 3 nilai yang berbeda dari setiap titik las haz dan Induk. Hasil dalam pengujian las ini diketahui 3 nilai yang berbeda yaitu titik 1 nilai 58, titik 2 nilai 63 dan titik 3 nilai 64 kemudian dari hasil-hasil tersebut diketahui rata-ratanya, yaitu 61,66. Hasil dalam pengujian haz ini diketahui 3 nilai, yaitu titik 1 nilai 99, titik 2 nilai 98 dan titik 3 niali 96 kemudian dari hasil- hasil ini diketahui nilai rata-ratanya, yaitu 97,66. Hasil dalam pengujian induk ini diketahui 3 nilai, yaitu titik 1 nilai 95, titik 2 nilai 96 dan titik 3 nilai 95 kemudian dari hasil-hasil ini diketahui nilai rata- ratanya, yaitu 95,33.