Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Comparative Analysis of Grab, Conveyor, and Excavator Unloading Equipment on Time Efficiency and Port Costs in Bulk Urea Fertilizer Unloading at Tanjung Emas Port, Semarang Mulki Jasty Amanda; Sutini; Dedy Rusmiyanto; Zihni Ihkamuddin
Ambidextrous Journal of Innovation Efficiency and Technology in Organization Vol. 4 No. 01: Ambidextrous: Journal of Innovation, Efficiency and Technology in Organization 
Publisher : Takaza Innovatix Labs Ltd.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61536/ambidextrous.v4i01.470

Abstract

This study aims to analyze the performance and port cost efficiency of bulk urea fertilizer unloading operations at Tanjung Emas Port, Semarang, by comparing three types of unloading equipment: conveyor, grab, and excavator. Data were collected through direct observation and documentation of operations on MV Soemantri Brodjonegoro (conveyor), MV Pusri Indonesia 1 (grab), and TB Del 02/BG Parta Jaya 3006 (excavator) during March–May 2025. Parameters measured include unloading productivity (MT/hour), effective berthing time, downtime percentage, and total port costs (berthage, pilotage, towage, unloading charges) based on Minister of Transportation Regulation No. PM 10 of 2021. Results show that the conveyor achieved the highest productivity at 109.79 MT/hour, followed by excavator at 104.156 MT/hour and grab at 101.006 MT/hour. The grab recorded the lowest downtime percentage (12%), while conveyor (19%) and excavator (18%) were higher. In terms of port cost, excavator was the most economical (IDR 21,549,045), followed by conveyor (IDR 25,337,476), with grab the highest (IDR 29,874,552). Unloading charges dominated more than 74% of total costs across all three methods. These findings provide strategic guidance in selecting unloading equipment based on operational priorities, whether speed or cost efficiency.
Analisis Sensitivitas Penurunan Konsolidasi Tanah Lunak di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang: Studi Parametrik 1D Berbasis Data Sekunder Anisa Diansisti; Zihni Ihkamuddin; Khabib Hidayat Raji; Rizki Bayu Ramadhan
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1789

Abstract

The Port of Tanjung Emas in Semarang faces geotechnical challenges due to the prevalence of soft marine clay layers. This study employed an analytical-parametric computational method based on secondary data (desk study) synthesized from 15 indexed scientific publications (Scopus, SINTA, Google Scholar) from 2013 to 2024, covering geotechnical investigations at Semarang, Patimban, and Jakarta coastal areas. The analysis technique applied Terzaghi's one-dimensional consolidation equations with one-at-a-time (OAT) sensitivity analysis using the Normalized Sensitivity Index (NSI). All parameters were verified for physical consistency through soil phase relationships. Three scenarios, optimistic, realistic, and pessimistic, were analyzed. Results indicate a primary settlement range of 1.87–5.36 m for normally consolidated (NC) conditions and 1.11–3.83 m for overconsolidated (OC, OCR = 1.5) conditions. The 90% consolidation time without vertical drainage ranges from 9.5 to 88.3 years, while with 1.0 m-spaced Prefabricated Vertical Drain (PVD), it is reduced to 0.8–2.6 months. Estimated secondary compression adds 0.22–0.35 m in the optimistic and realistic scenarios. All scenarios exceed the maximum residual settlement limit of 300 mm per BS 6349 (BSI, 2021) and PIANC (2014) by 6–18 times. This study conclusively demonstrates that no construction scenario at Tanjung Emas Port is feasible without prior ground improvement, and the compression index (Cc) is the single most critical parameter (NSI = 1.00). Field validation is required.
Analisis Kecukupan Pandu dalam Meningkatkan Pelayanan Kapal PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Tanjung Perak Surabaya Muhammad Andhara Alam Pasha; Sunu Arsy Pratomo; Zihni Ihkamuddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/alsaba.v2i1.142

Abstract

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sangat penting bagi sistem transportasi Indonesia namun menghadapi tantangan dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi. Studi ini mengevaluasi bagaimana layanan pemanduan berdampak pada operasional kapal, dengan fokus pada pergerakan kapal, jam layanan pilot, dan jam kerja. Tingkat aktivitas bervariasi: dari rendah-sedang (2884-2972 pergerakan) pada bulan Januari-April hingga tinggi (6759 pada bulan September) pada bulan Mei-September, kemudian menurun (2975-3666) pada bulan Oktober-Desember. Kecukupan layanan percontohan berfluktuasi, mencapai puncaknya pada 10,84 pada bulan Agustus dan turun menjadi 5,92 pada bulan Juni. Meskipun secara keseluruhan stabil, jam kerja pilot yang berlebihan dapat menurunkan kualitas layanan karena kelelahan. Studi ini menemukan bahwa meningkatkan pergerakan kapal dan mengoptimalkan jam pilot dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu tunggu. Penelitian ini bertujuan untuk memandu manajemen pelabuhan dan menginformasikan penelitian masa depan.
Analisis Efisiensi Quay Container Crane terhadap Waktu Bongkar Muat Petikemas pada PT. Pelindo Terminal Petikemas Semarang Said Maskuri; Purwanto; Zihni Ihkamuddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2024
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/alsaba.v1i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh quay container crane terhadap efisiensi bongkar muat peti kemas di Terminal Petikemas Semarang. Fokus utama adalah mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi efisiensi dan merumuskan strategi optimal penggunaan crane. Analisis waktu bongkar muat digunakan untuk mengevaluasi efisiensi operasional dan mengidentifikasi peluang peningkatan. Metode yang digunakan mencakup Data Envelopment Analysis (DEA), Box Ship Hour (BSH), dan rumus efisiensi bongkar muat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa crane nomor 6 dan 9 di terminal tersebut sudah efisien, sedangkan crane nomor 4, 5, 7, dan 8 masih memerlukan perbaikan. Rata-rata BSH tahunan untuk tahun 2023 adalah 49,825 jam, dengan variasi bulanan yang signifikan; tertinggi pada Agustus (63,95 jam) dan terendah pada April (39,89 jam). Fluktuasi ini dipengaruhi oleh volume bongkar muat, kondisi cuaca, dan kinerja crane. Secara keseluruhan, efisiensi bongkar muat berkisar antara 67,1% hingga 78,2%, dengan rata-rata 73,78%. Meskipun terdapat peningkatan efisiensi di bulan-bulan seperti Mei hingga September, terdapat ruang untuk perbaikan terutama di bulan-bulan seperti Februari dan Oktober.
Analisis Kinerja Bongkar Muat General Cargo di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Ahmad Jayadi; Dedy Rusmiyanto; Zihni Ihkamuddin; Mu’izzaddin Wa’addulloh
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/alsaba.v2i2.174

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis kinerja bongkar muat general cargo sebagai bagian dari proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sebagai pelabuhan besar yang melayani angkutan, peti kemas, dan curah kering. Penggunaan general cargo tidak hanya memungkinkan penggabungan barang, tetapi juga peningkatan efisiensi. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif kuantitatif yang menggambarkan variabel secara apa adanya didukung dengan data yang berupa angka yang diperoleh dari situasi sebenarnya. Adapun temuan penelitian, antara lain Kinerja Bongkar Muat General Cargo Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang 2023 setiap bulan mengalami kenaikan dan penurunan pada nilai rata-rata T/G/J. Nilai rata-rata T/G/J tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 159.43 Ton/Gang/Jam, dan nilai terendah terjadi pada bulan Juli sebesar 76,72 Ton/Gang/Jam, serta Kinerja Bongkar Muat General Cargo Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Tahun 2023 setiap bulan mengalami kenaikan dan penurunan pada nilai rata-rata T/S/H. Nilai rata-rata T/S/H tertinggi terjadi pada bulan Februari sebesar 159.43 Ton/Gang/Jam dan nilai terendah terjadi pada bulan Juli sebesar 59 Ton/Gang/Jam, yang artinya kinerja bongkar muat general cargo pelabuhan tanjung emas semarang sudah memenuhi standar nilai yang telah ditentukan Dirjen Perhubungan Laut Nomor: UM.002/38/18/DJPL Tahun 2011 sebesar 100.
Analisis Kinerja Bongkar Muat General Cargo di PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Tanjung Pandan Riyoldi; Sutini; Zihni Ihkamuddin; Purwanto
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.852

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja operasional proses bongkar muat general cargo di PT Pelabuhan Tanjung Priok, Cabang Tanjung Pandan, dengan fokus pada produktivitas, efisiensi waktu, serta biaya operasional. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif untuk mengukur secara objektif durasi laytime, tingkat keterlambatan operasi, dan konsekuensi finansial yang ditimbulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi laytime aktual berkisar antara 30 hingga 35 jam, dan sekitar 50 persen kegiatan operasional mengalami keterlambatan yang berujung pada timbulnya biaya demurrage tambahan rata-rata sebesar Rp75 juta per kapal. Faktor-faktor utama yang menghambat kinerja meliputi keterbatasan alat bongkar muat, dengan hanya dua crane yang beroperasi antrian kapal yang tidak terhindarkan, serta ketergantungan pada kondisi cuaca yang memengaruhi kelancaran aktivitas. Temuan penelitian ini menegaskan perlunya strategi perbaikan yang terukur, seperti penambahan alat bongkar muat, penerapan sistem kerja berbasis shift 24 jam, serta digitalisasi proses administrasi untuk mempercepat alur pelayanan. Rekomendasi tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi operasional sebesar 30 hingga 40 persen, sekaligus menekan potensi pemborosan biaya akibat keterlambatan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi manajemen pelabuhan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam meningkatkan keandalan, daya saing, dan kualitas layanan operasional pelabuhan di era logistik modern.