Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS LATIHAN MENEMBAK BOLA KEARAH GAWANG DENGAN MENGGUNAKAN PUNGGUNG KAKI PADA PERMAINAN SEPAK BOLA PADA CLUB LAPPA UNITED M Adam Mappaompo; Juhanis Juhanis; Hamka Hamka; Arifuddin Usman; Muhammad Salahuddin
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/glasser.v7i1.2412

Abstract

The problem in this research is that the Lappa United Sinjai Club in shooting at the goal is less accurate in football games . This research is an experimental research which aims to determine the effect of shooting the ball towards the goal using the back of the foot in the Lappa United Sinjai club soccer game. The population in this study were all 30 Lappa United Sinjai players, while the research sample consisted of 30 players. with sampling using total sampling. The ball shooting test is used as a data collection method. By using computer resources and the SPSS program version 21.00, descriptive statistics and inference t-test were the data analysis techniques performed. Based on the analysis of the data and the findings of this study, it can be said that training with the instep has a major impact on increasing the practice of shooting the ball towards the goal in soccer games at Club Lappa United Sinjai
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video pada Materi Sistem Pernapasan Manusia untuk Kelas XI SMA Nurhaya Nurhaya; Hamka Hamka; Faisal Faisal
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 15, No 1 (2023): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbe.v15i1.32052

Abstract

Tujuan pengembangan media pembelajaran berbasis video adalah untuk mengetahui tingkat validitas dan kepraktisan media pembelajaran berbasis video pada materi sistem pernapasan manusia kelas XI MIPA di SMA Negeri 8 Takalar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) serta model pengembangan ADDIE. Tahapan ADDIE teridiri dari 5 tahap yaitu (1) Analysis (Analisis), (2) Design (Perancangan), (3) Develop (Pengembangan), (4) Implementation (Implementasi), (5) Evaluation (Evaluasi). Data hasil penilaian dari validator ahli menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan layak untuk digunakan karena nilai validitas produk memperoleh rata rata 4,45 (valid). Kepraktisan media diperoleh nilai 5,00 (sangat praktis) oleh guru dan diperoleh nilai 4,47 (praktis) oleh peserta didik. Berdasarkan penilaian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis video pada materi sistem pernapasan manusia kelas XI SMA yang telah dikembangkan memenuhi kriteria valid dan praktis.
Perubahan Sosial pada Budaya Pamali dengan Mitos dan Fakta dalam Masyarakat di Indonesia Andi Ima Kesuma; Hamka Hamka; Parham Taufik
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1154

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mempelajari berbagai bentuk-bentuk budaya pamali yang mitos dan fakta dalam masyarakat di Indonesia dan dinamika faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial terhadap budaya pamali dalam mitos atau fakta pada masyarakat di Indonesia. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Teknik pengumpulan data dan teknik analisis data yang dilakukan adalah pencarian literatur yang sesuai dengan topik pembahasan, menyaring literatur-literatur, menganalisis terhadap isi literatur, dan menyusun hasil analisis dalam artikel yang mencangkup ringkasan literatur. Hasil penelitiannya adalah bentuk-bentuk budaya pamali antara mitos dan fakta yang ada dalam masyarakat di Indonesia sebagai berikut yakni a). Larangan untuk mendudukki bantal. Mitosnya dapat membuat kita bisulan, b). Larangan untuk memotong kuku pada malam hari, c). Larangan untuk melewati tempat-tempat suci di waktu tertentu, d). Larangan untuk dudui di depan pintu bagi gadis, e). Larangan terlambat bangun di pagi hari, f). Larangan makan dengan berdiri, g). Larangan untuk tengkurap, dan h). Larangan dalam melakukan sesuatu harus menentukan hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi budaya pamali pada mitos atau pun fakta sebagai berikut adalah a). Akses informasi, b). Perubahan nilai dan norma, c). Kemajuan teknologi, dan d). Pengetahuan.
KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA NEGERI 9 GOWA Maria Retsa; Hamka Hamka; Andi Rahmat Saleh
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Biologi kelas X SMA Negeri 9 Gowa, khususnya pada materi virus, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2024/2025. Subjek penelitian adalah guru Biologi kelas X, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan, namun belum berjalan secara optimal. Pembuatan modul terbuka, diferensiasi konten, proses, dan produk, serta penilaian formatif dan sumatif telah terlaksana dengan baik. Namun, modul proyek belum disusun, asesmen diagnostik nonkognitif belum terlaksana secara maksimal, dan pemetaan gaya belajar peserta didik belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam setiap pertemuan. Meskipun demikian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi Biologi. Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan waktu, kompleksitas perencanaan pembelajaran, serta kebutuhan penyesuaian materi dan strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru dan dukungan sekolah untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Biologi kelas X SMA Negeri 9 Gowa, khususnya pada materi virus, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2024/2025. Subjek penelitian adalah guru Biologi kelas X, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan, namun belum berjalan secara optimal. Pembuatan modul terbuka, diferensiasi konten, proses, dan produk, serta penilaian formatif dan sumatif telah terlaksana dengan baik. Namun, modul proyek belum disusun, asesmen diagnostik nonkognitif belum terlaksana secara maksimal, dan pemetaan gaya belajar peserta didik belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam setiap pertemuan. Meskipun demikian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi Biologi. Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan waktu, kompleksitas perencanaan pembelajaran, serta kebutuhan penyesuaian materi dan strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru dan dukungan sekolah untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi.v
Integrating Authentic Tuberculosis Cases into Problem-Based Learning: A Case Study of Analytical Reasoning among Public Health Students La Ode Asrianto; Hamka Hamka; Erma Suryani Sahabuddin; Eka Apriyanti
Al-Musannif Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Madrasah Tsanawiyah DDI Cilellang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65046/msn.v8i1.40

Abstract

This qualitative case study explored public health students’ analytical reasoning experiences during the implementation of authentic tuberculosis cases in Problem-Based Learning (PBL). The study was conducted in an undergraduate public health program in Indonesia and involved students who actively participated in tuberculosis case discussions, collaborative inquiry, and reflective learning activities. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, reflective journals, and learning documents, then analyzed using thematic analysis. The findings showed that authentic tuberculosis cases encouraged students to identify core public health problems, interpret contextual factors such as stigma, overcrowding, limited health literacy, and healthcare access, and evaluate evidence-based solutions collaboratively. Four major reasoning patterns emerged: contextual understanding, evidence-based analysis, collaborative reasoning, and reflective engagement. The use of authentic cases enabled students to connect theoretical concepts with real community health conditions and strengthened their problem-solving orientation and professional awareness. The study concludes that integrating authentic tuberculosis cases into PBL is an effective strategy for fostering analytical reasoning in public health education. This approach supports deeper learning, meaningful engagement, and preparation for evidence-informed decision-making in professional public health practice.