Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Biologi kelas X SMA Negeri 9 Gowa, khususnya pada materi virus, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2024/2025. Subjek penelitian adalah guru Biologi kelas X, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan, namun belum berjalan secara optimal. Pembuatan modul terbuka, diferensiasi konten, proses, dan produk, serta penilaian formatif dan sumatif telah terlaksana dengan baik. Namun, modul proyek belum disusun, asesmen diagnostik nonkognitif belum terlaksana secara maksimal, dan pemetaan gaya belajar peserta didik belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam setiap pertemuan. Meskipun demikian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi Biologi. Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan waktu, kompleksitas perencanaan pembelajaran, serta kebutuhan penyesuaian materi dan strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru dan dukungan sekolah untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Biologi kelas X SMA Negeri 9 Gowa, khususnya pada materi virus, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2024/2025. Subjek penelitian adalah guru Biologi kelas X, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan, namun belum berjalan secara optimal. Pembuatan modul terbuka, diferensiasi konten, proses, dan produk, serta penilaian formatif dan sumatif telah terlaksana dengan baik. Namun, modul proyek belum disusun, asesmen diagnostik nonkognitif belum terlaksana secara maksimal, dan pemetaan gaya belajar peserta didik belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam setiap pertemuan. Meskipun demikian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi Biologi. Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan waktu, kompleksitas perencanaan pembelajaran, serta kebutuhan penyesuaian materi dan strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru dan dukungan sekolah untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi.v